Salam Shibori, Sabtu Kreasi Dari Rumah Tanjung

Hari Sabtu memang waktu yang pas untuk berkreasi di rumah, kalau tidak ada acara. Setelah beberapa bulan belajar shibori di Wewocraft, yang pernah aku tuliskan di sini,  akhirnya aku mencoba untuk membuat sendiri di rumah.

Karena bahan pewarna yang digunakan adalah berupa Naptol, TRO, Soda Kustik dan garam pewarna, cukup mahal menurut aku, maka ikat mengikat sudah aku lakukan dan persiapkan sebelumnya, sehingga hari ini aku tinggal melakukan pencelupan warna saja. Ikat mengikat yang kulakukan berupa itajime (lipat tekan), arashi (pada pipa) dan mokume (dengan menjahit – stiched), seperti berikut ini

20161022_084539 20161022_084516 20161022_084502 20161022_084450 20161022_084431 20161022_084412 20161022_084332lalu tahap pewarnaan yang dilakukan adalah (jangan lupa pakai masker dan sarung tangan ya)

20161022_085325

  • campurkan TRO dan Naptol dalam gelas berisi air panas sebanyak 200 ml, aduk rata
  • setelah larut, tuangkan ke dalam ember, tambahkan air dingin sebanyak 800 ml, aduk rata
  • masukkan soda kustik, aduk rata kembali
  • campuran Naptol di atas sudah siap digunakan, masukkan kain yang sudah siap diwarnai, celup dan ratakan pewarna dengan baik di semua permukaan kain yang akan diwarnai, diamkan selama 1 (satu) jam, lebih lama lebih baik
  • siapkan campuran garam pewarna, dengan cara yang sama di atas, dilarutkan dalam air panas lebih dahulu, baru dicampur dengan air dingin 800 ml
  • selanjutnya kain yang telah dicelup Naptol dapat dimasukkan ke dalam larutan garam pewarna, diamkan selama 1 (satu) jam
  • lepaskan kain dari ikatan atau penjepit dan siap dibilas dengan air sampai bersih

20161022_122405Hasilnya…..taraaaa…..aku terkejut dan senang sekali, walau ikatan nomer 5 di atas tidak sesuai dengan harapan, tapi yang lain, aku cukup puas sebagai karya pertama buatan sendiri di rumah

shi

Setiap lembar kain adalah unik, tidak akan menghasilkan pola dan warna yang sama persis. Siap menerima order, pilihan warna dan ukuran bisa request lho, dari coba-coba melipat dan mengikat ini, ternyata hasilnya menggembirakan hatiku :-) jangan ragu-ragu ya, yang mau belajar juga bisa lho.

Salam Shibori


Kreasi Decoupage Dengan Finishing Rustic Di Wirasanti Design

Selamat hari Sabtu yang cerah, hari ini tanggal 15 Oktober 2016, aku belajar dan belajar (lagi) berkreasi dengan decoupage di atas media baki dan finishing dengan semi vintage atau rustic, sehingga kesannya jadul gitu. Belajar langsung dengan ahlinya memang beda ya, di Workshopnya Mbak Wirasanti Antono di Ruko BSD, dekat FUJI Pasar Modern BSD, aku memulai kegiatan ini tahap demi tahap.

Media yang disediakan tergantung pilihan kita, aku memilih baki kali ini. Lalu peralatan yang dibutuhkan kurang lebih sama dengan media yang pernah aku pelajari dulu, namun karena finishingnya berbeda, maka ada tambahan amplas dan lilin.

20161022_095012Tahapan yang dilakukan juga ada perbedaan, yuk kita simak berikut ya

  • media diberi lapisan pertama Gesso di seluruh permukaan, untuk anti jamur dan lebih awet
  • media dicat dengan warna dasar hitam (bisa warna apa saja, yang tua, seperti coklat tua atau hijau tua)
  • media digosok dengan lilin untuk memberi kesan rustic pada saat finishing
  • media dicat dengan warna hijau muda (bisa warna apa saja yang muda) disesuaikan dengan napkin/tisu decoupage yang akan ditempelkan
  • media diamplas di bagian tertentu untuk kesan rustic secara acak saja, tidak harus seluruhnya diamplas
  • napkin/tisu decoupage yang telah digunting sesuai gambar, ditempelkan lapisan teratasnya (ada 3 lapis di tiap napkin/tisu dari Eropa) dengan menggunakan lem
  • setelah napkin/tisu menempel dilapisi lem lagi bagian atasnya
  • varnish seluruh permukaan media

img-20161020-wa0008img-20161020-wa0004img-20161020-wa0009dan inilah hasilnya,

img-20161020-wa0013Cantik ya dan siap menyambut Perayaan Natal tidak lama lagi :-)

Di Workshop ini, aku belajar bersama crafter kondang, Mbak Wirasanti, banyak tip yang diberikan agar hasil maksimal dapat diperoleh, bagaimana cara mengecat yang baik, cepat dan benar, bagaimana agar media decoupage awet dan menempel dengan sempurna.

Berminat untuk belajar ? Datang ke sini saja ya …. Bagi yg berminat belajar maupun kits nya, bisa hubungi Wirasanti Design Craft-Interior-Gift,Pin BB : 5B621036 WA : 0818-913-589 HP : 0811-1913-589, alamat lengkap Komplek Ruko Griya Loka, Jalan Griya Loka Raya Blok RF 2 No 13 BSD Sektor 1.2 Serpong Tangerang Selatan

img-20161020-wa0018Selamat belajar dan berkreasi :-)

Foto : Pribadi dan mbak Wirasanti

 

 

 


Gudeg Yang Selalu Ngangeni

Buat aku, yang memiliki nenek moyang dari garis keturunan Jawa (tepatnya Yogyakarta), tentu sudah sangat familiar dengan makanan Gudeg. Dan tentu tidak akan pernah bosan dengan Gudeg, apalagi jika ditambah dengan sambal krecek yang pedas dengan cabe rawitnya itu, hm

Gudeg (ejaan bahasa Jawa diucapkan sebagai Gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan.

20160612_231659

20160612_231709

Namun bagaimana dengan anak rantau, macam anakku yang sempat merengek karena kangen berat, minta dikirimi gudeg sambal krecek ini ? Semula sempat bingung, namun sekarang sudah ada jawabannya, dengan gudeg dalam kemasan kaleng. Itu pun tidak hanya dari pembuat tertentu saja. Sekarang sudah tersedia dalam berbagai merk, seperti Gudeg Wijilan Bu Lies, yang sempat aku beli ini, dengan harga Rp 40.000,- per kaleng, yang terdiri dari telur bebek rebus, gudeg nangka dan sambal goreng krecek. Gudeg ini bisa tahan dalam kemasan kaleng selama 1 (satu) tahun, bagaimana dengan rasanya ? cukuplah kalau untuk mengobati rasa rindu :-)

Juga sudah tersedia merk lain seperti Bu Tjitro, Gudeg Bagong, Gudeg Wijilan Hj Rini, dan juga mungkin merk lainnya.

20160912_101325

Jadi buat anak rantau atau siapapun yang rindu dengan gudeg asli Yogyakarta, jangan kuatir lagi, rasa kangenmu akan cepat terobati kok, tinggal pesan dan siap dikirim :-)

 

 


Frank Sinatra : Orange is The Happiest Color

Mengapa suka warna orange ? Karena orange adalah warna yang cerah dan hangat, warna ini menunjukkan suatu semangat atau gairah. Orang yang suka warna orange cenderung juga adalah orang yang hangat bersemangat, orang yang tulus, menyukai tantangan dan senang dengan hal-hal baru. Ia kerap menjadi pusat perhatian, tidak mudah menyerah dan selalu mencoba

ob

Warna orange merupakan perpaduan dari warna merah (yang memancarkan energi besar) dan warna kuning (yang berhubungan dengan kebahagiaan). Warna orange sendiri memiliki arti yang sering dikaitkan dengan kegembiraan, kebahagiaan, kehangatan, panas, sinar matahari, antusias, kreativitas, sukses, penyemangat, kesehatan, stimulasi, lucu, menyenangkan, keseimbangan, ekspresi dan kekaguman serta kesegaran dari buah orange (atau jeruk)

Menurut Frank Sinatra,

oa

suka warna orange karena ….

o9 o8 o7 o6 05 04 o3 o2 o1

bahkan warna orange kabarnya didefinisikan sebagai warna teknologi, sehingga kantorku pun didominasi dengan warna orange :-)

Sentra Teknologi Polimer

Warna orange emang keren yaa….


Brownies Coklat Enak dan Mudah Dari NutriCake

Kami suka coklat, apa saja yang ada hubungannya dengan coklat, kami suka. Ntah itu cake, es krim atau coklat batangan, pasti habis dilahap anak-anak terutama. Kalau aku lebih suka coklat yang tidak terlalu manis, malah lebih ke dark chocolate dengan irisan kacang aku lebih suka.

Iseng suatu hari Minggu kemarin, kami belanja dan menemukan tepung premix siap pakai bernama NutriCake keluaran dari Forisa. Terus terang aku tidak terlalu paham dengan kandungan didalamnya namun yang pasti sepertinya patut dicoba, jadilah kami membeli kemasan NutriCake ini untuk dicoba di rumah dan inilah hasilnya …….

Cukup menambahkan 1 butir telur, 100 ml minyak sayur atau mentega cair dan 5 sendok makan air

20160918_152454

Aduk semua bahan menjadi satu

20160918_152754

Sampai tercampur dengan baik seperti ini

20160918_153947

Setelah tercampur, aku taburi dengan coklat chip yang masih ada di lemari es. Lalu masukkan kedalam oven dengan api sedang selama 20 menit saja (kalau aku) dan diamkan dalam oven sampai agak dingin

1474200602604

Di petunjuk kemasan, disarankan menggunakan loyang ukuran 20x10x4 cm, tapi karena tidak ada, jadinya menggunakan loyang ini sehingga brownies yang jadi setebal 1 cm saja.

Kemasan ini aku beli di toko swalayan seharga Rp 15.000,- namun rasanya ga kalah dengan brownies yang bermerk di sana, yuk selamat mencoba, mudah sekali membuatnya :-)