Featured

 

kun2

~ Nat King Cole ~

L is for the way you look at me 
O is for the only one I see
V is very, very extraordinary
E is even more than anyone that you adore can

Love is all that I can give to you
Love is more than just a game for two
Two in love can make it
Take my heart and please don’t break it
Love was made for me and you

 

 

 

 


Selamat Hari Puisi Indonesia

Jari jemari menari
Di atas tombol mesin tik
Tak ingin menangis lagi
Walau jarak terbentang
Di balik kaca kamar isoman
Lembar kertas puisi bertebaran
Di antara sesap kopi tanpa gula

WhatsApp Image 2021-07-26 at 08.18.58

Catatan :
Hari Puisi Indonesia dari hari lahir Chairil Anwar, 26 Juli 1922
Hari Puisi Nasional dari hari wafat Chairil Anwar, 28 April 1949


Kumcer Nuram Marun Juli 2021 : Meraki

Terbit, Nuram Marun bulan Juli 2021 “MERAKI”

IMG_20210724_110008_957

IMG_20210724_110009_176

IMG_20210724_110009_147

Sebenarnya aku sudah akan skip kegiatan Nuram (Nulis Ramai – Nulis Bersama) bulan Juli 2021 lalu. Namun @ellunarpublish_ selalu berhasil “menggoda” dengan tema uniknya.

Lihat temanya Meraki, yang berasal dari bahasa Yunani, berasa aku banget. Jadilah sebuah naskah cerpen tulisanku berjudul Selendang Merah diatas Kanvas ?

Mau tahu arti “Meraki” kan. Meraki adalah kata yang menggambarkan kegiatan yang berhubungan dengan jiwa, kreativitas atau cinta. Nah mengapa ada hubungannya dengan aku karena akhir-akhir ini aku banyak berkaitan dengan kegiatan yang berhubungan dengan kreativitas, yaitu menggambar atau melukis diatas kanvas.

Sampulnya keren dan juga tulisan2 terpilih didalamnya dari penulis di Komunitas ini. Ellunar biasanya menarik perhatian para penulis dengan menampilkan calon cover bukunya. Siapa yang tidak tertarik bergabung dengan cover keren ini.  Terima kasih ya Ellunar

#delaras

Bagi yang berminat, bisa hubungi aku atau langsung PO ke Ellunar Shop, cara pemesanan mudah dan banyak alternatif cara pembayarannya.


Jiwa-jiwa yang dipisahkan
Untuk kelak dipersatukan
Denyut ini fana
Hanya Dia yang abadi
Bersabarlah
Malaikat berjubah emas
Akan mengiring langkah kita
Gemertak dan ratap tangis
Berganti gegap sukacita surgawi

.

 

Untuk yang berduka, kiranya dikuatkan dan dihiburkan. Untuk yang sakit, tetap semangat dan percaya akan segera pulih. Buat yang lain, tetap prokes, jaga kesehatan dan terus berdoa

.

May be a closeup of flower and nature
Sabtu, 17 Juli 2021

Idul Adha 1442 H dan Kepergian Sahabat Blogger

Pagi ini bercampur aduk perasaanku. Di satu sisi, sejak semalam, aku berdiam diri untuk menghayati apa yang diimani kerabat dan saudara Muslim mengenai Hari Raya Idul Adha. Idul Adha diperingati pada tanggal 10 Dzulhijjah kalender Islam, yang tahun ini 1442 H dan jatuh pada tanggal 20 Juli 2021.

Peringatan Idul Adha tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Perbedaannya, tahun ini berada di rentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga jika masyarakat sungguh patuh pada himbauan Pemerintah, maka kegiatan pemotongan hewan kurban ditiadakan di tempat ibadah atau dalam kerumunan.

Bagi Umat Muslim, Idul Adha adalah sebuah hari raya dalam agama Islam. Hari ini memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Isma’il sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah. Sebelum Ibrahim mengorbankan putranya, Allah menggantikan Ismail dengan domba.

Di masa kini, peristiwa ini dimaknai dan diperingati sebagai bentuk kerelaan dan keikhlasan untuk melepaskan sesuatu yang kita sayangi dan miliki. Itu bisa apa saja. Kita adalah Ïbrahim”itu dan yang kita miliki dan sayangi adalah Ïsmail”. Apa yang bisa kita miliki dan sayangi, bisa saja pasangan, orangtua atau keluarga. Bisa juga berupa harta benda atau jabatan. Semua itu tidak ada yang abadi. Sejatinya, semua milik Allah.
IMG_20210719_232140_066

Bagi Saudara dan Teman yang merayakan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Mohon maaf lahir batin. Berkurban adalah bentuk tanda kasih manusia pada Allah dan sesama.

Kiranya damai dan sukacita, berkah dan rahmat NYA melimpah atas kita. Menguatkan tubuh dan hati yang sakit, terluka dan rapuh di masa pandemi ini. Aamiin.

Seperti biasa, mengikuti tradisi keluarga, aku juga memesan ketupat lebaran. Tombo kangen ngumpul bersama keluarga Bapak Ibu. Namun karena hanya bertiga, aku tidak memesan banyak menu. Hanya ketupat, sayur labu dan rendang. Kebetulan sudah ada sop daging juga. Kami menikmati dengan penuh rasa syukur, sambil memohon kasih tangan Tuhan untuk melalukan pandemi ini dari muka bumi.

20210720_091303

Di sisi yang lain, di hari yang baik ini, kala aku sedang mengirim pesan dan membalas postingan teman di FB, aku mendapat kabar dukacita, kalau salah seorang sahabat bloggerku, mbak Dina Begum, berpulang. Padahal bulan Juni 2021 lalu, kami masih saling membalas pesan. Aku mengenalnya pada tahun 2013 kala sama-sama menjadi Finalis Srikandi Blogger 2013. Setelah itu kami banyak bertemu melalui media sosial. Mbak Dina adalah seorang penerjemah ratusan buku. Orang yang ramah, unik dan tentu manis. Selamat jalan Mbak Dina, aku mengenangmu sebagai sosok yang baik. Kiranya keluarga diberi kuat, sabar dan ikhlas. Terlalu cepat sesungguhnya. Namun semua adalah rahasia Ilahi. Semoga kita semua diberi hati dan tubuh yang siap menghadapi ini semua. Amin