Rembulan Residence, Denpasar Bali

Bulan Januari 2016 yang lalu saat aku pergi ke Denpasar Bali, aku mengikuti saran adikku untuk menginap di Rembulan Residence (RR). Adikku lebih dulu berada di sana. RR terletak di Jalan Rembulan, tepatnya berada tidak jauh dari pusat kota yang dikenal sebagai Simpang Enam Dunkin Donut di Jalan Teuku Umar.

20160108_101535 20160108_101556 20160108_101616 20160110_071531 20160110_071554RR mempunyai area parkir, ruang makan bersama dengan dapur. Jumlah kamar di RR sebanyak 11 kamar. Setiap kamar ber AC dengan sebuah tempat tidur Double ukuran King, dengan pantry yang dilengkapi dengan microwave, ketel pemanas dan lemari pendingin, LCD TV, sofa, meja rias dan lemari pakaian. Kamar mandi modern yang dibagi dua untuk closet dan untuk mandi dengan shower

Kamar

Kamar

Pemilik memberikan aturan yang jelas bagi penghuni saat meninggalkan kamar, yaitu mematikan lampu dan AC serta mengunci pintu kamar, pintu rumah dan pintu gerbang. Kamar di RR dapat disewa harian, mingguan atau bulanan. Saat berada disana, kami dicharge harga per kamar per malam Rp 250.000,-. Akses ke jalan utama sangat mudah, karena berada tidak jauh dari pusat keramaian Jalan Teuku Umar yang terkenal dengan wisata kulinernya.

Selama 3 hari berada di sana, aku benar merasa nyaman dan dapat beristirahat dengan tenang tanpa gangguan dengan bisingnya kendaraan atau hal lain.

Jika berminat untuk menginap di tempat ini, dapat mengontak melalui akun Facebook Rembulan Residence. Selamat berkunjung :-)

 

 


Warung Babi Guling Chandra, Teuku Umar, Denpasar

Maaf ini edisi non halal, silakan baca bagi yang berkenan, sayang untuk dilewatkan :-) Masakan dengan bahan dasar daging babi memang ada banyak, tapi ntah kenapa aku selalu ketagihan dengan masakan babi guling di Bali. Mungkin karena cara memasaknya yang berbeda dan juga jarang pergi ke Bali maka masakan ini selalu bikin ngiler sebelum berangkat kesana.

Babi guling atau yang biasa disebut sebagai suckling pig adalah seekor babi utuh yang isi perutnya telah dikeluarkan dan diisi dengan aneka bumbu dan rempah serta sayuran seperti daun ketela pohon. Bumbu yang dimasukkan kedalam perut biasanya merupakan bumbu lengkap atau disebut bumbu ganep atau genap, yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, cabai besar dan kecil, lengkuas, kemiri, kunyit, garam dan terasi. Selanjutnya babi dipanggang sambil diputar-putar (diguling-gulingkan) sampai matang dengan ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kecoklatan dan renyah.

Awalnya babi guling pada mulanya digunakan untuk sajian pada upacara baik adat maupun keagamaan, namun saat ini babi guling telah dijual sebagai hidangan baik di warung, rumah makan bahkan hotel tertentu di daerah Bali dan lainnya. Di Bali sendiri ada beberapa tempat paling top untuk menikmati babi guling ini. Dari dua tempat yang aku datangi, Babi Guling Ibu Oka tahun 2014 yang lalu dan sekarang Babi Guling Chandra, aku belum dapat menemukan perbedaan yang signifikan, buatku keduanya enak, juga didukung dengan tempat yang cukup nyaman tentunya.

Satu yang lebih dapat kutemukan saat (akhirnya) mampir di Babi Guling Chandra adalah kulit dagingnya yang benar-benar renyah (tidak alot) saat digigit dan dikunyah..kreyes kreyes 😀

Warung Babi Guling Chandra terletak di Jalan Teuku Umar Denpasar, tidak jauh dari Simpang Enam dan karena kali ini dekat dengan tempat kami menginap maka kami sempat dua kali datang kesini. Warung ini dikelola dengan mempekerjakan  20 karyawan, buka dari pukul 7 pagi hingga 10 malam. Selain menyediakan makanan yang disajikan di meja, Warung juga menyediakan nasi bungkus Babi Guling mulai dari harga Rp 10.000,- yang menurut penjelasan pramusaji, dengan porsi lauk yang lebih sedikit dan tanpa kuah sop.

Dalam sehari, tanpa pemesanan khusus, Warung ini menyediakan 10 ekor babi guling setiap harinya. Wow. Dengan pengolahan secara tradisional, babi yang telah dibersihkan siap dipanggang di atas bara api ukuran sedang. Bahan bakar yang digunakan adalah sabut kelapa, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil pemanggangan yang maksimal dan daging babi matang secara merata. Proses pemanggangan dilakukan 1 sampai 2.5 jam tergantung dari ukuran besar seekor babi.

Satu porsi nasi babi guling terdiri dari satu piring nasi, irisan babi guling, termasuk kulit crispynya, dua tusuk sate (sate babi dan sate ikan), kerupuk paru dan sayur khas Bali berbumbu berwarna hijau yang sangat lezat rasanya karena kaya rempah :-) serta semangkuk sop, hm… meleleh ngiler nih. Dipatok dengan harga Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah), porsi ini cukup besar, bisa dinikmati berdua dengan menambah nasi dan satu gelas es jeruk, bisa membuat ketagihan dan ingin kembali lagi.

Selamat menikmati, ini rumah makan Babi Guling kedua yang saya datangi di Bali :-)

 

 


Hari Pertama 2016 Di NEO Sentul Bogor

Awal tahun baru 2016 kami berkesempatan menginap di NEO Sentul Bogor. Semula tujuan memilih hotel ini agar anak-anak dapat menikmati kegiatan di Taman Budaya yang punya akses jalan langsung ke hotel, tapi ternyata Taman Budaya tidak seperti yang anak-anak harapkan, jadi aku tidak akan banyak membahas mengenai Taman Budaya di postingan kali ini.

NEO Sentul atau lengkapnya NEO+ Green Savana Sentul City berada dalam manajemen ASTON, terletak di Jalan Siliwangi No 1 Sentul City, Bogor.

a1?????????????

?????????????

?????????????

Dengan reservasi melalui email, akhirnya kami mendapatkan sebuah kamar di lantai satu, dengan akses langsung ke kolam renang. Kamar berukuran 32 meter persegi dengan dua tempat tidur besar (twin bed), cukup untuk 4 orang, dicharge dengan harga Rp 868.780,- termasuk pajak dan sarapan pagi untuk dua orang. Harga yang cukup mahal karena mungkin kami menginap di hari libur panjang.

n1?????????????

?????????????

?????????????

Kesan menginap di sana, yang pasti kamar hotel luas dan nyaman, bahkan kamar mandi juga terbagi dua. Dan yang tentu sangat menyenangkan buat kami adalah kolam renang yang walau tidak lebar tapi cukup panjang, ada persis di depan kamar sehingga kami bisa tahu kapan kolam renang dalam kondisi tidak terlalu ramai.

Selebihnya buat kami, standard saja, misalnya untuk sarapan pagi, tidak ada yang istimewa, saran saja untuk dapat disajikan sarapan pagi khas Bogor, seperti laksa atau toge goreng. Selain itu tidak ada sarana olah raga (Sport Center) didalam hotel, seperti tenis meja, fitness center atau bilyard. Hotel memang menyediakan sepeda dengan charge Rp 40.000,- per jam, mungkin bisa dipinjamkan gratis untuk tamu yang menginap.

Sebagai alternatif tempat menginap, hotel ini cukup nyaman karena berada di lingkungan Sentul yang teduh. Selain itu juga banyak alternatif untuk berwisata kuliner di sekitar tempat ini, seperti Pasar Ah Poong dan Mall, juga arena bermain Jungle Land Adventure Theme Park. Selamat berlibur :-)

Kunjungi websitenya di link berikut ini NEO+ Green Savana Hotel Sentul untuk memperoleh informasi dan reservasi langsung

 


Jika Ini Natal Terakhir

Setiap insan pasti mengharapkan bahwa perayaan yang dirayakan pada tahun ini akan menjadi perayaan yang dapat dirayakan lagi tahun yang akan datang. Dapat kembali berkumpul bersama sanak saudara untuk saling bercanda tawa dalam suasana suka cita. Namun setelah perayaan usai dan kita kembali pada kesibukan dan keseharian kita, apakah kita sudah mengisi hidup kita berkenan kepada NYA, Tuhan Sang Pemilik Hidup kita, sudahkah saya dan saudara mengisi hari-hari ini dengan bijaksana ?

Tulisan berikut sudah dipublikasikan dalam Majalah PELANGI GKI Serpong Edisi ke-13 Bulan Desember 2015, selamat membaca dan tulisan ini menjadi bahan renungan bagi kita semua untuk menjalani hari-hari di tahun 2016.

 

Malam kudus, sunyi senyap,
bintang-Mu gemerlap
Jurus’lamat manusia,
ada datang di dunia
Kristus Anak Daud,
Kristus Anak Daud.

Memasuki minggu terakhir bulan November, suasana menjelang Perayaan Natal mulai terasa dimana-mana. Lagu-lagu Natal berkumandang. Anggota Paduan Suara mulai berkumpul untuk latihan bersama. Dekorasi dan hiasan Natal mulai dijual dan menghiasi pusat-pusat pertokoan. Kaum perempuan mulai merancang gaun Natal yang akan dipakai. Kaum Ibu mulai mempersiapkan bahan membuat kue  dan membuat daftar masakan yang akan disajikan. Bahkan tak mau ketinggalan meramaikan suasana ini, banyak gerai menawarkan diskon besar-besaran. Namun berguman sendiri, betulkah begini suasana memaknai Natal yang sesungguhnya ? Apakah semua hal diatas salah ? Tentu tidak, tapi apakah sudah benar ?

Hari Natal yang kerap dirayakan pada tanggal 25 Desember adalah hari raya memperingati kelahiran Tuhan Yesus, Sang Juru Selamat sekian ribu tahun yang lalu. Mengingat bagaimana Yesus lahir dalam kesederhanaan dan memahami mengapa Ia mesti hadir ke dunia ini, sesungguhnya Natal itu adalah sebuah anugerah bagi setiap umat di dunia ini. Anugerah adalah sesuatu yang kita terima walau sesungguhnya kita tidak layak menerimanya. Dalam konteks kelahiran Tuhan Yesus, kita manusia yang berdosa ini tidak layak menyambut kehadiranNya di dunia ini, namun Tuhan sendirilah yang menjadikan kelahiranNYa sebagai sebuah anugerah bagi kita umat manusia agar genap janjiNya untuk menebus dosa manusia.

Layaknya seorang yang menyambut peristiwa kelahiran, ada banyak sikap dan perilaku yang bisa saja terjadi. Ada yang sibuk, ada yang tenang-tenang bahkan tak ambil pusing. Lalu bagaimana dengan kita dalam menyambut Natal yang sesungguhnya sebuah Anugerah bagi kita ini.

Peringatan Kelahiran Tuhan Yesus dalam Perayaan Natal sesungguhnya mengajak kita untuk terus berjaga dan menyadarkan bahwa dalam kehidupan ini, kita punya Yesus yang akan hadir kembali. Seperti didalam 1 Tesalonika 3 ayat 13, Timotius menyampaikan kabar baik demikian “ Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya”  Pesan ini disampaikan agar kita semua menyambut kedatangan Yesus dalam Natal dengan tidak bercacat cela dan hidup kudus karena Natal adalah sebuah anugerah.

Terlebih, tak seorangpun tahu apakah ini akan menjadi Natal Terakhir dalam hidup kita, sudahkah kita hidup berguna bagi orang lain. Merayakan Natal dengan berpesta dalam kesukacitaan duniawi memang menjadi hak pribadi setiap kita. Namun apakah kita mengingat banyak orang di luar kita, yang sama sekali tidak merasakan kehadiran Yesus dalam Natal, yang hidup tanpa sandang pangan dan papan, bahkan yang hidup kesepian, sendiri tanpa teman atau saudara.

Jika saat ini ternyata adalah Natal Terakhir kita, sudahkah kita hidup layak di hadapan Allah dan Bapa selama ini ? Apakah masih ada kesempatan bagi kita melakukan yang terbaik bagi DIA. Mari kita siapkan diri menyambut Natal yang sungguh sebagai Anugerah dengan sikap dan perilaku seperti yang Tuhan Yesus inginkan. Merayakan kelahiran Tuhan Yesus untuk kemuliaan namaNya, berbagi sukacita dengan yang membutuhkan serta menjadi kesaksian hidup bagi setiap orang yang mengenal kita melalui perayaan yang kita lakukan, bukan dengan pesta pora dan kepuasan diri sendiri. Tinggalkan tradisi-tradisi lama yang hanya untuk kesenangan sendiri atau keluarga. Mari lebih memperhatikan kepentingan dan kedamaian bagi para janda, lansia, tunawisma dan anak yatim piatu.

Selamat Hari Natal, kiranya Natal kali ini lebih memberikan makna bagi sesama. Selamat Menyambut Kedatangan Yesus Sang Mesias. Tuhan memberkati kita semua. Amin


Atraksi Permainan Tradisional “Bambu Gila” Di Liang

Ada satu atraksi menarik dan langka yang sempat aku saksikan saat berada di Ambon. Disebut langka karena biasanya atraksi ini hanya diselenggarakan saat kegiatan-kegiatan Budaya. Beruntung aku sebagai bagian dari rombongan kontingen Pesparawinas XI bisa menyaksikan atraksi ini saat berkunjung ke Pantai Liang. Nama atraksi ini adalah Bambu Gila.

Bambu Gila adalah permainan rakyat tradisional rakyat Maluku, dengan menggunakan kekuatan supranatural. Seorang dukun akan mengawali permainan ini dengan memberi mantera kedalam bambu yang akan dipegang oleh 7 orang pemuda. Beberapa saat setelah mantera masuk, bambu akan bergerak dengan kekuatan tersebut sehingga siapapun yang memegang bambu tersebut harus berusaha keras agar bambu tidak terlepas.

Dukun memberi mantera

Dukun memberi mantera

b2b3Untuk membuktikan apakah benar Bambu tersebut menjadi “Gila” atau hanya rekayasa, atraksi ini juga melibatkan pengunjung untuk membuktikannya

bersiap

bersiap

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Betul-betul atraksi yang menarik, permainan rakyat yang masih dipertahankan sampai saat ini. Anda berminat ? Silakan mencoba :-)