Icip-icip di SUSHI MATSU Resto BSD

Suka sushi dan sashimi sebenarnya sudah lama, sejak mengenalnya saat pelatihan di Jepang tahun 1992. Tapi kalau ke restoran Jepang jarang banget karena di rumah hanya aku yang suka, mungkin suami dan anak-anak kurang info kalau di restoran Jepang khususnya seperti SUSHI MATSU ini menyediakan aneka sajian makanan, baik yang mentah seperti sashimi atau matang berupa sushi, nigiri, agemono (yang digoreng), yakimono (dipanggang), gohanmono (bersama nasi), menrui (noodle) atau miso soup.

SUSHI MATSU, resto berlogo pohon cemara Jepang ini mulai dibuka di Ruko Golden Madrid 2 Blok G No 6 seberang Pasar Modern BSD ini sejak Mei 2014. Lokasinya sangat mudah ditemukan karena terletak di jalan utama di Bumi Serpong Damai.

Siang yang panas hari ini, Sabtu, 11 Oktober 2014 terasa sejuk begitu aku masuk kedalam resto berlantai dua yang dikelola pasangan muda Peter dan Irene. Begitu pintu resto digeser, para pramusaji mengucapkan ucapan Selamat Datang dalam Bahasa Jepang “Irrashaimase” secara serempak. Kebetulan hari ini aku menghadiri Event Review Resto yang diadakan oleh Komunitas Indonesia Food Blogger.

Resto nya bersih, dengan meja-meja yang tertata rapi. Dengan penataan yang rapi, membuat resto ini terkesan luas. Di sisi sebelah kanan, terdapat ruang penyiapan penyajian makanan dengan para Chef andalan resto ini.

Karena ruang acara Indonesia Food Blogger ada di lantai dua, maka aku ditemani seorang pramusaji dan pemilik resto menuju ke lantai dua, yang ternyata ruangan diatas jauh lebih luas dan lega, dilengkapi dengan tatami (tikar) ala Jepang sehingga pengunjung selain bisa duduk di kursi juga bisa duduk beralas tikar.

dan berkenalan dengan pasangan muda Irene dan Peter, yang ramah dan sabar menjawab pertanyaan para blogger

setelah diawali dengan minuman Ocha dingin yang terus diisi ulang dan Edamame (kacang hijau Jepang) maka inilah makanan yang disajikan SUSHI MATSU BSD untuk para blogger

dan ini yang menjadi favoritku,

buat saya kalau berkunjung ke resto semacam ini, jika salmon sashimi nya berupa potongan daging yang segar, terasa manis dan tidak berbau amis ikan, maka sudah pasti makanan lainnya juga juara, apalagi salmon sashimi di SUSHI MATSU disajikan dengan potongan yang lebar dan besar … hmm terasa enaknya tercampur dengan kecap asin dan acar jahe

Seperti yang disampaikan Irene dan Peter, makanan yang mereka sajikan buat kami adalah makanan yang menjadi favorit dari pengunjung dan ternyata itu benar, walau setiap makanan sempat aku icip tiap potongannya, itu sangat membuktikan bahwa itu memang favorit pengunjung, diantaranya Avocade Salad, Oyakodon (ayam, nasi dan telur), Unagi Kabayaki (belut yang dipanggang), Inari Kanimayo, Volcanoes, Dynamite, Hokkaido, Tekka, Beef Yakiniku dan Sakana Miso Soup.

Selain makanan yang sangat bervariasi, minuman tersedia mulai dari Ocha sampai dengan aneka jus dan soft drink.

Harga makanan disini mulai dari Rp 25.000,- sampai dengan Rp 100.000,- dan harga minuman mulai dari Rp 8.000,- sampai dengan Rp 100.000,- Harga yang sesuai untuk porsi yang cukup dnikmati 2 – 3 orang per porsinya

Resto yang memuat sebanyak 70 orang pengunjung ini dibuka setiap harinya pukul 11.00 siang sampai dengan 21.00 malam dan khusus untuk akhir pekan buka mulai dari pukul 10.00 pagi sampai dengan pukul 21.30 malam.

Jika ingin menghubungi resto SUSHI MATSU untuk memesan tempat dan memperoleh informasi dapat menghubungi nomer telpon (021) 5316-4795 atau mengunjungi Twitter @sushimatsuresto, Instagram @sushimatsu dan FB Sushi Matsu

dan beginilah keseruan suasana siang tadi, yang dihadiri 17 orang blogger

Terimakasih Irene dan Peter, SUSHI MATSU Resto dan Komunitas Indonesia Food Blogger. Resto ini layak untuk dicoba dan direkomendasikan kepada keluarga dan kerabat, bener lhooo :-)


Dalam perjalanan kami ke Bali kali ini, aku dan suami memilih menginap di All Seasons Hotel yang terletak di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Memilih hotel ini sebelumnya karena letaknya berdekatan dengan hotel tempat kelompok Paduan Suara anak-anak kami menginap. Oh ya kami ke Denpasar Bali dalam rangka memberi dukungan pada anak-anak yang mengikuti lomba Paduan Suara Bali International Choir Festival 2014 yang berlangsung dari tanggal 27 Agustus 2014 sampai dengan 1 September 2014. Yang kedua karena Hotel All Seasons adalah anggota dari Accor Hotels yang memberlakukan sistem point untuk anggota Le Club nya jika memesan kamar melalui booking langsung, melalui website resmi Accor atau walk in dengan personal account. Yang ketiga karena lokasinya di pusat kota, maka sudah pasti dekat dengan wisata kuliner di sepanjang Jalan Teuku Umar yang tidak pernah sepi sepanjang hari.

Hotel dengan 153 kamar ini menampilkan desain kontemporer dengan dominan warna hijau orange dan ungu yang ada di setiap bagian hotel

Kamarnya yang cukup luas dengan tempat tidur double yang besar, dilengkapi dengan TV LCD dan fasilitas hotel lain sesuai standar. Selama 4 malam kami berada disana, setiap hari kamar dibersihkan, handuk diganti sehingga kenyamanan terjamin

Sarapan nya juga cukup bervariasi, selain menu prasmanan, setiap pagi juga disediakan menu makanan masakan khas Bali.

Walau tidak tersedia fasilitas kolam renang seperti yang umumnya dicari anak-anak, namun hotel mempunyai tempat fitnes dan secara keseluruhan pengalaman ku dan suami selama menginap disana cukup nyaman dan menyenangkan. Karyawan ramah dan siap membantu dari petugas front office sampai satpam dan room boy.

Selamat berlibur dan menginap di hotel ini :-) sangat direkomendasikan bagi anda yang ingin menginap baik untuk keperluan dinas ataupun berwisata karena lokasinya yang sangat strategis di pusat kota.


The Colours of Ubud Market

Ubud Art Market is located in the center of Ubud, not far from Puri Saren. Ubud Market was the center of attention because there are all kinds of art goods there. Art goods are paintings, garments, handicrafts, blankets, bed covers, cloths, tenun ikat, wood carving, stone carving, metal ornaments, leather bags and much more, there. It’s interesting, all in beautiful color diversity.

The market is open from early morning until 18.00. If you want to shop there, you should bargain price offered by the seller. I like to be there but tired of bargaining :-) just enjoy it ….


Keindahan Terasering di Tegalalang

Terasering adalah lapisan tanah pertanian yang dibuat bertingkat-tingkat, dibuat secara alami ataupun mengikuti kontur tanah yang ada. Selain mencegah longsor, pembentukan terasering ini juga memudahkan sistem pengairan lahan pertanian yang ada karena sesuai sifatnya air akan mengalir ke bawah.

Ada banyak Terasering di Bali, salah satunya yang dimanfaatkan menjadi Obyek Wisata adalah Terasering di wilayah Tegalalang. Awal mulanya tempat ini tidak seramai sekarang, namun karena banyak wisatawan manca negara mengganggap ini sebagai sesuatu yang unik dan khas dari Ubud, maka tempat ini menjadi ramai dikunjungi. Ditambah lagi suasananya mendukung untuk sekedar leyeh-leyeh, duduk santai sambil ngopi atau makan ice cream.

Letaknya di Utara Bali, jika berkendaraan dari Pasar Ubud, maka hanya memakan waktu sekitar 30 menit saja. Sepanjang perjalanan, akan banyak ditemui tempat industri kerajinan, mulai dari logam, kayu dan patung bahkan juga lukisan

Masalah yang sama dengan banyak obyek wisata di Bali, lahan parkir menjadi salah satunya. Kendaraan diparkir di tepi jalan

Banyak tempat peristirahan dibuat di sepanjang Jalan Tegalalang ini, sehingga selain menikmati pemandangan dan hiking di pematang sawah, kita juga dapat memuaskan keinginan untuk berkuliner.


Temu Kangen di Warung Ku, Tebesaya, Ubud

Menemui sahabat di luar kota tentu menyenangkan sekali, apalagi jika sudah lama tak bertemu. Aku bertemu Marisol, sahabatku semasa SD terakhir saat reuni SD beberapa tahun yang lalu, maka setelah tahu Marisol ada di Tebesaya Ubud, tentu aku ingin sekalian bertemu di tempat usahanya sekarang, Warung Ku

Bertempat di Tebesaya Raya akhirnya aku dan suami berhasil menemukan “Warung Ku” (setelah sehari sebelumnya terburu-buru mencari tempat ini), tepatnya berlokasi dekat Pasar Peliatan. Jika datang dari arah Andong, maka Jalan Tebesaya ada di sebelah kanan sebelum Pasar Peliatan. Sedangkan jika dari Tegalalang, melewati Andong, sampai Patung Arjuna berwarna putih, terus sampai ketemu pertigaan. Warung Ku juga berada satu deret dengan Gedung Olah Raga dan Kesenian Desa Peliatan, pasti semua orang di sekitar sana tahu tempat ini.

Usaha yang dirintis belum lama ini dengan sang suami, mulai menampakkan hasil berkat keahlian suami Marisol meracik bumbu sendiri dan memilih bahan baku sehingga kaldu masakan dan bumbu-bumbu nya mempunyai rasa yang khas dan sedap. Suami Marisol menyiapkan masakan sementara kami ngobrol kesana kemari ;-)

Pada kesempatan berkunjung ini, kami mencicipi satu porsi menu andalan Warung Ku yaitu Soto Ayam, yang ayamnya langsung disiapkan saat kami datang. Kuah soto nya kaya rasa, wangi, sedap dan segar. Sambalnya enak, pedes nya pas dan nendang juga. Pas banget dimikmati dengan teh tawar hangat ataupun es teh manis di hari yang cerah di Ubud siang itu.

Ada banyak menu andalan mereka dan harganya sama sekali tidak mahal, tapi Warung Ku tutup lho kalau hari Minggu, kali ini khusus dibuka karena tahu kami akan datang. Baik banget kan pasangan ini. Yuk mampir dan rasakan kelezatannya, ga kalah lho dengan resto berbintang. Sukses selalu buat Marisol dan suami :-) Makasih ya atas jamuan makan siangnya, maknyuzzz