Kolase Keping

Featured

“kolase keping penolakan semai jawab tuk sadar diri, siapalah aku di gemuruh hati dalam hening dunia dan keramaian isi kepala, yang kerap terabaikan, bukan sabar yang harus kupunya, tapi sadar, aku bukan dalam kaum mereka, yang bijak dan cendekia”

#delaras 19.02.24


Serat Kalatidha

Featured

serat kalatidha

Serat Kalatidha adalah sebuah karya sastra Jawa karangan Rangga Warsita, yang ditulis sekitar tahun 1860 Masehi. Rangga Warsita adalah pujangga terakhir dari kasunanan/kerajaan Surakarta.

Serat Kalatidha ini disampaikan kembali oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam sambutan Acara Calon Wisudawan dan Wisudawati di Universitas Gajah Mada.

Serat yang sudah ditulis lebih dari 150 tahun lalu dan masih berlaku hingga saat ini terutama dengan situasi dan kondisi bangsa, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Betapa pentingnya untuk tetap menjaga iman dengan eling lan waspada. Kiranya Allah selalu menguatkan kita di tengah apapun hal yang kita hadapi bersama. Aamiin….

 

 

1 Syawal 1445 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Kiranya Gusti Allah mempertemukan kita kembali di bulan yang penuh ampunan dan berkah ini di tahun mendatang. Aamiin.


Antologi Cerpen “Terjebak” dan 27 Cerita Lainnya

Akhirnya terbit juga buku Antologi Cerpen ini, yang berproses sejak tahun 2023 lalu, setelah melalui proses kurasi, pada tanggal 26 Oktober 2023 para penulis, yang sebagian adalah penulis muda bertalenta, diundang untuk hadir ke PDS HB Jassin dan di sana diulaslah Cerpen Terpilih yang lolos kurasi. Simak ulasannya di postingan berikut ini.

Kumpulan cerpen itu dibukukan dengan judul buku ” Terjebak” melalui Penerbit IRFANI.

Judul: Terjebak dan sejumlah cerita lainnya

Penulis: de Laras, Natasha Anindita, Chandra Bientang, Afifah Khan, Melati Magdalena, Ietje S. Guntur, Nur Ramadhani Abdillah, Firda Putri Astuti, Andy Larasati, Titon Rahmawan, Hira Riga, Boiman Manik, Baguer Al Ikhsan, Windy Marthinda, Ruwi Meita, Bagus Sulistio, Myuji, DJ Sulichah, Umi Hikmawati, Yulia, Ahmad Najid Rasikhullah, Deviantoro, Linggar Rimbawati, Rumadi, Ratih Mandalawangi, Tannia Margaret, Ayu Alfiah Jonas, Rahartati Bambang, Santi Amelia, Fadhillah Hayati

Kurator: Kurnia Effendi
Penata letak: Ahmad Soleh
Cetakan I: Januari 2024
Ukuran: 14 x 20 cm
Tebal: iv + 197

Sebagai kurator, Pak Kurnia Effendi menyampaikan,

“Saya menaruh harapan besar kepada nama-nama seperti Tannia Margaret, Chandra Bientang, Ratih Mandalawangi, Baguer Al Ikhsan, dan Afifah Khan di masa depan sebagai penulis keren. Mereka menawarkan gagasan dan cara bertutur yang segar dengan penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.”

Kurnia Effendi – sastrawan Indonesia


Buku Motivasi I Menjemput Bahagia

Sejatinya kebahagiaan kita adalah kita sendiri yang menciptakan. Rasa bahagia bukan berarti sudah sempurna, namun bisa menjadi diri sendiri. Mencintai diri sendiri, bangga pada diri sendiri dan menyayangi diri. Tak ada yang lebih menyayangi diri kita selain diri kita sendiri. Salah satunya dengan berusaha mampu berpikir positif. Kita sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Mampu memaafkan kesalahan diri dan semangat untuk terus memperbaiki diri. Menjemput bahagia dengan menjadi diri sendiri.

Buku ini disusun bersama oleh sepuluh penulis, dengan judul tulisan berikut ini, 1. Arti Bahagia ~ Deka Amalia, 2. Pilah Positif dan Negatif ~D. Laraswati H, 3. Berpikir Positif ~ Solver Runny, 4. Jangan Curhat di Medsos ~ Diah Puspitosari, 5. Percaya Diri ~ Probosini L.C, 6. Mengenal Diri Sendiri ~ Sheila Syahira, 7. Istirahat dan Cari Hiburan ~ Nona.Lea, 8. Atur Keuangan dengan Bijak ~ Dyah Rati Ikasari, 9. Punya Konsep Diri ~ Anit Djaelani10. Selalu Ada Harapan Baik ~ Vina Sri, 10. Bersyukur Sepanjang Umur ~ Sujilah Ayu

Selamat membaca, sudah bisa dipesan ya. Harga buku (normal) Rp 125.000,- Harga buku (pra pesan sd 31 Maret 2024) Rp 110.000,-


Tetaplah Menulis

Tetap Menulis…

Minggu, 3 Maret 2024, postingan ini kusampaikan khususnya pada penulis pemula seperti aku, untuk terus bersamangat menulis untuk berbagi.

Aku suka menulis sejak aku masih di bangku SD, mulai dari mencatat pengeluaran selama perjalanan keluar kota bersama keluarga atau mencatat daftar belanja Ibu sampai dengan cerita perjalanan sebagai tugas sekolah saat liburan.

Aku mengawali minat menulisku pada tahun 2009 melalui blog. Lalu buku pertamaku berupa buku antologi terbit pada tahun 2012 bersama 125 penulis, buku antologi pertama dan terbanyak jumlah penulisnya.

Aku belum sungguh2 menjadikannya sebagai profesi atau mencari penghasilan melalui menulis. Keuntungan atau royalti dari menulis memang tidak bisa dikatakan besar, karena dari buku novel setebal 300 halaman, yang seharga Rp 80.000,- saja, royalti penulis hanya sebesar 10%. Bayangkan betapa jerih payah penulisnya, menulis dan melakukan observasi.

Namun aku selalu menyakini bahwa pertama, Tuhan tidak akan pernah salah memberi rejeki pada kita, mahluk ciptaanNya dan kedua, setiap penulis pasti punya penggemar atau pembaca. Beberapa teman sempat mengatakan buntu dalam menulis dan kehilangan semangat karena menganggap menulis tidak memberi benefit apa2. Selain merasa buntu menulis, juga merasa bukunya tidak ada yang membeli.

Sedikit berbagi, seperti yang aku alami, seorang pembacaku menghubungiku dan memesan beberapa buku antologi dan buku soloku, dengan total 10 buku pada “waktu yang tepat” Aku sungguh tidak mengira. Pembacaku ini juga seorang penulis dan ternyata puji syukur “ngefans berat” sama tulisanku. Ia memborong sebanyak ini. Bahkan salah satunya adalah buku soloku yang terbit tahun 2019, buku cerita anak “Aku dan Alam Semesta”

Jadi, temanku, marilah kita tetap penulis dengan sepenuh hati dan niat yang baik, bagikan tulisan yang bisa “membangun” orang lain, jangan asal menulis juga dan hanya memikirkan cuan-cuan. Buku kita pasti akan dicari pembacanya dan setidaknya bisa menjadi kenangan untuk anak cucu, teman dan sahabat atau kerabat baru kita.

Tetap menulis yaa….


Peluncuran Buku “Catatan Perjuangan Hidup Let.Jen. TNI (Purn) A.E. Manihuruk”

Sabtu, 24.02.24 Peluncuran Buku “Catatan Perjuangan Hidup Let. Jen. TNI (Purn) A.E. Manihuruk” diselenggarakan di Sumba Room, Hotel Borobudur.

Hadir dalam Diskusi Panel adalah  Bapak Martin Hutabarat, Bapak Siswono, Bapak Jacob Tobing, Bapak Haposan Silalahi dan Keke Taruli Aritonang, Penulis Buku.

Catatan Perjuangan Hidup Bapak A.E. Manihuruk ini ditulis ulang, dibukukan oleh Keke Taruli Aritonang, dan diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia.

Letnan Jenderal (Purnawirawan) Arsenius Elias Manihuruk, lahir di Lumban Suhi-suhi, Pulau Samosir, Sumatera Utara, pada 29 Februari 1920. mantan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) tahun 1972-1987, meninggal dunia pada tanggal 10 Januari 2003 usia 82 tahun.

Beliau adalah orangtua yang bersedia mengangkat dan memberi aku marga (mangain) menjadi boru Manihuruk. Mauliate Bapak Mamak, Ito dan Kakak dan seluruh keluarga besar.

Selamat untuk peluncuran buku ini dan semoga memberi manfaat juga semangat buat kita semua untuk selalu bekerja dan hidup sungguh dengan hati. Amin. Mauliate godang. Horas


mengapa kah harus karenanya kau terusik, manakala ruang teduhmu senantiasa asik, dalam hening tinggallah kau bergeming, abai pada segala yang andai, berteguh pada yang kukuh, tinggal berdiam dalam kedamaian Sang Tunggal ~ Hetty Reksoprodjo