Berkat Air Asia, Gathering Jadi Mungkin

Acara Gathering Karyawan tentu selalu menyenangkan buat karyawan, baik dari yang level atas sampai yang level bawah. Selain untuk menjalin silaturahmi dan kebersamaan, tentu ajang ini dimanfaatkan untuk refreshing keluar dari rutinitas kantor. Walau acara seperti ini bisa dikemas dalam berbagai bentuk, tapi namanya hari kerja ada di luar kantor pasti disambut gembira seluruh karyawan. Demikian yang terjadi di kantor kami pada bulan Juli 2011, dengan tema “Satu Dasawarsa STP-BPPT, Tingkatkan Hasil Inovasi dan Wujudkan Reformasi Birokrasi”, acara ini diawali dengan kegiatan Meeting di hari pertama, dilanjutkan dengan Outing berupa Rafting di hari kedua dan kunjungan ke beberapa pusat industri di hari ketiga.

Nah kalau sudah kegiatan besar begini, tentu yang kadang agak membuat pusing kepala, salah satunya adalah mengatur perencanaan kegiatan dan kesediaan anggaran. Panitia memikirkan kendaraan apa yang paling nyaman dan cepat namun juga ekonomis untuk acara ini. Tentu pesawat terbang karena waktu kami tidak banyak untuk bisa meninggalkan kantor. Namun tidak semua maskapai dapat memberikan harga yang memenuhi budget kami, diskusi dan perdebatan mengenai transportasi serta alternatif biaya dipaparkan.

Bersyukur dalam kegiatan ini dengan memberangkatkan sebanyak 45 orang yang terdiri karyawan dan juga pegawai honorer, aku dibantu Air Asia Indonesia yang membuat segalanya menjadi mungkin. Mulai dari pemesanan secara online, melalui email, kemudian email tanggapan dari officer Air Asia yang selanjutnya meminta nama-nama peserta dalam grup yang akan berangkat, lengkap dengan data tanggal kelahiran, jenis kelamin, nomor identitas sesuai KTP dan tanggal berlakunya kartu identitas tersebut sesuai dengan Format For Name List yang diminta. Tidak lama setelah data masuk, kami diminta membayar DP dan selanjutnya kode booking dari Air Asia pun aku terima. Air Asia juga memberikan kemudahan untuk melakukan check in melalui Web, coba kunjungi website Air Asia disini dan nikmati segala fasilitas nya.

Dengan total biaya transportasi bersama Air Asia, kami mengeluarkan biaya sebesar Rp 33.534.000,- pulang pergi mengajak seluruh karyawan ke Yogyakarta. Semua proses dilakukan tanpa tatap muka, hanya dengan beberapa kali komunikasi melalui telpon dan modal kepercayaan kedua belah pihak.

Kegiatan Meeting dan Outing selama 3 hari 2 malam dimulai dari keberangkatan kami pada tanggal 25 Juli 2014.

Sesi pertama diisi dengan pemaparan oleh Kepala Sentra Teknologi Polimer, Bapak Wawas Swathatafrijiah, M.Sc dan dipandu oleh moderator Asep Bustanil Aripin, ST yang diawali dengan WIFLE : What I Feel Like Expressing, yang mana seluruh karyawan tanpa kecuali diminta untuk mengungkapkan perasaaannya pada saat itu. Pengungkapan perasaan ini lebih mengarah pada harapan agar terjadi komunikasi yang baik dan mampu menciptakan keterbukaan yang bertanggungjawab.

Setelah makan siang, agenda kegiatan dilanjutkan dengan sesi ke-2 bersama Dr. Arie Arum Wardhani, seorang pakar psikologi dari Universitas Gajah Mada, yang terdiri dari 2 kegiatan yaitu Pemaparan yang mencakup mencakup Care, Creativity, Vision, Integrity, Professional, Leadership, Team Work serta kegiatan kedua adalah Games mengatasi Manajemen Konflik. Dalam menyampaikan pemaparannya yang berjudul Commitment to Good Personality and Professional, dipandu oleh moderator Chandra Liza, M.Sc. Dalam pemaparannya, nara sumber menyampaikan 18 kelompok faktor penyebab kegagalan dalam diri seseorang.

Sesungguhnya motivasi itu ada dalam diri setiap individu, yang dapat didefinisikan sebagai dorongan untuk maju dan mewujudkan sesuatu. Motivasi yang didukung dengan kepemimpinan diri sendiri yang baik (leadership) serta kepribadian yang positif dapat menghasilkan sebuah komitmen untuk menjadi good personality yang menuju pada goal setting professional sesuai dengan values STP.

Kegiatan hari kedua, diawali dengan Rafting di Sungai Elo dilanjutkan dengan kunjungan ke home industry Batik SOGAN di desa Rejodani, tempat pembuatan batik mulai dari penggambaran di kain, pencelupan, pewarnaan sampai dengan proses penjahitan bahan kain menjadi barang jadi. Kemudian ke home industry Salakka Jogja di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 8.5, yang menghasilkan aneka produk dari Salak, seperti dodol, bakpia, keripik dan brownies. Peserta mendapat penjelasan tentang proses usaha, management usahanya dan produksinya, serta stakeholder yang selama ini membantu proses usahanya. Kegiatan hari kedua diakhiri dengan kunjungan ke pusat penjualan khas Yogyakarta Dagadu di Alun-alun.

Hari ketiga yang merupakan hari terakhir di Yogyakarta, diisi dengan kegiatan kunjungan ke Sentra Bakpia 25, Pasar Beringharjo dan sekitarnya, pembuatan aneka kerajinan perak di HS Silver Kota Gede dan terakhir ke home industry Coklat Monggo di daerah Purbayan, Kota Gede, Yogyakarta.

Kegiatan Meeting dan Outing sudah berakhir, seluruh karyawan STP kembali melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan tetap memelihara rasa kebersamaan dan motivasi dari dalam diri untuk menjadi pribadi yang mempunyai komitmen positif untuk mencapai visi dan misi STP.

STP di dadaku, STP kebanggaanku bersama Air Asia, segala sesuatu jadi mungkin.

Foto : Pribadi, Cognesia dan bu Prima

“Tulisan ini diikutkan dalam Kompetisi Blog 10 Tahun Air Asia Indonesia


Pulih Berkat Terbang

Buat setiap anak, Ibu adalah segala-galanya, sosok yang telah mengandung dan melahirkan kita, merawat kita sejak kanak-kanak, mendampingi kita belajar dan selalu ada di setiap masa bahkan sampai kita menikah dan dewasa.

Ketika mengetahui Ibu sakit, tentu segala upaya kita lakukan untuk mengembalikan kesehatan dan kesembuhannya bukan ? Ibu hidup bersama diabetes sejak tahun 1998, tepatnya gejala itu disadari beliau beberapa saat setelah Bapak meninggal. Saking sibuknya mengurus Bapak yang juga sudah mengalami stroke dua kali, Ibu tidak memperhatikan kondisi kesehatannya sendiri.

Setelah sadar mengidap diabetes, Ibu memang rutin memeriksakan kadar gula darah dan kesehatannya setiap bulan. Ibu juga minum obat secara teratur dan masih rajin jalan kaki ke pasar kaget dekat rumah. Namun yang disayangkan, Ibu masih belum bisa menahan diri pada kue dan makanan yang manis. Kalau aku mengingatkan mengapa Ibu membeli begitu banyak kue ? Ibu selalu menjawab bahwa kue dan semua makanan ini untuk persediaan kalau cucu-cucu datang berkunjung.

“Kenakalan” Ibu menyimpan dan mengkonsumsi makanan manis dan diet yang tidak terkontrol dengan baik karena Ibu tinggal sendiri dan berbelanja sendiri, membuat kadar gula darah Ibu naik dan tinggi sampai pada suatu hari terjadi pecah pembuluh darah atau stroke ringan sehingga Ibu terjatuh di kamar mandi pada bulan Juni 2008.

Stroke nya Ibu membuat aku dan keluarga panik, bingung dan sedih hati. Ibu yang biasanya ceria dan banyak cerita menjadi diam dan lemah, sulit untuk berjalan dan bergerak dan serba kesakitan. Akhirnya Ibu diputuskan dibawa ke rumah kami, yang tentunya sangat disetujui suami, karena memudahkan aku untuk mengontrol kondisi Ibu dan aku tidak harus mondar mandir dari rumah Ibu ke rumah ku. Upaya pertama, tentu membawa Ibu ke Dokter terdekat. Ibu dirontgen kepala. Dari hasil rontgen, dokter menyimpulkan tidak ada keretakan. Dokter memberi pengobatan untuk menghindari terjadi pendarahan otak.

Kondisi Ibu dari penanganan pertama tidak memberi perbaikan yang signifikan, kami terus mencari informasi penyembuhan Ibu sampai akhirnya kami memutuskan membawa Ibu untuk berobat ke Penang, tepatnya ke Penang Adventist Hospital (PAH). Satu-satunya maskapai yang ada saat itu dan terjangkau dengan keuangan kami adalah Air Asia Indonesia. Dengan menggunakan maskapai ini, aku dan adik mendampingi Ibu berobat ke Penang dengan nyaman. Pihak maskapai sangat membantu dan mengakomodir kebutuhan kami khususnya Ibu yang dalam kondisi sulit berjalan. Pada saat masuk kedalam pesawat, Ibu diantar dengan kursi roda dan didudukkan terlebih dahulu sebelum penumpang lain naik, demikian pula saat mendarat, petugas mengantar Ibu sampai ke kendaraan yang menjemput kami.

Keesokan harinya Ibu menjalani pemeriksaan secara detil dibawah pengawasan Dokter Lim dan Dr Ng Cheok Man, dan dari hasil pemeriksaan dinyatakan ada gumpalan darah di otak akibat pecahnya pembuluh darah yang diupayakan dihilangkan melalui obat terlebih dahulu. Apa yang tidak terdeteksi di Indonesia, terdeteksi di PAH. Namun jika upaya tidak berhasil, akan dilakukan tindakan operasi. Aku dan adik terkejut dan kaget namun berusaha tegar didepan Ibu, kami berdua tidak mengharapkan ada tindakan apapun untuk Ibu tapi kami berdua menuruti saran Dokter dengan keputusan yang ada dalam postingan “Ibu Di Rumah Sakit”. Kami bergantian menunggu Ibu di Rumah Sakit. Ibu dirawat di RS mulai malam itu.

Pemeriksaan dan perawatan Ibu sudah aku tuliskan dalam postingan yang berjudul “Ibu Dirawat Di PAH”

Puji syukur kehadirat Tuhan, kondisi Ibu membaik setelah 3 malam dirawat di PAH, maka pada pemeriksaan hari terakhir setelah semua dinyatakan baik, Ibu diijinkan meninggalkan RS.

Kepulangan kami ke Tanah Air juga bersama Air Asia Indonesia berjalan baik walau ada penundaan beberapa jam dengan pemberitahuan sebelumnya. Pengobatan Ibu di Penang dan penyembuhan beliau berkat terbang kesana memberikan dampak yang luar biasa pada kesehatan Ibu. Ibu kembali pulih, ceria walau sudah berkurang kegesitannya. Aku tersenyum membaca tagline yang menjadi slogan Air Asia Indonesia “Now Everyone Can Fly” ya betul, Everyone, siapapun dapat terbang, sekalipun dalam kondisi sakit akan diberi bantuan dan kemudahan untuk terbang demi pengobatan.

Air Asia Indonesia bukan hanya mengubah hidupku tapi juga mengubah Ibu menjadi lebih sehat. Keputusan membawa Ibu berobat ke Penang dan terbang bersama Air Asia adalah keputusan yang tepat. Terimakasih Air Asia Indonesia.

“Tulisan ini diikutkan dalam Kompetisi Blog 10 Tahun Air Asia Indonesia

Foto koleksi Pribadi dan Google


Kuntum Nursery Farmfield, Tajur, Bogor

Selama berada di Bogor, kami juga sempat mengunjungi Kuntum Nursery Farmfield yang terletak di Jalan Raya Tajur. Kuntum merupakan sebuah tempat agrobisnis, dimana area peternakan dan pertanian yang tertata dengan rapi dan menjadi area pembelajaran yang baik buat anak-anak. Di tempat ini, anak-anak dapat melihat peternakan ayam, kambing, sapi, aneka burung dan unggas serta tanaman pertanian yang juga dapat dipetik disana,

supaya tidak kepanasan, pakai topi dulu

bahkan anak-anak dapat memberi makan kelinci.

melihat tingkah lucu hewan

kolam ikan yang besar dalam air yang jernih

Oh ya untuk masuk kedalam area ini, pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 25.000,- untuk sekali masuk sampai sepuasnya berada didalam. Angka yang sesuai untuk memberi banyak pendidikan dan belajar buat anak-anak. Yuk berkunjung kesana :-)


Menikmati Kota Hujan Bogor

Libur Lebaran minggu lalu, kami pergi berlibur dan menginap selama 3 hari 2 malam di Hotel Santika Bogor, yang terletak di Jalan Raya Pajajaran Bogor. Sengaja memilih disana untuk menghindari kemacetan lalu lintas yang parah di Libur Lebaran ini. Kami berangkat pada hari Senin, 28 Juli 2014, pukul 09.00 pagi dan tiba di Hotel Santika sekitar pukul 10.00 pagi. Lokasi hotel tidak jauh letaknya dari pintu keluar tol Jagorawi Bogor dan berada satu lokasi dengan Mall Botani Square.

Setelah check in, karena masih belum dapat masuk kamar, kami mengisi waktu dengan berjalan kaki ke Kebun Raya Bogor, yang terletak di seberang Hotel melalui pintu 4. Dengan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp 15.000,- (Lima Belas Ribu rupiah) sesungguhnya dengan persiapan yang matang, pengunjung bisa menikmati Kebun Raya ini sepuas-puasnya. Maksudnya dengan persiapan ya dengan bawa bekal makanan, alas duduk ataupun membawa sepeda untuk berkeliling.

Puas berjalan didalam Kebun Raya Bogor, kami keluar untuk mencari makan siang di Mall Botani Square. Anak-anak mulai berenang sepuasnya di sore hari setelah istirahat siang itu.

Pagi-pagi setelah sarapan, kami juga pergi ke depan Istana Presiden, yang memelihara banyak rusa di halaman istana. Pengunjung yang melintas atau sengaja berhenti disana, dapat memberi makan rusa-rusa yang ada disana, termasuk aku dan anak-anak.

Pada tahun 2012, populasi rusa tutul di Istana Bogor ini kabarnya ada sejumlah 600 ekor.

Dan menjadi pengalaman pertama buat anak-anak untuk memberi makan rusa. Makanan rusa banyak dijual di depan pagar Istana seharga Rp 1.000,- untuk seikat wortel atau kacang panjang

Selama berada di Bogor, kami juga sempat mengunjungi Kuntum Nursery Farmfield yang terletak di Jalan Raya Tajur, yang ada di postingan berikut.

Selain wisata agro bisnis nya, Bogor juga sangat terkenal dengan tempat wisata kuliner seperti Macaroni Panggang di Pangrango, ataupun Klappertart Huize, Jalan Suryakencana sampai dengan Lapis Bogor yang lagi trend dan Toko Roti Tan Ek TJoan yang legendaris sampai sekarang

dan

Hmmm…tak cukup rasanya hanya 3 hari 2 malam untuk mencicipi kuliner dan menikmati Kota Bogor, pasti akan kami kembali lagi kesana


“Akhir Sang Pengelana”

Sang pengelana menuntun kudanya yang sudah letih berjalan, apalagi jalan mulai berbatu dan menanjak.

Dari kejauhan, ia melihat seorang berpakaian lusuh, duduk di tepi jalan sambil memegangi tongkat kayu, di sebelahnya ada sebuah buntalan yang cukup berat kelihatannya.

Setelah berjalan makin dekat, sang pengelana bertanya, “bapak mau kemana, mengapa duduk disitu ? Disini tidak akan ada kendaraan yang lewat”

Ia mengamati lelaki lusuh itu dengan seksama, ia membatin dalam hatinya, “hm masih muda sesungguhnya, tapi kenapa kumal sekali wajahnya dan berpakaian compang camping ?”

Lelaki lusuh itu menjawab, “sudah 3 hari aku berjalan dan tidak makan, lihat kakiku bengkak dan mulai melepuh”

Sang pengelana menyahut, “mari kita berjalan bersama, karena kudaku juga letih tapi aku naikkan dulu buntalan itu keatas kudaku”

Sementara sang pengelana menaikkan buntalan keatas punggung kuda, lelaki lusuh itu bangkit pura-pura dengan susah payah dan menghantamkan tongkat kayunya kuat-kuat ke punggung sang pengelana dan seketika lelaki berhati mulia itu pun jatuh tersungkur.

Gambar dari : http://www.clipartguide.com/_pages/0511-1008-0623-1612.html