Ikat Mengikat Shibori Di WeWo – Serbarupa

Belajar dan belajar lagi. Belajar tak dibatasi waktu dan tak mengenal usia. Sabtu siang ini, aku kembali belajar Wewo Craft di Serba Rupa BSD, dengan materi Shibori. Nah apa itu Shibori. Ikuti pengalamanku hari bersama master Wewo, mbak Natalia Sewu.

Shibori adalah teknik pewarnaan dari Jepang dengan membuat ikatan-ikatan pada kain sehingga menghasilkan pola-pola tertentu. Ada 3 (tiga) teknik yang diajarkan siang ini, yaitu Itajime, Arashi, dan Mokume.

Itajime yaitu teknik pewarnaan kain dengan membuat pola dengan cara dilipat dan ditekan dengan alat penekan seperti berikut :

20160827_122119Sedangkan Arashi adalah teknik pewarnaan dengan menggulung kain pada pipa, mengikatnya dengan tali dan menyerutnya serapat mungkin

IMG-20160827-WA0012IMG-20160827-WA0016Teknik yang ketiga adalah Mokume. Mokume adalah teknik pewarnaan pada kain dengan cara membuat serutan pada kain sesuai pola yang diinginkan. Serutan dibuat dengan cara menjelujur kain dengan benang dan jarum jahit.

20160827_135243Setelah ketiga potong kain disiapkan dengan 3 teknik diatas maka tahap selanjutnya adalah pewarnaan. Pewarnaan yang dilakukan pada workshop siang tadi adalah dengan pewarna sintetis Naptol dan garam pewarna. Semua kain dicelup dengan Naptol lebih dahulu dan kemudian dengan garam pewarna. Jangan lupa menggunakan sarung tangan dalam proses pewarnaan ini. Lalu selanjutnya diamkan selama 30 menit.

IMG-20160827-WA0014

20160827_142716Setelah didiamkan selama kurang lebih 30 menit, sebenarnya untuk hasil warna yang lebih baik bisa ditiriskan lebih lama atau proses diulang beberapa kali, maka kain setelah dibuka dari ikatan atau benang pengikat dapat dibilas dengan air dan setelah pembilasan, kain siap dijemur

inilah hasil karyaku selama 4 jam di Wewo Craft siang ini….taraaa….. :-)

20160827_144949Terimakasih mbak Natali, yang sudah sabar berbagi ilmu dan bersedia berbagi pengalamannya berkreasi dalam banyak ketrampilan

20160827_144901Bagi yang berminat untuk mengembangkan kreativitas, bisa menghubungi link di atas atau kontak email daftar@wewocraft.com untuk mendapat info workshop yang sesuai minat, atau ke Facebook dan Instagram @wewocraft.

Selamat berkreasi karena kreativitas tidak pernah ada batasnya :-)


Dataran Merdeka Untuk Citrawarna 2016

Dataran Merdeka atau yang biasa disebut juga sebagai Lapangan Merdeka, berlokasi di Kuala Lumpur Malaysia. Dataran Merdeka terletak di depan Bangunan Sultan Samad, dimana di lapangan ini untuk pertama kalinya Bendera Federasi Malaysia dikibarkan pada tanggal 31 Agustus 1957. Sejak saat itu, tempat ini digunakan untuk perayaan besar Malaysia seperti Parade Hari Kemerdekaan dan juga sebagai tempat diselenggarakannya event Citrawarna 2016 pada 25 September 2016 yang akan datang.

Bersama Gaya Travel, aku berkesempatan menikmati sejarah dan bangunan di Dataran Merdeka bulan Mei 2016 yang lalu

d4

d4a

Panggung Bandaraya

Merupakan gedung bangunan pertunjukan yang dibangun pada tahun 1904 oleh arsitek bernama A.B. Hubback. Awalnya gedung ini bernama adalah Old City Hall. Mengalami kebakaran pada tahun 1992 dan kemudian saat itu juga direnovasi.

Gedung ini memiliki jadwal tetap pertunjukan musikal sejarah Kuala Lumpur, yang disebut “MUD: Our Story Of Kuala Lumpur” (MUDKL), dengan kerjasama produksi teater yang dinaungi Tiara, Enfiniti Vision Media dan Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL). MUDKL merupakan teater musikal yang bercerita tentang kehidupan tiga sahabat Mamat, Meng dan Muthiah berlatar belakang kondisi Kuala Lumpur di sekitar tahun 1881

d1 d1a

Old High Court Building

Bangunan yang dibangun pada 1915 oleh arsitek bernama A.C. Norman ini, awalnya berfungsi sebagai Gedung Pengadilan Tinggi. Setelah itu digunakan sebagai perkantoran dari Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia.

d2 d2a

Gedung Bangunan Sultan Abdul Samad

Gedung ini merupakan bangunan terbesar pada masanya. Konstruksinya dimulai pada tahun 1894 dan selesai pada tahun 18971897 (A.C. Norman & R.A.J Bidwell) . Awalnya dibangun sebagai Kantor Pemerintahan Baru. Kantor Departemen Pekerjaan Umum, Kantor Survey, Bendahara, Kantor Pos dan Telegraf, dan beberapa departemen Pemerintah Federal Malaysia. Seluruhnya dibangun dari batubata.

Pada menara di bagian tengah gedung terdapat jam yang pertama kali berbunyi pada saat parade perayaan ulang tahun Ratu Victoria di tahun 1897. Menara dengan jam ini tingginya mencapai 40 meter dan dijuluki sebagai “Big Ben” nya Malaysia.

Gedung ini terletak di Jalan Raja, tepat di depan Dataran Merdeka dan Royal Selangor Club.

d3 d4b d5

Gereja St Mary Cathedral

Gereja ini dibangun pada tahun 1894 (Arsitektur Early English Gothic, Gereja Katolik Anglikan)

d6a d6b

Tiang Bendera Dataran Merdeka

Tiang yang terpancang di Dataran Merdeka ini termasuk dalam tiang bendera tertinggi di dunia karena tingginya yang mencapai 100 meter. Lokasi pemasangan tiang bendera ini merupakan tempat bersejarah karena untuk pertama kalinya Bendera Federasi Malaysia dikibarkan pada tahun 1957

d6c

Royal Selangor Club

Bangunan ini dibangun pada tahun 1884 (A.C. Norman),dan direnovasi pada tahun 1910 (A.B. Hubback). Awalnya berupa bangunan kayu dengan atap. Kemudian didesain ulang dengan “Tudoe Style”. Club house ini dikenal dengan sebutan “The Spotted Dog”, merupakan tempat pertemuan Kolonial Inggris pada masa itu dan dilaksankannya berbagai kegiatan sosial. Pertandingan Kriket diadakan secara rutin di halamannya. Awalnya klub ini dikhususkan untuk pria.

Pada perayaan bangunan ini ke-100 tahun 1984, perayaan bangunan yang keseratus tahun, Sultan Selangor menobatkan status “Royal” atas bangunan ini.

d7

Muzium Muzik (Music Museum)

Gedung ini dibangun pada tahun 1905 oleh A.B. Hubback. Awalnya berfungsi sebagai gedung Chartered Bank. Terletak di sebelah Kuala Lumpur City Gallery. Gedung ini sudah beberapa kali berganti nama dan fungsi yaitu Chartered Bank, Muzium Of Natural History, Restoran Warisan dan sekarang sebagai Muzium Muzik.

Didalam museum ini terdapat berbagai macam alat musik dan gamelan, mulai dari yang tradisional sampai yang modern, yang pernah ada dan dibuat di Sabah, Serawak dan Malaysia, seperti gamelan, erofon, sompoton, gendang Nobat, gambus dan rebana. Juga terdapat sejarah pencipta lagu Tan Sri Datuk Amar P Ramlee.

Untuk masuk ke museum ini tidak dikenakan biaya (gratis), cukup mengisi nama dalam buku tamu yang disediakan.

d9 d9a

Transportasi

Untuk menuju kota Kuala Lumpur ada beberapa akses yang bisa digunakan antara lain bis, KLIA Ekspress, KLIA Transit dan taksi. Untuk hemat waktu perjalanan menuju KL, bisa menggunakan KLIA Ekspress dengan harga tiket 35 RM untuk waktu tempuh 33 menit

Untuk mencapai Dataran Merdeka ini ada beberapa cara sebagai berikut :

  • Dari Stasiun KL Sentral, dengan RapidKL LRT  menggunakan rute Kelana Jaya Line dan turun di Masjid Jamek Stasiun. Beli single tiket di mesin tiket seharga 1,3 RM.
  • Bisa menaiki Putra LRT, Taksi, atau Bus turun di stasiun Masjid Jamek atau stasiun Pasar Seni. Lalu tanyakan arah ke tempat ini.

Pusat Informasi

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Pusat Pelancongan Malaysia (MATIC), 109 Jalan Ampang, Kuala Lumpur 50450. Tel: +603-9235 4848 / 9235 4900 atau Faks: +603-2162 1149

Nah tunggu apa lagi ? Selain menikmati bangunan tua di sepanjang kiri kanan Dataran Merdeka, nikmati pula kemeriahan Citrawarna 2016 yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 September 2016 di tempat ini 😀

Foto : Pribadi


The “Myth and Folklore”, Citrawarna 2016

Citrawarna adalah program promosi pariwisata yang memperagakan kebudayaan, pakaian, tarian dan nyanyian rakyat Malaysia, yang mulai diselenggarakan sejak tahun 1999 oleh Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia.

citrawarna2016

Program Citrawarna diadakan di Dataran Merdeka setiap tahun. Hotel-hotel dan restoran serta segala sesuatu yang berhubungan dengan promosi pariwisata Malaysia akan ikut serta dengan kegiatan seperti mempromosikan masakan lokal tiap daerah di pelosok Malaysia.

Setiap tahunnya event Citrawarna ini ada temanya tersendiri. Program Citrawarna bertema kebudayaan ini diadakan untuk membuktikan bahwa Malaysia adalah tujuan wisata warna-warni. Tahun 2015 yang lalu, tema Citrawarna adalah Culture, Nature and Future. Sedangkan pada tahun 2016 ini program Citrawarna bertema Myth dan Folklore sebagai tema utama, didukung dalam bentuk pertunjukan jalanan, tarian dan budaya dengan lebih dari 400 pemain pendukung acara.

Mari datang ke Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menyaksikan keragaman budaya, pakaian, tarian dan nyanyian rakyat Malaysia pada hari Minggu, 25 September 2016.

Foto dari MOTAC, info lebih lanjut dapat kunjungi website MOTAC atau alamat berikut Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia No. 2, Menara 1, Jalan P5/6
Presint 5, 62200 PUTRAJAYA atau situs resmi oleh Malaysia Tourism Promotion Board (Malaysia Ministry Of Culture, Arts Dan Pariwisata) di tourism.gov.my 


Workshop Bersama Kartini Blue Bird Di Kolega

Kartini Blue Bird merupakan program Corporate Social Responsibility PT. Blue Bird, Tbk. di bidang Pemberdayaan Perempuan. Dengan adanya program ini perusahaan berharap dapat membantu kaum perempuan untuk bisa maju dan membantu perekonomian keluarga.

Bertempat di Kolega di Jalan Suryo, Senopati, Jakarta Selatan, Kartini Blue Bird mengadakan Workshop untuk merealisasikan program-program CSR mereka. Kolega adalah co-working space atau ruang kerja yang dapat digunakan oleh komunitas atau per orangan untuk mengadakan pelatihan, belajar dan bekerja, atau kegiatan bersama apapun. Tempatnya nyaman dan ada beberapa ruang atau space untuk melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan dan perintisan usaha bisnis.

Workshop yang diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 2016 ada dua kegiatan, kegiatan yang pertama adalah Menjahit (membuat tas dari kain kanvas) dengan instruktur dari Kartini Blue Bird sendiri. Sedangkan pada materi ke-2 giliran Mbak Tanti Amelia (dengan pendamping aku sendiri :-) ) memberikan materi mengenai Doodle dan Doodle on Bag plus Mewarnai dengan cat akrilik dari Faber Castle pada tas kanvas yang sudah dijahit pada materi pagi.

Pembukaan acara oleh Mbak Nova dari Kartini Blue Bird dengan MC Mas Jojo

IMG_20160821_094127

Mbak Nova dari Kartini Blue Bird dan MC Mas Jojo

Continue reading


WeWo Di Serba Rupa : Decoupage On Tote Bag

Hari Sabtu, 20 Agustus yang lalu, pertama kalinya aku mengikuti kegiatan Weekend Workshop yang diselenggarakan WeWo Craft bertempat di Serba Rupa BSD.

20160820_163925

20160820_155043

20160820_155059

20160820_155034

Serba Rupa BSD adalah ekosistem untuk belajar, berkumpul, berkolaborasi dan berkarya di daerah BSD, berupa Co-Lab Space yaitu tempat dengan infrastruktur yang dibuat untuk berkumpul, berkolaborasi & berkarya di daerah BSD. Bangunan seluas 70 meter diatas tanah seluas 500 meter itu, terdiri dari ruang-ruang yang dapat digunakan untuk belajar dan berkreasi. Tempatnya enak dan nyaman, dan yang terutama setelah 15 tahun tinggal di lingkungan BSD, tempat ini deket banget dari rumah.

Pada workshop hari Sabtu ini, aku mengambil kelas Decoupage on Tote Bag, harapannya tote bag adalah tas kanvas karena memang ingin belajar decoupage di atas kertas kanvas tapi ternyata tote bag nya adalah dari kulit imitasi, baiklah mari kita ikuti tahap-tahapannya, dengan instruktur bersama Mbak Fifi dan dua orang teman baru yang ikut belajar yaitu Mbak Yanti dan Mbak Fatimah.

  • Tahap pertama adalah memilih kertas tisue yang akan digunakan dan merancang penempatan obyek yang akan ditempel.
  • Tahap kedua adalah menggunting kertas tisue dan mengambil lapisan paling atas (biasanya kertas tisue dari Eropa terdiri dari 3 lapis)
  • Tahap ketiga adalah menempelkan kertas tisue pada media, pastikan melapisi bagian atas media dengan lem secara merata. Tempelkan semua kertas tisue sesuai dengan rencana. Tunggu sampai kering. Lem yang digunakan adalah lem untuk media kulit. Setelah kering, maka lapisi lagi seluruh permukaan dengan lem secara merata. Hindari gelembung atau udara masuk ke bawah kertas tisue.
  • Tahapan mengeringkan bisa dibantu dengan pengering rambut, untuk mempercepat proses.
  • Tahap terakhir adalah memvarnish seluruh permukaan media, agar tampak lebih mengkilap. Keringkan lagi, maka siaplah tas dengan decoupage bunga kembang sepatu dengan kupu-kupu yang cantik.

deco3

deco2

deco1

Mau berkreasi dan memanfaatkan waktu luang atau bahkan mempunyai peluang usaha yang baru, mari belajar di saat weekend dalam Weekend Workshop bersama WeWo Craft di Serba Rupa BSD :-)

Foto dari WeWo dan Pribadi