Cuti Besar, Perlu Gak Sih ?

Selamat pagi sahabat, pagi ini adalah pagi ke-12 hari kerja dimana aku sedang menikmati cuti besar ku. Sebagai seorang PNS, ini adalah kali ke-3 aku menikmati hari-hari dalam cuti besarku. Cuti besar yang pertama, aku ambil, saat aku sedang dalam proses kepindahanku dari kantor di Badan Pusat Statistik ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dari Oktober sampai dengan Desember 1997. Cuti besar kedua, aku ambil saat aku cuti melahirkan anak ke-3, yang sudah tidak dapat jatah cuti melahirkan lagi yaitu pada bulan Oktober 2003, dan yang ketiga adalah saat ini setelah 10 tahun bekerja.

Ide cuti besar sudah ada sejak tahun lalu, pada awalnya akan digunakan untuk menemani anakku nomer dua mendaftar dan menemani dia mengikuti masa orientasi selama sebulan di Adventist University of Philippines Academy (AUPA) di Cavite, Filipina. AUPA adalah sebuah sekolah setingkat SMA berasrama dibawah pendidikan agama Kristen Advent.
Rencananya akan berangkat kesana pada mid Mei sampai dengan mid Juni. Setelah itu, cuti besar akan digunakan untuk menemani Ibu ku berobat dan kontrol ke dokter yang merawat Ibu di Penang Adventist Hospital.

Tapi ternyata, rencana memang berubah tinggal menjadi rencana. Ibu meninggalkan kami selama-lamanya pada hari Kamis, 17 Januari 2013 dan secara langsung atau tidak langsung juga jadi merubah rencana studi anakku ke luar negeri. Mungkin memang aku yang jadi lebai karena aku jadi berat berpisah dengan orang-orang yang aku cintai, sehingga pendapat dan perasaanku mempengaruhi keputusan anakku. Anakku tidak jadi bersekolah di luar dan aku juga tidak jadi mengantar ibu berobat keluar.

Lalu, kenapa aku tetap mengambil cuti besar ? Pertama, aku merasa perlu istirahat atau ‘break’ sejenak dari kegiatan kantor, terlepas dari apakah hasil kinerjaku telah memuaskan banyak pihak.

Beberapa teman senior mengatakan tidak pernah mengambil cuti besar, yang sebenarnya merupakan hak dari karyawan, yang telah bekerja minimal 6 tahun secara berturut-turut dan memperoleh ijin dari atasan. Ntah mereka tidak tahu mengenai informasi Cuti Besar ini ataukah memang tidak mau. Ada yang berkomentar, mau ngapain cuti besar, ga ngerti ngerjain apa di rumah, nanti malah bengong, nanti bosan ah di rumah. Lucu juga, tapi ya itu memang pilihan, kenapa mesti cuti besar kalau istirahat di hari Sabtu Minggu sudah cukup bersama keluarga, bukan ?

Hal yang kedua yang aku lakukan adalah menyelesaikan buku pertama non fiksiku, yang Puji Tuhan, saat ini draft naskahnya sudah masuk ke Penerbit dan kabarnya ada proses 2-3 bulan untuk mendapat jawaban apakah naskahku bisa diterbitkan atau tidak. Aku juga bersyukur, ada 4 teman yang sudah bersedia dari 5 orang yang aku minta untuk membuat kata pengantar dalam buku perdanaku ini. Dan dari 4 orang yang menyatakan bersedia, satu orang sudah mengirimkan kata pengantarnya. Yang lain, masih aku tunggu ya :-)

Memang benar, mengerjakan sebuah tulisan, membuat pikiran tergali lagi untuk menulis buku yang lain. Saat aku sedang merampungkan naskah buku pertama, aku sudah mulai mem-plot cerita untuk naskah fiksi pertama dan naskah non fiksi kedua.
Ah terimakasih juga untuk banyak teman blogger yang menjadi sumber inspirasiku. Hanya sayangnya karena mood untuk mengetik tulisan muncul pada malam hari, aku harus berusaha keras untuk melawan kantuk atau tidur cepat dan mengerjakan tulisan di pagi hari saat anak-anak dan suami sudah berangkat beraktifitas. Maklum, aku sudah lama tidak begadang, biasanya di hari kerja, aku akan tidur cepat karena harus bangun lebih awal.

Selain menulis, apa sih yang aku kerjakan di cuti besar ini ? Sebagai ibu yang biasanya pergi kerja, berangkat jam 7 dan sampai lagi di rumah jam 17, banyak hal yang biasanya aku kerjakan terburu-buru di hari biasa, misalnya menyiapkan sarapan, bekal sekolah ataupun makan siang dan malam. Semua dikerjakan asal tersedia aja, kadang sudah tidak pakai ‘rasa’ hehe….selain tidak ada rasa sedap, juga tidak ada rasa di hati #parah-tepok jidat-ketauan!!# nah sekarang, semua itu bisa dikerjakan dengan lebih penuh kasih :-D Aku bisa menanyakan anak-anak mau bawa bekal apa ke sekolah dan membuatkannya, demikian juga untuk makan siang dan malam, yang biasanya anak-anak dimasakkan asal-asal saja, sekarang malah bisa masak bersama denganku sepulang sekolah sesuai selera mereka.

Membersihkan rumah yang biasanya aku serahkan pada pembantu 100 persen, bisa juga aku kerjakan, aku bisa membongkar pakaian dan buku yang tak pernah disentuh selama ini, merapikan rak pakaian, sepatu dan buku, menyortirnya untuk dapat dibagikan kepada orang lain. Senang rasanya ada kerabat yang datang untuk mengambil dan bahagia melihat barang-barang tersebut dapat mereka manfaatkan di rumah.
Puas juga rasanya membersihkan rumah sesuai yang kita inginkan, walau lelah tapi bersih.

Merawat halaman dan kebun, diantara waktu menulis, juga merupakan keasikan tersendiri yang bisa dilakukan. Semua, yang selama ini tidak terperhatikan dengan baik, bisa menjadi lebih terawat di masa-masa cuti ini. Satu hal yang belum bisa aku lakukan sampai dengan hari ini adalah membereskan pakaian dan kamar Ibu Almarhum :-(

Masih banyak hal lain, yang tak dapat dilakukan dengan baik saat bekerja karena sudah lelah bekerja dan perjalanan pulang pergi ke tempat kerja, seperti memandikan anjing, menemani anak belajar, bahkan untuk memainkan piano untuk sebuah lagupun, kadang tak sempat karena kehilangan mood :-)

Ada teman yang bukan PNS mengatakan wah asik kan kalau cuti dapat uang cuti. Oh itu pendapat yang salah dan keliru karena PNS yang mengambil Cuti Besar, justru tidak mendapatkan apa-apa, tunjangan fungsional sebagai perekayasa madya diberhentikan, tunjangan kinerja tidak terima karena memang tidak berkinerja dan juga tidak ada uang makan dan tunjangan internal, semua tidak diterima dalam tiga bulan ini. Lalu mengapa aku tetap mengambil cuti padahal tidak mendapat apa-apa ? apakah sudah kelebihan uang ? atau apa yang dilakukan di rumah bisa menghasilkan puluhan juta ? Amin….semoga apa yang disampaikan menjadi berkat buat aku di kemudian hari.

Saat ini memang belum ada penghasilan materi berlimpah yang aku terima di saat cuti besar ini, namun aku bahagia dan penuh syukur. Semoga apa yang aku kerjakan saat ini dapat memberi kebahagiaan lahir batin buat aku, kerabat dan keluarga.

Selamat beraktifitas sobat !!

Buat teman yang ingin tahu lebih banyak tentang Cuti Besar, klik disini yaa


Resensi Buku : Sott’er Celo de Roma

Judul Buku : Sott’er Celo de Roma

Pengarang : Donna Widjajanto

Penerbit : Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)

Banyak Halaman : 225 halaman

Genre : Novel Remaja

Sott’er Celo de Roma adalah novel ringan yang manis, yang bermula dari pertemuan tak disengaja antara Zetta dan Rama, yang terpisah dari rombongan tur mereka. Walau diawali dengan pertemuan dari dua orang anak muda ini, kisah ini menjadi menarik bukan saja karena settingnya berada di Roma, namun juga banyak hal dapat digali dari adanya konflik yang terjadi terhadap tokoh dalam cerita ini.

Rama yang berkesan cuek dan Zetta yang manja, akhirnya dapat menjalin kedekatan satu sama lain, saat mereka berdua pergi menyusuri bagian kota Roma yang indah itu berdua saja


Rama mendongak, matanya bertemu pandang dengan mataku. Aku merasa darahku mengalir cepat di sekujur tubuhku, hangat …. (hal 77)

Walau Rama mengerti mengapa Zetta dan orangtuanya begitu bersikap overprotektif kepada Zetta, namun Rama mampu membukakan mata Zetta bahwa suatu saat kelak setiap anak harus mandiri dan bebas dari orang tuanya


“Pada awal kehidupan, orangtua tentu harus membesarkan anaknya,mengasuh, mengajari. Tapi pada titik tertentu, orangtua justru harus mengajari anaknya kehidupan dengan melepaskan…..” kata Rama (hal 96)

Selain dialog dan pergolakan batin antara Rama dan Zetta, Zetta dan mamanya, bu Sisil, juga antara bu Sisil dan bu Yasmine, tidak hanya membukakan mata pembaca, bagaimana bertindak sebagai seorang anak, seorang Ibu yang begitu melindungi anaknya dan juga bagaimana seorang teman seperti bu Yasmine memahami kekuatiran dan perasaan dari sahabatnya di tengah liburan yang mestinya bisa mereka nikmati.

Pembaca juga diajak menikmati keindahan kota Roma, selain dari kisah shopping kelompok kaum perempuan yang gemar belanja ini di Pusat perbelanjaan seperti Piazza della Rotanda,Via Condotti, Piazza di Spagna, Costume National, Montevarchi dan Valdarno

Keanggunan Roma justru semakin dapat dinikmati dari kisah perjalanan Rama dan Zetta yang memisahkan diri dari rombongan tur tersebut. Mulai dari Pantheon, Colosseum, Forum Romanum, Museum Capitolini, Fontana di Trevi dan menikmati toko es krim “Gelateria” dalam perjalanan mereka bermodalkan peta menuju ke Piazza Navona.

Perjalanan mereka semakin ‘kaya’ dengan bertemunya mereka dengan dua dokter muda, Arya dan Andi, yang telah menjelajah beberapa kota di Eropa, dan bersama mereka mengunjungi Piazza Venezia.

Buku bergenre Novel Remaja ini juga apik bagi kaum orang tua untuk lebih memahami apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh anak-anak mereka, tetap menjaga anak-anak tanpa mengekang kebebasan dan kemandirian mereka.

Bagaimana kelanjutan hubungan Rama dan Zetta setelah perjalanan tur ini berakhir, baca kisahnya di novel Sott’er Celo de Roma yang terbungkus apik dan manis oleh penulisnya, Donna Widjajanto.

Selamat Membaca !!


Tampil WAH Berkat Wardah !!!

“Wardah”, adalah perusahaan kosmetik Indonesia. seluruh produknya yang berjumlah 200 macam telah mendapat sertifikasi halal, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Penjualan yang dimulai sejak tahun 1995 melalu door to door ini kemudian telah berkembang menjadi lebih 1500 outlet yang tersebar di Department Store dan Pusat perbelanjaan lengkap dengan konsultan kecantikannya.

Aku termasuk salah seorang yang beruntung, dalam ajang Penganugerahan Srikandi Blogger 2013 dan Puncak dari Pesta Ulang Tahun Kumpulan Emak Blogger yang pertama, aku sempat didandani oleh ahli make up dari Tim Wardah, di ruang belakang panggung lantai 6 Gedung F Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Minggu pagi tanggal 28 April 2013.

Aku, memang jarang berdandan lengkap dan didandani, kalaupun berdandan, paling ya hanya standar saja untuk keperluan ke kantor, alas bedak dan bedak tipis saja. Tampil beda bersama Wardah, memang benar-benar luar biasa dan menjadi suatu pengalaman baru yang mengasyikkan. Make up Wardah, sangat sesuai untuk diatas panggung dan tampak segar walau tersorot pancaran dari lampu. Bukan hanya untuk saya sendiri dan para finalis, tapi komestika Wardah mampu membuat para peraga busana dalam acara fashion show juga menjadi semakin cantik.

Mari simak, Make Over ku berkat Wardah Cosmetic

Terimakasih buat Wardah, yang telah membuat aku tampil beda dalam Penganugerahan Srikandi Blogger 2013 dan menghadiahi aku dan para Finalis sebuah paket kosmetika lengkap dari Wardah, pasti hari-hari ku, wajahku aku akan tampak semakin wah berkat Wardah :-)


Mau jadi Kartini Sejati yang berguna di masyarakat ? Mari turut berpartisipasi bersama World Vision dengan mitranya Wahana Visi Indonesia membantu perempuan Indonesia untuk ambil bagian menjadi “SUPER WOMAN” Suara Perempuan, Berbagi Wawasan dan Opini tentang Kesehatan ,

yang tujuannya adalah :

  • Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para perempuan akan pentingnya kesehatan anak dan ibu.
  • Mengajak keterlibatan para perempuan untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan anak dan ibu di sekitar, lingkungannya dan Indonesia.
  • Mengajak para perempuan mendorong Pemerintah untuk memenuhi komitmennya bagi pemenuhan kesehatan anak dan ibu di Indonesia.

Ingin perempuan Indonesia sehat dan melahirkan anak-anak sehat kan ? Tentu juga menginginkan tingkat kelahiran bayi hidup meningkat dan tingkat kematian ibu melahirkan menjadi rendah bukan ?

Mari, saya bisa, anda juga bisa, turutlah berpartisipasi dalam program Super Woman dari Indonesia Child Health Now, klik di link berikut ini yaa……Jadilah Super Woman, demi perempuan Indonesia !!


Ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013 bertema Srikandi Blogger, Aktualisasi Perempuan di Era Digital, yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger dalam memperingati Hari Ulang Tahunnya yang pertama adalah sebuah ajang untuk memberikan apresiasi kepada kaum perempuan yang telah memberikan aspirasi, inspirasi dan informasi kepada kaumnya melalui media tulisan didalam blog mereka.

Kegiatan ini memang diwujudkan untuk memberi penghargaan bagi perempuan agar mampu mengaktualisasikan diri mereka di era digital ini, dimana kemudahan melakukan akses ke internet, yang bisa disebut sebagai media dunia tanpa batas, sudah sangat mudah sekali. Dengan menggunakan alat atau gadget berupa notebook, laptop, komputer, tablet dan bahkan telpon genggam, perempuan dengan mudahnya dapat membagikan informasi penting kepada sesamanya, memberi semangat dan penghiburan di kala teman sedang membutuhkan, sharing dan memberi pertolongan. Apalagi dengan adanya komunitas Kumpulan Emak Blogger ini, perempuan dapat posting di wall KEB jika ingin menanyakan sesuatu atau berbagi sesuatu, maka akan ada beribu jawaban siap membantu.

Ajang yang telah dimulai sejak bulan April itu menetapkan 50 orang nominator dari 152 peserta melalui seleksi administratif. Selanjutnya dari 50 orang nominator diseleksi menjadi 10 finalis melalui tulisan para Emak2Blogger tersebut yang menyampaikan opini, pendapat dan harapan mereka mengenai Srikandi Blogger 2013. Setelah melalui beberapa penugasan yang diberikan oleh Dewan Juri, akhirnya ditetapkanlah Srikandi Blogger 2013 terpilih yang Penganugerahannya dilaksanakan bersamaan dengan acara Puncak Hari Ulang Tahun ke-1 Kumpulan Emak Blogger, pada hari Minggu, 28 April 2013 di Gedung F Lantai 6, Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Kemeriahan acara ini diawali dengan tarian pembuka dari putra putri Emak Blogger, warna warni pakaian yang cerah dan gerak gerik yang lincah, sangat menghibur para hadirin

http://i1247.photobucket.com/albums/gg634/dlaraswatih/blogger/DSCN9597.jpg

Dilanjutkan dengan Monolog yang disampaikan oleh Emak Wylvera, yang menyampaikan mengenai kisah sejati penderita kanker yang menggunakan blogger sebagai wadah untuk melakukan terapi menulis dan dampak menginspirasi banyak perempuan untuk semangat dalam menjalankan kehidupan sekalipun dalam keadaan sakit

http://i1247.photobucket.com/albums/gg634/dlaraswatih/blogger/DSCN9602.jpg

Acara dibuka dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Emak Mira Sahid selaku Founder dari Kumpulan Emak Blogger dan ditandai dengan pemukulan gong

http://i1247.photobucket.com/albums/gg634/dlaraswatih/blogger/DSCN9608.jpg

http://i1247.photobucket.com/albums/gg634/dlaraswatih/blogger/DSCN9609.jpg

Hadir juga Ibu Astrid, dari Acer, Ajeng dari Sekjen ASEAN Blogger Community chapter Indonesia, Hazmi Srondol founder dan super admin komunitas Blogger Reporter, Indah Juli Sibarani, Helmi dari KoplakYoBand Community, Irma Susanti, Dian Kelana, dan banyak kawan blogger lagi yang hadir ikut memeriahkan acara ini.

Saya juga sempat diwawancarai oleh reporter KoplakYoBand yang juga menyiarkan secara live streaming, ketika Anazkia memanggil saya untuk diwawancarai bersama

Setelah makan siang dan diselingi dengan aneka game interaktif berupa live tweet , yang juga diliput dengan Live Streaming, acara dilanjutkan dengan Fashion Show dari Anak dan Para Emak2 Blogger

Yasmin Hanan, putri salah seorang anggota Emak2 Blogger, Mak Wylvera Windayana, turut melantunkan dua buah lagu sambil memetik gitar

Selain itu, salah satu ponsor utama dari kegiatan ini dari Acer Indonesia, menyampaikan kata sambutan dan dukungannya dalam acara ini, yang disampaikan oleh Ibu Astrid, sebagai perwakilan dari sponsor

Ada juga selingan Drama “Cerita di Balik Noda” yang menyampaikan pesan bahwa semua Ibu tidak perlu kawatir lagi akan munculnya noda kotoran yang timbul saat anak bermain dan membangun kreatifitasnya karena sudah ada Rinso penghilang noda dengan keampuhannya yang luar biasa, mampu menghilangkan noda sekotor apapun. Jadi biarkan anak-anak kita bebas berkreasi dan bermain di usianya, berkat Rinso.

Akhirnya, acara yang ditunggu pun tiba yaitu Pengumuman Srikandi Blogger 2013, kesepuluh finalis diminta untuk naik keatas panggung didampingi peragawati-peragawati cantik

 

  • Anazkia dari Malaysia
  • Diadjeng Laraswati dari Jakarta
  • Dina Begum dari Jakarta
  • Eka Putri dari Riau
  • Myra Anastasia dari Jakarta
  • Nchie Hanie dari Bandung
  • Oktaviani Nur Hasanah dari Kepulauan Selayar – Sulawesi Selatan
  • (tidak hadir)
  • Winda Krisnadefa dari Bekasi
  • Alaika Abdullah dari Bandung
  • Shinta Ries dari Jakarta

yang hasilnya adalah sebagai berikut :

 

Srikandi Blogger 2013 dimenangkan oleh Alaika Abdullah, Srikandi kelahiran Banda Aceh ini, mendapatkan 1 unit Acer Aspire V5-471PG (touchscreen notebook), paket Rinso (2 dus) dan Paket Kosmetika dari Wardah, serta mewakili KEB di Asean Blogger di Solo.

Srikandi Favorit 2013 berdasarkan hasil vote yang diselenggarakan oleh KEB, diraih oleh Anazkia, yang berkarya di Selangor, Malaysia dan mendapatkan 1 unit Acer Aspire E1-471. paket Rinso (2 dus) dan Paket Kosmetika dari Wardah

Srikandi Persahabatan 2013 juga berdasarkan hasil vote yang diselenggarakan oleh KEB, diraih oleh Myra Anastasia, mendapat unit Acer Aspire E1-471. paket Rinso (2 dus) dan Paket Kosmetika dari Wardah

Sedangkan untuk predikat Blogger Inspiratif diberikan kepada Haya Aliya Zaki, yang mendapatkan TV 21 inch dari Samsung, paket Rinso dan Paket Kosmetika dari Wardah

Tak ketinggalan, Ibu penyemangat kaum muda dengan predikat Blogger dengan Lifetime Achievement diraih oleh Bunda Yati Rachmat, yang mendapatkan TV 21 inch dari Samsung, paket Rinso dan Paket Kosmetika dari Wardah

Demikian pula untuk 7 finalis lainnya mendapatkan TV 21 inch dari Samsung, paket Rinso dan Paket Kosmetika dari Wardah

Pesta ini memang bertabur hadiah, bukan hanya untuk para Finalis Srikandi Blogger 2013, namun juga bagi para hadirin yang memenangkan door prize dan beragam games yang dipandu oleh MC.

Lomba livetweet dimenangkan oleh Ria Citinjaks, Herdis Suryatna dan Caroline Adenan yang memenangkan kulkas, Acer Iconia Tablet B1 dan blender Electrolux.

Busana Terbaik dimenangkan oleh Echa, yang berbusana ala Ibu Petani lengkap dengan topi caping dan keranjang nya dan berhasil membawa pulang sebuah kulkas.

Peserta Terjauh diberikan pada Anazkia yang datang dari Selangor, Malaysia, mendapatkan sebuah blender Electrolux.
Acara juga bertabur hadiah games dan doorprize berupa paket Wardah, Paket dus Rinso (5), voucher Sari Kuring 3 lembar @ Rp 100.000), voucher Carrefour (7 lembar @ Rp  200.000).

Selamat kepada para Srikandi Blogger 2013 terpilih, selamat melanjutkan program bersama KEB, selamat kepada para Finalis Srikandi Blogger 2013, mari tetap berkarya dan mewujudnyatakan prestasi di dunia nyata dan juga pada para pemenang, semoga hadiah-hadiah yang diberikan menjadi kenangan dan penyemangat untuk beraktualisasi dengan lebih baik, bertindak positif dalam karya nyata di era digital ini. Serta Penganugerahan Srikandi Blogger 2013 adalah awal langkah KEB untuk memberikan manfaat bagi perempuan dan masyarakat. KEB agar semakin percaya diri dalam membuat tulisan dan postingan didalam blog nya.

Maju terus KEB, dengan dukungan semua Emak didalam KEB :-)

 

Catatan Penulis :

Aku pribadi tidak pernah bermimpi bisa duduk sejajar dengan perempuan sekaligus blogger hebat, penulis dan wirausaha mandiri