Frank Sinatra : Orange is The Happiest Color

Mengapa suka warna orange ? Karena orange adalah warna yang cerah dan hangat, warna ini menunjukkan suatu semangat atau gairah. Orang yang suka warna orange cenderung juga adalah orang yang hangat bersemangat, orang yang tulus, menyukai tantangan dan senang dengan hal-hal baru. Ia kerap menjadi pusat perhatian, tidak mudah menyerah dan selalu mencoba

ob

Warna orange merupakan perpaduan dari warna merah (yang memancarkan energi besar) dan warna kuning (yang berhubungan dengan kebahagiaan). Warna orange sendiri memiliki arti yang sering dikaitkan dengan kegembiraan, kebahagiaan, kehangatan, panas, sinar matahari, antusias, kreativitas, sukses, penyemangat, kesehatan, stimulasi, lucu, menyenangkan, keseimbangan, ekspresi dan kekaguman serta kesegaran dari buah orange (atau jeruk)

Menurut Frank Sinatra,

oa

suka warna orange karena ….

o9 o8 o7 o6 05 04 o3 o2 o1

bahkan warna orange kabarnya didefinisikan sebagai warna teknologi, sehingga kantorku pun didominasi dengan warna orange :-)

Sentra Teknologi Polimer

Warna orange emang keren yaa….


Brownies Coklat Enak dan Mudah Dari NutriCake

Kami suka coklat, apa saja yang ada hubungannya dengan coklat, kami suka. Ntah itu cake, es krim atau coklat batangan, pasti habis dilahap anak-anak terutama. Kalau aku lebih suka coklat yang tidak terlalu manis, malah lebih ke dark chocolate dengan irisan kacang aku lebih suka.

Iseng suatu hari Minggu kemarin, kami belanja dan menemukan tepung premix siap pakai bernama NutriCake keluaran dari Forisa. Terus terang aku tidak terlalu paham dengan kandungan didalamnya namun yang pasti sepertinya patut dicoba, jadilah kami membeli kemasan NutriCake ini untuk dicoba di rumah dan inilah hasilnya …….

Cukup menambahkan 1 butir telur, 100 ml minyak sayur atau mentega cair dan 5 sendok makan air

20160918_152454

Aduk semua bahan menjadi satu

20160918_152754

Sampai tercampur dengan baik seperti ini

20160918_153947

Setelah tercampur, aku taburi dengan coklat chip yang masih ada di lemari es. Lalu masukkan kedalam oven dengan api sedang selama 20 menit saja (kalau aku) dan diamkan dalam oven sampai agak dingin

1474200602604

Di petunjuk kemasan, disarankan menggunakan loyang ukuran 20x10x4 cm, tapi karena tidak ada, jadinya menggunakan loyang ini sehingga brownies yang jadi setebal 1 cm saja.

Kemasan ini aku beli di toko swalayan seharga Rp 15.000,- namun rasanya ga kalah dengan brownies yang bermerk di sana, yuk selamat mencoba, mudah sekali membuatnya :-)

 

 

 


Mazmur 23 Tuhan, Gembalaku Yang Baik

mz

 

Mazmur 23:1-6

Tuhan, Gembalaku Yang Baik

 

  • 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
  • 23:2Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
  • 23:3Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
  • 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
  • 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
  • 23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Kuliner Salatiga, Dari Yang Tradisional Sampai Yang Modern

Kota Salatiga adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungkan Semarang-Surakarta.

Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk.

Dari letak administratif yang ada menjadikan kota Salatiga menduduki peringkat luas wilayah ke-18 kotamadya terkecil di Indonesia.

Walau merupakan salah satu kotamadya terkecil di Indonesia, Salatiga banyak mencetak lulusan yang berprestasi,dengan hadirnya banyak sekolah seperti  Universitas Kristen Satya Wacana, STAIN Salatiga / UIN Salatiga, Institut Roncali, Stekom PAT, Amika, Akbid ArRum, Akbid Bhakti Nusantara, sekolah perhotelan Wahid Hospitality School, sekolah berkuda Arrowhead, dan STIBA Satya Wacana. Sekolah-sekolah menengah di Salatiga melalui Internet dihubungkan dalam Jaringan Pendidikan Salatiga.

Dengan munculnya banyak sekolah di sana, membuat industri kuliner juga menjadi cukup berkembang. Selain bervariasi, harganya pun beragam mulai dari harga mahasiswa, harga anak kost sampai harga normal. Tidak semua tempat makan bisa dibilang harganya murah, mesti rajin bertanya di sini, terutama pada anak kost :-)

Sedikit ulasan beberapa tempat yang aku datangi di Salatiga pada bulan Agustus 2016 yang lalu, mulai dari wedang ronde pinggir jalan harga Rp 5.000,- sampai pizza di resto harga puluhan ribu

Wedang ronde ini mungkin bisa ditemui di banyak tempat di Salatiga, tapi satu yang aku temui ada di Pasar Jalan Jend Sudirman Salatiga. Buat aku yang biasanya bertemu penjual sekoteng di malam hari, senang rasanya bisa bertemu penjual wedang ronde di siang hari. Semangkuknya hanya Rp 5.000,- saja

20160807_100138

20160807_122234Pujasera Jalan Diponegoro 37. Pujasera ini berada di tempat yang strategis, berada di Jalan Diponegoro, dekat dengan tempat kost dan berseberangan dengan Gereja Katolik. Disini ada banyak pilihan menu makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Bolehlah sekali waktu jadi tempat alternatif makan bagi anak kost.

Salah satu yang aku nikmati adalah nasi ayam kremes telur dengan sambal dan porsi nasi yang besar untuk ukuranku.

Nasi Bakmoy masih di Pujasera Dipo 37. Nasi bakmoy ini terdiri dari potongan tahu dan ayam serta nasi, disajikan panas, mempunyai rasa seperti nasi semur tahu. Cocok banget dinikmati di pagi hari atau cuaca dingin.

 

Sate Sapi SURUH dan Bakso, warungnya terletak di Jalan Jend Sudirman, di deretan ruko Mimusa. Kalau berjalan dari arah Jalan Diponegoro, warung ini terletak di sebelah kiri jalan dengan spanduk besar di depannya. Menu utamanya hanya dua yaitu sate sapi dan sup, yang ternyata sup bakso sapi. Sate disajikan dengan ketupat atau nasi. Bumbu sate berupa sambal kacang yang manis.

20160805_145446

20160805_143729Warung Sate, dekat GKI Salatiga Jalan Jenderal Sudirman 111, tepatnya ada di sebelah kiri jika keluar dari gerbang gereja. Waktu itu kami mengikuti Kebaktian pagi, jadi selesai kebaktian karena lapar, kami langsung menuju warung ini dan memesan dua piring nasi, sate kambing dan gule kambing. Semuanya disajikan dengan baik walau gule nya berwarna pucat tapi semua dagingnya empuk. Herannya tidak ada jemaat gereja yang lain, yang sarapan seperti kami, jadi malu hehehe, mungkin karena masih pagi ya…

20160807_091255

20160807_090545

Gerobak Soto Ayam Jalan Raden Patah, sebelah Gereja Katolik. Gerobak ini terletak di pinggir jalan, amigos beneran (agak minggir got sedikit). Semula agak enggan, tapi karena ramai dan selokannya bersih, akhirnya aku mencoba juga mampir ke gerobak ini dan rasanya tidak mengecewakan, pas sangat untuk sarapan di pagi hari.

Satu porsi soto ayam dengan perkedel dan keripik tempe hanya Rp 7.000,- saja. Really ? OMG dengan porsi sekenyang itu ? Puji Tuhan 😀

20160808_07260420160808_072711Gudeg Bu YAM, depan toko ROMA Jalan Jenderal Sudirman Salatiga, seberang pasar. Masih seputar sarapan, ini salah satu alternatif di pagi hari. Salatiga juga terkenal dengan gudeg koyor, sambal tumpang dan ungkep jerohannya dan disini tempatnya untuk lesehan dan menikmati masakan bu Yam. Berjualan sejak subuh sampai pagi hari, jika sudah siang akan pindah ke warung di seberang toko ROMA. Mantaps lihat cabe rawitnya.

20160806_075504

20160806_074539

Selain yang tradisional, ada juga alternatif tempat makan dengan pizza home made nya, yaitu MANNA RESTO di Jalan Patimura, Salatiga. Merayakan HUT si tengah ke – 18 berdua saja di tempat yang cozy seperti ini, semoga menjadi kenangan indah buat si tengah ya. Akan kuposting selengkapnya tentang tempat ini di postingan berikut.

20160807_14123120160807_145233
Nah karena waktuku hanya sebentar berada di Salatiga kali ini, sementara info di atas yang bisa kusampaikan, tapi kabar dari anakku ada banyaaak tempat murmer yang bisa dieksplorasi di sana. Selamat berkunjung dan selamat menikmati :-)


Memahami Sejarah Melalui Panggung Spektakuler MUD

Siang itu, Sabtu, 28 Mei 2016, kami, para peserta Eat Travel Doodle 2016 dan Gaya Travel menyusuri jalan sepanjang Daratan Merdeka untuk menuju Panggung Bandaraya di Jalan Raja, Kuala Lumpur, untuk menyaksikan drama musikal sejarah Kuala Lumpur.

d1

2016-09-13-08-36-04

MUD yang berarti lumpur (berasal dari kata Kuala Lumpur) adalah sebuah drama musikal yang ditampilkan sejak tahun 2014 hingga saat ini di Panggung Bandaraya yang dibangun tahun 1902, salah satu bangunan yang dibangun dari lumpur pasca banjir bandang dahulu,” demikian penjelasan dari pihak MUDm1 m2 m3

Awal dimulai, penyelenggara MUD mengumumkan agar pengunjung mengabadikan kemeriahan drama musikal ini dan menyebarkannya ke media sosial, dengan persyaratan tidak boleh menggunakan lampu blitz, sehingga tidak mengganggu pemain.

Berlatar Kuala Lumpur tahun 1857, dengan kemunculan tiga tokoh utama yakni Mamat berdarah Melayu, Meng berdarah China, dan Muthiah berdarah India. Tiga orang bersahabat dengan perbedaan latar belakang agama dan suku bangsa namun persahabatan mereka tak lekang oleh waktu. Kisah persahabatan ini dibagi dalam empat babak berlatar belakang kondisi Kuala Lumpur dari tahun 1857 sampai dengan 1881. Mereka berjuang hidup di tengah bencana seperti banjir dan kebakaran.

img_20160528_152145

img_20160528_160945

Pertunjukan MUD yang berlangsung selama satu jam ini dimainkan para pemain drama musikal dengan menyanyi langsung alias tidak lip sync. Sebagian besar para pemain adalah orang muda, hal ini sangat bagus diterapkan agar semua orang muda memahami sejarah bangsanya. Disajikan dengan rapi dan apik, pemain yang terlatih, musik dan tari, tata suara dan tata panggung yang keren, membuat rasanya enggan untuk berakhir menyaksikan.

Pertunjukan ini juga diabadikan dalam gambar yang super keren dengan rekan Doodler dalam Eat Travel Doodle 2016 :-)

img-20160528-wa0103

img-20160528-wa0066Ada interaksi antara penonton dengan pemain, sehingga penonton juga merasa menjadi bagian dari panggung spektakuler ini. Dalam satu hari pertunjukan MUD diselenggarakan dua kali, yakni pada pukul 15.00 dan 20.30. MUD juga dilaksanakan setiap hari tanpa libur. Tiket dapat dibeli online di www.mudKL.com, atau langsung membeli di loket tiket Panggung Bandaraya yang dibuka dari pukul 10.00-20.30. Harga tiket seharga RM 80 (80 ringgit Malaysia, atau saat ini sekitar Rp 240.000,-)

img-20160528-wa0115

Sedangkan untuk menuju Panggung Bendaraya yang terletak di Dataran Merdeka, Jalan Raja, Kuala Lumpur, Malaysia, dapat menggunakan jasa monorail sampai di Stasiun Medan Tuanku. Kemudian lanjut berjalan sepanjang lapangan Dataran Merdeka menuju ke Panggung Bandaraya.

Untuk mencapai Dataran Merdeka ini ada beberapa cara sebagai berikut :

  • Dari Stasiun KL Sentral, dengan RapidKL LRT  menggunakan rute Kelana Jaya Line dan turun di Masjid Jamek Stasiun. Beli single tiket di mesin tiket seharga 1,3 RM.
  • Bisa menaiki Putra LRT, Taksi, atau Bus turun di stasiun Masjid Jamek atau stasiun Pasar Seni. Lalu tanyakan arah ke tempat ini.

Selamat berkunjung dan memahami sejarah Kuala Lumpur melalui drama musikal sehingga mudah dipahami baik oleh orang tua maupun anak-anak. :-)

Sumber : Pribadi, MudKL, Gaya Travel, Rekan Doodler ETD 2016