Sudah lama aku ingin merawat dan memiliki bunga anggrek. Namun karena aku mendengar bahwa selain cukup mahal, anggrek juga sulit dirawat. Selain itu walaupun bunganya indah, anggrek tidak seperti mawar dan melati yang berbau harum. Tapi kali ini, aku ingin mencoba keinginan yang sudah lama terpendam ini….semoga bunga-bunga ini awet berbunga di halaman ku yaa.

Anggrek sebagaimana halnya tanaman lainnya tidak akan menjadikan suatu tanaman yang sulit dipelihara atau dirawat. Permasalahan sering kali timbul karena kita tidak mengenal anggrek dengan baik. Sama halnya kita dalam memelihara tanaman/hewan peliharaan lainnya, bila akan merawat anggrek maka kita harus menyenangi dan mengenal lebih dekat lagi. Tanaman anggrek akan dapat tumbuh dengan baik bilamana persyaratan kondisi lingkungan telah terpenuhi dengan baik, seperti halnya anggrek tumbuh baik di alamnya. Dengan mengenali persyaratan hidup anggrek, maka kita dapat merawat anggrek dengan baik.

Perhatikan anggrek merpati/vanda tricolour, dapat tumbuh subur di batang/ranting pohon asem dipinggir jalan, dan berhasil melewati keadaan kering dimusim kemarau (tidak ada yang menyiram air, cukup air hujan dimusim penghujan) dan keadaan basah di musim penghujan (tidak mati terserang jamur/fungi). Nah belajar dari sana kita bisa pula memperlajari semua jenis anggrek yang kita miliki satu demi satu dengan baik. Satu kata kunci yang penting adalah keadaan lingkungan seimbang yang diinginkan, atau dengan kata lain anggrek tidak menyukai keadaan ekstrim. Contoh ekstrim basah, terlalu sering disiram, atau air tergenang dalam media tidak dapat mengalir dengan baik, atau aliran udara tidak dapat mengurangi kelembaban yang ada, maka tanaman anggrek akan mudah terserang penyakit jamur. Demikian pula kalau terlalu kurang air (kekeringan) maka tanaman anggrek akan dehidrasi, dan cenderung menghambat pertumbuhan selanjutnya. Demikian dengan dosis baik pupuk, hormon, vitamin, insektisida, fungisida dsb, tanaman anggrek dialamnya mendapatkannya secara alami atau dengan dosis yang rendah sekali (encer), jadi cenderung tidak pernah terjadi over dosis. Nah hal ini pula yang sering terjadi pada anggrek peliharaan kita, seperti bila ingin menyiram anggrek (baik pupuk, insektisida, fungisida) sesuai dengan instruksi beberapa gram dalam 1 liter, ketika kita menghadapi permasalahan tidak tepatnya ukuran yang kita gunakan, ada sisa dalam spayer (semprotan) maka kita cenderung menghabiskannya dengan menyemprotkan berulang ditanaman yang sama. Apalagi bila tanaman kita sedang terserang penyakit, maka keinginan kita untuk segera sembuh (bibit penyakit mati dan tanaman anggrek segar kembali) maka kecenderungan kita melakukan diluar dosis yang seharusnya. Kata penting disini adalah “mencegah lebih baik daripada mengobati”, artinya dengan menjaga kebersihan kebun, kelembaban, siang matahari, aliran udara kita dapat mencegah bibit penyakit menghinggapi tanaman kita. Mulailah dengan yang kecil dan sederhana, mungkin kita belum punya banyak koleksi anggrek, sehingga kita mendapatkan situasi/kondisi kebun yang baik untuk tumbuh anggrek kita. Demikianlah share pengalamanku dalam memeliharan anggrek ini, terima kasih dan selamat mencoba.

Kata kunci bila ingin mulai merawat anggreka adalah menyenangi anggrek, karena kegagalan atau kecewa sering menghinggapi bagi pemula. Anggrek kita mati atau sakit adalah hal yang biasa, tetapi yang perlu dicatat adalah kita mengetahui penyebabnya dan kemudian kita bisa melakukan pencegahan dan pembrantasannya. Mulai dari mana ? ya mulai dari mana saja yang kita sukai dan kita mampu. Ok, selamat mencoba.

Tips Merawat Dendrobium :

Menanam dendrobium tidak sulit, cukup sediakan media tanam yang baik. Bisa berupa arang kayu, pecahan genteng, ijuk kelapa, dan pakis. Agar dapat tumbuh dengan baik, ganti media tanam setiap enam bulan sekali.

Selain media tanam yang baik, perhatikan juga nutrisi yang harus diberikan. Tanpa nutrisi yang pas, dendrobium tidak akan bisa tumbuh dan berbunga dengan baik. Agar selalu berbunga, berikan pupuk NPK secara teratur. Untuk pemupukan, lakukan sesuai kebutuhan. Pemberian nutrisi akan membantu pertumbuhannya.

Seperti jenis anggrek pada umumnya, dendrobium dapat tumbuh sehat pada suhu 15-28 derajat celcius. Kelembapan yang dibutuhkan adalah 60%-85%. Untuk mendapatkan kelembapan yang pas, lakukan penyiraman dua kali sehari, pagi dan sore hari.

Cermati juga soal penempatan. Tempatkan dendrobium di tempat yang teduh, jauh dari sinar matahari langsung. Jika perlu pasang paranet di atas lokasi tanam. Untuk menghindari kutu, atau ulat, semprotkan insektisida, satu sampai dua kali sebulan.

(Sumber : www.kebonkembang.com, www.anggrek.org, pribadi)