Menurut kamus besar Bahasa Indonesia online, si·la·tu·rah·mi adalah sebuah kata benda yang mempunyai arti tali persahabatan (persaudaraan), sedangkan ber·si·la·tu·rah·mi, yang merupakan sebuah kata kerja berarti mengikat tali persahabatan (persaudaraan), contohnya dalam sebuah kalimat,  mereka bersilaturahmi ke rumah sanak saudaranya.

Ibu dan Tante PuniHari Sabtu, 26 September 2009 ini, aku mengantar ibu untuk bersilaturahmi ke rumah adik ibu, tante Puni yang merayakan hari raya Idul Fitri. Tante dan keluarganya tinggal di Bekasi Barat. Tante adalah satu-satunya adik ibu yang beragama Muslim dan sebagai saudara, kami juga ingin ikut berbagi kebahagiaan bersama mereka. Karena masih pagi dan suasana libur, kami berangkat pukul 08.00 pagi melewati tol JORR, keluar pintu tol Bekasi Barat. Walau sudah lama tidak berkunjung kesana, aku masih ingat betul tempat tinggal adik ibuku ini.

Tante Puni, sama seperti ibuku, juga tamat dari SGTK (Sekolah Guru Taman mesjidKanak-kanak), namun beliau serius menekuni bidang pendidikan ini, sehingga akhirnya memiliki Taman Kanak-kanak sendiri yang telah terakreditasi A saat ini. Walaupun memiliki murid hanya kurang lebih 60 orang tiap tahun ajaran, namun sekolah ini tidak pernah sepi dengan peminat.

Kami tiba disana, kurang lebih 40 menit sejak kami berangkat. Rumah tersebut tidak berubah, tetap cantik dan asri. Di pojok, berdiri sebuah mesjid dan menempel dengan bangunan tempat tinggal, berdiri Taman Kanak-kanak yang cerah ceria sesuai karakter anak-anak, lengkap dengan aneka permainan, seperti ayunan, jungkat jungkit dan perosotan.

DSC04939

TK

papan nama TK

Halaman yg asri, ditanami adenium dan aneka tanaman hias

Tante Puni dan suaminya, Om Soekarno, kami biasanya memanggil dengan Pak No, mempunyai 5 orang anak, Katon, si sulung, sudah menamatkan S 3 nya dan memperoleh gelar Doktor di Inggris, menikah dengan seorang sarjana arsitektur dan dikaruniai 2 orang anak, laki dan perempuan. Kemudian nomor 2, Dian sudah menikah dengan seorang PNS dari kantor Pajak dan dikaruniai 2 orang anak laki. Berikutnya, Katrin yang juga sudah menikah dengan Budi, yang bekerja di Kumon. Katrin, adalah satu-satunya anak tante Puni yang berminat melanjutkan karir tante Puni di bidang pendidikan bagi anak-anak balita di TK mereka ini. Yang keempat adalah Alita Numpuni, yang rencananya akan menikah di bulan Desember tahun ini. Sedangkan si bungsu, Apicka, baru saja melanjutkan studinya di bidang ilmu sejarah di kampus UnPad, Jatinangor.

sotoSementara kami berbincang-bincang, anakku, Daniel dan keponakanku, Petroza, bermain-main di halaman TK dan kurang lebih pukul 10 pagi, kami disuguhi sarapan Soto Ayam ala tante Puni, yang memang jago masak. Soto Ayam komplit, dengan sate jerohan, telur, toge, kol rebus dan sambal rebus…hm sedap..ditambah lagi dengan rujak serut yang asam manis…duh segarnya….

Hari sudah menjelang siang, kami harus kembali pulang. Kami mendapat buah mangga gadung langsung dari pohon dan juga dua buah pot adenium untuk menambah koleksi ku di rumah. Mari kita jaga tali silaturahmi ini dengan sanak saudara, keluarga dan juga teman…berbagi kasih kepada siapapun, jangan berakhir pada hari raya saja, tapi seyogyanya kita bina terus di hari-hari ini, selama hayat masih dikandung badan….:-)

Ibu, Tante dan adikku, AnandaBerfoto sebelum pulang