Liburan kali ini sebenarnya sudah kami rencanakan seminggu sebelumnya, suami sudah meminta aku untuk survei dan booking hotel untuk long weekend ini (catatan : hari kamis 13 Mei 2010, libur hari raya Kenaikan Tuhan Yesus), namun kami ragu-ragu untuk berangkat hari Jumat pagi karena aku kan masih baru di unit kerja yang sekarang ini, masak sih sudah tidak masuk. Kalau suamiku sendiri sih sedang cuti selama 3 hari. Tapi akhirnya aku mohon ijin kepada atasanku untuk kerja setengah hari. Jadi, berangkatlah kami pada hari Jumat siang pukul 13.30 dengan segala kehebohan karena aku belum memasukkan pakaian ke tas dan ternyata pendelegasian tidak berjalan dengan semestinya, juga untuk pakaian si bungsu.

Awan tipis menyertai keberangkatan kami menuju Bandung, tepatnya ke jalan Setiabudi. Kali ini, kami memilih menginap di daerah Setiabudi untuk menghindari kemacetan di kota Bandung. Dalam perjalanan, kami sempat berhenti di Rest Area untuk membeli cemilan di Alfa Mart, seperti keripik kentang, minuman dingin, susu kotak dan beberapa batang coklat. Perjalanan lanjut, mulai kilometer ke-80 an, hujan mulai turun dengan derasnya sampai lepas pintu tol Pasteur. Kami lanjut melewati jalan Sukajadi dan selanjutnya langsung ke penginapan di Hotel Setiabudi Indah, Jalan Setiabudi 266. Sepanjang perjalanan menuju hotel, kami melihat ke kiri kanan jalan, mana tempat yang akan menjadi sasaran kami nanti malam.

Hujan masih mengguyur wilayah Setiabudi. Kami tiba di hotel kurang lebih pukul 16.30 dan segera memasukkan tas dan bantal yang dibawa anak-anak. Beres urusan check in di Front Office, kami langsung menuju ke kamar di lantai 2, tepatnya kamar 202. Kamar yang kami pesan adalah kamar deluxe dengan tempat tidur twin. Ruang kamar cukup luas dan nyaman. Dua tempat tidur masih kami tambah dengan 1 extra bed. Kami istirahat sejenak sambil menunggu waktunya makan malam.

Hotel ini sangat sejuk dan nyaman sekali. Dipenuhi dengan tanaman dan banyak kolam ikan, juga akuarium. Ditambah lagi dengan hujan yang mengguyur sejak kedatangan kami di tempat ini. Lorong kamar hotel tidak terlalu luas, malah bisa dibilang sempit, tapi di sepanjang lorong, kita bisa menikmati lukisan yang dipajang di dinding-dindingnya.

Sarapan pagi kami esok hari, kami memesan nasi goreng dengan telur ceplok, roti bakar dengan aneka selai, secangkir kopi dan tea. Lumayan untuk sarapan pagi.

Untuk kamar deluxe, yang kami pesan ini, ka mi dicharge dengan harga Rp 355.000,- harga setelah didiskon 20%, termasuk makan pagi. Sedangkan extra bed dikenakan biaya tambahan harga Rp 135.000,-. Kami hanya menginap semalam, karena akan melanjutkan perjalanan ke Sariater.