Archive for July 16th, 2012

‘Tante Mami’

Puji Tuhan, itu yang bisa aku ucapkan dengan pertemanan atau persahabatan kami ini. Enam tahun yang lalu, secara tidak disengaja kami bertemu, awalnya hanya karena masing-masing kami ingin mengantar dan menemani anak-anak kami yang baru pertama kali berlomba di luar kota. Dari beberapa ibu yang belum saling kenal sebelumnya, kami bergabung untuk berangkat bersama dan sharing kamar bersama, benar, tujuannya hanya satu, bersama-sama melihat anak-anak kami. Tapi ternyata kehadiran kami dalam Pesparawi VIII di Medan tahun 2006 bukan hanya untuk anak-anak kami saja, melainkan untuk semua anak dalam PSA Kontingen Banten (PSAB). Kami bukan official waktu itu, tapi kami peduli pada semua anak, kami ikut sibuk mendandani mereka saat mereka tampil.

Tahun 2009 dalam Pesparawi IX di Samarinda, kami menjadi official PSAB, dengan meningkatnya usia anak kami dan keterbatasan usia dalam kategori PSA, hanya beberapa dari kami yang bisa ikut dalam Pesparawi tersebut. Dan kali ini, pada tahun 2012 dalam Pesparawi X, kami tinggal bertiga, walau juga dibantu dengan beberapa pendamping anak-anak yang lain. Entah mengapa kami masih bisa bertiga, walau anak dari tante mami Ruth dan tante mami Ratna tidak ikut dalam kelompok PSAB ini, tapi kedua tante ini sangat bersuka hati terlibat dalam kegiatan ini. Intinya hanya satu, pelayanan dan besarnya kecintaan mereka berdua pada anak-anak.

‘Tante Mami’ begitulah anak-anak PSAB memanggil kami. Tante Mami adalah kami ini yang ikut merasa sedih kalau anak-anak sakit atau lapar. Walau secara materi, kami berusaha mencukupi kebutuhan jasmani kepada mereka selama latihan, tidak kurang juga perhatian kami secara spiritual kami sampaikan dari hati ke hati kepada anak-anak. Menjaga semangat anak-anak usia antara 12 sampai dengan 15 tahun ini bukanlah hal yang mudah buat kami, apalagi mereka berasal dari latar belakang keluarga dan budaya yang heterogen. Ada kala anak-anak ini susah dan sedih tanpa sebab yang jelas, disinilah tugas ‘Tante Mami” memperhatikan mereka satu per satu, memberi semangat, menegur mereka, menampung curhat mereka di kala diperlukan.

Kesibukan ‘Tante Mami” semakin bertambah terutama detik-detik menjelang keberangkatan Kontingen ke Kendari, dimulai dari Pelepasan Kontingen di Pendopo Gubernur Propinsi Banten,

Tante Mami juga heboh di Malam Pembukaan Pesparawi di Tugu Persatuan, Kendari

Di sela-sela kesibukan anak-anak PSAB berlatih, Tante Mami juga belanja semua kebutuhan ekstra makanan buat anak-anak, seperti susu, roti, mie dan lain-lain, dan diantara waktu itu (namanya juga) Tante Mami menyempatkan diri berlari-lari mampir melihat-lihat cindera mata dan kerajinan yang ada di Kendari :-)

Disini salah satunya, pusat tenun dan bordiran khas Kendari, bagus kan warna warni tenunannya ? Pengen borong semua rasanya buat seragam kalian, anak-anak PSAB !!

Atau disini nih, di Pusat Kerajinan Propinsi Sulawesi Tenggara, di Jalan Ahmad Yani, tidak jauh dari penginapan kami, sementara anak-anak masih sarapan, Tante Mami udah lari duluan kesini :-D

Di saat anak-anak PSAB istirahat siang, Tante Mami membawa kabur pelatih dan Om Noke Sahusilawane untuk berfoto di Teluk Kendari

Sebelum pulang, tentu dong Tante Mami tidak lupa berjalan-jalan ke Pasar Tradisional dan Tempat Oleh-oleh. Apa sih yang dibeli Tante Mami di pasar ? Ya semua yang khas Kendari deh, ada ikan sunu, ikan bete-bete, ikan teri, gula kelapa, kacang mete, kue bagea, kue membiri, coklat khas Kendari buat menghibur orang-orang yang Tante Mami tinggal di rumah…. ;-)

Entah kapan lagi kami bisa bersama seperti ini, semoga dalam Pesparawi XI, tiga tahun mendatang di Ambon ? Semoga kami semua diberi kesehatan dan panjang umur dan Tante Mami yang lain, teman-teman kami dulu bisa ikut bergabung bersama kami dan yang terpenting, semoga orang-orang terkasih di sekitar kami juga bersedia mendukung bentuk pelayanan kami yang unik ini.


PS Anak Banten dalam PesPaRaWi X di Kendari

Pesta Paduan Suara Gerejawi, yang biasa disingkat menjadi PesPaRaWi, adalah kegiatan Pesta dari Kelompok Paduan Suara yang menaikkan pujian berupa Lagu Gerejawi, yang dilombakan di tingkat Nasional dengan peserta dari berbagai kategori dan diikuti oleh seluruh propinsi di Indonesia. Kegiatan ini mulai dirintis sejak tahun 1981 yang diprakarsai oleh Ditjen Bimas Kristen, Departemen Agama.

Pada tulisan kali ini, aku akan sedikit membagikan pengalaman partisipasi dari Paduan Suara Anak Banten, yang terdiri dari anak-anak berbagai gereja di propinsi Banten. Kami beruntung karena Bimas Kristen masih memberi kesempatan Pelatih yang pernah melatih anak-anak dalam Pesparawi XI di Medan dan Pesparawi X di Samarinda, yaitu ibu Saar Sahusilawane, sehingga anak-anak yang ikut kali ini, beberapa adalah anak-anak binaan ibu Saar baik di sekolah maupun yang pernah terlibat dalam Pesparawi sebelumnya.

Latihan intensif dimulai sejak awal Mei 2012, hanya dalam waktu 2 bulan berlatih sebanyak dua kali dalam seminggu, akhirnya kontingen Paduan Suara Anak Banten (PSAB) diberangkatkan, dengan jumlah peserta 33 orang anak, 1 orang pelatih dan 1 orang pianis, didampingi 2 orang official.

Hari pertama, kontingen mendarat di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Minggu, 1 Juli 2012, peserta sudah dibawa untuk Uji Coba Panggung di GOR Pemuda

PSAB tiba lebih awal, sehingga setiap pagi, anak-anak melakukan vokalisasi setelah Ibadah Pagi dan sebelum mandi ( :-( )

Beruntung juga, PSAB diberi tempat untuk latihan di ruang Serba Guna di Perumahan Bank Indonesia, Kendari, terimakasih banyak untuk kebaikan hati Bapak F Doloksaribu yang mendukung seluruh kontingen dari Propinsi Banten. Bukan hanya PSAB yang diberi kesempatan berlatih disana tetapi juga PS Dewasa dari Propinsi Banten.

Sebagian dari PSAB sempat berfoto bersama di Teluk Kendari

Pada hari Selasa, 3 Juli 2012, dilaksanakan Ibadah Pembukaan di Tugu Persatuan Kendari

Pada hari Rabu, 4 Juli 2012, dengan memperoleh Nomor Undian 14, PSAB tampil dengan manisnya memuji dan memuliakan nama Tuhan, yang terbaik hanya untuk DIA saja, dengan menaikkan 3 (tiga) buah pujian secara berturut-turut.

dan akhirnya berfoto bersama melepaskan kelegaan dan jerih payah mereka di pelataran parkir Hotel BIMO, yang berlatih selama 2 (dua) bulan di sela-sela kesibukan mereka berjuang mengikuti Ujian Akhir Semester Kenaikan Kelas di sekolah.

Terimakasih anak-anak PSAB, terimakasih ibu Saar Sahusilawane dan kak Anggarani Kania Dewi, para official, tante Ruth Indah dan tante Ratna Kristiani, juga para orangtua, panitia dan semua pihak yang telah mendukung anak-anak untuk menampilkan yang terbaik untuk kemuliaan TUHAN.

Perjuangan yang tidak sia-sia, walau belum memperoleh hasil yang terbaik, PSAB memperoleh bonus dari Tuhan berupa Medali Perak untuk penampilan mereka dalam PesPaRaWi X di Kendari. Tuhan berkati.