Kompasianival 2012

Ide datang ke acara Kompasianival 2012 semula karena hanya ingin mengunjungi booth Wahana Visi Indonesia/World Vision, yang rencananya akan melaunching peluncuran buku dan sneak preview dari film “Aku Anak Indonesia, Ini Hidupku.” tapi setelah melihat iklannya di Harian KOMPAS sehari sebelum tanggal 17 Nopember 2012, wah ternyata banyak sekali acara yang diadakan pada hari itu, maka aku mengajak anak-anak untuk ikut datang kesana.

DSCN7773
http://i1247.photobucket.com/albums/gg634/dlaraswatih/kompas/DSCN7771-1.jpg

Dan ternyata, Kompasianival 2012 ini adalah ajang kumpul teman-teman blogger dan pengguna media sosial yang lainnya, bertempat di Skeeno Hall, Gandaria City, Jakarta Selatan yang mengangkat tema “Hero Inside You” dan karena tidak tahu persis jadwal launching dari Wahana Visi Indonesia (yang ternyata jam 17.00), kami datang sekitar jam 15, dimulai dari pendaftaran di meja penerima tamu,

DSCN7721

kami lanjut mendatangi beberapa booth yang menarik minat ku dan anak-anak, walau banyak booth komunitas ada disana, seperti Coin A Chance yang mengajak siapa saja untuk mengumpulkan uang receh dan hasilnya untuk membantu anak-anak kurang mampu,

DSCN7769

Milis Popok Kain, Kompasioner Hobi Jepret (Kampret) buat yang hobi motret, Fiksiana buat yang hobi menulis, ID Kita yang peduli pada penggunaan internet bagi remaja, Canting yang merupakan komunitas bidang sosial, Koplak Yo Band bagi yang suka humor, NTMC Polri, Komunitas Depok Digital, KOMUTOKU, Blogger Hibah Sejuta Buku, Save Street Child, Kelir TV, Plot Point, Emak2 Blogger, Ayah ASI, Akademi Berbagi, Akademi Samali, Greenweb ID, Ableton Indo, WPAP, Arn Co,Blood for Life, Card to Post, Cosplayer Indonesia, Komunitas Kopi Keliling, KOMPAS Muda

Aku dan anak-anak cukup menikmati kegiatan disana walau hanya sebentar. Anakku, Andita, bisa bertemu pengarang buku ‘Blue Romance’ yang bernama Sheva, yang menandatangani langsung novelnya di halaman depan, membuat anakku kegirangan. Novel ini diterbitkan oleh PlotPointKreatif, yang adalah penerbit buku berskala nasional untuk remaja hingga dewasa muda.

DSCN7744
DSCN7734

Kami juga sempat mampir ke booth Disable Save Community, yaitu sebuah komunitas yang sangat mempedulikan orang dengan ketidakmampuan secara fisik tapi mempunyai kemampuan yang luar biasa dengan keterbatasan yang mereka miliki. Hal ini menjadi semangat buat anak-anak untuk menggunakan kemampuan dan talenta mereka lebih baik karena yang dalam keterbatasan saja bisa hidup baik dan berguna.

DSCN7727

Tak disangka bertemu teman bloggerku, Eka Situmorang, yang berada di booth Emak2 Blogger dan membuat aku join dalam kelompok ini, bergabung bersama para blogger wanita untuk saling berbagi melalui tulisan

DSCN7723

Booth yang cukup lama kami kunjungi adalah booth dari Wahana Visi Indonesia/World Vision, yang rencananya akan meluncurkan buku dan film mengenai Anak Indonesia. Disana sempat berfoto bersama beberapa teman dan berjumpa dengan teman-teman dari Departemen Komunikasi, Wahana Visi Indonesia seperti Pak John Nelwan, ibu Prisicilla, ibu Sally, mbak Shintya dan bang Andre. Berbincang dengan Ibu Sally Tirta, yang menjelaskan bahwa kegiatan ini bermaksud untuk menggali potensi anak-anak Indonesia untuk menulis dan menceritakan keseharian mereka.

DSCN7762

Menurut aku pribadi, kegiatan seperti ini sesungguhnya sangat bagus, namun tampaknya penyelenggaraan tampak kurang tertata dengan rapi, sehingga pengunjung (aku) kurang dapat menikmati kunjunganku dari booth ke booth, apalagi hampir sebagian besar pengunjung mengenakan kaos berwarna hitam, kesannya, selain agak berantakan, juga gelap. Kalau content dari kegiatan sih okelah, patut diberi acungan jempol, melalui pertemanan antar komunitas baik on line maupun off line, persatuan dan rasa berbagi itu dapat dengan mudah kita galang bersama.

Sampai bertemu di Kompasianival 2013 :-)


Setitik Rindu

Kala rindu mendera karena

  • rindu itu membaca berulang-ulang setiap kata yang kau tulis dalam pesan di kotak masuk telpon genggam
  • rindu itu rasa panas dingin, yang menyakitkan dari ujung rambut sampai ujung kaki karena berusaha untuk menahan ledakannya
  • rindu itu mencoba sibuk bekerja di depan layar namun tak henti memikirkanmu disana
  • rindu itu sebuah kekuatan untuk bertahan menghadapi segala situasi, seolah kau ada di sampingku menjaga dan menguatkanku
  • rindu itu mengamati kau asyik mengerjakan kesenanganmu dan tak kumampu mencegahnya
  • rindu itu duduk di sebelahmu dan tak mampu berkata-kata
  • rindu itu pikiranku yang tak lelah berjalan mereka-reka apa yang sedang kau lakukan disana

  • rindu itu sebuah pemahaman bahwa kau baik-baik saja dan juga merindukanku
  • rindu itu sebuah logika yang waras memikirkan bahwa rasa ini tak seharusnya ada karena kau selalu ada
  • rindu adalah berusaha mengingat kata-katamu yang sempat kauucapkan saat kita bertemu
  • rindu itu berjarak oleh waktu dan tempat antara kau dan aku
  • rindu kadang merusak isi kepala ku, dan melemahkan jiwa dan ragaku
  • rindu itu menahan rasa untuk tidak meneteskan air mata untuk bersua
  • rindu itu menunggu genggaman tangan dan pelukanmu yang menentramkan hatiku
  • rindu itu mengharap tatapan lembut matamu, senyum manismu dan kelembutan hatimu

rindu itu, selalu berdoa dan mengharap hadirmu

gambar – ms google


Love to Travel

Aku tidak tahu persis kapan awalnya aku mulai suka melakukan perjalanan, tapi yang aku ingat, sejak kecil, kami memang sering melakukan perjalanan. Walau kata ibuku, waktu aku masih batita, setiap kali perjalanan dilakukan dengan mobil, aku sering muntah karena mabuk dan menangis dalam perjalanan. Namun setelah itu kami sering pergi keluar kota, minimal 1 (satu) tahun sekali, bapak akan membawa kami pulang ke rumah nenekku di Jawa Timur dan hebatnya bapak selalu menyetir sendiri mobil kami.

Perjalanan masa kecil itu terus dilakukan sampai aku menikah, sebelum bapak meninggal 3 tahun setelah itu, tepatnya tahun 1996, kami masih pergi bersama-sama dengan mobil pribadi, maklum aku lima bersaudara, tentu biaya perjalanan, ongkos tiket akan lebih besar jika menggunakan angkutan lain seperti kereta api dan pesawat terbang, yang masih tergolong mewah saat itu. Dan beruntungnya aku, sejak kecil, aku biasa mendapat tugas untuk mencatat, mulai dari pembelian bensin, pengeluaran untuk kuliner, pembayaran hotel atau tempat menginap, sampai dengan jam perjalanan, kapan berangkat, kapan tiba, sampai sedetilnya. Dan setelah pulang ke rumah, bapak akan meminta aku untuk menjumlahkan pengeluaran selama dalam perjalanan.

Kegiatan masa kecil dalam perjalanan ini, membuat aku menjadi suka mencatat dan juga menikmati perjalanan. Yang selanjutnya kesukaanku melakukan perjalanan semakin tersalurkan saat aku bekerja di Badan Pusat Statistik, dimana aku dapat melakukan perjalanan beberapa kali dalam waktu setahun dalam waktu yang cukup lama.

suka packing – Perjalanan yang sering kulakukan saat aku bekerja disana, membuat aku menjadi orang yang tidak repot mempersiapkan barang atau pakaian untuk pergi, karena terbiasa, tidak perlu waktu yang lama atau bingung membawa baju apa. Selama dinas, ada dua jenis baju yang aku gunakan, sesuai dengan perintah perjalanan tersebut, apakah aku akan tugas untuk mengajar atau untuk tugas untuk turun ke lapangan, sama dengan pakaian, sepatu tentu juga menyesuaikan bahkan kadang perlu membawa sepatu ekstra karena turun ke lapangan, aku akan turun berjalan kaki dari rumah ke rumah penduduk, kadang harus berjalan berkilometer, menyeberangi sungai dengan kapal kecil seperti yang aku lakukan saat bertugas di Sungai Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat tahun 1992, atau berjalan diatas jalan berbatu saat bertugas ke sebuah desa di NTT, tahun 1994.

makan apa ajah – Pengalaman datang ke pelosok daerah, membuat aku terbiasa untuk mencoba semua masakan atau makanan yang disiapkan dan disajikan oleh penduduk. Tidak ada alasan untuk menolak karena dianggap tidak menghormati tuan rumah. Dan aku selalu berpikir, kalau mereka bisa memakannya, kenapa aku tidak. Urusan makan, tidak pernah menjadi masalah buat aku, asal bukan makan makanan yang ekstrim seperti sup kera atau B1 panggang.

mudah tidur – Dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya, waktu tidur adalah satu-satunya yang dapat digunakan untuk memulihkan tenaga. Saat rumah penduduk tidak bisa dicapai dengan kendaraan bermotor dan terpaksa perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki diatas jalan berbatu dan atau ditambah dengan berperahu, maka saat kembali ke kendaraan, aku akan langsung tertidur dengan mudah.

era kemudahan jaman ini – Menurut aku, beruntunglah rekan-rekan generasi sekarang karena mudahnya sarana transportasi dan informasi yang dapat diperoleh untuk menjelajah melanglangbuana kemana saja. Naik pesawat terbang bukan menjadi barang mewah. Informasi mengenai daerah dan tempat tertentu mudah dipelajari dari internet. Kawan mudah dicari melalui jejaring sosial media. Hmm seandainya aku lahir di masa ini, tentu sudah berapa benua ya akan aku lalui ? :-)

kemudahanku melakukan perjalanan, memang tidak terlepas dari kebiasaanku sehari-hari, yang bisa dibaca disini , mudah tidur, suka makan dan yang pasti suka jalan-jalan.

Tapi walau aku lahir di periode tahun 1960 an, aku juga bersyukur telah mendatangi hampir seluruh propinsi di Indonesia, tiga negara di luar negeri (ini bukan sebuah prestasi) dan sekarang perjalanan yang aku lakukan lebih pada perjalanan batin, perjalanan kemanusiaan untuk mengunjungi orang-orang yang memerlukan pertolongan dan bantuan. Itu juga sangat membahagiakan jiwa dan raga dan berarti buat sesama.