Resensi Buku : Sott’er Celo de Roma

Judul Buku : Sott’er Celo de Roma

Pengarang : Donna Widjajanto

Penerbit : Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)

Banyak Halaman : 225 halaman

Genre : Novel Remaja

Sott’er Celo de Roma adalah novel ringan yang manis, yang bermula dari pertemuan tak disengaja antara Zetta dan Rama, yang terpisah dari rombongan tur mereka. Walau diawali dengan pertemuan dari dua orang anak muda ini, kisah ini menjadi menarik bukan saja karena settingnya berada di Roma, namun juga banyak hal dapat digali dari adanya konflik yang terjadi terhadap tokoh dalam cerita ini.

Rama yang berkesan cuek dan Zetta yang manja, akhirnya dapat menjalin kedekatan satu sama lain, saat mereka berdua pergi menyusuri bagian kota Roma yang indah itu berdua saja


Rama mendongak, matanya bertemu pandang dengan mataku. Aku merasa darahku mengalir cepat di sekujur tubuhku, hangat …. (hal 77)

Walau Rama mengerti mengapa Zetta dan orangtuanya begitu bersikap overprotektif kepada Zetta, namun Rama mampu membukakan mata Zetta bahwa suatu saat kelak setiap anak harus mandiri dan bebas dari orang tuanya


“Pada awal kehidupan, orangtua tentu harus membesarkan anaknya,mengasuh, mengajari. Tapi pada titik tertentu, orangtua justru harus mengajari anaknya kehidupan dengan melepaskan…..” kata Rama (hal 96)

Selain dialog dan pergolakan batin antara Rama dan Zetta, Zetta dan mamanya, bu Sisil, juga antara bu Sisil dan bu Yasmine, tidak hanya membukakan mata pembaca, bagaimana bertindak sebagai seorang anak, seorang Ibu yang begitu melindungi anaknya dan juga bagaimana seorang teman seperti bu Yasmine memahami kekuatiran dan perasaan dari sahabatnya di tengah liburan yang mestinya bisa mereka nikmati.

Pembaca juga diajak menikmati keindahan kota Roma, selain dari kisah shopping kelompok kaum perempuan yang gemar belanja ini di Pusat perbelanjaan seperti Piazza della Rotanda,Via Condotti, Piazza di Spagna, Costume National, Montevarchi dan Valdarno

Keanggunan Roma justru semakin dapat dinikmati dari kisah perjalanan Rama dan Zetta yang memisahkan diri dari rombongan tur tersebut. Mulai dari Pantheon, Colosseum, Forum Romanum, Museum Capitolini, Fontana di Trevi dan menikmati toko es krim “Gelateria” dalam perjalanan mereka bermodalkan peta menuju ke Piazza Navona.

Perjalanan mereka semakin ‘kaya’ dengan bertemunya mereka dengan dua dokter muda, Arya dan Andi, yang telah menjelajah beberapa kota di Eropa, dan bersama mereka mengunjungi Piazza Venezia.

Buku bergenre Novel Remaja ini juga apik bagi kaum orang tua untuk lebih memahami apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh anak-anak mereka, tetap menjaga anak-anak tanpa mengekang kebebasan dan kemandirian mereka.

Bagaimana kelanjutan hubungan Rama dan Zetta setelah perjalanan tur ini berakhir, baca kisahnya di novel Sott’er Celo de Roma yang terbungkus apik dan manis oleh penulisnya, Donna Widjajanto.

Selamat Membaca !!


4 thoughts on “Resensi Buku : Sott’er Celo de Roma

  1. wah, jadi penasaran nih sama bukunyah. seharian banyak nemu resensi di blog para emak. jadi ngrasa jarang baca buku, hihih

    salam hangat dari bandung, mak, ^_^

  2. terimakasih dah mampir mak Damai, salam kenal juga.

    kalau suka jalan2, pasti suka buku ini, di Gunung Agung BSD Serpong saja tinggal 4 buku hari Sabtu yang lalu :-)

  3. Pingback: Jumpa Pengarang Sott’er Celo de Roma di Gandys : Honey Bee

  4. Pingback: Membuat Resensi dan Mengirimnya ke Media Koran Jakarta : Honey Bee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *