Workshop “Natural Tie Dye” di Serba Rupa BSD

Hari Minggu, 5 Februari 2017, aku kembali belajar di Serba Rupa, yang bertempat di Jalan Kalimantan, Nusa Loka, Bumi Serpong Damai. Kali ini tema workshopnya tentang Zat Pewarna Alami (ZPA) atau yang lebih dikenal dengan istilah Natural Tie Dye.

20170205_121837

Karya Kain Batik dengan ZPA

Workshop yang dimulai jam 10 ini, langsung dipandu oleh Mas Jali dan Mbak Tata, yang diawali dengan sharing mengenai Sejarah Pewarna Tekstil, Apa itu ZPA dan Teknik Pembuatan ZPA serta Alat dan Bahan yang digunakan. Tak terasa workshop “sersan” telah berlangsung hampir 2 jam, sambil menikmati roti manis dan secangkir teh kami beristirahat sejenak. Kali ini teman workshopku adalah Bu Deetje.

20170205_113017

Mbak Tata

Lalu, apa alasan aku ikut workshop ini ? Pertama, setelah hampir 3 (tiga) bulan bergelut dengan kain-kain shibori yang menggunakan pewarna sintetis, aku mulai memikirkan dampaknya untuk lingkungan dimana aku tinggal karena pembuangannya hanya pembuangan standar limbah perumahan, walau masih produksi skala kecil tapi jika terus menerus tentu akan memberi dampak pastinya. Kedua, bahan dasar pembuatan ZPA mudah diperoleh dan ada di sekitar kita.

ZPA memang lebih aman digunakan, namun kekurangannya adalah warna yang dihasilkan tidak se-jreng warna dari pewarna sintetis. Warnanya bisa tebal tapi tetap bernada warna tanah.

nat1

Keseruan di Workshop, foto dari Serba Rupa

Setelah istirahat sejenak, mulailah kami praktek membuat palet warna. Bahan dasar yang kami gunakan adalah daun mangga (untuk warna kuning), secang (untuk warna merah) dan indigo (untuk warna biru), dengan larutan fiksasi menggunakan kapur tohor, tawas atau tunjung.

20170205_122401

Jelawe, dengan motif bunga hasil pewarnaannya

20170205_122308

Secang, dengan kain hasil pewarnaannya

20170205_122137

Kulit batang Mahoni, di atas kain hasil pewarnaan dengan ZPA daun mangga

20170205_121904

Bahan untuk fiksasi : kapur tohor, tawas dan tunjung

Diringi dengan hujan angin yang turun, kami lakukan proses yang berulang-ulang dengan mencelup dalam pewarna, tiriskan, celup dalam fiksasi, untuk dapat menghasilkan bahan kain (yang sebelumnya sudah di mordant) menjadi bewarna lebih gelap.

Selesai membuat palet warna dengan 3 kombinasi bahan itu, kami belajar mencelup bahan yang telah diproses batik dengan menggunakan lilin (malam), setelah warna yang kami inginkan kami dapat, kami melakukan proses lorod malam dari kain tersebut.

20170205_160426

“Melorod” lilin (malam)

20170205_160719

Hasil karya Workshop

Karya batik sebelah kiri, hasil pewarnaan dengan ZPA Indigo dan Daun Mangga dengan fiksasi kapur tohor, sedang sebelah kanan dengan ZPA Secang dengan fiksasi tawas. Love it !!

Waw benar pengalaman hari ini, seru, dengan menggunakan bahan alam yang ada di sekitar kita (daun-daun, dahan pohon, air teh atau air kopi) kita bisa menghasilkan karya yang ramah lingkungan. Tentu dengan tidak melupakan untuk melestarikannya, dengan menanam kembali, memakai bahan alam tentu boleh, tapi jangan rakus dengan menghabiskan sendiri, kita tanam lagi supaya bisa dinikmati anak cucu :-)

Thank you buat Mas Jali dan Mbak Tata

Berminat untuk ikut workshop ini ? untuk jadwal dan keikutsertaan, bisa langsung hubungi ke Serba Rupa di nomer 021-538-3404, tak akan menyesal lho bertemu dengan nara sumber yang ramah dan mau sharing apa saja tentang ZPA 😉


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *