Satu Tim, Satu Pikiran

Idealnya, seyogyanya, seharusnya…..sebuah tim ya seperti ini, tim merupakan kumpulan dari banyak orang (banyak tangan, banyak anggota tubuh), namun mempunyai satu pikiran, layaknya TUBUH.
 
Seluruh anggota tubuh dikendalikan oleh satu pikiran, menuju pada satu tujuan. Anggota tubuh tidak bergerak sendiri-sendiri. Bayangkan apa jadinya dengan anggota tubuh yang bergerak bersama, pada saat yang sama, tapi menuju ke tempat tujuan yang berbeda, atau bahkan tak tahu akan menuju kemana?
 
Inikah yang namanya sebuah tim mengalami “PERUBAHAN” ? 
Perubahan dengan bergerak bersama menuju satu arah tujuan, demikian sejatinya perubahan yang memberi manfaat pada organisasi dan anggotanya
 
“Change is worthless if it’s going in the wrong direction or may be there is no direction”
 
mind
#selfreminder thank you for the pict..

Rindu Itu Abstrak

Berbeda pendapat, berdebat denganmu saja selalu kurindukan

“Rindu itu kata benda,” begitu katamu waktu itu.
“Bukan, rindu itu kata sifat,” sahutku.
“Bagaimana bisa?” tanyamu tak mau berhenti
“Kata dirindukan, nah itu kan kata sifat,” jawabku lagi.
“Nah kalau begitu, bisa juga jadi kata kerja dong,” katamu sambil menutup mata, seolah ikut memikirkan kata itu.
“Hm kok bisa? tadi katamu kata benda, kekeuh..,.”balasku tak mengerti.
“Nah iya, kan tadi ada kata dirindukan, berarti ada kata berawalan me-, merindukan, ya kan?” kamu membuka mata dan duduk di sebelahku dengan cepat, melihat ke arahku.
Aku terkejut. Tentu. “Apa?” tanyaku tanpa suara.
“Kita masih mau berdebat, meributkan jenis kata ini?” tanyamu sambil tertawa. Tawa yang khas.

 

rind
Rindu, apa pun itu, kata benda, kata sifat, kata kerja, kata keterangan, buatku tetap sesuatu yang abstrak, yang tak dapat kugenggam dalam hatiku. Rindu itu menguap, mengembang dan mengempis dalam ruang hati. Rindu itu tetap ada, di sini, menunggumu, yang selalu sibuk ke sana kemari. Menunggu untuk sekedar duduk bercerita, seperti dulu. Rindu yang adalah salahku sendiri karena hanya aku yang tahu. Rindu yang mungkin tak pernah kau mengerti kan? Rindu itu membuatku miris tanpa bisa menangis

 


Launching Buku Dan HUT P2M ke-1

Puji Tuhan, akhirnya hari yang dinantikan pun tibalah, walau di tengah kesibukan di hari Sabtu ini, akhirnya, 24 Agustus 2019, aku bisa menyempatkan hadir di Gedung Perpustakaan Nasional untuk bersama-sama teman-teman penulis di Komunitas Perempuan-perempuan Menulis (P2M) merayakan hari ulang tahunnya yang pertama.

Bertempat di Lantai 4 Gedung ini,  acara yang sudah dimulai sejak pukul 10.00 ini diisi dengan kehadiran banyak penampilan, baik pembacaan puisi dan musik, atau juga dengan talkshow di penghujung acara oleh para pengisi acara.

Dalam kesempatan ini, P2M melaunch sebanyak 16 buku antologi dan 4 buku novel, yang berproses dari tahun lalu hingga kemarin. Ada lima buku antologiku di antaranya, yaitu Lagu Tentang Kisahku, Cerita dari Penjuru Negeri, A Choice, Fabel Dalam Cerita dan Fiksi Mini Bus and Love. Wah gembira rasanya hatiku kemarin, bisa terbit sebanyak itu, walau hanya sebuah buku antologi. Rasanya berbeda, Tetap terasa luar biasa, bisa berada bersama penulis hebat yang sudah menerbitkan puluhan bahkan ratusan buku.

Selamat kepada Mbak Melly Wati yang telah menjadi founder P2M, mentor yang “galak”, tegas dan baik hati agar kita selalu berkarya serius walau tetap santai dengan segala candaan.

Luar biasa. Puji Tuhan.

h9h8 h7h6h5 h4 h3 h2 h1Mari Perempuan-perempuan Menulis, terus berkarya melalui tulisan kita karena pemilik dunia adalah orang-orang yang membaca (tulisan) kita.