Kopi Juli (Tanggal) Satu

kopikok

Sudah bulan Juli tanggal satu,
Masih berada di situ
Menanti kamu,
Lupa rasa merindu
Semua rasa berpadu,
Sakit bak ditusuk sembilu

Pandemi bikin galau
Jangan sampai jadi dungu
apalagi berubah jadi kutu

Yuk minum kopi dulu
Mengenang yang pernah lalu
Sambil baca chat-mu
Yang tetap seperti dulu
Selalu ngangeni dan lucu…
😀

 


Buku Antologi : Kapan ke Yogya Lagi?

Yogyakarta? Menulis tentang Yogyakarta? Wah aku langsung menyetujui ketika Mbak Mutiara Hidayati melontarkan ide itu di Komunitas Menulis dengan Hati. Siapa yang menolak. Yogya selalu ngangeni. Selalu ada cerita tentang Yogya. Apa aja? Banyaaaak. Apa karena aku orang Yogya? Hehe…. hawa Yogya selalu memanggil-manggil. Makanannya, suasananya, orang-orangnya, becaknya, pasarnya, batiknya, kue-kuenya dan angkringannya, juga tempat wisatanya….hiks kangen banget sama Yogya.

Menurut Mbak Mutiara, Yogyakarta memiliki 16 julukan, antara lain disebut Kota Pelajar dan Kota Sepeda. Siapapun yang pernah berkunjung, pasti berharap suatu hari akan kembali. Yogya selalu punya kisah untuk diceritakan karena Yogya memang istimewa.

Nah buat kamu kamu yang kangen Yogya, seperti saya, dan juga punya berjuta kenangan di sana, mari baca 14 kisah para penulis dalam Buku Antologi “Kapan ke Yogya Lagi?”

Buku setebal 175 halaman, dengan ukuran 14×21 cm ini merupakan Kumpulan Cerpen atau Kisah dari 14 penulis, yang diterbitkan oleh Goresan Pena, beralamat di Kuningan, Jawa Barat. Disain sampul kerennya dibuat oleh Mutua Tsany Faisa.

IMG_20200701_093313_451

Berminat membaca kisah kami dalam buku ini? Bisa hubungi aku atau ke Tiara Book Store ya. Selamat melepaskan rindu pada Yogyakarta.