Hari Blogger Nasional 2020, Menulis dengan Nurani

27.10.2020 adalah Hari Blogger Nasional, karena itu kuucapkan selamat pada semua blogger Indonesia. Blog adalah media menulis yang paling jitu untuk berkomunikasi dengan banyak pihak dan lapisan.

blogging-2

Kegiatan menulisku berkembang semenjak aku memiliki blog. Masa anak-anak sampai remaja, hampir tak terdokumentasi dengan baik, hanya ada buku harian.
Mulai serius menulis tahun 2012.
  • Dari 2012-2019 terbit 17 buku antologi dan 8 buku solo.
  • Di 2020 terbit (dan akan terbit) 31 buku antologi dan 1 buku solo.

Ini semua tidak akan terjadi kalau menulis tidak diasah dari kegiatan tertib ngeblog sejak 2009.

Terima kasihku pada Imelda Coutrier yang telah membuat aku mempunyai blog www.laraswati.com, sejak aku jatuh cinta pada blog T.E nya.Terima kasih pada mak pon
Mira Sahid dan semua blogger di KEB. Juga pada pakde Abdul Cholik

yang sudah mengadakan lomba pada tahun 2012 dan pecah telur menjadi buku antologi pertama dengan para blogger.

Buat semua blogger, tetap menulis, tetap ngeblog, dan selalu ingat tujuan semula adalah untuk berbagi ?   Menulis dengan tetap menggunakan hati nurani….

Now, About Balance

Quote of the day dari Mbak Indy Hardono :

To balance is to grow. Balance is about being aware of what we think, do, say and feel. Without it, we can’t grow

Balance (means laras-selaras) is my middle name. Ga mudah memang tapi memang itu yang menjadi doa Bapak Ibu, saat memberikan nama itu padaku.

work-life-balance

Aku sendiri kerap overthinking (mikir berlebihan) karena menjaga perasaan orang. Tapi supaya bisa tumbuh terus, seperti kata mbak Indy, kita memang mesti seimbang dan menjaga keseimbangan itu, agar bahagia lahir batin, kedalam keluar, ke atas ke bawah dan ke samping. Aamiin…Amin…


Mensyukuri HUT Pernikahan ke-25

28.10.1995 – 28.10.2020
 
Peringatan ulang tahun pernikahan ke-25 disyukuri dalam hati saja, dalam doa pada Yang Empunya kehidupan, Tuhan Yesus, Allah yang maha baik. Pernikahan itu antara dua orang kan ya? Kalau yang satu ga ingat, yang satu mengingatkan. Kalau terus menerus ga ingat, ya dingatkan terus 😀 sudahlah ga apa, kalau pun tidak diingat apalagi diperingati. Disyukuri saja bahwa Tuhan sudah begitu baik memelihara bahtera ini, bersama tiga orang anak yang diberkati Tuhan.
25
Semoga ini bukan hanya soal angka “25”  yang kata orang, pernikahan perak atau silver wedding anniversary. Mengapa disebut perak? Yang terpenting, semoga kami berdua bisa saling melengkapi dan membahagiakan lahir batin, mengantar anak-anak menuju kedewasaan dan menjadi manusia mandiri.
hwa_25th
 Pada HUT Pernikahan ke-25 ini, izinkan aku menghaturkan terima kasih pada mereka (baik yang masih ada dan tiada), yang telah memberi kekuatan lahir batin pada Bapak Ibu dan kami sekeluarga, mulai dari lamaran, tunangan, mangain, siraman, midodareni, pemberkatan, ulaon adat Batak, panggih adat Jawa dan resepsi.
 
Semoga kami dapat menjadi berkat dan diberkati, di tengah gelombang kehidupan yang kami jalani.
 
Terima kasih pada Bapak Ibu (alm), Bapak Mama Op Tunggul Manihuruk (alm), Amang Inang Op Luhut, Ap Op Justin, Bu Puh Wik, Bu Abadi, Pak De Pardi (alm), Bu De Pak De Bambang Poer (alm) dan banyak lagi.
 
Foto ini hanya sebagian kecil dari mereka yang rela berhari-hari berada di kediaman kami, jauh dari Malang dan Surabaya.
 
Matur sembah nuwun…. Nyuwun pangestunipun… Mauliate godang
 
Foto : Acara Panggih di rumah, Perumahan Sek Neg Cidodol