Kala Buntu dalam Menulis

Setiap penulis pasti pernah mengalami mentok atau buntu saat melakukan penulisan. Baik tulisan pendek maupun tulisan panjang. Penulis, seperti aku juga kerap menyepelekan hal ini. Padahal kebuntuan ini bisa mendadak datangnya. Namanya juga buntu, mentok atau mandek. Mana ada buntu yang direncanakan. Walau sudah sering mengalami, tapi hal yang sama selalu diulang kembali. Terutama untuk tulisan-tulisan pendek. Tulisan dalam antologi yang biasanya meminta tulisan sepanjang empat sampai dengan lima halaman.

2020-04-26 22.53.53

Apa yang mesti dilakukan saat mengalami kebuntuan ini, ini beberapa tips ala aku ya :

  • Mengendapkan dulu, jangan paksakan untuk berada terus di depan laptop. Kalau perlu matikan dulu laptop. Segarkan pikiran, lemaskan tubuh, bisa dengan menonton acara di televisi, mendengarkan lagi, menenangkan pikiran, membaca buku atau mungkin tidur. Asal jangan kebablasan tidurnya
  • Pindah lokasi kerja. Ini kerap berhasil. Misal biasa bekerja di kamar. Cobalah mencari suasana dengan bekerja di ruang tamu atau ruang makan atau ruang terbuka yang lain. Beberapa orang malah bisa bekerja di keramaian, misal di cafe atau kedai kopi. Kalau aku pribadi, aku tidak bisa bekerja di keramaian saat menulis. Aku bisa menulis di alam terbuka. Kebetulan aku biasa bekerja di meja makan. Ruang makanku semi outdoor. Di depan ruang makan, ada kolam ikan koi, jadi aku bisa bekerja dengan udara yang mengalir, memandang tanaman hijau dan suara gemericik air. Kalau beruntung, di malam hari, aku bisa ditemani suara jangkrik atau suara kodok.
  • Menyusun outline ulang. Ini jarang terjadi padaku. Tapi kalau pun terjadi pada teman-teman. Ini mungkin bisa mengurai kebuntuan. Mungkin urutannya perlu diubah supaya cerita bisa mengalir

Nah tips di atas adalah sedikit tips ala aku. Namun sebaiknya sebelum terjadi kebuntuan, banyaklah mencari informasi mengenai tema yang akan ditulis. Tapi ini kan tidak bisa dilakukan kalau sudah menjelang deadline. Boro-boro mau cari informasi, waktunya sudah ga ngejar. Oleh sebab itu, lakukan jauh hari ya. Jangan mepet deadline, seberapa pun canggihnya kita sebagai penulis. Karena buntu itu datangnya tiba-tiba, seperti serangan jantung. Nge-block pikiran, sehingga kerap istilahnya menjadi writer’s block.

Menulis atau mengedit tulisan sendiri (Self Editing) juga bisa mengalami hal seperti ini. Self Editing tentu dilakukan sebelum kita mengirimkan tulisan baik pada editor atau pun pada Penanggung Jawab (PJ) Buku. Jadi, coba lakukan beberapa tips di atas, endapkan dan cari informasi, pindah lokasi kerja atau re-outline.

Salam literasi, Semangat berbagi

 


Buku Kumpulan Kisah : Unforgettable Birth Moment – Buku ini untuk kalian….

Kehadiran buah hati sebagai bukti cinta kasih suami istri, selalu dinantikan. Bukan hanya oleh pasangan yang baru menikah tapi juga pasangan yang berencana menambah momongan. Namun, tidak semua pasangan diberi waktu yang sama untuk menimbang sang buah hati. Ada berbagai perjuangan sebagai penantian dan bahkan kehilangan yang harus dilalui setiap pasangan.

Suka duka penantian kehadiran buah hati ini tertuang dalam buku setebal 206 halaman ini. Buku berjudul Unforgettable Birth Moment ini, merupakan buah karya 20 penulis perempuan, yang bercerita mengenai kisah itu.

Proses penulisan yang penuh dinamika, mungkin juga mengaduk emosi para penulisnya. Seperti aku sendiri, bagaimana kisahku selama hamil dan proses persalinan ketiga orang anakku yang semua unik dan berbeda. Sebenarnya ada satu kisah lagi, kuretasi yang aku alami (di antara kakak pertama dan kakak kedua). Tidak dapat kuceritakan karena keterbatasan halaman. Tapi sama dengan rasa kehadiran dan rasa kehilangan itu, tak pernah akan hilang dari ingatan.

birthmom

Siapa yang tidak tergugah dengan ajakan menyentuh ini? Gambar tangan mungil sang bayi pasti sangat rindukan kaum perempuan. Baik yang sedang menanti momongan atau rindu pada masa kecil anak-anak, seperti aku. Sesuatu yang tak bisa diulang lagi tapi bisa dikenang bukan?

Buku ini berisi 20 tulisan, dengan judul

  1. Kembar yang Terpisah (Nuy La Nuna)
  2. Premature Baby (Siska El-Juni)
  3. Dalam Kenangan (D’End P)
  4. Anugerah Terindah (de Laras)
  5. My Precious Moment (Vivi Dinatya)
  6. Benvenuto Amore – Selamat Datang Cinta (Lanyarsya)
  7. Kau yang Kutunggu (Al-Banna Rumaisha)
  8. Intan Prameswari (Aisyah Azumi)
  9. Aku adalah Ibu, tanpa Kata tapi (Evi Novita Sari)
  10. Matahariku, San (Rani Iriani Safari)
  11. Melahirkan Harapan (Dikaru_Ray)
  12. Love of My Heart (Retnaning Safitri)
  13. Unforgettable Moment (Joyce Imelda)
  14. Takut Inferlity karena Platina (Melati)
  15. Sulung hingga bungsuku (Puan Harahap)
  16. Permata Hati (Marliza)
  17. Anakku Tersayang (Fety Adst)
  18. Kala Harus Tangguh dan Mandiri (Laily Ummi Hasan)
  19. Melahirkan Kalian adalah Keajaiban-Nya (Kartika Dewi)
  20. Anak Angkat Pembawa Birth Moment-ku (Siti Mujiati)

Setelah naskah terkumpul, dinamika tetap berlanjut pada pemilihan judul buku dan cover buku. Akhirnya terpilihlah dan tercetak dengan cantik, yang dikemas dengan apik sehingga aman tiba di rumah, maklum musim hujan kan?

WhatsApp Image 2020-11-01 at 16.08.19

Unforgettable Birth Moment

  • Penulis   : Nuy La Nuna, dkk
  • Penerbit : Makmood Publishing, Tangerang, Banten
  • Cetakan : ke-1 September 2020
  • Dimensi : 14 x 20 cm, 206 halaman
  • Penyunting : Renitasari Oktaviastuti
  • Penata Letak : Finny Anita
  • Desain Sampul : Hikmah Romalina

Blurb

Setiap pasangan yang menikah tentunya mengharapkan buah hati sebagai tanda cinta. Bukan perjuangan yang mudah untuk meraihnya. Suka-duka, tangis-bahagia adalah bagian dari perjuangan saat menantinya.

Buku antologi ini berisi kisah 20 penulis, bagaimana perjuangan seorang penulis dalam melahirkan buah hati yang dinantinya. Keharuan, kebahagiaan, kesedihan bahkan kelucuan tertuang dalam buku ini. Adakah perjuangan mereka berakhir dengan senyum bahagia? Ataukah justru menjadi tangis kesedihan? Segera dapatkan jawabannya pada buku Unforgettable Birth Moment ini.

Testimoni:

Buku antologi ini adalah bisikan dari hati ke hati para ibu yang layak untuk dibaca, tidak hanya oleh para ibu tapi juga para bapak dan putra putri nya. Buku ini mengajarkan kita untuk lebih memahami dunia wanita. Betapa sebuah proses kehamilan yang memicu seluruh tubuh untuk menyesuaikan diri melalui perubahan hormonal luar biasa, yang menyebabkan organ tubuh Ibu harus bekerja ekstra untuk menumbuhkan dengan sempurna dan menjaga janin. Berbagai adaptasi tubuh selama fase kehamilan dan diakhiri dengan proses persalinan yang luar biasa berat terutama bila disertai dengan penyulit kehamilan sehingga berbagai tindakan medis yang harus dilakukan, menjadikan persalinan itu sebuah peristiwa di ambang hidup dan mati.

Buku ini enak dibaca dan perlu meminjam istilah sebuah media terkenal, karena buku ini membuka wacana kita semua, Bapak Ibu dan anak-anak untuk dapat lebih menghargai para wanita khususnya para ibu.
Selamat membaca!

Bandung Agustus 2020, dr. Reny Hasanah (Ninit)
Domisili Bandung, dokter-penyair

Buku yang cantik dan keren, pas sebagai hadiah buat buah hati, ya buat kalian, anak-anakku, buah hatiku, anugerah terindah dari Tuhan.

WhatsApp Image 2020-11-03 at 11.39.05

Oh ya, jika berminat, bisa menghubungi aku atau langsung ke PJ di atas ya. Harga jual buku ini Rp 68.500,- pas sebagai hadiah untuk para Ibu dan Calon Ibu.

Salam literasi….