About D Laraswati H

Writer as "de Laras"

Karena Kita Pancasila

Karena Kita Pancasila

Karena Pancasila lahir kembali, dari perenungan dan perdebatan panjang para Bapak Bangsa.

Lalu menjadi pemersatu bagi Bangsa yang raya dan kaya.

Ideologi sakti yang menggerakkan semangat Bhinneka, berbeda-beda, beragam wacana,
tapi beraksi dan berkolaborasi untuk tetap satu selamanya.

Berkat bagi Bangsa yang bangga : Kita Pancasila

panc

Lahirnya Pancasila, Dasar Negara Republik Indonesia, diperingati pada tanggal 1 Juni setiap tahunnya. Bagaimana ya sebenarnya kita menghayati Pancasila sebagai sebuah dasar Negara, pandangan dan falsafah hidup Bangsa? Pancasila sudah aku kenal sejak berada di sekolah dasar. Aku pribadi meyakini betul bahwa Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Angkat topi dan salut pada para pemimpin bangsa di kala itu, yang bisa merumuskan Pancasila sebagai dasar kehidupan bangsa ini. Diawali dengan sila pertama KeTuhanan yang Maha Esa. Mau berasal dari suku bangsa, ras dan golongan mana pun, kita semua harus ber Tuhan. Tuhan yang satu. Seseorang hidup bukan dari ajaran agamanya tapi dari Tuhan, yang menjadi junjungannya bukan.

Peringatan Hari Lahirnya Pancasila tahun 2020 ini ada dalam masa pandemi Covid 19, tidak ada upacara seperti tahun-tahun lalu. Tidak ada peringatan apa-apa seheboh tahun lalu. Tidak banyak orang yang mengganti Profile Picture nya dengan slogan Pancasila. Semoga pandemi ini tidak mengurangi kobaran jiwa Pancasila dalam diri kita ya. Mari kita kembali menghayati Pancasila dan memperkenalkannya kembali pada anggota keluarga, sebagai kelompok masyarakat terkecil. Caranya? dengan kembali menghayati sila-sila dalam Pancasila. Semangat KeTuhanan, semangat kemanusiaan, semangat persatuan, semangat kerakyatan dan semangat keadilan, yang sesuai dengan masyarakat Indonesia yang majemuk ini.

#KitaPancasila
#HariLahirPancasila
#INITARKIPancasila
#IniSaatnyaBeraksi
#INITARKIbersatu
#INITARKITumbuhBersama
#BhinnekaTunggalIka


#KamiPatuh

Hashtag di atas memang paling pas buat aku, yang memang pekerja. Kami patuh, terutamanya pada Pemerintah. Apalagi kalau sudah ada embel-embel “ini penugasan”. Duh.

Singkat cerita, besok, aku akan memasuki masa transisi menuju new normal life. Setelah 70 sekian hari dalam kondisi upnormal. Harus bersiap. Suka ga suka. Meninggalkan semua ke-upnormal-an yang telah coba dinikmati itu.

kb

Salah satunya dengan menikmati kegiatan positif untuk keseimbangan jiwa raga, dengan berkebun ala-ala aku. Berkebun yang murah meriah, dengan tanaman yang ada, yang sudah penuh dan terlalu banyak rumpi dengan teman2nya, dipisah2 ke pot baru supaya lebih subur. Ada sempat beli tanaman yang agak mahal, menurut aku, karena suka sama warna bunganya yang merah mengkilap. Ada juga diberi sama ibu sepuh di ujung jalan karena aku kerajinan jalan pagi dan ngintip2 tanamannya (hari ini diberi lagi lho satu pot).

Semua keasikan ini harus ditinggalkan, karena akan kembali bersiap, jalan pagi (lebih pagi seperti biasa) dan berangkat kerja. Kami patuh, semoga kegiatan positif lain selama masa upnormal, dapat diselip di antara waktu kerja new normal.

Dan…mari kita nikmati hasil kebun ini nanti sepulang kerja yang sesungguhnya di minggu new normal. Salam sehat. Semoga sehat dalam bekerja dengan mematuhi protokol kesehatan. Tetap (berusaha) bahagia