About D Laraswati H

I am a mother of 3 children, wife, government officer, travel writer and of course a blogger.

Menulis Adalah Menciptakan Perubahan

Ali bin Abi Thalib menulis. Bung Karno menulis. Kartini menulis. Habibie menulis. Andi F. Noya menulis. Dan kini, Anda pun menulis. Kami tidak tahu dengan pasti apa hubungan di antara fakta-fakta tersebut. Yang jelas, hampir semua tokoh-tokoh besar, mereka menulis (meski menjadi penulis bukanlah pekerjaan mereka).

Maka, ketika dalam beberapa waktu ke depan, Anda kemudian bertransformasi menjadi tokoh besar yang mampu membawa perubahan positif untuk orang-orang di sekitar, sejujurnya, kami tidak heran. Mengapa? Karena Anda menulis. Seperti Ali bin Abi Thalib, Bung Karno, Kartini, Habibie dan Andi F. Noya.

(sebuku.net)

writ

Kalau ada yang bertanya, sejak kapan aku suka menulis, sebenarnya bisa dikatakan sejak aku di sekolah dasar. Tanpa dorongan dari siapapun tapi memang masa kecil itu, kami berlima suka membaca, atau setidaknya ayah selalu mengajak kami berbelanja buku. Dan masa itu, buku yang kami baca bukanlah buku komik tapi buku cerita seperti buku-buku dari Lima Sekawan atau Sapta Siaga dan terbitan Gramedia yang lain (pilihan buku belum sebanyak sekarang).

Dalam postingan dua tahun lalu, aku juga pernah memposting Mendorong Anak Untuk Menulis, mendorong bukan memaksa ya, yang bisa dimulai sejak dini, menulis dalam kalimat-kalimat pendek tentang apa saja. Dan postingan Tak Ada Kata Terlambat, yang menceritakan asal mula aku membuat blog dan mulai menulis buku.

Lalu, terkait dengan judul di atas, yang merupakan penggalan quote dari  Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku,

“Membaca adalah melawan. Menulis adalah menciptakan perubahan.”

maksudnya adalah bahwa jika kita menulis, maka kita menuangkan sesuatu ide atau gagasan untuk sebuah perubahan, Perubahan adalah sesuatu yang terjadi dari kondisi sebelum dan sesudah melakukan suatu kegiatan. Jika tetap sama, maka itu berarti tidak berubah. Nah apa kaitannya menulis adalah menciptakan perubahan ? karena dengan menulis, kita akan “dipaksa” menceritakan mengenai keadaan sebelum dan sesudah. Dengan menulis, kita bisa mengubah pola pikir orang, tingkah laku dan kebiasaan orang, untuk menjadi lebih baik.

Yuk mari menulis, mulai dari sekarang, karena apa yang kita tulis adalah sebuah keabadian.

 


Paket Kopi

Selamat pagi….
– Selamat pagi juga…

Paket kopinya sudah diterima
– Paket kopi ?

Iya, paket yang dikirim kemarin. Kamu kirim paket kan?
– Iya, kirim paket

Nah lalu, kok bertanya…
– Kamu yakin itu kopi ?

Bungkusnya sih kopi, belum aku buka. Aromanya juga kopi. Memang kamu kirim apa ?
– Racun…

Racun… ? Racun apa ?
– Racun rindu mengandung aku

😀 yuk diseruput dulu kopinya…kamu kebanyakan ngopi ya 😀

?????????????

#tentangkopi
#delarasngopi
#halusinasikopi

(BSD, 7 Mar 2019, mendung, 08.45WIB)


Senja Lembayung Jingga

Senja adalah penanda

Senja adalah perenungan

Senja adalah sela

Siang berakhir

Malam menjelang

Di antara itu ada senja

Ada doa dalam setiap senja

Sujud syukur untuk gerak raga hari itu

Senja akhiri hiruk pikuk

Senja sambut sunyi malam

Bukan mentari yang pergi

Namun bumi rindu malam

Nikmati indahnya taburan bintang

Di keheningan malam

senja

Jangan kau tanya sejak kapan aku mencintai senja, senja atau jingga yang membuatku makin mencintai semesta ini, semuanya menjadi sujud syukurku pada KAU, Tuhan Allah, pencipta alam semensta ini.

(Foto : dari teman, yang telah berbagi menikmati makna senja, 18.00 WITA, 28 Februari 2019)