About D Laraswati H

I am a mother of 3 children, wife, government officer, travel writer and of course a blogger.

Hujan di G17

Hujan membuat kami tinggal lebih lama. Tapi hujan yang berhenti membuat kami enggan pulang. Jangan salahkan hujan. Karena hujan yang datang, membuat kami memahami lagi banyak hal. Kali ini tentang kedatangan Jepang ke Indonesia. Saat itu usia Bapak (Prof Bambang Hidayat) baru 8 tahun. Setiap hari menyanyikan lagu berbahasa Jepang.IMG-20200217-WA0017Diiring rintik hujan yang makin deras, kami mendengarkan lagu-lagu perjuangan di masa penjajahan Jepang melalui CD player. Di antara lagu-lagu tersebut terdengar juga pesan-pesan perjuangan, yang disuarakan Bapak.

IMG-20200217-WA0016

IMG-20200217-WA0015IMG-20200217-WA0009Beliau masih hafal lagu-lagu tersebut lho. Perhatikan ekspresi kami mendengar cerita beliau. Aku terutamanya, yang cepat sedih dan gembira terbawa suasana (- sensi atau baper ya? Semoga masih dalam batas wajar ?)

IMG-20200217-WA0014Sebelum pulang, kami berfoto di ruang kerja beliau. Buku dan buku serta banyak kertas kerja. Luar biasa.

Sabtu, Dago Giri, 15 Februari 2020, Sowan Bapak

 


Quote Challenge : Cinta Pertama

Ikut quote challenge sambil mengingat-ingat memang kapan ya cinta pertamaku?

Pernah waktu di SD kelas tiga, tiba-tiba ada yang meluk, eh sewot dong aku (malu sih tepatnya) lalu katanya, “maaf ga sengaja, kedorong teman” ih bisa aja, di situ sepi ya, tapi ya aku diem aja lah. Aku kan pendiam dan pemalu, eaa…..tapi dia bukan cinta pertamaku.

quote 1

20200212_092941quote 2

20200212_112542

Selamat mengenang cinta pertama ya, semoga kenangan indah adanya atau hanya sebuah cinta monyet belaka. Cinta memang selalu memberi semangat walau kadang membuat kita menangis dan sakit.

 

 

 

 

 


#quotechallenge #cintapertama
#menulisdenganhati


Donor Darah Perdana di Hari Kanker Sedunia

Hari ini tepat pada tanggal 4 Februari 2020 dilaksanakan Aksi Donor Darah. Aksi ini merupakan kerjasama rutin yang diadakan oleh Korpri Unit BPPT, Dharma Wanita Persatuan BPPT dan PMI Tangerang Selatan.

Selain itu, pada hari ini, setiap tahunnya, dicanangkan sebagai Hari Kanker Sedunia. Momen ini digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker, yang merupakan pembunuh nomor dua di dunia.

Pada peringatannya kali ini, Hari Kanker Sedunia mengambil tema “I Am and I Will”. Tema ini berartikan bahwa sekecil apa pun hal yang dilakukan, setiap orang punya kapasitas dan peran untuk mencegah kanker.

Lalu apa kaitannya kegiatan Aksi Donor Darah pagi ini dengan Hari Kanker? Ternyata dari sekian banyak manfaat donor darah, salah satunya adalah menurunkan resiko terkena kanker. Jadi, mari kita  mulai peduli akan kanker dan meningkatkan kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat setiap harinya! ?

donorDari informasi di atas, yang diumumkan beberapa hari di WAG, aku tergerak ingin ikut ambil bagian dalam aksi ini. Ntah rasa keberanian ini muncul dari mana. Sebenarnya beberapa minggu sebelumnya juga ada kegiatan ini di GKI Serpong, tapi karena suatu dan lain hal, aku dan suami batal ambil bagian.

Tahap pertama, mengikuti aksi ini adalah datang ke lokasi. Ya iyalah kalau ga di sana, di mana lagi. Oh ya, selain di tempat penyelenggaraan Aksi Donor Darah, kita bisa juga donasi langsung ke Palang Merah Indonesia (PMI) yang tersebar di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

20200204_083139Tiba di lokasi, calon pendonor mengisi Surat Pernyataan Persetujuan Tindakan Pengambilan Darah.

20200204_081713 20200204_083116Setelah menyerahkan Formulir Pendaftaran, pendonor diberi nomor antrian. Sesuai dengan antrian, pendonor akan dicek tekanan darah dan Hb. Minimal tekanan darah adalah 100/70 dan Hb di atas 12. Di sini banyak calon pendonor yang gagal di tahap ini.

20200204_101203 20200204_102048 20200204_102102Setelah itu, meletakkan Form Pendaftaran yang telah diverifikasi petugas ke petugas yang melakukan pengambilan darah.

20200204_102313Saat melaksanakan pengambilan darah, pendonor berbaring. Proses pengambilan darahnya sama seperti saat kita melakukan pemeriksaan darah di laboratorium, hanya dalam jumlah yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama. Jumlah darah yang diambil sebanyak 350 ml atau 500 gram, dalam kantung darah selama kurang lebih 15 menit.

Selain itu ada sampel tabung yang disediakan untuk pemeriksaan darah, apakah pendonor ada terdeteksi masalah yang berkenaan darah, seperti HIV misalnya. Jika ya, maka pendonor akan segera mendapat pemberitahuan dari pihak PMI. Ini dilakukan untuk menjaga keamanan darah terhadap resiko penularan infeksi dari donor kepada pasien penerima darah. Setiap kantong darah harus diuji saring terhadap infeksi, antara lain terhadap Sifilis, Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV

20200204_11044020200204_112110 20200204_112916Puji Tuhan, akhirnya proses ini dapat berlangsung baik. Aku baik-baik saja, semoga ini menjadi kebiasaan baik di awal tahun ini. Aku juga baik-baik saja, tidak ada rasa lemas atau pusing, setelah tindakan pengambilan darah ini. Selain tentunya, rasa lapar, karena memang sudah waktunya makan siang. Panitia menyediakan minuman hangat, yaitu teh dan kopi serta roti dalam kotak.

Hal lain adalah hari ini, aku mampu memerangi rasa takut, untuk kebaikan yang lebih besar. Semoga bermanfaat dan menjadi berkah menolong sesama manusia.

Dari sumber berita Media Indonesia. 24 Juni 2019, diperoleh keterangan bahwa,

KEBUTUHAN darah di Indonesia belum terpenuhi seluruhnya. Berdasarkan perhitungan WHO, kebutuhan darah 2% dari jumlah penduduk atau secara nasional 5,2 juta kantong darah dibutuhkan Indonesia setiap tahunnya. Secara data, kebutuhan itu baru terpenuhi sekitar 92% yang berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI).

Mari kita mulai dari sekarang, tidak ada kata terlambat untuk menolong sesama. Tuhan memberkati