Eat Travel Doodle, Magic Of The Night dan Royal Floria 2016 – 4)

Menuju acara utama Eat Travel Doodle 2016,  yang diselenggarakan Kementerian Pelancongan, Gaya Travel dan Tourism Malaysia, aku diberi banner acara

KCC1M.Melaka.2014.Bannerx

dan agenda kegiatan (tentatif) selama tiga hari, wow acaranya sangat menarik, variatif antara kunjungan pameran, wisata kuliner, menikmati pertunjukan dan membuat doodle untuk tujuan mempromosikan pariwisata Malaysia khususnya Kuala Lumpur,

nah seru banget kan, semua doodle …… :-) karena event ini kemampuan doodle ku jadi meningkat, semakin jeli mengamati, menerjemahkan kedalam kertas dan membuat doodlenya, belajar dan terus belajar.

Akhirnya tiba pada acara utama pertama pada tanggal 27 Mei 2016, yaitu Launching Event Eat Travel Doodle 2016 bersamaan dengan Magic of The Night dan Royal Floria, yang dua terakhir biasa diselenggarakan setiap tahun sekali. Launching ini diselenggarakan di Menara Kuala Lumpur atau yang biasa disebut Kuala Lumpur Tower atau KL Tower, dengan diresmikan oleh pejabat dari Tourism Malaysia, Encik Iskandar Mirza M Yusof. Alasan pemilihan program pariwisata dikaitkan dengan Eat, Travel dan Doodle adalah karena dianggap menggambar dengan doodle sebagai salah satu ungkapan ekspresi yang mampu menjadi alat promosi pariwisata.

o1Hm betul juga, setuju aku dengan pendapat Encik, doodle untuk promosi pariwisata ya seperti yang aku alami langsung dalam event ini, aku melihat keindahan kota, menikmati pertunjukan dengan mata dan telinga, dan mengecap rasa makanan yang disajikan lalu menerjemahkannya kedalam kertas dan memperindahnya dengan seni doodle. Beruntung aku telah mencoba belajar dan menikmati seni ini.

o3Eat Travel Doodle (ETD) mengundang 35 orang yang terdiri dari awak media, blogger dan doodler dari kawasan ASEAN (Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina dan Indonesia) dan Inggris untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Dari Indonesia hadir sejumlah 8 (delapan) orang yang terdiri dari seorang travel blogger, Olyvia Bendon, mbak Tanti Amelia – seorang ilustrator buku anak yang kondang dan mbak Winda Krisnadefa – seorang blogger gaul dan satu team terdiri dari 4 orang dari MQTV Bandung dibawah pimpinan mas Eka Sumadji.

Sementara itu bersamaan dengan ETD 2016, diselenggarakan pula event Magic of The Night (MOTN) atau Keajaiban Malam 2016, dengan tema Colours of Harmony dan konsep retro, yang diramaikan dengan 14 kapal berhias yang berlayar dibawah Jembatan Putrajaya diiringi musik era tahun 1960 an hingga 1990 an, selama 9 malam hingga tanggal 4 Juni 2016.

e16Selain itu masih di area Putrajaya, diselenggarakan pula Pameran Bunga Royal Floria 2016 yang juga diadakan setiap tahun. Kali ini bertema Magical World of Floria dengan bunga Chrysant, dengan yang menarik seperti ini Magical Gardens – Ada Mystical Forest, Chrysanthemum Garden, Mermaid’s World and Candy Courtyard, Musical Garden, Tropical Magic in a Glass (Terrarium exhibition), Chrysanthemum Garden,  Royal Garden, International Orchid Competition, Designer Gardens, Tea Party Garden, Cat Pavilion, Floral Pavillion, Garden Bazaar and Horticultural Market, Floria Arts & Crafts, FLORIA Flavours  dan Showcase Gardens. Walau tidak sempat mendatangi semua area tapi selain menikmati keindahan taman bunga di Floria Putrajaya ini, pameran ini dapat menjadi ajang edukasi yang sesuai untuk anak-anak, mereka dapat belajar menikmati keindahan ciptaan Tuhan, menjaga kelestarian tanaman dan turut menanam agar dapat dimanfaatkan terus.

e9 e10 e11

Masih ada waktu jika ingin mengajak teman atau keluarga ke Pameran Bunga Royal Floria 2016 dan Magic of the Night 2016 karena masih akan berlangsung hingga tanggal 4 Juni 2016, masih 3 hari lagi :-)

Mari kita dukung pariwisata negara sahabat, saudara terdekat kita Malaysia di Indonesia dan juga di dunia untuk memajukan pariwisata negara-negara di Asia Tenggara. Selamat berkunjung ke Malaysia, nikmati indahnya Kuala Lumpur dalam postingan selanjutnya besok :-)

 

 


Eat Travel Doodle 2016 – Terbang Bersama Malindo Air (3)

Melanjutkan postingan sebelumnya, akhirnya aku berangkat dengan pesawat dari Maskapai Malindo untuk berpartisipasi dalam event Eat Travel Doodle 2016, yang diselenggarakan Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia, Gaya Travel dan Tourism Malaysia.

20160526_140820Malindo adalah singkatan dari Malaysia dan Indonesia, yang merupakan maskapai dari perusahaan gabungan National Aerospace and Defence Industries (Malaysia) dan Lion Air (Indonesia). Pertama kali menggunakan maskapai ini, aku hanya berdoa semoga aku dalam lindungan Tuhan dan segala sesuatu dilancarkan.

Lion Air eTicket (WGWYZD) – Hanindyani

Berangkat dari Terminal 2 D, Malindo memberi bagasi untuk penumpang sebanyak 30 kilogram. Proses check in berjalan dengan lancar, ada penumpang yang langsung menuju ke Kuala Lumpur, tapi ada juga penumpang yang akan transit dan menuju ke Perth, Australia ataupun ke tempat tujuan lain.

20160526_141011Dari ruang boarding Gate 10, aku berjalan memasuki pesawat Boeing 737 itu dengan nomer pesawat QD 315 pada pukul 13.08 WIB, kelas penumpang dibagi dua yaitu kelas bisnis dan kelas ekonomi. Di kelas ekonomi, kursi penumpang dibagi 3-3. Jarak antar kursi cukup lega. Maskapai ini menyediakan televisi di tiap kursi penumpang, makanan ringan berupa dua potong roti dan minuman ringan berupa jus jeruk.

20160526_141117

Malindo Magazine

Pramugarinya cukup ramah dan sopan, mereka mengenakan pakaian kebaya putih. Rapi dan elegan melayani penumpang yang masuk satu per satu.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pesawat siap untuk terbang, meninggalkan Bandara Soekarno Hatta untuk menuju ke Bandara Kuala Lumpur International Airport I, Malaysia. Setelah menempuh penerbangan sejauh kurang lebih 619 kilo meter selama 2 jam, akhirnya pesawat mendarat di Bandara KLIA I pada pukul 17.35 dengan selamat.

Saat ini Malindo sudah melayani beberapa rute perjalanan, baik antara kota di Malaysia dengan Indonesia, atau antar kota didalam Malaysia.

Pergi dan pulang dengan menggunakan pesawat dari maskapai ini sangat nyaman buat aku, sesuai dengan slogan mereka yang berbunyi “Smarter Way To Travel” :-)

 


Eat Travel Doodle 2016 – Berawal Dari Sini – 2)

Membuat tulisan ini membuat aku sedikit mundur ke belakang, mengingat proses menjelang aku berangkat ke Kuala Lumpur. Semua terasa begitu cepat. Mengucap syukur pada Tuhan itu sudah pasti karena talentaku membuat doodle pun sebenarnya belum lama mulai aku tekuni. Jujur, membuat gambar dengan doodle adalah salah satu caraku menghilangkan kejenuhan, jadi akupun mengerjakannya dengan santai, tapi saat diminta untuk mengirimkan gambar doodle dengan sebuah tema, apalagi mengikuti lomba, waw…tidak terbayang akan seperti apa.

2016-06-01 20.59.33Awalnya ada postingan mengenai Eat Travel Doodle dari Mas Shamsul Bahrine di FB, yang banyak diberi jempol “Like” oleh teman-teman FB, saat itu aku tidak berani ikut komentar karena terus terang minder dengan teman-teman yang sangat ahli menggambar, jadi aku diam-diam saja karena tertulis Eat Travel Doodle, maka aku pikir hmm…aku memilih Eat dan Travel saja, bukan Doodle, tapi untuk mengurangi rasa penasaran, aku langsung japri mas Shamsul pada tanggal 30 April 2016 menanyakan persyaratan apa untuk bisa ikut di event ini, ternyata persyaratannya akan dipilih doodler yang punya akun Instagram, FB dan Blog serta untuk dipilih diminta men-doodle-kan salah satu ikon pariwisata di Kuala Lumpur, Malaysia. Glek, doodle bertema – wah bener-bener berat ini, setelah bertanya-tanya dan mencari info gambar di Internet, akhirnya terkumpullah ide sehingga mulailah aku menggambar dan mendoodle, karena aku suka, ya aku mengerjakan saja tanpa beban.

EatTravelDoodleGambar doodle bertema ikon pariwisata dan kuliner di Kuala Lumpur diharapkan selesai pada tanggal 6 Mei 2016. Satu hari dari tanggal itu, tugasku selesai dan segera aku submit ke Mas Shamsul dari Gaya Travel. Selanjutnya menunggu kabar ….. Tepat selesai membuat gambar, anakku yang akan ujian di Sekolah Dasar demam, bersamaan dengan kakak tertua kena demam berdarah dan dirawat di Rumah Sakit dekat rumahku. Puji Tuhan, keduanya membaik, kakak bisa pulang ke rumahnya dan anakku bisa mempersiapkan Ujian Nasional Sekolah Dasar dan mengikutinya dari tanggal 16 sampai dengan 20 Mei 2016.

Cukup menunggu, akhirnya aku kirim pesan ke Mas Shamsul pada tanggal 23 Mei 2016, apakah sudah ada kabar pengumuman partisipan yang akan berangkat ke event ini. Antara senang dan terkejut, Puji Tuhan, aku dinyatakan terpilih sebagai partisipan bersama Mbak Tanti Amelia – sang ilustrator gambar anak yang kondang dan Mbak Winda Krisnadefa – ahli crafter, doodler dan piawai lettering, gemetar rasanya berada diantara mereka, tapi aku harus segera membuat keputusan untuk berangkat atau tidak, mengingat waktu yang diberikan hanya 3 hari saja.

2016-06-01 20.56.46Waktu yang sempit untuk memohon ijin pada atasan dan terutama pada suami, tapi berkat dukungan anak-anak, akhirnya aku diijinkan berangkat dan mulai memesan tiket serta melakukan persiapan-persiapan membereskan pekerjaan kantor, mencari tiket dan setumpuk lembaran uang ringgit :-)


2016-06-01 20.57.45Masih tidak percaya bisa pergi ? Ya betul, setahun yang lalu aku gagal pergi ke Malaysia dalam event “Sepetang Bersama Blogger” tapi kali ini bersyukur akhirnya aku bisa melangkah ke negara tetangga, saudara terdekat dengan melakukan semua hal yang aku sukai, yaitu makan, jalan dan membuat doodle, plus memotret dan membaca, simak tulisan-tulisan berikut yaaa

IMG-20160528-WA0032

Terimakasih pada Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia, Tourism Malaysia dan Gaya Travel serta Vison Data, yang telah mengundang dan memfasilitasi perjalanan para partisipan dengan penuh keramahtamahan dan kenyamanan.

Sekali lagi terimakasih – tulisan berlanjut di postingan berikut :-)

 

Foto : Pribadi dan Gaya Travel


Eat Travel Doodle 2016 – Menuju Kuala Lumpur #GayaTravel 1)

Kuala Lumpur sebagai ibukota Malaysia, merupakan kota yang tidak asing di telingaku sebagai warga Negara Indonesia. Malaysia berdasarkan letaknya terbagai atas Malaysia Barat dan Malaysia Timur, dimana Malaysia Barat terletak di Semenanjung Malaka dan Malaysia Timur terletak di Pulau Kalimantan. Jadi letaknya sangat berdekatan dengan sebagian wilayah Indonesia.
Kuala Lumpur merupakan kota yang memiliki banyak destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Bukan hanya wisata jalan-jalan saja, tapi Kuala Lumpur sebagai kota yang berakulturasi budaya India, Cina dan Melayu, merupakan tempat yang sesuai untuk wisata budaya dan wisata kuliner.
Andaikan aku mendapat kesempatan berkunjung ke Kuala Lumpur dalam Event “Eat Travel Doodle 2016” dari Gaya Travel, aku ingin dapat mengunjungi Petronas Twin Tower (Menara Kembar Petronas), Menara Kuala Lumpur, Bangunan Sultan Abdul Samad dan Jembatan Putra Jaya.

Jika ingin berwisata belanja dapat mengunjungi juga ke Bukit Bintang, Suria KLCC Mall, Berjaya Times Square juga patut dikunjungi jika membawa anak-anak, China Town dimana ada Central Market yang terkenal dengan pusat cindera mata,
Untuk wisata seni dan budaya, Kuala Lumpur memiliki Islamic Art Museum, Galeri Seni serta juga Mesjid Putra Jaya. Kabarnya wisatawan akan terpuaskan dengan keindahan seni dan budaya dari tiga etnis yang kuat mempengaruhi kota Kuala Lumpur. Islamic Art Museum merupakan Museum Seni Islam yang terbesar di Asia Tenggara.

Salah satu Masjid di dunia yang ingin aku kunjungi atau setidaknya aku abadikan keindahannya adalah Masjid Putra Jaya, mengapa ? karena masjid ini dari kejauhan seperti masjid yang terapung diatas danau, padahal ini dikarenakan masjid terletak di bibir Danau Putra Jaya. Tentu juga karena bentuk bangunan masjid yang unik dan indah. Masjid ini dibangun pada tahun 1997 dengan didominasi warna merah muda ini menggabungkan ciri-ciri arsitektur modern dan tradisional, yakni dengan mengadopsi seni arsitektur Persia jaman Kerajaan Safawi.
Wisata kuliner ? wah jangan ditanya lagi, Kuala Lumpur adalah surganya kuliner, bukan hanya budayanya saja yang dipengaruhi Cina, India dan Melayu, tapi juga kulinernya. Mau dari kuliner kelas street food ataupun restoran dan hotel berbintang juga tersedia. Tempat makanan yang hampir selalu ramai dikunjungi adalah kuliner di sepanjang Jalan Alor.

Lalu, makanan apa yang wajib dicoba disana ? tak lain adalah nasi lemak khas Malaysia, nasi Daun Pisang (nasi yang disajikan diatas daun pisang, khas India), nasi bumbu kare Kandar khas Penang, Palak Paneer khas India Utara berupa campuran keju kambing dan bayam yang dimakan bersama roti, Mee Siam berupa bihun dengan santan kental ataupun Kwetiau, mie lebar dengan campuran daging ayam, sapi atau seafood. Hm semua menggoda selera bukan ? Belum lagi, minuman segar yang menambah selera seperti teh tarik dan es kacang merahnya.
Kuala Lumpur, kota dengan berbagai destinasi wisata, sudah lama kuimpikan untuk kudatangi, namun belum ada kesempatan berkunjung kesana. Semoga kali ini melalui Eat Travel Doodle dari Gaya Travel yang akan diadakan pada tanggal 27 sampai dengan 29 Mei 2016 kuperoleh kesempatan itu, apalagi bersamaan dengan acara Keajaiban Malam – Magic of The Night di Marina Putra Jaya Waterfront. Wow, pasti bagus sekali.
Oh ya karena tema kegiatan ini selain Eat dan Travel juga Doodle, maka aku yang baru belajar ini, mencoba membuat doodle sesuai tema. Doodle Art sendiri adalah suatu gaya menggambar dengan cara mencoret, terlihat abstrak, ada yang tidak bermakna juga ada yang bermakna sesuai dengan kreasi pembuat, terkadang karya yang dihasilkan memiliki bentuk goresan seni yang unik. Salam.

EatTravelDoodle