HUT ke – 22

Selamat HUT kak Dita Andita Silalahi sehat panjang umur, doa yang terbaik buatmu, boru panggoaran, cucu tertua Eyang, harapan keluarga kita dan harapan keluarga besar, baik di Silalàhi, Soegeng, mau pun Manihuruk
 
Teladan buat kedua adikmu, Arum Leona Aditia Arum Silalahi dan Daniel. Panutan bagi adik2mu di PSAE.
 
Kuat ya kak dalam menghadapi segala sesuatu di depanmu, semua adalah proses hidup, bukan akhir dr segalanya, perjalanan msh panjang, realita indah menantimu di ujung sana.
 
Tuhan tak akan membiarkan anak2NYA jatuh tergeletak. Tuhan selalu menopangmu, bukan di samping, depan atau belakangmu tapi bersamamu, Tuhan menggendongmu.
 
Kuat ya kakak, hidup bahagia adalah pilihan dan itu cuma kamu yg bisa tentukan, bukan siapa2. Syukuri yg boleh terjadi.
 
Selamat HUT dari kami semua, yang menantimu, merindukanmu dan selalu mendoakanmu dalam setiap nafas kami
tum

“SUDAH SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI “

 Selamat pagi. Renungan Copas dari seorang teman

“SUDAH SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI “

Pernahkah kita melihat atau mengenal seseorang yang tetap sabar dan tenang saat mendapat musibah ? Dan sama tenangnya saat mendapat keberuntungan ?
Tetap terkendali dan sabar saat difitnah, diejek dan dicaci, sebaliknya juga bersikap kalem saat disanjung ?

 

Tetap santun dan rendah hati saat mendapat kekuasaan atau menjadi pimpinan, dan juga saat menjadi bawahan

 

Bersikap biasa saja ketika makan di restoran mewah dan tidak menolak makan di warung sederhana di pinggir jalan

 

Tidak bangga saat naik mobil mewah dan tidak minder saat naik bajaj atau bus umum

 

Tidak rakus dan tidak menimbun saat diberi kesempatan kaya, dan tidak mengeluh saat jatuh miskin

 

Menggunakan sandang-papan dan peralatan untuk dimanfaatkan fungsinya, bukan untuk dipamerkan mereknya

 

Mata mereka sudah tidak silau, dan tidak tergoda dengan indahnya bungkus atau pernak pernik asesoris

 

MEREKA LEBIH MEMILIH ARTI HIDUP

 

Memilih teman tanpa membedakan status sosial, gelar atau posisi

 

Orang-orang seperti ini, adalah orang-orang yang sudah “SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI”

 

Kakinya menapak bumi dan menjalani realitas, tetapi JIWANYA sudah berada di ‘Langit’

 

Ego atau ke ‘aku’ annya sudah ditaklukkannya. Buat mereka, kehidupan di atas bumi yang mereka jalani hanyalah sekedar peran-peran fana dari Sang Khalik yang Maha Agung.

 

Tampilan orang-orang seperti ini mungkin kurang seru atau kurang asik, dan tidak banyak orang-orang seperti ini.

 

Tapi carilah mereka…DAN JADIKAN MEREKA SAHABAT SEJATI. Bila tak kau temukan, maka jadilah mereka.

 
*terima kasih untuk kamu, yang sudah berbagi di Senin pagi, 8 Okt 2018 😉

Nyinyir, Bolehkah ?

Teman membahas mengenai masalah nyinyir di social media, mana yang terbebas dari nyinyir, apakah di IG, FB atau Twitter ? Ternyata ga ada yang bisa dipilih karena semua tidak terbebas dari nyinyir, sama dengan kehidupan. Mengapa  sama ? karena kehidupan kita ga bisa selalu menyenangkan dan memuaskan hati semua orang. Jangankan itu, yang sudah disenangkan dan dipuaskan saja ga pernah cukup sampai di situ, suatu saat tetap saja kita akan dibicarakan atau dinyinyirin.

Dan sejak dulu aku ga pernah peduli dengan omongan orang atau nyinyiran orang, lebih baik tegur aku kalau aku salah, tapi kalau nyinyir ya silakan aja, itu hak orang menilai orang lain dan di situ aku ga peduli, yang penting berusaha berperilaku sebaik-baiknya,

Menurut KBBI, nyinyir/nyi·nyir/ a mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet: nenekku kadang-kadang — , bosan aku mendengarkannya;

Jaman sekarang, orang bebas (sebebas-bebasnya) berpendapat, sampai kebablasan tanpa arah, termasuk nyinyir itu, Sedangkan nyinyir yang sekarang sering digunakan itu, lebih banyak berarti menyindir atau membicarakan orang lain dan menganggap orang lain berperilaku negatif, jadi yang dilihat hanya kekurangan orang lain saja, tanpa melihat kondisi dirinya sendiri

lips sealed

Jadi apa komentarku pada status temanku, ya kurang lebih seperti ini,

“Nyinyir itu seperti udara mbak, tergantung kita, mau dihirup bau nyinyir itu atau engga (nyinyir atau anyir yak). Abaikan aja, lewati, tutup hidung, hidung dibalurin balsem atau dibersinin aja kalau udah terlanjur terhirup, macem buang ingus gitulah 😉

Gambar dari sini

Walau sejujurnya, yang terpenting adalah menjaga hati kita, kalau hati kita sehat, bersih dan selalu berpikir positif, seandainya tetap terpaksa harus membicarakan kekurangan orang lain, ya lakukanlah dengan memakai hati dan berakal budi, bagaimana caranya ? ya sampaikan dengan santun agar orang lain juga dapat mengetahui dan memperbaiki kekurangannya. Kalau kekurangan orang lain diumbar di social media, apa manfaatnya bagi kita selain mempermalukan orang lain dan mengajak lebih banyak orang berbuat dosa. Ga bagus kan?

Hati yang (selalu berusaha untuk) bersih akan mengeluarkan kata-kata dan tulisan yang baik dan membangun bagi orang lain. Selamat beraktivitas. Salam 😉