Brownies Coklat Enak dan Mudah Dari NutriCake

Kami suka coklat, apa saja yang ada hubungannya dengan coklat, kami suka. Ntah itu cake, es krim atau coklat batangan, pasti habis dilahap anak-anak terutama. Kalau aku lebih suka coklat yang tidak terlalu manis, malah lebih ke dark chocolate dengan irisan kacang aku lebih suka.

Iseng suatu hari Minggu kemarin, kami belanja dan menemukan tepung premix siap pakai bernama NutriCake keluaran dari Forisa. Terus terang aku tidak terlalu paham dengan kandungan didalamnya namun yang pasti sepertinya patut dicoba, jadilah kami membeli kemasan NutriCake ini untuk dicoba di rumah dan inilah hasilnya …….

Cukup menambahkan 1 butir telur, 100 ml minyak sayur atau mentega cair dan 5 sendok makan air

20160918_152454

Aduk semua bahan menjadi satu

20160918_152754

Sampai tercampur dengan baik seperti ini

20160918_153947

Setelah tercampur, aku taburi dengan coklat chip yang masih ada di lemari es. Lalu masukkan kedalam oven dengan api sedang selama 20 menit saja (kalau aku) dan diamkan dalam oven sampai agak dingin

1474200602604

Di petunjuk kemasan, disarankan menggunakan loyang ukuran 20x10x4 cm, tapi karena tidak ada, jadinya menggunakan loyang ini sehingga brownies yang jadi setebal 1 cm saja.

Kemasan ini aku beli di toko swalayan seharga Rp 15.000,- namun rasanya ga kalah dengan brownies yang bermerk di sana, yuk selamat mencoba, mudah sekali membuatnya :-)

 

 

 


“You Make Me Wanna Say I DO”

Sebuah hubungan bukannya tanpa masalah. Berdiskusi dan bertukar pikiran dari yang semula duduk manis, mulai bernada tinggi sampai akhirnya menangis dan saling meninggalkan tempat duduk bisa saja terjadi.
Namun semua kenangan itu tentu tetap melekat di hati, di kala 20 tahun yang lalu, aku mengatakan “I DO” dan you make we wanna say I do. Dengan mengingat itu semua, apa yang manis dan indah dapat tetap dijaga
Tetap bersyukur atas kebaikan Tuhan bahwa kami bisa terus bersama sampai dengan saat ini dalam suka duka, dengan segala sesuatu yang kami hadapi bersama. Kami terus memohon agar kami bisa selamanya sampai Tuhan memisahkan kami.

Colbie Caillat “I Do” 

It’s always been about me myself and I
If all relationships were nothing but a waste of time
I never wanted to be anybody’s other half
I was happy to say that our love wouldn’t last
That was the only way I knew till I met you

You make we wanna say
I do, I do, I do, do do do do do do doo
Yeah, I do, I do, I do, do do do do do do doo
Cause every time before we spend like
Maybe yes and maybe no
I can live without it, I can let it go
Ooh, I did, I get myself into
You make we wanna say I do, I do, I do, I do, I do, I do,

Tell me is it only me
Do you feel the same?
You know me well enough to know that I’m not playing games
I promise I won’t turn around and I won’t let you down
You can trust and never feel it now
Baby there’s nothing, there’s nothing we can’t get through

So can we say
I do, I do, I do, do do do do do do doo
Oh baby, I do, I do, I do, do do do do do do doo
Cause every time before we spend like
Maybe yes and maybe no
I won’t live without it, I won’t let it go
Wooh Can I get myself into
You make we wanna say

Me a family, a house a family
Ooh, can we be a family?
And when I’m old and sit next to you.

And when we remember when we said
I do, I do, I do, do do do do do do doo
Oh baby, I do, I do, I do, do do do do do do doo
Cause every time before we spend like
Maybe yes and maybe no
I won’t live without it, I won’t let it go
Just look at what we got ourselves into
You make we wanna say I do, I do, I do, I do, I do, I do,
Love you

Source: http://www.directlyrics.com/colbie-caillat-i-do-lyrics.html

Apakah anda masih ingat, kapan pertama kali menyatakan “Yes, I do – aku bersedia hidup bersama denganmu” ? :-)


Ungkap Cinta Ibu Dalam Kontes Unggulan

Terus terang aku termasuk blogger yang jarang mengikuti Kontes Give Away yang digelar teman-teman di blog nya (jangan dicontoh ya), bukan karena temanya kurang menantang atau ga butuh dan ga suka sama hadiahnya, tapi lebih karena keterbatasan waktu, ceileh alasan aja. Sebenarnya lebih ke masalah tema, kalau temanya pas sehingga punya inspirasi cepat untuk menulis yang tentunya menghemat waktu, biasanya aku pasti ikut.

Contohnya belum lama ini, ada tawaran menulis di Kontes Unggulan di Blog nya Pakde Abdul Cholik . Temanya dahsyat “Hati Ibu Seluas Samudera” Saat membaca setelah diingatkan beberapa kali sama Pakde, hati sudah tergugah, tapi tangan menolak untuk menulis karena topiknya tentang Ibu. Lah kenapa rupanya wong topiknya ga susah kan Ibu adalah sosok yang dekat dengan kita. Nah justru itu masalahnya, beberapa kali mencoba mengetik di depan laptop kok ya ga sanggup mengurai kata. Akhirnya aku memutuskan pada tanggal 17 Nopember 2014 untuk mengirimkan tulisan yang sudah ada di blog ku, yang aku tulis 4 Februari 2013.

Dan tentu saja, ternyata tulisan yang aku kirim itu tidak memenuhi syarat dan ketentuan berlaku bahwa tulisan harus pada periode kontes berlangsung. Singkat kata, tulisan ditolak. Dan berkat semangat dan dorongan dari Pakde, aku berusaha untuk menulis lagi, yang tentu membutuhkan hati yang siap untuk menuliskannya. Hati Ibu Seluas Samudera, wuih kenapa sulit sekali untuk ku menyusun dan merangkai huruf per huruf dalam rangkaian kata diatas laptop. Kita semua tahu kan normalnya seorang Ibu mempunyai hati yang luas lebih dari samudera dan alam jagat raya seluruhnya, bahkan rela mengorbankan dirinya demi anaknya bukan? Aku berusaha untuk menyusun, bukan semata hanya untuk menyelesaikan tugas kontes ini, tapi lebih kepada keinginanku mengungkapkan betapa aku sungguh berterimakasih pada Ibu.

Sungguh ternyata tidak mudah saat semua rasa harus diterjemahkan dalam bentuk tulisan. Semua juga tahu dan bisa menjawab saat kita ditanya, “kamu sayang Ibu mu?” tentu normalnya anak akan menjawab ,”ya iya dong pasti aku sayang Ibu ku.” Pertanyaan berlanjut, “mengapa kamu sayang Ibu ?” ah ga semudah itu ternyata menjawab dan menjelaskannya selain, “yaa….pokoknya aku sayang deh.” Nah tentu selesailah sudah, tak tergali bagaimana sesungguhnya ungkapan rasa kita sebagai anak terhadap Ibu yang kita cintai.  

Aku mencoba menyiapkan hatiku untuk mengungkapkan terimakasihku pada Ibu dengan mengingat-ingat setiap tahap kebersamaan Ibu bersama ku, sejak aku kecil sebagai kanak-kanak, remaja, gadis muda, dewasa sampai aku menjadi seorang istri dan Ibu dengan tiga anak. Kenapa begitu sulit karena hangatnya cinta Ibu baru pergi belum lama ini. Huruf per huruf kususun dengan selingan mesti mengelap tetes air mata, bahkan hiks aku mesti mengambil waktu beberapa saat untuk menghabiskan sisa airmataku dengan membenamkan kepalaku dibawah bantal.

Akhirnya tulisanku selesai dan kumasukkan dalam komen balasan kedua di blog Pak De pada tanggal 24 Nopember 2014, seminggu setelah postingan sebelumnya, dengan judul Untukmu Ibu, dalam bentuk suratku kepada Ibu. Hatiku terasa begitu lega, walaupun sulit sesungguhnya menuliskan cinta kasih seluas samudera dan jagat raya ini dalam barisan kata yang terbatas.

Terimakasih Ibu, Cintamu tak akan lekang oleh waktu. Terimakasih PakDe. Kiranya hasil kumpulan tulisan yang rencananya akan diterbitkan dalam sebuah Buku Antologi “Hati Ibu Seluas Samudera” dapat bermanfaat bagi kaum Ibu dimanapun berada.