Rindu Itu Abstrak

Berbeda pendapat, berdebat denganmu saja selalu kurindukan

“Rindu itu kata benda,” begitu katamu waktu itu.
“Bukan, rindu itu kata sifat,” sahutku.
“Bagaimana bisa?” tanyamu tak mau berhenti
“Kata dirindukan, nah itu kan kata sifat,” jawabku lagi.
“Nah kalau begitu, bisa juga jadi kata kerja dong,” katamu sambil menutup mata, seolah ikut memikirkan kata itu.
“Hm kok bisa? tadi katamu kata benda, kekeuh..,.”balasku tak mengerti.
“Nah iya, kan tadi ada kata dirindukan, berarti ada kata berawalan me-, merindukan, ya kan?” kamu membuka mata dan duduk di sebelahku dengan cepat, melihat ke arahku.
Aku terkejut. Tentu. “Apa?” tanyaku tanpa suara.
“Kita masih mau berdebat, meributkan jenis kata ini?” tanyamu sambil tertawa. Tawa yang khas.

 

rind
Rindu, apa pun itu, kata benda, kata sifat, kata kerja, kata keterangan, buatku tetap sesuatu yang abstrak, yang tak dapat kugenggam dalam hatiku. Rindu itu menguap, mengembang dan mengempis dalam ruang hati. Rindu itu tetap ada, di sini, menunggumu, yang selalu sibuk ke sana kemari. Menunggu untuk sekedar duduk bercerita, seperti dulu. Rindu yang adalah salahku sendiri karena hanya aku yang tahu. Rindu yang mungkin tak pernah kau mengerti kan? Rindu itu membuatku miris tanpa bisa menangis

 


Launching Buku Dan HUT P2M ke-1

Puji Tuhan, akhirnya hari yang dinantikan pun tibalah, walau di tengah kesibukan di hari Sabtu ini, akhirnya, 24 Agustus 2019, aku bisa menyempatkan hadir di Gedung Perpustakaan Nasional untuk bersama-sama teman-teman penulis di Komunitas Perempuan-perempuan Menulis (P2M) merayakan hari ulang tahunnya yang pertama.

Bertempat di Lantai 4 Gedung ini,  acara yang sudah dimulai sejak pukul 10.00 ini diisi dengan kehadiran banyak penampilan, baik pembacaan puisi dan musik, atau juga dengan talkshow di penghujung acara oleh para pengisi acara.

Dalam kesempatan ini, P2M melaunch sebanyak 16 buku antologi dan 4 buku novel, yang berproses dari tahun lalu hingga kemarin. Ada lima buku antologiku di antaranya, yaitu Lagu Tentang Kisahku, Cerita dari Penjuru Negeri, A Choice, Fabel Dalam Cerita dan Fiksi Mini Bus and Love. Wah gembira rasanya hatiku kemarin, bisa terbit sebanyak itu, walau hanya sebuah buku antologi. Rasanya berbeda, Tetap terasa luar biasa, bisa berada bersama penulis hebat yang sudah menerbitkan puluhan bahkan ratusan buku.

Selamat kepada Mbak Melly Wati yang telah menjadi founder P2M, mentor yang “galak”, tegas dan baik hati agar kita selalu berkarya serius walau tetap santai dengan segala candaan.

Luar biasa. Puji Tuhan.

h9h8 h7h6h5 h4 h3 h2 h1Mari Perempuan-perempuan Menulis, terus berkarya melalui tulisan kita karena pemilik dunia adalah orang-orang yang membaca (tulisan) kita.


Karyawan Ibarat Tanaman

Aku penyuka tanaman, suka melihat rumah dengan banyak tanaman dan pohon, tidak harus bunga. Daunpun unik dan indah menurutku. Sama seperti rumah masa kecil kami dulu. Bapak suka tanaman dan ibu suka memelihara tanaman, Maka aku berusaha membuat kenyamanan itu di rumahku sendiri, yang hanya punya halaman secuplik di depan dan di belakang, plus kolam ikan nila dan koi tentunya. Selain tentunya tanaman juga berguna untuk membuat rumah menjadi lebih sejuk.

Kerap aku bereksperimen dengan tanaman yang ada saja. Dulu, aku jijik banget dengan tanah dan cacing yang menggeliat-geliat, beberapa kali memanggil tukang kebun untuk memecah tanaman dan memperbanyak pot. Tapi akhir-akhir ini, aku mencoba melakukannya sendiri. Karena melakukannya sendiri, aku jadi lebih sering mengamati tanaman-tanaman ini.

WhatsApp Image 2019-06-06 at 08.47.24 (1)Sering setelah bereksperimen memecah tanaman, mengganti pupuk atau media, lalu mengubah posisi pot tanaman di berbagai tempat. Esok hari atau beberapa hari kemudian, aku kembali mengamati pertumbuhan tanaman baru, yang memperoleh perlakuan yang sama, yaitu memperoleh cukup air setiap harinya.

Dari pengalaman mengamati tanaman dan kadang “berbincang” dengan mereka, aku berpendapat, tanaman-tanaman ini seperti karyawan dalam sebuah organisasi. Tidak selalu pada penempatan di pot pertama yang ibarat unit kerja baru, pegawai atau tanaman langsung dapat beradaptasi dengan baik. Butuh penyesuaian dalam beberapa waktu. Jika memang setelah adaptasi pada periode waktu tertentu, tidak terjadi perubahan yang signifikan, dalam arti positif, tanaman tumbuh dengan baik, maka perlu perpindahan lagi, bisa itu berarti ganti media atau ganti posisi.

WhatsApp Image 2019-06-06 at 08.47.25Seperti kita ketahui, pertumbuhan tanaman itu dipengaruhi dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal tersebut antara lain zat hara, cahaya, air, suhu, oksigen dan kelembaban. Sedangkan faktor internal ya faktor yang terjadi dalam tubuh tanaman itu sendiri. Nah betul kan, ini sama dengan kehidupan manusia, yang nota bene adalah pegawai dalam sebuah organisasi. Pegawai dalam beradaptasi, juga dipengaruhi kedua hal tersebut, faktor internal terkait keahlian, kemampuan, bakat, minat dan sifat serta nilai yang dibawanya sejak lahir. Sedangkan faktor eksternal ya bisa berupa faktor yang diterimanya saat masuk dalam sebuah organisasi, bagaimana organisasi/institusi memperlakukan pegawai melalui peraturan yang diberikan, pengenalan atau orientasi pada pegawai, hubungan dengan atasan dan teman.

Selain, kegemaran memecah tanaman pada beberapa pot baru dan memindah posisi pot tanaman, aku juga mulai suka menggabungkan beberapa tanaman dalam satu pot dan ternyata itu menarik. Beragam itu lebih berwarna dari pada hanya meletakkan satu jenis tanaman dalam satu pot, walau semuanya sama-sama satu jenis, yaitu sama-sama daun. Tapi daun itu sendiri beraneka ragam kan, mulai dari warnanya, ada yang hijau muda, hijau tua, hijau lumut, hijau garis kuning, hijau garis putih, hijau bintik merah dan berbagai warna lain. Juga aneka ragam bentuknya, bentuk jari, bentuk hati, bentuk bulat, bentuk menyirip, bentuk seperti rumput dan lain sebagainya. Yang ternyata jika dipadukan itu indah….. beragam itu memang indah.

Kembali dengan membandingkan tanaman dengan pegawai, maka jika pegawai yang berbeda berbagai latar belakang itu disatukan untuk mencapai tujuan organisasi, ini butuh perlakuan khusus bagaimana mengelola pegawai agar bisa tercapai harmonisasi yang indah. Susah-susah gampang tapi bisa dilakukan dengan berbagai cara karena jika itu berhasil, wah pasti cantik sekali hasilnya.