Anne’s Wedding, March 2013

Pernikahan menurut aku, yang pernah aku tuliskan sebelumnya disini adalah persatuan dari dua orang yang berbeda latar belakang. Beda latar belakang itu bisa satu jenis perbedaan misalnya beda suku, tapi juga bisa beberapa perbedaan, misal beda pendidikan, beda budaya, beda tata cara bertumbuh, beda agama, bahkan bisa juga beda negara….belum lagi beda kebiasaan sehari-hari dalam menjalankan kehidupan, seperti beda selera makan, beda cara berpakaian dan perbedaan lain, yang kadang perlu penyesuaian yang cukup baik di awal masa perkenalan dan pernikahan.

Hal ini pula yang terjadi pada adik bungsu ku, Anne menikah dengan seorang berkebangsaan Switzerland, yang tentunya mempunyai banyak perbedaan seperti yang aku sebutkan sebelumnya. Namun diatas semua perbedaan itu, tentulah ada satu hal yang mesti menjadi dasar menyatunya pernikahan itu dan bagi aku, pernikahan berdasarkan pada satu agama yang sama adalah suatu yang penting, sekalipun banyak orang mengatasnamakan toleransi dapat dilakukan.

Pemberkatan Nikah antara Anne dan Joseph Bernardi dilaksanakan di Blue Ocean Bali dan dilakukan oleh Pendeta Emiritus I Gede Eka Santosa dari Gereja Kristen Protestan Bali pada tanggal 9 Maret 2013 pukul 17.00 WIT

Penandatanganan berkas oleh saksi nikah, aku dari pihak mempelai wanita dan Michael Fawkes dari Canada sebagai saksi dari pihak mempelai pria

Foto bersama dengan kerabat dekat yang betul-betul terdiri dari berbagai bangsa, EO dari Bali, Theodore Häne, best man dari Switzerland, pasangan bu Indri dari Indonesia dan Sten Strandberg dari Swedia, Michael Fawkes dari Canada (teman baik mempelai sejak tahun 2007), Ms Sumire Tanaka dari Jepang (tetangga dan teman baik di Pecatu) dan juga perias pengantin, Anja Buerck dari Jerman (tidak ikut foto bersama) dan kami bersaudara sebagai keluarga inti dari mempelai wanita.

yang dilanjutkan dengan jamuan makan malam lengkap, disertai dengan hiburan musik dari Mas Agus Accoustic, yang infonya Anne peroleh dari Lizzy

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan, pemberkatan pernikahan ini dapat berlangsung dengan penuh hikmat dan sukacita yang mendalam bagi kami semua yang hadir disana dan kelegaan yang tak terkira karena aku akhirnya dapat mendampingi adikku dan menjalankan amanah dari Ibu, yang tidak sempat bersama-sama dengan kami disana. Kami semua berdoa agar pernikahan ini dapat langgeng dibawah pimpinan Tuhan sampai maut memisahkan mereka.

Selanjutnya Syukuran Pernikahan sederhana mereka, diselenggarakan pada tanggal 16 Maret 2013, satu minggu setelah Pemberkatan Nikah dilangsungkan. Tuhan memberkati kita semua

Mengutip dari Anne : And hopefully we all keep remember our verse from the Bible: May the Lord make you increase and abound in love to one another and to all. (1 Thessalonians 3 : 12)


Warung OCHA Seminyak

Warung Ocha terletak di pojokan, tepat di ujung perempatan jalan Dyanapura. Warung cozy ini memang tampak kecil dari luar, namun ternyata dengan penataan yang baik, ternyata warung ini cukup luas dan nyaman di bagian belakang, dengan beberapa kursi dan meja dibawah tenda berpayung warna merah ataupun kursi dengan meja panjang.

Makanan yang ditawarkan ada menu masakan Indonesia maupun masakan Barat, yang bisa diorder langsung melalui pelayan atau dipilih langsung. Nasi disediakan 3 macam yaitu nasi kuning, nasi putih dan nasi merah. Setiap lauk yang disediakan berharga antara Rp 5.000,- sampai dengan Rp 8.000,- yang terdiri dari aneka masakan olahan dari tempe, seperti tempe goreng dan tempe orek, aneka masakan olahan dari daging ayam, daging ikan ataupun sapi, juga aneka gorengan seperti bakwan dan perkedel.

Minuman juga aneka pilihan, mulai dari yang dingin sampai yang panas, seperti soft drink, teh, kopi dan aneka jus.

Potongan kue atau cake dalam potongan besar, mungkin cocok buat wisatawan asing ya, seperti carrot cake, brownies dan chocolate cake, dengan harga per potong Rp 18.000,-

Pelayanan cukup baik, semua karyawan berpakaian dengan warna merah cerah, melayani dengan cepat dan ramah kepada semua pelanggan.

Harga makanan dan minuman di warung ini, selain kue atau cake nya, mempunyai harga yang relatif mahal, misal kita memesan makanan dengan nasi, ayam goreng, satu jenis sayur dan satu gorengan dengan harga rata-rata @ Rp 6.000,- maka satu piring bisa bernilai Rp 24.000,- belum termasuk minuman. Untuk cita rasa makanan yang kami pesan, relatif biasa saja, tapi mixed juice nya cukup menyegarkan dan worth it untuk dicoba.

Namun untuk sebuah harga di kawasan wisata selevel Seminyak, dengan kenyamanan tempat dan koneksi Wifinya, maka tempat ini boleh menjadi sebuah pilihan.

Jika berminat untuk berjalan-jalan dan menginap di kawasan Seminyak ini, ada cara yang mudah untuk mendapatkan tempat penginapan dengan meng-klik link berikut ini disini

Tulisan ini diikutsertakan dalam Travel Blogging Contest, yang dapat dibaca lebih lanjut di http://www.voucherhotel.com/travel/kontes/


Fave Hotel Seminyak

Dalam perjalanan kami ke Bali kali ini, kami sekeluarga yang terdiri dari 5 dewasa dan 6 orang anak, memilih menginap di Seminyak. Mengapa memilih Seminyak ? Karena kami belum pernah menginap di wilayah itu, sehingga kami ingin tahu dan ingin merasakan menginap disana. Seperti daerah Kuta dan Legian, daerah ini cukup ramai dikunjungi wisatawan, terutama wisatawan asing. Dan seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, di wilayah ini, banyak bar dan butik berkelas. Aku suka pantainya, yang lebih tenang, sepi dan bersih, sayangnya karena waktu yang terbatas, kami hanya sempat mengunjunginya satu kali dalam perjalanan 4 hari ini.

Di Seminyak, kami memilih menginap di Fave Hotel Seminyak (FHS), sebuah budget hotel yang tertulis berbintang dua, yang sudah bertaraf internasional. Hotel yang terletak di Jalan Dhyanapura (dulu Jalan Abimanyu) ini memiliki kamar-kamar yang bersih. Kami sendiri memesan 4 kamar standar yang terletak di lantai dasar, dengan letak berdekatan untuk memudahkan kami berkomunikasi dengan anak-anak. Luas kamar kurang lebih 18 meter persegi, dengan sebuah tempat tidur double (cukup buat kami berdua dan si bungsu), dengan kamar mandi didalam, yang selama kami berada disana, selalu dibersihkan tiap hari dan handuk juga diganti. Kamar dilengkapi dengan TV Satelit Layar Datar dan akses internet gratis yang bagus koneksinya.

Makan pagi untuk dua orang termasuk dalam harga kamar kami yang sebesar Rp 388.000,- per malam. Makan pagi terdiri dari variasi antara nasi putih, nasi goreng, mie goreng, sayur tumis, ayam goreng atau bubur. Ada juga roti putih dan roti gandum, yang bisa dipanggang atau tanpa dipanggang. Tersedia telur dadar (omelette) yang bisa dipesan polos saja atau dengan sayuran yang terdiri dari daun bawang, tomat dan jamur. Buah sebagai penutup juga selalu ada, selama kami disana bervariasi antara nanas madu, semangka kuning, pepaya, melon, semangka merah. Juga untuk minuman disediakan kopi, teh, susu, air putih dan juice. Sedang untuk tambahan makan pagi untuk anak-anak dikenakan charge Rp 36.000,- per orang

Disamping ruang makan atau restauran, terdapat kolam renang yang tidak terlalu dalam, kurang lebih 1 meter dan juga tidak terlalu luas. Letaknya lebih tinggi dari ruang makan, jadi lucu juga kalau melihat anak-anak berenang disana, tapi tidak lucu kalau sudah emak-emak berpakaian renang dengan b*k*ng yang besar membelakangi menghadap ke arah ruang makan, karena lemak yang tidak menarik di mata akan tampak mengganggu pemandangan dan jadi bahan olokan bapak-bapak di ruang makan 😀

Di bagian depan hotel terdapat sebuah Bar, yang bernama Lime Bar, yang buka dari pukul 08.00 sd 22.00, menyediakan aneka minuman dan hidangan ringan bagi pengunjung, sayangnya kami terlalu lelah untuk duduk santai disana.

Mengenai kenyamanan, karena letak kamar kami menghadap ke jalan Dyanapura dan kami tiba tepat saat kehidupan malam sedang hingar bingar, kami tiba hari Sabtu dini hari jam 01.00 pagi, maka karena lelah saja kami bisa tertidur, tapi di malam berikutnya kami tidak terlalu merasakan gangguan musik dari klub dan bar yang ada di sepanjang jalan itu.

Ketidaknyamanan kami yang lain adalah saat kami tiba, kami tiba memang sudah menjelang pagi dengan anak-anak yang cukup lelah dalam perjalanan. Petugas FO yang menerima kami, menyampaikan hal-hal yang belum diinformasikan sebelumnya, seperti kami harus memberikan uang deposit sebesar Rp 1.000.0000,- . Kemudian ammenities yang ditambah harus kena charge, yang mestinya juga tidak perlu disampaikan saat kami tiba karena informasi itu juga sudah ada di dalam kamar mandi. Selain itu cara bicara dan cara penyampaiannya yang kurang pas buat kami, tapi tak apalah walau agak menjengkelkan di awal, secara keseluruhan FHS cukup nyaman, dan aku pribadi sangat terbantu dengan kebaikan Ms. Debora, yang membantu sejak aku booking hotel, memberikan informasi yang aku perlukan serta membantu mencari hairdresser untuk acara kami menghadiri pernikahan adik bungsuku. Ketidaknyamanan syukurnya hanya dengan petugas di pagi dini hari itu saja, selebihnya seluruh karyawan disana tampak ramah, santun dan sangat membantu, mulai dari petugas parkir, petugas FO, cleaning service sampai karyawan yang bekerja di dapur dan restoran, tak membeda-bedakan apakah kami wisatawan lokal atau asing.

Ketidaknyaman yang bisa jadi masukan buat hotel ini, adalah tidak tersedianya pemanas air, sehingga merepotkan jika mempunyai anak-anak, yang perlu minum susu yang hangat di malam hari. Untuk air hangat, dikenakan charge sebesar Rp 12.000,- per cup tapi bisa free jika kita minta pada saat makan pagi. Juga tidak tersedia lemari es untuk menyimpan minuman dingin. Dua botol minuman yang disediakan tiap hari juga memberikan rasa yang berbeda dengan yang biasa kita minum.

Setelah menulis ini, aku jadi paham, mengapa hotel sebagus ini disebut Hotel berbintang Dua ? Karena pertama hotel ini cukup noisy. Koridor tidak menggunakan karpet sehingga setiap langkah kaki ataupun orang berlari akan terdengar melalui dinding kamar, demikian juga oborolan tamu yang bangun pagi atau pulang larut malam akan sangat mengganggu orang yang tertidur. Kedua, kamar nya memang benar-benar standar selain TV LCD dan safety box, seperti yang aku sampaikan sebelumnya, tidak ada lemari, hanya rak gantung, tidak berkarpet, tidak ada sandal kamar. Ada shower tall yang letaknya sejajar dengan lantai kamar mandi, sehingga walau sudah ditutup kadang banjir keluar.

Dengan lokasi hotel yang strategis memang membuat FHS menjadi hotel yang laris dan menarik, tapi bagi orang-orang yang melihat dari segi kenyamanan, ini patut dipertimbangkan lebih dulu.