Tradisi di Masa Pandemi

Tradisi di Masa Pandemi
Silaturahmi dibatasi
Tali kasih tetap di hati
Bunga cinta di hari yang fitri

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H
Mohon maaf lahir batin. Puji syukur bulan Ramadhan di masa pandemi ini bisa dilalui, walau pasti sulit dan terasa berbeda buat teman dan saudara yang menjalankan Ibadah Puasa.

Ibadah di rumah saja. Pembatasan tradisi mudik demi keselamatan dan kesehatan orangtua atau keluarga yang dikunjungi. Ini berat pastinya tapi ini juga bentuk pengendalian diri dan kepatuhan kita. Hanya doa bisa dipanjatkan untuk kesehatan orang tua dan saudara-saudara kita.

Lebaran dan Ketupat adalah tradisi. Tradisi dengan banyak kenangan. Menyimpan sejuta rindu pada rumah masa kecil. Pada Bapak. Pada Ibu, yang selalu memasak hidangan Lebaran komplit sehari sebelum Idul Fitri. Rindu gulai kambing, opor ayam dan sambal goreng kentang ati plus kerupuk udang. Bersyukur pagi ini dapat menikmati ketupat itu dengan kenangan yang tersimpan.

WhatsApp Image 2020-05-24 at 09.53.59

WhatsApp Image 2020-05-23 at 15.17.29

Pagi ini kami juga tidak bisa nyekar ke makam, namun Lebaran dan Tradisi, Bapak Ibu dan kenangan di rumah masa kecil, akan selalu tersimpan manis….


Tetap bersyukur Allah semesta menyertai dan menguatkan kita dalam segala kondisi. Selamat menyambut hari kemenangan dan sukacita dalam kemuliaan NYA di hari yang fitri. Semoga kita berjumpa lagi pada bulan Ramadhan tahun depan. Aamiin…..

ied


Menulis, Membaca dan Ruang Inspirasi

Adakah orang yang selalu menulis tanpa ia membaca? Atau sebaliknya, ia selalu membaca tapi tidak pernah menulis? Ini merupakan sebuah paket yang tak terpisahkan. Kalau ini terpisah atau tidak dilakukan salah satunya, maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam diri seseorang. Mengapa bisa begitu? karena terjadi overload di salah satu kegiatan.

Menulis dan Membaca adalah dua kegiatan yang aku lakukan dalam diamku, dalam perenunganku.

Menulis kulakukan di saat aku ingin bercerita atau mengungkapkan banyak hal yang aku pikirkan dan rasakan.

Sementara Membaca kulakukan di saat aku ingin berkelana, memahami isi pikiran dan perasaan orang lain, termasuk fantasi mereka yang ekstrim.

adj2

Foto pertama adalah ruang yang menginspirasiku untuk banyak menulis dan membaca, dalam 2 tahun terakhir ini. Ruang yang menyadarkan diriku bahwa isi kepalaku ini hanya berisi 10% aja, alias ga ada apa-apanya

Banyak buku bagus yang harus aku baca, sayangnya Bapak Empunya buku-buku bagus ini, tak mengijinkanku untuk membawa buku-buku ini pulang. Aku mesti baca di situ.

Aku menulis bukan demi uang atau demi sesuatu karena menurutku uang adalah bonus. Aku menulis karena ingin menyampaikan sebuah pesan. Alias ndak ngoyo. Sama dengan membaca atau membeli buku, aku ga pernah “itungan” Ingin baca buku, ya beli. Ini seperti koneksi tak terdefinisi antara penulis dan pembaca yang penulis. Pintu rejeki sudah diaturkan? Hanya kita yang harus mendapatkan kunci pintunya.

Berikut, lima buku ku yang terbit di masa pandemi ini. Ada yang berproses di masa pandemi seperti Antologi Terisolasi Puisi, Bucin, Ambyar, Antologi Lomba Event Surat #Kiriman dan Karya Bersama. Sedangkan yang berproses sejak awal tahun adalah buku Antologi Kapan ke Yogya.

Semoga menjadi inspirasi dan membawa keberkahan buat kita semua…

 

Foto : Mas Aan, G17, 15 Feb 2020
#delaras #dirumahaja #writingabook