“Disayang Itu Menyenangkan” ~ Ika Natassa (TAoL)

Jujur baru kali ini aku membaca novel Ika Natassa tuntas dari awal sampai dengan akhir. Tapi ngomong-ngomong ini bukan review atau resensi buku lho tapi lebih sekedar pendapat aku saja sebagai pembaca novel pertamanya Ika. Sesuai dengan profesionalitasnya baik sebagai pegawai bank ataupun seorang penulis yang telah menulis banyak buku, terbaca bahwa Ika memang keren, ia bisa sangat detil dalam menuliskan banyak hal untuk mendekripsikan sesuatu – terlalu detil malah, sehingga buat pembaca seperti aku yang kadang tidak membutuhkan deskripsi sedetil itu malah banyak melewati bagian tersebut.

2017-04-20 08.26.13

Awal melihat judulnya The Architecture of Love (TAoL) dan ditulis oleh seorang Ika Natassa, aku membayangkan ada kehancuran sebuah bangunan cinta yang akhirnya didesain ulang dan dibangun kembali menjadi sebuah bangunan baru yang jauh lebih indah. Sebenarnya arah ke sana “dapat” juga sih karena memang ada dua hati yang hancur sesungguhnya tapi tata ulang arsitekturnya yang kurang keliatan selain tokoh bernama River yang suka menggambar, termasuk menggambar bangunan-bangunan itu.

Secara keseluruhan novel ini bagus, apalagi buat aku yang membayangkan bagaimana proses menulis sebuah novel perlu usaha yang panjang dan waktu yang (cukup) lama. Mengambil setting lokasi di New York seolah pembaca dibawa pergi ke sana dengan penggambaran detil dari Ika. Menurut aku pribadi, masalah yang diungkap cukup sederhana, yaitu bertemunya dua orang yang pernah terluka dan kembali menemukan cinta mereka. Alurnya juga mengalir dengan baik, walau terasa maju mundur seperti biasa umumnya kisah kasih dua sejoli. Klimaksnya dimana ya ? Saat bertemu lagi di pesta pernikahan keluarga Raia ? Oh – mungkin. Sedang endingnya jadi gimana ini akhirnya cuma segitu aja, maksudnya oke “aku mau kamu” – “I can live with it” – memahami dan dipahami, that’s it !

Selain itu menurut ku, novel Ika ini memang banyak menggunakan bahasa Inggris baik dalam percakapan termasuk quote-quotenya dan juga hal-hal yang up to date atau modern, namun kemungkinan juga hal ini tidak banyak bisa dipahami oleh pembaca dalam berbagai latar belakang. Istilah kerennya high class, walau menurut beberapa ulasan, novel ini termasuk yang membumi

Buat aku yang punya “napas pendek” alias hanya mampu menulis artikel atau cerita pendek, novel setebal 300 halaman itu ya pasti oke lah, tapi sebenarnya emosi pembaca masih bisa digali tuh dari kisah Raia dan River di masa lalu, bukan hanya pada pertemuan Raia dan River yang sepertinya kok “kurang dalam” ya karena masih ada kesan “gantung” nya River belum sungguh melupakan kepergian istrinya dan Raia yang masih ragu apakah dia menjadi bagian dari tujuan hidup River ataukah hanya sebuah persinggahan.

Oh ya sebagai pecinta buku dan toko buku, aku suka banget dengan deskripsi toko buku di Episode 22 dan bertanya-tanya adakah seperti itu di Jakarta atau Tangerang, tentu akan sangat menyenangkan, apalagi jika sebuah toko buku itu mudah dijangkau oleh siapa saja, dalam arti bukan di dalam sebuah pertokoan mewah, hm mimpiku :-)

Maaf kan kalau aku hanya bisa berikan nilai 3.5 saja dari 5 untuk buku ini, satu quote yang tak bisa dielakkan dan dipungkiri oleh siapa pun yaitu

“Disayang itu menyenangkan” ~ Ika Natassa (The Architecture of Love)

Jumlah halaman 304 hal
Dipublikasi 10 Juni 2016 oleh Gramedia Pustaka Utama
The Architecture of Love
 Literary Awards :
  • Anugerah Pembaca Indonesia for Sampul Buku Fiksi Terfavorit Nominasi Buku dan
  • Penulis Fiksi Terfavorit – Shortlist (2016)

Selamat membaca 😉


Membuat Resensi dan Mengirimnya ke Media Koran Jakarta

Setelah membaca sebuah buku apapun itu, baik buku pelajaran, buku novel, buku non fiksi, bahkan komik sekalipun, pasti pembaca akan langsung mempunyai sebuah kesimpulan spontan secara pribadi. Setingkat lebih dari kesimpulan yang ada dalam pikiran itu selanjutnya bisa diungkapkan dalam bentuk tulisan dengan berbagai tujuan, diantaranya adalah membuat resensi untuk memberi informasi kepada pihak lain mengenai isi buku beserta kelebihan dan kekurangannya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan setelah membaca sebuah tulisan, diantaranya adalah membuat resume, review ataupun resensi seperti aku sebut diatas. Mau tau apa perbedaannya satu dengan yang lain. Simak penjelasan singkat disini

Yang dimaksud Resume adalah meringkas kembali hasil tulisan terhadap suatu masalah dengan membuat catatan berupa poin penting dari tulisan tersebut. Resume berasal dari kata Bahasa Inggris, re-sume (summary) yang berarti meringkas kembali.

Sedangkan yang dimaksud dengan Review adalah membuat kajian dari sebuah tulisan. Setingkat lebih dalam daripada membuat resume karena didalam review, penulis mesti mempunyai pemahaman dan pengetahuan yang lebih luas untuk dapat memberikan pendapat berdasarkan referensi ilmiah, dengan batasan dalam lingkup yang sama dengan tulisan yang direview.

Selanjutnya yang dimaksud dengan Resensi adalah mengulas isi tulisan, bisa dalam bentuk buku, artikel ataupun jurnal. Didalam resensi sesuai dengan asal katanya yang berasal dari kata revidere atau recensere dari Bahasa Latin, memberi arti adanya penilaian atau pembahasan dan kritik dari penulis resensi dari tulisan yang dibacanya.

Diantara ketiganya, aku paling sering melakukan resensi buku. Resensi bisa dalam rangka memberi informasi mengenai sebuah buku melalui blog, mempromosikan buku teman, mengikuti lomba Blog atau bisa resensi buku untuk dikirim ke Media. Beberapa contoh resensi buku yang aku lakukan diantaranya ada di link berikut ini.

Yang terpenting dalam membuat resensi, resensi harus jujur, informatif, seobyektif mungkin dan kritis yang tentunya berupa kritikan membangun buat penulis buku tersebut.

Nah, salah satu yang pernah aku lakukan yaitu mengirim resensi buku ke media Koran Jakarta. Bagaimana ya caranya, begini tahapannya :

  • Buat resensi sebuah buku dengan terbitan pertama paling lambat dua tahun sebelumnya. Jadi kalau sekarang tahun 2015, maka buatlah resensi dari buku yang terbit di tahun 2013
  • Buku yang diresensi minimal tebal 200 halaman
  • Resensi diketik dengan huruf Times New Roman font 12, dengan spasi 1,5 dalam 3 halaman
  • Panjang tulisan minimal 4000 karakter tanpa spasi
  • Setiap kutipan dari buku, cantumkan halamannya
  • Profil buku seperti Judul, Nama Penulis, Penyunting, Penerbit, Disain Isi, Jumlah Halaman, Harga Buku, ISBN dan foto cover buku
  • Masukkan profil penulis dengan singkat dan jelas beserta biodata penulis (alamat rumah, nomor telpon yang dapat dihubungi dan pendidikan terakhir) dilampirkan dengan scan KTP
  • Jangan lupa, nomer rekening Bank (siapa tahu tulisan dimuat kan)
  • Selanjutnya kirim resensi buku melalui email ke Koran Jakarta dengan alamat redaksi@koran-jakarta.com dengan subyek : Perada_Resensi Buku_(judul buku)

Setelah naskah dikirim, selamat menunggu jawaban dari redaksi yang akan mengkonfirmasi tulisanmu, apakah ada kekurangan gambar dan lain-lain. Dan rajinlah membuka website nya untuk mengetahui apakah tulisan kita lolos dan terbit di Media tersebut. Pengalaman aku sendiri, mengirim pada tanggal 16 Januari 2013 dan dimuat seminggu kemudian.

Ini resensi pertamaku untuk Koran Jakarta, terbit 23 Januari 2015 (versi setelah diedit oleh redaksi)

Selamat berkarya melalui resensi buku :-)


Resensi Buku “Hati Ibu Seluas Samudra” : Kumpulan 125 Kisah Inspiratif Bersama Ibunda

Ibu adalah sosok pertama yang dikenal setiap insan. Dari seorang Ibu, setiap bayi belajar tumbuh melalui banyak tahap dalam hidupnya menjadi seorang manusia dewasa yang utuh. Perjalanan hidup bersama Ibu tidak selalu berjalan mulus dan penuh sukacita, tidak sedikit seorang anak yang tumbuh dalam penderitaan dan dukacita bersama sang Ibu. Namun, bagi seorang anak, siapapun Ibu mereka, Ibu adalah sosok yang membuat rasa aman dan damai di hati karena cinta kasih seorang Ibu sudah ada sejak sang bayi ada dalam kandungannya. Bagaimanapun wujud sang bayi kelak dilahirkan, Ibu sudah begitu dalam mencintainya.

Kisah inspiratif dari 125 blogger dari berbagai latar belakang, suku bangsa dan agama, dituangkan dalam sebuah buku yang akan menggugah hati pembacanya. Pengalaman lucu, pengalaman masa kecil, pengalaman selama sakit, pengalaman merawat orangtua, perjalanan hari-hari bersama Ibu ada didalam buku setebal 636 halaman ini.

Dikemas dengan cantik dan apik serta dibungkus dalam balutan cover yang indah berkat karya Penerbit SIXMIDAD, tidak mampu membendung rasa terimakasih para penulis dalam mengungkapkan cinta kasih dari hati seorang Ibu yang seluas dan sedalam Samudra.

Buku yang diprakarsai penulis kawakan Bapak Abdul Cholik melalui Kontes Unggulan 2014 Hati Ibu Seluas Samudera ini diusung dalam rangka Memperingati Hari Ibu pada Desember 2014 sebagai bentuk ungkapan cinta Ibu kepada kita dan terimakasih kita kepada Ibu.

Buku ini juga mempunyai 11 tulisan pilihan yang menjadi juara diantaranya tulisan dari Liswanti Pertiwi  ( Ibu, Setulus Hatimu Yang Seluas Samudera), Ida Nur Laila (Perempuan yang Berjuang dalam Badai), Fenny Sugih Hastini (Samudera Terluas di Jagat Raya), Marita Surya Ningtyas (Ibu; Semangat yang Tak Pernah Henti Meski Hidup Separuh Berhenti), Nh Her ( Ibuku Guru), Andini Harsono (Hujan Cinta Untukmu, Mama), Diah Woro Susanti (Hutangmu hutangku, Nduk) dan Sri Wahyuni ( Bidadari Berhati Seluas Samudera Itu Bernama Ibu), Sukadi ( Ibuku Mampu Menjawab Matematika Kehidupan), Muyassaroh (Aku Juga Ibumu) dan Susan ( Kisahku bersama Ibuku)

Dalam tulisan ke-1 yang berjudul Kisahku bersama Ibuku, Susan mengungkapkan …

Rasa dendamku pada ibu hilang saat aku mulai merawatnya. Tuhan mengabulkan doaku, melalui sakit ini ibuku tidak jadi bercerai dengan bapakku. Tapi ketika aku meminta Tuhan untuk menyelamatkan nyawa ibuku, rupanya Tuhan mengambilnya daripada kami sekeluarga di usianya yang ke 43 …..(halaman 4)

Dalam tulisan ke – 9 yang berjudul Bidadari Berhati Seluas Samudera Itu Bernama Ibu, Sri Wahyuni menuliskan Ibu sebagai sosok bidadari yang berhati seluas samudra….

Bahkan, untuk kembali ke Malang, dengan setianya beliau mengantarkanku ke stasiun di pagi buta, meski dengan jalan kaki. Hal inipun terulang kembali disaat aku sudah menjadi karyawan sebuah perusahaan di Surabaya. Ibu selalu setia mengantarkanku sampai tempat pemberhentian bus. Beliau menungguku sampai bus yang membawaku berlalu dari hadapan ibu. …. (halaman 38)

Dalam tulisan ke-59 yang berjudul Ibuku Mampu Menjawab Matematika Kehidupan, Sukadi menceritakan hasil perjuangan ketulusan hati Ibu demi anak-anaknya …..

Tak ada jalan yang tak berujung, tak ada usaha yang tak berbuah, tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Dengan tekad, keikhlasan, dan demi cinta seorang ibu kepada anak-anaknya, akhirnya Tuhan memberi jawaban atas matematika yang sulit itu. Satu persatu cita-cita terwujud, kakakku lulus jadi sarjana, kemudian menyusul aku di wisuda, dan adikku dapat menyelesaikan pendidikan SMA. ….. (halaman 255)

Dalam tulisan ke-76 yang berjudul Antara Aku, Mama dan Kanker, Tri Wahyuni Zuhri mengungkapkan bagaimana sang Ibunda mendampingi ia yang sedang berjuang melawan kanker ….

Mama selalu ada saat aku dalam keadaan down dan sedih.  Mama selalu ada saat aku mulai menahan sakit dan nyeri akibat kanker ini.  Mama pun selalu ada bersama anak-anakku dan sangat bahagia bersama mereka.

“Ketika punya anak, kamu akan tahu mengapa ibu akan melakukan apa saja demi anaknya.  Setiap saat mama berdoa untuk kesembuhanmu,”begitu kata mama suatu hari saat kami sedang berbagi cerita.  Ya, aku mulai mengerti apa maksud mama setelah menjadi seorang ibu dengan anak-anak yang super lincah.  Ah, seorang ibu memang seluas samudera.  …. (Halaman 333 – 334)

Judul : Hati Ibu Seluas Samudra
Penulis : Susan, Diah Kurnia Sari, Abdul Cholik, dkk
Penyunting : Tim SIXMIDAD
Desain Isi : SIXMID Art
Penerbit : SIXMIDAD Bogor
Tahun : Cetakan Pertama, Desember 2014
ISBN : 978-602-0997-02-5
Jumlah Halaman : xii+624 halaman (total 636 halaman)
Ukuran : 15 x 21 cm
Harga Buku : Soft Cover : Rp. 75.000,-  Hard Cover Rp. 115.000,-
Pemesanan Buku : Rudi G. Aswan, SIXMIDAD 085710817089

 

Buku ini akan mampu membuat hati para pembaca dipenuhi luapan rasa bahagia dan haru, begitu banyak Ibu yang kita kenal, begitu banyak teladan, perjuangan dan ketulusan hati seorang Ibu yang dapat diteladani para Ibu di masa sekarang untuk menjadi Ibu yang menjadi kebanggaan dalam keluarga. Buku ini juga dapat menjadi kado terindah bagi Ibu dan para perempuan yang menjadi inspirasi dalam hidup Anda.

Selamat Membaca !!