Buku Antologi : Kapan ke Yogya Lagi?

Yogyakarta? Menulis tentang Yogyakarta? Wah aku langsung menyetujui ketika Mbak Mutiara Hidayati melontarkan ide itu di Komunitas Menulis dengan Hati. Siapa yang menolak. Yogya selalu ngangeni. Selalu ada cerita tentang Yogya. Apa aja? Banyaaaak. Apa karena aku orang Yogya? Hehe…. hawa Yogya selalu memanggil-manggil. Makanannya, suasananya, orang-orangnya, becaknya, pasarnya, batiknya, kue-kuenya dan angkringannya, juga tempat wisatanya….hiks kangen banget sama Yogya.

Menurut Mbak Mutiara, Yogyakarta memiliki 16 julukan, antara lain disebut Kota Pelajar dan Kota Sepeda. Siapapun yang pernah berkunjung, pasti berharap suatu hari akan kembali. Yogya selalu punya kisah untuk diceritakan karena Yogya memang istimewa.

Nah buat kamu kamu yang kangen Yogya, seperti saya, dan juga punya berjuta kenangan di sana, mari baca 14 kisah para penulis dalam Buku Antologi “Kapan ke Yogya Lagi?”

Buku setebal 175 halaman, dengan ukuran 14×21 cm ini merupakan Kumpulan Cerpen atau Kisah dari 14 penulis, yang diterbitkan oleh Goresan Pena, beralamat di Kuningan, Jawa Barat. Disain sampul kerennya dibuat oleh Mutua Tsany Faisa.

IMG_20200701_093313_451

Berminat membaca kisah kami dalam buku ini? Bisa hubungi aku atau ke Tiara Book Store ya. Selamat melepaskan rindu pada Yogyakarta.


Online – Cangkir Kopi

Menetapkan jadwal menulis setiap hari adalah hal yang wajib buat penulis. Apalagi jika ada target yang harus diselesaikan tepat waktu. Biasanya proyek menulis bersama atau tenggat waktu lomba, yang tidak bisa ditunda. Aku sendiri punya waktu mulai pukul 22, jika badan tidak sedang rentek dan rontok di hari kerja.

Jadwal menulis hari Sabtu bisa berbeda lagi, bisa dari sore sampai malam, jika tidak ada kegiatan kemana-mana. Bisa juga dari pagi, diseling waktu-waktu masak atau pesan food delivery 😉

2020-04-26 22.53.53

Menulis sampai malam atau sampai pagi, itu adalah hal yang biasa buat penulis. Ditemani nulis itu pasti seneng banget. Terus disuguhi secangkir kopi atau susu coklat panas. Wah itu rasanya bahagia banget ya… tapi siapa yang mau bikinin 😀 (ngayal dot com – impossible banget)

Sekarang sih cukup seneng, kalau setelah sekian jam ngetik, lalu cek HP dan ternyata ada yang HP nya “online” Lalu baper aja, ah ada yang nemenin aku berjuang, padahal ga tau juga, emang dia online buat aku? dia ya online buat urusannya tho, emang buat aku? emang aku siapa? 😀 tapi itu sudah cukup membuat aku senang kok (ngayal dot com part II). Rasanya senang ada yang bersama-sama mengerjakan sesuatu.

Lalu… lalu…. apalagi yang membuat tambah semangat (baca : seneng banget), dia tiba-tiba “typing” dan bikin aku jadi deg-degan….. lalu dia ngirim gambar secangkir kopi ya ampun, dasar aku, dikirimi gambar aja udah seneng banget…… ga perlu banyak kata dari dia, semangat nulisku lalu berlipat-lipat, walau cuma gambar cangkir kopi, itu membuat aku terus ngetik (dengan kecepatan tinggi – lebai) sambil ditemani suara jangkrik dan kodok ngorek di pinggir kolam…. ?

26.04.2020

#delarasfiksi #delarasngopi #delarassemesta #dirumahaja