Menikmati Gangan, Sup Ikan Kuliner Khas Belitung

Selain dikenal sebagai kota seribu warung kopi, Belitung juga terkenal dengan kulinernya yang enak-enak, terutama yang memakai bahan dasar ikan laut. Salah satunya adalah sup ikan kuah kuning bening, yang dikenal dengan sebutan Gangan.

20171124_133605

Gangan menjadi kekhasan Belitung karena menggunakan bahan dasar ikan laut yang banyak terdapat di perairan Belitung, diantaranya ikan kepala ketarap, ikan ilak, ikan kerisi (terisi), ikan bebulus, ikan ekor kuning, ikan belanak, bahkan di Belitung banyak yang gemar gangan ikan pari dan ikan hiu. Namun tidak tertutup kemungkinan menggunakan ikan lain seperti ikan kue dan ikan kakap. Jika tidak suka ikan laut, bisa gunakan alternatif lain seperti ikan air tawar, ayam atau bahkan daging yang sudah direbus dulu sampai empuk.

Selain ikan laut khas perairan Belitung, sup ini juga memberi cita rasa yang unik karena menggunakan buah nanas segar, yang menjadi manis saat bercampur dengan kuah ikan. Aku juga suka masakan ini karena ringan, kaldunya bening, tidak amis karena ada paduan rasa dari buah nanas.

Membuatnya ternyata juga mudah saja. Menggunakan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabe, kunyit, lengkuas, kemiri serta perasa seperti garam dan gula secukupnya. Setelah itu rebus bumbu halus bersama ikan sampai matang dan terakhir masukkan nanas sampai lunak. Gangan siap dihidangkan dan dinikmati bersama nasi putih hangat. Menyehatkan dan kaya gizi bukan ?

 

 


Gudeg Yang Selalu Ngangeni

Buat aku, yang memiliki nenek moyang dari garis keturunan Jawa (tepatnya Yogyakarta), tentu sudah sangat familiar dengan makanan Gudeg. Dan tentu tidak akan pernah bosan dengan Gudeg, apalagi jika ditambah dengan sambal krecek yang pedas dengan cabe rawitnya itu, hm

Gudeg (ejaan bahasa Jawa diucapkan sebagai Gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan.

20160612_231659

20160612_231709

Namun bagaimana dengan anak rantau, macam anakku yang sempat merengek karena kangen berat, minta dikirimi gudeg sambal krecek ini ? Semula sempat bingung, namun sekarang sudah ada jawabannya, dengan gudeg dalam kemasan kaleng. Itu pun tidak hanya dari pembuat tertentu saja. Sekarang sudah tersedia dalam berbagai merk, seperti Gudeg Wijilan Bu Lies, yang sempat aku beli ini, dengan harga Rp 40.000,- per kaleng, yang terdiri dari telur bebek rebus, gudeg nangka dan sambal goreng krecek. Gudeg ini bisa tahan dalam kemasan kaleng selama 1 (satu) tahun, bagaimana dengan rasanya ? cukuplah kalau untuk mengobati rasa rindu :-)

Juga sudah tersedia merk lain seperti Bu Tjitro, Gudeg Bagong, Gudeg Wijilan Hj Rini, dan juga mungkin merk lainnya.

20160912_101325

Jadi buat anak rantau atau siapapun yang rindu dengan gudeg asli Yogyakarta, jangan kuatir lagi, rasa kangenmu akan cepat terobati kok, tinggal pesan dan siap dikirim :-)

 

 


Kuliner Salatiga, Dari Yang Tradisional Sampai Yang Modern

Kota Salatiga adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungkan Semarang-Surakarta.

Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk.

Dari letak administratif yang ada menjadikan kota Salatiga menduduki peringkat luas wilayah ke-18 kotamadya terkecil di Indonesia.

Walau merupakan salah satu kotamadya terkecil di Indonesia, Salatiga banyak mencetak lulusan yang berprestasi,dengan hadirnya banyak sekolah seperti  Universitas Kristen Satya Wacana, STAIN Salatiga / UIN Salatiga, Institut Roncali, Stekom PAT, Amika, Akbid ArRum, Akbid Bhakti Nusantara, sekolah perhotelan Wahid Hospitality School, sekolah berkuda Arrowhead, dan STIBA Satya Wacana. Sekolah-sekolah menengah di Salatiga melalui Internet dihubungkan dalam Jaringan Pendidikan Salatiga.

Dengan munculnya banyak sekolah di sana, membuat industri kuliner juga menjadi cukup berkembang. Selain bervariasi, harganya pun beragam mulai dari harga mahasiswa, harga anak kost sampai harga normal. Tidak semua tempat makan bisa dibilang harganya murah, mesti rajin bertanya di sini, terutama pada anak kost :-)

Sedikit ulasan beberapa tempat yang aku datangi di Salatiga pada bulan Agustus 2016 yang lalu, mulai dari wedang ronde pinggir jalan harga Rp 5.000,- sampai pizza di resto harga puluhan ribu

Wedang ronde ini mungkin bisa ditemui di banyak tempat di Salatiga, tapi satu yang aku temui ada di Pasar Jalan Jend Sudirman Salatiga. Buat aku yang biasanya bertemu penjual sekoteng di malam hari, senang rasanya bisa bertemu penjual wedang ronde di siang hari. Semangkuknya hanya Rp 5.000,- saja

20160807_100138

20160807_122234Pujasera Jalan Diponegoro 37. Pujasera ini berada di tempat yang strategis, berada di Jalan Diponegoro, dekat dengan tempat kost dan berseberangan dengan Gereja Katolik. Disini ada banyak pilihan menu makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Bolehlah sekali waktu jadi tempat alternatif makan bagi anak kost.

Salah satu yang aku nikmati adalah nasi ayam kremes telur dengan sambal dan porsi nasi yang besar untuk ukuranku.

Nasi Bakmoy masih di Pujasera Dipo 37. Nasi bakmoy ini terdiri dari potongan tahu dan ayam serta nasi, disajikan panas, mempunyai rasa seperti nasi semur tahu. Cocok banget dinikmati di pagi hari atau cuaca dingin.

 

Sate Sapi SURUH dan Bakso, warungnya terletak di Jalan Jend Sudirman, di deretan ruko Mimusa. Kalau berjalan dari arah Jalan Diponegoro, warung ini terletak di sebelah kiri jalan dengan spanduk besar di depannya. Menu utamanya hanya dua yaitu sate sapi dan sup, yang ternyata sup bakso sapi. Sate disajikan dengan ketupat atau nasi. Bumbu sate berupa sambal kacang yang manis.

20160805_145446

20160805_143729Warung Sate, dekat GKI Salatiga Jalan Jenderal Sudirman 111, tepatnya ada di sebelah kiri jika keluar dari gerbang gereja. Waktu itu kami mengikuti Kebaktian pagi, jadi selesai kebaktian karena lapar, kami langsung menuju warung ini dan memesan dua piring nasi, sate kambing dan gule kambing. Semuanya disajikan dengan baik walau gule nya berwarna pucat tapi semua dagingnya empuk. Herannya tidak ada jemaat gereja yang lain, yang sarapan seperti kami, jadi malu hehehe, mungkin karena masih pagi ya…

20160807_091255

20160807_090545

Gerobak Soto Ayam Jalan Raden Patah, sebelah Gereja Katolik. Gerobak ini terletak di pinggir jalan, amigos beneran (agak minggir got sedikit). Semula agak enggan, tapi karena ramai dan selokannya bersih, akhirnya aku mencoba juga mampir ke gerobak ini dan rasanya tidak mengecewakan, pas sangat untuk sarapan di pagi hari.

Satu porsi soto ayam dengan perkedel dan keripik tempe hanya Rp 7.000,- saja. Really ? OMG dengan porsi sekenyang itu ? Puji Tuhan 😀

20160808_07260420160808_072711Gudeg Bu YAM, depan toko ROMA Jalan Jenderal Sudirman Salatiga, seberang pasar. Masih seputar sarapan, ini salah satu alternatif di pagi hari. Salatiga juga terkenal dengan gudeg koyor, sambal tumpang dan ungkep jerohannya dan disini tempatnya untuk lesehan dan menikmati masakan bu Yam. Berjualan sejak subuh sampai pagi hari, jika sudah siang akan pindah ke warung di seberang toko ROMA. Mantaps lihat cabe rawitnya.

20160806_075504

20160806_074539

Selain yang tradisional, ada juga alternatif tempat makan dengan pizza home made nya, yaitu MANNA RESTO di Jalan Patimura, Salatiga. Merayakan HUT si tengah ke – 18 berdua saja di tempat yang cozy seperti ini, semoga menjadi kenangan indah buat si tengah ya. Akan kuposting selengkapnya tentang tempat ini di postingan berikut.

20160807_14123120160807_145233
Nah karena waktuku hanya sebentar berada di Salatiga kali ini, sementara info di atas yang bisa kusampaikan, tapi kabar dari anakku ada banyaaak tempat murmer yang bisa dieksplorasi di sana. Selamat berkunjung dan selamat menikmati :-)