Cita-cita Yang Kandas

Sejak di SMA, cita-citaku adalah menjadi seorang Arsitek. Setiap hari diantar ayah ke sekolah melewati kawasan perumahan elite Permata Hijau menuju SMA Tarakanita. Dalam hati selalu berdoa, “Aku akan membuat sebuah rumah seperti itu buat Bapak.” Waktu itu, kami sendiri tinggal di perumahan Sekretariat Negara, Cidodol, Kebayoran Lama.

IMG_20200203_185121_775Karena kegemaran melihat rumah-rumah bagus dan membaca buku interior yang dibeli ayah, keinginanku semakin besar dan akhirnya memilih masuk jurusan IPA di SMA. Di kelas IPA, aku mendapat mata pelajaran Menggambar. Mata pelajaran yang tentu aku dan teman-teman sukai. Hm…. karena, karena pengajarnya adalah satu-satunya guru pria yang masih muda dan jomblo, juga santun tutur kata dan baik budinya. 😀 lebai ya kami. Ya maklumlah, aku dan teman-teman bersekolah di sekolah yang seluruhnya perempuan.

.

Kalau aku suka pelajaran ini karena ini pelajaran yang santai dan penuh imajinasi. Karena ini kelas IPA, maka teknik menggambar yang kami pelajari pun berbeda. Kami belajar gambar teknik.

.
Aku selalu mendapat nilai minimal 90 lho dalam tugas gambar dimensi ruang dibawah bimbingan pak Gofar. Aku kerap berdiskusi dengan teman sebangkuku, (alm) Agnes Retno, yang akhirnya berhasil masuk Fakultas Arsitektur, setelah mengikuti Sipenmaru di tahun yang ke-2.

.

Di jalur Sipenmaru, aku gagal  diterima di Fakultas Arsitektur. Melalui jalur swasta, aku juga gagal diterima di perguruan tinggi terkenal masa itu di Bandung. Gagal masuk Fakultas Arsitektur, tidak menyurutkan kesukaanku menikmati (bangunan) yang tinggi dan unik.

IMG_20200203_185121_880IMG_20200203_185121_875IMG_20200203_185121_878IMG_20200203_185121_877IMG_20200203_185121_871IMG_20200203_185121_807Di saat teman lebih suka berfoto, aku sempatkan untuk selalu mengabadikan juga bangunan atau dimensi ruang ini, dimanapun, kapanpun. Bangunan dan dimensi ruang selalu menarik perhatianku.
.
Terima kasih foto dari kak Leya, yang maksud hati memotret mama @ari_atletkuliner eh ada tante Adjeng ya. Tapi jadi keren hasil fotonya, tentang dua orang yang berbeda passion ?

#delaras
#delaraswisata


Lagu : Sejujurnya

Mungkin harus kunyatakan,
Perasaanku padamu
Yang terpendam
Sekian lama
Oh indahnya rasa cinta ini
Kuyakin hanya dirimu
Yang ingin kuberikan cinta suciku
Setulusnya kuberikan
Sejujurnya kucinta kamu
Kuyakin hanya dirimu
Yang slalu ada hatiku
Slalu ada di mimpiku
Kucinta kamu dengan segala adanya
 .
 vina panduwinata
(Vina Panduwinata)

Wisata bersama SN 3D2N

Jujur, ini pengalaman pertamaku ikut dalam sebuah kegiatan Tur Perjalanan, yang dikelola pihak lain.

Sejak tahun 2010, aku bertugas sebagai PIC di Unit SDM Balai. Selama itu, aku ikut mengelola dan mempersiapkan teman-teman yang akan mengikuti Gathering Karyawan setiap tahunnya. Panitia yang dibentuk sungguh-sungguh mempersiapkan gathering dengan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin, untuk meminimkan komplain.

Kali ini, aku bergabung karena ajakan di komunitas menulis yang aku ikuti. Dengan rencana akan menerbitkan sebuah buku dari hasil perjalanan ini. Tujuan negara yang dipilih sebenarnya sudah pernah aku kunjungi sebelumnya, tapi ya karena aku pikir kebersamaan komunitas, jadi aku ikut saja mendaftar pada tahun 2019.

Biaya cukup murah dengan kegiatan selama 3 hari 2 malam, di luar keberangkatan 1 malam di pesawat. Biaya sebesar Rp 2.9 juta, juga bisa dicicil sampai seminggu sebelum hari H. Namun DP sebesar Rp 1.5 juta harus dibayarkan di awal untuk pemesanan tiket.

Foto dari bu RatnaTanggal keberangkatan juga sempat ditunda dua kali, namun akhirnya final berangkat pada tanggal 15 Januari 2020 dan kembali tanggal 18 Januari 2020.

Peserta dalam tur SN Travel 3D2N ini cukup banyak, yaitu 45 orang, yang dibagi dalam tiga kloter keberangkatan. Peserta terdiri dari penulis, guru dan sebagian besar pribadi. Kelompok penulis kami ternyata hanya 5 orang saja. Yang mempunyai ide awal mengajak kami pun tidak ikut karena satu dan lain hal (baik lah). Kloter kepulangan juga terdiri dari 3 kloter. Peserta berasal dari Jabodetabek, Malang dan Bandung.

Kloter kepulangan tidak menjadi masalah buatku atau kami ya. Yang jadi masalah adalah kloter keberangkatan. Karena berbeda-beda, maka ketibaan kami di KLIA pun menjadi banyak hilang waktu dan saling menunggu (1).

Tiba di bandara KLIA, kami dijemput bis, dengan seorang supir dan tour guide bernama James. Bis cukup baik dan nyaman, kami melanjutkan perjalanan ke Johor. Tiba di Johor, kami mandi, sholat dan sarapan di Rest Area, untuk lanjut ke Imigrasi Johor, menuju Singapore. Aku sarapan nasi lemakku yang pertama, dengan teri kacang dan ayam goreng, hm….mantabs

Perjalanan di tempat-tempat wisata akan diceritakan berikutnya ya. Oh ya kami tetap merencanakan membuat buku bersama kami yang berlima ini. Ditunggu ya.

Kekecewaan kami berikutnya adalah pembagian kamar yang tidak sesuai dengan seharusnya. (2) Kamar hotel cukup baik, sarapan juga oke. Kamar mandi bersih. Air panas shower sesuai. Tempat tidur baik. Bantal pas ukuran ketebalannya. Namun pembagian kamarnya, tidak menyesuaikan dengan kapasitas jumlah orang, karena sesuatu dan lain hal, demikian penjelasan Panitia yang membawa kami (Mbak Ari). Karena badan sudah lelah dan butuh tempat selonjor, aku mandi dan langsung tidur.

Perjalanan hari kedua dimulai,  Bersiap dengan semangat untuk mendatangi tempat-tempat sesuai ittenary, tapi ternyata (3), kami tidak menuju Melaka dan menuju Twin Tower. Aku menanyakan ke James, yang membawa kami, ia mengatakan bahwa ittenary yang ia terima dari SN Tour Travel a.n Shana sudah sesuai. Baiklah, aku ikut membaca WA dari Shana ke James. James tidak salah. Tapi ittenary yang dikirim Shana ke kami, berbeda dengan yang dikirim ke James.

Perjalanan hari ketiga, juga tidak sesuai dengan yang sudah disepakati di malam kedua. Daratan Merdeka ditutup karena ada event (4). Aku pribadi, sudah pernah ke sana tahun 2016 tapi buat teman-teman yang belum pernah, pasti kecewa kan? Mestinya sebagai tour  guide yang in charge, James bisa mencarikan kami alternatif tempat yang lain. Tapi tidak. Pagi itu terkesan mengulur-ulur waktu. Jam berkumpul untuk check out sudah cukup siang.

Pukul 12,35 waktu KL, kami sudah mengarah ke Bandara KLIA, untuk makan siang dan persiapan keberangkatan. Sekali lagi ini karena waktu kepulangan berbeda satu sama lain, padahal masih ada waktu untuk mampir di satu tempat. (5).

Mengenai kuliner yang disajikan dalam tur ini cukup baik dari segi rasa. Hanya dari segi kemasan yang kurang (6), terutama untuk makanan yang dibagikan di kotak.

Demikian sekelumit pengalamanku melakukan perjalanan yang dikelola oleh SN Tour Travel selama 3 hari 2 malam. Yang tentunya tidak belum bisa aku rekomendasikan ke siapa-siapa. Satu catatan buat biro perjalanan ini, ini soal bisnis jasa. Bisnis jasa akan berkembang cepat dari informasi verbal dan visual. Kalau pelanggan puas, pada saat perjalanan masih berlangsung, pasti langsung akan ada pesanan untuk grup-grup berikutnya. Tapi jika pelanggan tidak puas, ya semua akan sampai pada hari itu juga.

20200116_160937

Perjalanan selalu menjadi sebuah pengalaman buatku. Aku menikmati keriuhan ini. Banyak hal bisa kupelajari. Banyak hal bisa kuamati dan kusimpan dalam ingatan. Dan terutamanya bisa mengenal banyak teman baru dengan karakter yang beraneka ragam. Sempat saling curhat dan bertukar cerita dengan beberapa teman. Bersyukur dengan teman-teman baru yang baik hati. Mereka mencairkan suasana. Kami berusaha menikmati kebersamaan kami dalam perjalanan ini. Terima kasih untuk kebersamaan ini. Sampai berjumpa lagi dengan pengalaman yang lebih seru dan menyenangkan.