Dunia Majemuk yang Penuh Warna

“Views are better with your best friend by your side” ~ Peanuts (Snoopy)

peanut

Itu betul banget dan ideal banget. Bahagianya bisa menikmati semesta, diam tanpa kata, diam dalam kesunyian, ga ada perbantahan dan berbantahan (ribet amat ini maksudnya, ga ada perdebatan), menikmati langit bertabur bintang, sambil menunggu bintang yang melintas dan hanya mendengar gemericik air, sambil digigitin nyamuk 😀

Namun…pada kenyataannya tidak selalu demikian kan? Kita tidak selalu bisa merasa lebih baik karena kita berada di sisi seorang sahabat karena kita tinggal di dunia yang majemuk.

Kita mesti bisa duduk bersama dengan orang yang berbeda, orang yang tak sejalan, orang yang tak sama, orang yang tak selalu punya pendapat yang sama.
Di sinilah kita belajar, mengelola apa yang namanya tepa selira, peka, tenggang rasa dan toleransi dalam segala hal. Perdebatan (baca : diskusi) dan saling beradu argumen pasti akan selalu ada, asal disampaikan dengan santun.

Dunia yang majemuk adalah tempat kita berpijak, tempat kita dikirim untuk menjadi seseorang yang punya makna. Dunia majemuk, dunia yang penuh warna, pemandangan juga bisa dinikmati dengan orang yang berbeda dan tetap jadi sahabat.

selamat berakhir pekan…


Kopi Tanpa Janji

Mentari hadir menyambut pagi.
Awal gerak jalani hari
Kita berdua tak pernah buat janji.
Tapi selalu hadir di antara kita,
dua cangkir kopi

kopikok

Kopi Kok Tong Pematang Siantar, dengan segala memori (lelah, rumpi, lucu, serius dan blur) di Lantai 5 Ruang Rapat. Baru sempat diseduh setelah hari-hari persiapan Entry Meeting Evaluasi Kegiatan RB.

Catatan : Ga nyambung, antara tulisan, memori dan gambar ~ disambung-sambungkan boleh juga sii…. 😀


Suara Jelita, Kisah Inspiratif Para Jelita

Terbit buku antologiku, buku antologi ke-17 (buku ke-25) “Suara Jelita” bersama komunitas Women Script Community, di bawah bimbingan mbak Deka Amalia Ridwan?, dengan PJ Ikania Soetopo. Buku ini didukung 42 penulis yang tergabung dalam WSC, berisi 42 naskah cerita dalam 403 halaman buku berwarna orange yang cantik.
buk_jelita
Terbit setelah proses panjang selama kurang lebih satu tahun, justru bukan pada proses penyusunan naskah tapi pada tahap pencetakan bukunya. Betul-betul proses yang menguji kematangan para penulis dalam penantian.
Tulisanku yang berjudul “Aku, Kamu dan Dunia Kita” terdapat pada halaman 103, berisi tulisan mengenai pasangan yang memasuki apa yang disebut Empty Nest Syndrome, masa yang tak mungkin kita hindari tapi dapat kita sikapi dan persiapkan bersama, baik sendiri maupun bersama pasangan. Tulisan ini aku submit pada 28 November 2018.
Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi bijak adalah pilihan. Bagaimana para jelita atau lolita menjalani lika liku kehidupan dengan aneka ragam peran, simak di buku ini ya.
Judul Buku : Suara Jelita, Kisah Inspiratit Para Jelita
Pengarang : Deka Amalia, Ikania Soetopo,dkk
Jumlah hal : 403
Penerbit     : Writerpreneur Club
No. ISBN   : 978-602-0780-801
Harga buku : Rp 99.000,-