Bubur Lambuk Mega WOW Dataran Bandaraya Ipoh

Hari ini, Jumat, 16 Juni 2017, kami, rombongan Visit Perak 2017 bersama Gaya Travel dan Tourism Perak menyaksikan persiapan pembuatan Bubur Lambuk WoW (World of Wonders) di Dataran Ipoh yang dimulai sejak pukul 10.00 pagi. Kegiatan hari ini menyiapkan 10.000 paket bubur dan dilombakan, dengan peserta sebanyak 20 yang berasal dari berbagai kantor pemerintahan, NGO maupun media. Bukan hanya memperlombakan bubur tapi juga booth dari masing-masing peserta.

DSCN0567Bubur Lambuk adalah bubur beras yang berisi cincangan daging sapi (atau rusa) dan udang kering dengan rempah-rempah dasar yang terdiri dari bunga cengkeh, bunga lawang, jintan putih, kulit kayu manis dan lain-lainnya.

DSCN0570Bubur ini biasanya dimasak secara gotong-royong di beberapa mesjid di Malaysia untuk dibagikan kepada orang umum dan untuk bekal berbuka puasa para jemaah mesjid tersebut. Bubur ini bisa dimakan langsung atau disimpan untuk sahur keesokan harinya.

DSCN0566DSCN0569DSCN0571Bahan yang dibutuhkan untuk membuat Bubur Lambuk adalah sebagai berikut

  • 1 gelas beras
  • 1 sdm minyak sapi/samin
  • 2 sdm minyak masak kelapa
  • 1 kulit kayu manis, 1 bunga lawang, 2 buah pegaga dan 3 bunga cengkeh
  • 100 gram daging sapi cincang (atau daging kerbau/kambing/rusa/ayam)
  • segenggam udang kering (ebi)
  • sehelai daun pandan
  • 1 sendok kecil halba , 1 sendok teh lada hitam dan 1 sendok teh jintan putih
  • 1 siung bawang merah dan 2 siung bawang putih
  • irisan daun bawang
  • 2 gelas santan kental
  • garam secukupnya
  • 2 ruas jahe

Cara memasaknya :

  • Panaskan minyak samin dan minyak kelapa, kemudian tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum
  • Kemudian masukkan daun pandan, halba, bunga cengkeh, bunga lawang, jintan putih dan buah pegaga juga sampai harum
  • Masukkan daging cincang beserta jahe yang telah ditumbuk sampai keluar airnya
  • Kemudin masukkan air secukupnya dan beras yang telah dicuci bersih.
  • Masak sehingga beras hancur dan tambahkan lada hitam tadi yang telah dicampur air terlebih dahulu serta masukkan udang kering yang sudah dihancurkan
  • Setelah bubur hampir masak , masukkan santan kental dan aduk perlahan-lahan setelah masak angkat bubur ke dalam mangkok kemudian ditaburi irisan daun bawang beserta bawang goreng

DSCN0568Demikianlah cara membuat bubur lambuk, cara membuatnya hampir sama dengan bubur biasa. Namun bubur lambuk yang dimasak bersama di bulan Ramadhan ini tentu memberikan semangat dan rasa yang berbeda di batin setiap orang yang terlibat didalamnya karena ada semangat berbagi dan kebersamaan.

Pada pukul 15.00, bubur lambuk ini dibagikan ke warga masyarakat

DSCN0600DSCN0602DSCN0607Bahkan Pengerusi Jawatan kuasa Pelancongan, Kesenian, Kebudayaan, Komunikasi dan Multimedia, Datuk Nolee Ashilin Mohammed Radzi pun turut membagi-bagikan bubur lambuk meskipun hujan turun deras petang itu.

Semoga bermanfaat dan selamat menikmati.

 


Kelezatan Rendang Tok Mak Nik Yang Mendunia

Mak Nik, yang memiliki nama Nafsiah Yeop Abdullah, pada mulanya adalah penjual daging dan ayam bersama suaminya Mohamed Pandak Hussien pada tahun 1985. Namun karena bisnis tak bagus, mereka mencoba usaha lain dengan membuat rendang dengan resep warisan keluarga. Dengan modal RM35, pasangan ini menyiapkan tiga pot rendang tok dan menjualnya di pasar tani di Kampung Simee.

Demikian Sharifuddin bin Mohamed, anak sekaligus pengurus yang melanjutkan bisnis warisan Rendang Tok Mak Nik menceritakan sejarah perkembangan bisnis orang tuanya ini.

DSCN0592DSCN0591DSCN0596Berawal dengan mulai beroperasi di halaman belakang mereka di Kampung Pasir Puteh, berkembang dengan pesat hanya dalam waktu lima tahun, mereka memiliki sebuah pabrik modern di Kawasan Industri Sri Pengkalan.

Dengan menggunakan nama merek Rendang Tok Mak Nik Sdn Bhd, rendang tok milik Nafsiah dijual di toko Tesco dan Mydin, supermarket Perwira Niaga Malaysia (Pernama), toko serba ada 7-Eleven di seluruh negeri dan bahkan di Brunei dan Uni Emirat Arab. .

DSCN0593DSCN0597Satu pak kemasan rendang Tok Mak Nik 160 gram dijual dengan harga RM 12 (rombongan kami mendapat diskon menjadi RM 10). Sedangkan untuk 100 gram serundeng ayam seharga RM 8 dan 1 kg serundeng/rendang daging seharga RM 55.

Siapa yang di Perak tak kenal apa rendang favorit mereka, pasti mereka akan menjawab “Rendang Tok Mak Nik” karena kelezatannya tak diragukan lagi. Sekarang tersedia dalam kemasan praktis seberat 160 gram, yang dapat langsung disantap dan dihidangkan terutama untuk oleh-oleh atau pengobat rindu bagi orang Perak yang pergi merantau

Produknya juga dipasarkan oleh Federal Agriculture Marketing Authority (Fama) di bawah merek Agromas dan diakui sebagai produk wisata Perak.

DSCN0587Untuk proses pembuatan yang sempat aku saksikan, 1 kuali pemasakan rendang mengolah 40 kg daging yang membutuhkan waktu selama empat jam.

DSCN0589Proses yang cukup panjang untuk mendapat kelezatan yang diakui dunia. Selain rendang dan serundeng, di sini juga disediakan ketupat palas sebagai teman makan rendang, yang harganya 1 potong seharga RM 80 cents.

DSCN0594 DSCN0595Selamat berbelanja, selamat menikmati, dinikmati sendiri atau untuk oleh-oleh ? Mari….. :-)

Instagram :@rendangtokperak


Tradisi Pesta Panjut Di Kuala Kangsar

Pesta Panjut atau Pesta Pelita adalah salah satu bentuk kegiatan yang diselenggarakan selama bulan Ramadhan setelah sholat trawih di Kuala Kangsar

Dibuat secara bergotongroyong dengan menampilkan desain sesuai dengan tema pesta pada tahun itu. Pesta Panjut ini juga dapat mengakrabkan warga masyarakat karena proses pembuatannya mulai dari mempersiapkan batang bambu untuk membuat rangka dari pelita yang akan dipasang. Pelita berupa lampu minyak tanah, di Jawa biasa disebut lampu teplok atau lampu sentir.

Dengan berbaju Raya dan mengenakan tengkolok, kami dalam rombongan Visit Perak 2017 bersama Gaya Travel beramai mengikuti Pesta Panjut. setelah berbuka puasa.

IMG-20170615-WA0100DSCN0559DSCN0563

DSCN0564Biasanya pertandingan Pesta Panjut antar kampung akan digelar beberapa hari sebelum hari Raya tiba. Dan biasanya warga yang bekerja atau melanjutkan studi di perantauan pulang ke kampungnya. Tradisi ini dapat mengakrabkan warga masyarakat kembali apalagi ada rasa bersatu untuk memenangkan pertandingan antar kampung. Tradisi yang baik untuk dipertahankan baik bagi orang tua dan muda.