Pernak Pernik 2019

Tak kutahu kan hari esok tapi kutahu tangan Tuhan yang pegang (PKJ 241)
.
Tak pernah membayangkan apa yang akan terjadi pada hari-hari di tahun 2019, di awal tahun. Sesungguhnya aku selalu punya rencana dan target yang ingin dilakukan dan dicapai, tapi Tuhan juga punya skenario atas hidup kita
.
Pertemuan dengan setiap orang di tahun 2019 bukan hanya sebuah kebetulan, namun menjadi sebuah pelajaran atau sebuah berkat.

46440316_10156934964992422_7029683581655973888_nPertemuan pada 12 Februari  2019 dengan Prof Bambang Hidayat, setelah komunikasi melalui email sejak Desember 2018, menjadi hari-hari yang kaya makna. Foto asal jepret, malah menjadi cover buku Prof Bambang yang diluncurkan pada HUT beliau ke-85. Dan bukan itu saja, Prof Bambang banyak membantuku dalam proses kreatif penerbitan buku cerita anak Aku dan Alam Semesta.

2019-09-21 18.18.30

Menikmati sepotong mango cheese cake dari Double Tree, pada 26 April 2019. Surprise yang tak bisa diterjemahkan dengan tulisan dan kata-kata.

59106077_10157322938007422_4186757111100735488_nMendapat kiriman gambar dari senja di pantai sebelah timur Indonesia, yang begitu menginspirasi, sehingga lahirlah puisi “Senja Lembayung Jingga”. Puisi ini berhasil masuk dalam puisi pilihan dalam Event SEBUKU bersama penyair legendaris Eyang Sapadi Joko Damono.

Senja_1Mendampingi orang terkasih yang sakit. Abang Bapak Dita mengalami serangan jantung pada 16 Maret 2019 dan pemasangan ring di Eka Hospital BSD, menemani kak Arum operasi geraham bungsu di RSUD Salatiga pada bulan November 2019 dan Daniel yang mengalami robek otot rotator di sendi putar pundak sebelah kanan bulan Oktober 2019 dan saat ini masih menjalani terapi di RS Omni Alam Sutera.

IMG_20191226_222858_391

73357369_10157875675367422_631406230266445824_o

Kehilangan salah seorang sahabat terbaik, yang telah berteman sejak tahun 2007 dan berjuang melawan kanker sejak tahun 2015, Ratna Kristiani. Damai Tuhan besertamu di Yerusalem yang baru ya

IMG_20191226_222858_390

Peluncuran lima buah buku Antologi bersama komunitas Perempuan Perempuan Menulis (P2M) di Perpustakaan Nasional Indonesia, menjadi salah satu pencapaian yang menggembirakan di tahun ini. Sebagian buku sudah dalam proses sejak 2018, yaitu Lagu tentang Kisahku, Bus and Love, The Choice, Kearifan Lokal dan Fabel.

IMG_20191226_222858_392

Talkshow di Ruang Komunal Facebook dan Wawancara bersama VloggerMbak Cilya dari Wonderland.

75442923_10157830690462422_8489855325652910080_n

dan akhirnya puji syukur, berhasil menggelar Peluncuran Buku Solo ke-8, Aku dan Alam Semesta, yang menjadi event pertama penyelenggaraan. Persiapan hampir selama sebulan di tengah segala kesibukan. Dengan rasa yang campur aduk, berdebar-debar, lelah, seperti mau persiapan pernikahan, namun syukur, semuanya berjalan baik adanya. Tampak alam semesta ada di wajahku kan…. bahagia. Terima kasih dukungan semua orang terkasih. Terima kasih untuk semua teman baru yang sudah hadir.

IMG-20191130-WA0170

Kegiatan berbagi dalam Kelas Inspirasi, juga menjadi bagian dari kegiatanku di 2019 ini. Memberikan keceriaan dan perenungan yang mendalam bersama anak-anak di SDN Klaten, Jawa Tengah. Pendidikan tidak hanya selalu melalui buku pelajaran. Pendidikan melalui kegiatan seperti ini justru membuka wawasan bagi mereka. Pendidikan bagi mereka juga menjadi tanggungjawab kita semua.

IMG_20191226_222858_430

Bergabung bersama grup Karawitan Laras Kanita dan tampil setelah empat kali latihan adalah sesuatu yang sesuatu banget. Luar biasa, seperti botol ketemu tutup, mur ketemu sekrup, sudah lama mencari tempat untuk melestarikan budaya Jawa dan ketemulah di tempat ini, setelah chat singkat dengan mbak Hetty Reksoprojo. Semoga awet dan langgeng bersama komunitas ini, yang beranggotakan alumni SMA Tarakanita, dari 1979 sampai dengan 2017.

IMG_20191226_222858_441

Persiapan Balai menuju Zona Integritas WBBM dan pencapaian hasil Evaluasi Pelayanan Publik di sela-sela kegiatan rutin. Semangat untuk Reformasi Birokrasi BPPT menuju internalisasi dan implementasi yang lebih optimal di tahun 2020.

72339263_10157755849407422_8721815247905619968_o
Tak pernah membayangkan semua ini di awal 2019, hanya beriman pada Tuhan yang berada di tempat yang maha tinggi, dengan meletakkan diri ini di tempat yang paling rendah, karena hidup ini bukan soal menjadi kaya materi, pendidikan tinggi, cantik sempurna atau terkenal, tapi mempunyai hidup yang bermakna.
.
Maafkan semua kesalahan yang terjadi, banyak kegagalan dan target yang belum tercapai. Maafkan belum dapat membahagiakan semua orang, namun terus berdoa agar dapat menjadi orang yang baik dan berguna buat semua.
.
Terima kasih telah bersamaku menjalani hari-hari di 2019.

#delaras


Kaji Rasa dan Bodo Amat

Aku termasuk orang yang sangat berhati-hati dalam berbicara maupun mengungkapkan perasaan, baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Bapak selalu mengajarkan pada kami untuk bertenggang rasa dan tidak asal bicara. Untuk itulah Bapak sangat membatasi kami dalam bergaul. Apalagi di masa Bapak menjadi pejabat tahun 1980. Lingkungan pekerjaan Bapak disebut sebagai lingkaran ring satu dari orang nomer satu di negeri ini. Kami tidak boleh asal bicara, kalau tidak, bisa-bisa Bapak kehilangan pekerjaan.

balloon

Singkat cerita, kami menjadi orang yang sangat berhati-hati dalam berbicara, berpikir dulu baik-baik, baru bicara. KAJI RASA. Aku terutamanya. Yang akhirnya malah berakibat menjadi takut berbicara dan berpendapat. Belakangan, setelah makin dewasa (baca : tua), saat berbicara atau berpendapat, kadang ada efek tidak percaya diri, apalagi jika seseorang yang kita ajak bicara, tidak memberi respon. Itu menjadi beban pikiran yang cukup mengganggu, semua bayang “jangan-jangan” bermunculan, jangan-jangan perkataan saya salah, jangan-jangan aku menyinggung perasaannya, jangan-jangan orang itu sakit hati, jangan-jangan aku sudah lancang. Nah, nah, akibatnya jadi terbawa perasaan, baper? mungkin ya, yang pasti, jadi kepikiran.

Biasanya, kalau pada saudara atau teman dekat, yang sudah kenal baik, aku akan mengkonfirmasi, aku salah ya, kenapa ga balas chat nya, dan seterusnya. Semuanya hanya bertujuan untuk menjaga perasaan orang lain. Belajar menyampaikan pendapat, tidak semudah yang kita pikir. Padahal pendapat yang merupakan bentuk dari ungkapan pemikiran atau perasaan, harus disalurkan bukan?

Berjalan dengannya waktu, dengan kaji rasa yang kerap aku lakukan, akhirnya aku sampai pada satu titik puncak kelelahan, dan dengan sangat terpaksa mengatakan dua kata ini yaitu BODO AMAT. Punya pendapat atau mengatakan dua kata ini tak pernah aku lakukan sebelumnya, sungguh. Setiap selesai melakukan sesuatu, aku selalu melakukan kaji rasa, seperti yang aku ceritakan di awal. Berulang-ulang aku memikirkan tindakanku pada orang lain atau orang lain padaku. Walau sebenarnya hanya untuk menjaga agar tindakan atau perkataanku tidak melukai orang lain. Memikirkan atau mengkaji rasa itu ternyata membuatku lelah dan sakit lahir batin. Namun apa yang terjadi, ketika bisa melepaskan perkataan itu, walaupun hanya dalam hati aku berkata “bodo amat, aku capek” wow ternyata efeknya sangat luar biasa, jiwaku menjadi sehat dan tenang.

Betul kata pepatah, jangan semua dipikirin dan dibawa dalam perasaan, sekali-kali lepaskan saja. Jiwa ini punya batas dan perlu dijaga kesehatannya, tanpa harus mengatakan “bodo amat”

Selamat berakhir pekan…..


Suara Jelita, Kisah Inspiratif Para Jelita

Terbit buku antologiku, buku antologi ke-17 (buku ke-25) “Suara Jelita” bersama komunitas Women Script Community, di bawah bimbingan mbak Deka Amalia Ridwan?, dengan PJ Ikania Soetopo. Buku ini didukung 42 penulis yang tergabung dalam WSC, berisi 42 naskah cerita dalam 403 halaman buku berwarna orange yang cantik.
buk_jelita
Terbit setelah proses panjang selama kurang lebih satu tahun, justru bukan pada proses penyusunan naskah tapi pada tahap pencetakan bukunya. Betul-betul proses yang menguji kematangan para penulis dalam penantian.
Tulisanku yang berjudul “Aku, Kamu dan Dunia Kita” terdapat pada halaman 103, berisi tulisan mengenai pasangan yang memasuki apa yang disebut Empty Nest Syndrome, masa yang tak mungkin kita hindari tapi dapat kita sikapi dan persiapkan bersama, baik sendiri maupun bersama pasangan. Tulisan ini aku submit pada 28 November 2018.
Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi bijak adalah pilihan. Bagaimana para jelita atau lolita menjalani lika liku kehidupan dengan aneka ragam peran, simak di buku ini ya.
Judul Buku : Suara Jelita, Kisah Inspiratit Para Jelita
Pengarang : Deka Amalia, Ikania Soetopo,dkk
Jumlah hal : 403
Penerbit     : Writerpreneur Club
No. ISBN   : 978-602-0780-801
Harga buku : Rp 99.000,-