Pasrah Berserah

Ketika harus menerima keadaan, tanpa bisa protes. Tanpa argumentasi. Tanpa debat.

kun2

Sedang semangat kuliah. Mendadak kuliah dibekukan. Dianggap cuti 1 semester. Kuliah online, sekolah online. Mendadak pelajar dipaksa paham teknologi. Bersyukur bagi yang punya sarana mendukung di rumah, bagaimana yang tidak.

Tiket sudah di tangan, semangat untuk kembali, berjumpa keluarga, mendadak tidak ada penerbangan. Bukan hanya harga ratusan ribu rupiah, tapi mencapai puluhan juta karena dari luar negeri. Mengurus refund tak semudah membalik tangan. Tiket diganti voucher, padahal momen sudah berlalu.

Sedang punya proyek besar, mendadak semua berhenti, pegawai dirumahkan, roda bisnis tidak dapat berputar.

Famili sedang sakit, rindu ingin jumpa, tak ada akses menuju rumah sakit. Bahkan ibadah pemakaman pun melalui zoom meeting.

Tradisi mudik, silaturahmi keluarga, rindu orang tua, rindu kampung halaman, ditunda demi kebaikan orang di kampung.

Berbicara pun tak bisa. Apa yang bisa dilakukan selain memanjatkan doa? Pasrah berserah…..kehendak Tuhan yang jadi dengan terus berusaha, melakukan yang terbaik, yang kita bias pada keadaan ini. Percaya Tuhan ada menyertai kita. Amin.

#delaras
#delarassemesta


Mari Kita Patuh yuk…

Mari kita patuh yuuk….

Kalau menuruti ego sih, aku juga udah ingin cepat beraktivitas normal lagi. Udah ingin promo buku ke kota-kota lain (baca : jualan). Cuap-cuap di radio. Story Telling ke anak-anak. Ingin ketemuan sama illustrator bukuku, mbak Tanti Amelia untuk bikin rencana-rencana buku selanjutnya. Ketemu sama editor novelku, mbak Shinta.

IMG_20200428_114512_972

Liburan sama keluarga, walau ya yang dekat aja. Ingin nengok kakak tengah Leona Aditia Arum Silalahi Jalan sama teman seperjuangan Ari Dianing Ratri , Dwi Hartati Dwi Hartati dan Noenoeng (teman seperjuangan – senasib maksudnya). Ngopi dan ngobrol asyik santai sama teman. Ketemu teman kantor, teman gereja dan saudara. Juga ketemu mbak-mbakku untuk latihan karawitan Hetty Reksoprodjo dan mbak-mbak yang lain.

Dan terutama olah raga atau aktivitas di alam terbuka, untuk cari inspirasi.

Tapi demi buat kita semua, aku milih lebih baik bersabar dan ikutin semua prosedur yang dihimbau Pemerintah untuk situasi sekarang ini.

Memang nggak enak sih, tapi dari pada ini jadi semakin lama akhirnya kita juga yang mesti menanggung. Makin lama kembali ke aktivitas normal. Ayo dong patuh, kita bisa kok. Semangat dengan bersabar dan berdoa, jangan bandel ah….

#kamipatuh #dirumahaja #kerjadarirumah #stayathome #fightforcovid19 #indonesiabisa


Pakai Masker yuuk….

Memakai masker adalah hal yang baru di awal pandemi ini. Sempat terjadi panic buying dan barang hilang di pasaran sehingga harga masker menjadi melambung tinggi. Ini dimungkinkan terjadi karena kurangnya sosialisasi, masker apa yang cukup buat kita pakai dan yang mana yang dibutuhkan para tenaga medis.

2020-04-20 15.13.12

Mengapa kita mesti mengenakan masker dan bagaimana sosialisasi atau himbauan Pemerintah terkait hal ini untuk mengurangi penyebaran virus Covid, bisa disimak di infografis di bawah ini ya..

92392140_1469117446610433_5243003484604727296_o

IMG-20200328-WA0011

IMG-20200302-WA0012

Nah, demi kebaikan buat diri kita dan juga melindungi orang lain, mari kita gunakan masker. Bagi kita, untuk pencegahan, bisa menggunakan masker dari kain, yang bisa bertahan dipakai selama empat jam dan bisa dicuci. Selamat bermasker melawan Covid 19.

Salam sehat.
 

 

 

 


Hand Sanitizer Alami dari Daun Sirih

Pada awal pandemi virus Covid19 masuk ke Indonesia, barang yang harganya melambung tinggi, selain masker adalah hand sanitizer. Bukan saja menjadi mahal tapi juga langka.

Dalam keadaan kepepet, orang memang bisa menjadi kreatif. Dari berbagai sumber diperoleh informasi bahwa ekstrak daun sirih bisa menjadi desinfektan.

Penemuan hand sanitizer yang dapat menggunakan bahan alami seperti daun sirih ini pertama kali diteliti di Departemen Farmasetika Fakultas Farmasi UNAIR pada tahun 2006. Pada saat itu, flu burung juga menjadi pandemi yang menyebar ke seluruh dunia.

Pada umumnya, hand sanitizer mengandung senyawa etanol yang lebih dari 70 persen. Untuk membuat hand sanitizer pada umumnya, sebenarnya mudah. Namun, masyarakat akan sedikit kesulitan untuk mendapatkan bahan kimia ini dikarenakan beberapa syarat khusus yang harus diperhatikan.

Untuk mengatasi hal tersebut, dr. Retno Sari, MSC., Apt menuturkan bahwa air daun sirih sebanyak 15 persen ke atas sama efektifnya dengan etanol 70 persen untuk mengurangi jumlah bakteri dan virus.

Sementara itu, daun sirih adalah bahan yang mudah mengalami proses oksidasi. Untuk menguranginya, air jeruk nipis yang bersifat anti-oksidan dan anti-bakteri dapat ditambahkan ke dalam air daun sirih tersebut.

Selain mudah membuatnya, murah karena ada di halaman, juga wangi tentunya.

IMG-20200414-WA0006

IMG-20200414-WA0007

Selain untuk pembersih tangan, aku juga mencampurkannya pada air pembersih lantai. Harum rempah semerbak di dalam ruangan. Selamat mencoba ya.