Bandar Jakarta, Alam Sutera, Serpong

Hari Sabtu, 7 Agustus 2010, adalah hari ulang tahun anakku, Leona Aditia Arum, yang ke – 12. Anak yang dulu terlahir dalam keadaan sungsang, kaki keluar lebih dahulu ini dan satu-satunya yang membuat aku harus diinduksi beberapa jam, telah bertumbuh menjadi seorang anak remaja, yang sangat aktif dan tidak takut pada apapun dan siapapun, kecuali kepada Tuhan saja.

Biasanya, kami jarang sekali merayakan ulang tahun di luar rumah, tapi kali ini, kami berlima saja pergi makan di luar. Kami memilih hari Minggu, 8 Agustus 2010, setelah kebaktian hari Minggu siang. Kami memilih makan di Bandar Jakarta, Alam Sutera, karena letaknya tidak terlalu jauh, kami semua suka makanan laut dan yang ketiga, kami belum pernah ke Bandar Jakarta yang disini.

Siang itu, sedang terik-teriknya ketika kami tiba di BJ, dan karena jam makan siang, lahan parkir mulai penuh, sempat kami berputar 2 kali dan akhirnya Puji Tuhan, dapat parkir mobil di tempat yang lumayan sejuk, dibawah pohon. Kami menuju resto BJ yang board nya terpampang dan tampak terlihat jelas dari luar. Sampai disana, ada pelayan yang menanyakan berapa jumlah orang dalam rombongan kami dan kemudian mengarahkan kami ke tempat yang bernama Pasar Ikan. Eits jangan bayangkan Pasar Ikan yang jorok ya? Pasar Ikannya bersih dan tertata dengan rapi, ada kelompok ikan, udang, kepiting, kerang, dalam berbagai jenis.

Mulailah kami bersama-sama, berjalan dan memilih, mula-mula kami memilih Ikan Kakap Merah seberat 0.32 kg dengan harga Rp 87.000,- per kilogram, yang menurut saran pelayan, cocok dimasak dengan cara tim dengan saus Hongkong, ok kami setuju, namun akhirnya ikan ini kami bawa pulang untuk oleh-oleh Eyang di rumah. Berikutnya kami memilih Kerang Hijau seberat 0.71 kg dengan harga Rp 17.000,- per kilogram, kerang ini kami minta dimasak saus tiram. Udang Pancet ukuran sedang, dengan harga Rp 78.000,- per kilogram, sebanyak 0.58 kg, kami pesan untuk dimasak dengan goreng saus mentega. Kakak Dita juga memilih seekor kepiting jantan (kata pelayan, kepiting banci, karena bertelur sedikit) dengan berat 0,61 kg seharga Rp 68.000,- per kilogram nya, dimasak saus Padang. Terakhir, suamiku, memilih Ikan Kuwe berdaging tebal untuk dibakar, tidak pedas. Selesai memilih ikan dan kawan-kawan, aku ikut ke bagian penimbangan dan pemesanan makanan lain, seperti sayur cah kangkung. Sementara suamiku dan anak-anak mencari tempat duduk.

Maklum karena jam makan siang dan hari Minggu pula, tempat penuh dan banyak yang sudah dipesan, akhirnya kami mendapat tempat duduk yang cukup hangat seperti suasana di pantai (hahaha) karena tidak dapat tempat di saung-saung. Okelah, kami duduk dan mulai memesan minuman. Nah ternyata disinilah letak ‘keseimbangan’ resto ini, sebelumnya nampak harga bahan makanan tidaklah terlalu mahal, juga dengan cooking charga sekitar 10% dari total pembayaran, namun harga minumannya yang tidak tanggung-tanggung, muahaal nyaa…..1 gelas jus alpukat seharga Rp 22.500,-, 1 gelas jus orange yang rasanya asam (biar sudah minta ditambah gula) harganya Rp 25.000,- , es kelapa muda dengan batoknya diberi harga Rp 22.000,- dan 1 mangkuk es campur dengan nama cantik Cocktail Tazmania Float diberi harga Rp 22.000,-. Selain itu 1 porsi kangkung cah polos diberi harga Rp 12.000,- sedangkan bakul nasi pertama untuk 5 orang gratis, bakul kedua kena harga 5 x Rp 7.000,- per porsi.

Total untuk acara makan siang kami hari itu, kami mengeluarkan dana sebesar Rp 391.000,- Harga yang cukup lumayan, karena makanan dimasak dengan enak dan kami puas. Terimakasih Tuhan untuk kenikmatan di hari ulang tahun Arum dan perlindungan Mu untuk nya.