Titik Finish

Rafting bukan hanya soal mencapai tujuan titik finish pertama kali, namun juga mencapai tujuan dengan boat nya dan penumpang lengkap, selamat sampai tujuan.

IMG-20191129-WA0049 IMG-20191129-WA0050

IMG-20191205-WA0053Percuma kan boat sampai hanya dengan dua tiga orang dan nahkoda tidak tahu awak nya tertinggal dalam arus jeram.

IMG-20191205-WA0055IMG-20191205-WA0054I love rafting, kita belajar banyak hal, menikmati alam, bercanda bersama teman, namun harus tetap waspada karena ada titik-titik seperti pusat arus dan batu besar serta arus yang deras yamg mesti kita lalui.Sebelum rafting pun, banyak hal yang mesti kita persiapkan, seperti pemanasan dan memahami prosedur keselamatan.

IMG-20191205-WA0057IMG-20191129-WA0061

IMG-20191129-WA0055IMG-20191205-WA0056#raftingsungaiserayu

Foto : Pribadi dan BTP

Jumat, 29 Nov 2019


24

Chen said.

“Love and marriage are different; marriage takes work to maintain. To have a successful marriage, the couple must learn to understand each other and communicate efficiently,”

Teleflora'sUpsyDaisyPM

Chen Zhilin, a relationship counselor who got his PhD in Psychology at the University College London, said the main reason many people are getting married shortly after meeting each other is job-related stress.

Perenungan diri, pengingat diri sendiri mengenai hari pernikahan, yang hari ini memasuki angka ke-24, menuju ke-25. Pernikahan bukan hanya soal angka, tapi bagaimana dua manusia memaknai kebersamaan dalam sebuah pernikahan.

Pernikahan dan cinta itu hal yang berbeda menurut Chen. Pernikahan itu butuh sebuah usaha untuk merawat, kedua belah pihak atau pasangan harus saling belajar mengerti satu sama lain dan berkomunikasi dengan efisien, jangan mengedepankan ego masing-masing. Ga mudah. Iya, semakin ga mudah. Bagaimana kalau sudah kehabisan daya untuk berupaya?

Tanpa bunga, tanpa kue, tanpa ucapan selamat di pagi hari, mungkin belum karena memang belum bangun, namun lebih di atas segala itu, doa ucap syukur bahwa pernikahan yang dirancangkan Tuhan ini masih ada, perahu yang sedang terombang ambing di tengah badai ini masih disertai Tuhan, menuju ke satu tujuan.

Terima kasih untuk keluarga dan anak-anak yang selalu ada bersama kami.

(281095)

 

 


Dunia Majemuk yang Penuh Warna

“Views are better with your best friend by your side” ~ Peanuts (Snoopy)

peanut

Itu betul banget dan ideal banget. Bahagianya bisa menikmati semesta, diam tanpa kata, diam dalam kesunyian, ga ada perbantahan dan berbantahan (ribet amat ini maksudnya, ga ada perdebatan), menikmati langit bertabur bintang, sambil menunggu bintang yang melintas dan hanya mendengar gemericik air, sambil digigitin nyamuk 😀

Namun…pada kenyataannya tidak selalu demikian kan? Kita tidak selalu bisa merasa lebih baik karena kita berada di sisi seorang sahabat karena kita tinggal di dunia yang majemuk.

Kita mesti bisa duduk bersama dengan orang yang berbeda, orang yang tak sejalan, orang yang tak sama, orang yang tak selalu punya pendapat yang sama.
Di sinilah kita belajar, mengelola apa yang namanya tepa selira, peka, tenggang rasa dan toleransi dalam segala hal. Perdebatan (baca : diskusi) dan saling beradu argumen pasti akan selalu ada, asal disampaikan dengan santun.

Dunia yang majemuk adalah tempat kita berpijak, tempat kita dikirim untuk menjadi seseorang yang punya makna. Dunia majemuk, dunia yang penuh warna, pemandangan juga bisa dinikmati dengan orang yang berbeda dan tetap jadi sahabat.

selamat berakhir pekan…