Dalam Setiap Nada Selalu Ada Doa

Banyak teori yang membahas mengenai keterkaitan antara kesenian dengan kecerdasan emosional seseorang. Namun karena bukan ahlinya, aku tidak membahas hal itu. Kurang ilmu untuk membahas hal tersebut. Tapi satu hal yang pasti, melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kesenian baik seni musik, seni tari atau seni lukis maupun kreativitas yang lain, dapat melembutkan hati seseorang dan meningkatkan kecerdasan emosionalnya, menurut pengamatanku.

2019-09-03 17.28.55

Mengapa demikian? karena cenderung terjadi keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan mereka. Dan keseimbangan otak, tempat berkumpulnya jutaan saraf, menjadi satu hal yang sangat penting dan wajib diusahakan agar tidak menjadi masalah

Kecerdasan emosi adalah kemampuan  yang  dimiliki  seseorang  dalam  kehidupan sosial, yang  terdiri  dari  1) kemampuan  intrapersonal  yaitu  kemampuan  untuk memahami diri  sendiri  dan  juga  bertanggung  jawab  atas  kehidupan  diri  sendiri, dan 2) kemampuan
interpersonal  yaitu kemampuan  individu  untuk  berhubungan  dengan individu  yang  lain  dan  lingkungan  sekitarnya.

Kecakapan  tersebut  meliputi, kemampuan memotivasi diri, pengendalian diri, empati, memahami dan menjaga
perasaan orang lain, dan lain sebagainya.”

 

Musik juga dapat menjadi sarana pengekspresian diri. Musik diakui mempunyai kekuatan untuk mengantar dan menggugah emosi, baik dituangkan melalui penjiwaan terhadap alur cerita, musik, dan watak tokoh yang diperankan maupun sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Oleh sebab itu, musik tidak dapat dipisahkan dari emosi

Aku beruntung punya kesempatan menidurkan anak-anak saat mereka bayi (meninabobokan) dengan menyanyi (dengan suara pas-pasan) di telinga mereka, setiap malam, pada mereka bertiga. Walau melakukannya dengan setengah mengantuk dan bergantian, terutama saat kakak sulung masih batita karena hanya berjarak 22 bulan dengan kakak tengah. Biasanya aku menidurkan kakak tengah dulu baru mengurus kakak sulung, yang punya ritual tidur yang unik 😉 didongengi dulu diseling dengan nyanyi beberapa lagu kanak-kanak, seperti Pelangi, Bulan Sabit, Kulihat Awan atau lagu-lagu Sekolah Minggu.

 


Dunia Majemuk yang Penuh Warna

“Views are better with your best friend by your side” ~ Peanuts (Snoopy)

peanut

Itu betul banget dan ideal banget. Bahagianya bisa menikmati semesta, diam tanpa kata, diam dalam kesunyian, ga ada perbantahan dan berbantahan (ribet amat ini maksudnya, ga ada perdebatan), menikmati langit bertabur bintang, sambil menunggu bintang yang melintas dan hanya mendengar gemericik air, sambil digigitin nyamuk 😀

Namun…pada kenyataannya tidak selalu demikian kan? Kita tidak selalu bisa merasa lebih baik karena kita berada di sisi seorang sahabat karena kita tinggal di dunia yang majemuk.

Kita mesti bisa duduk bersama dengan orang yang berbeda, orang yang tak sejalan, orang yang tak sama, orang yang tak selalu punya pendapat yang sama.
Di sinilah kita belajar, mengelola apa yang namanya tepa selira, peka, tenggang rasa dan toleransi dalam segala hal. Perdebatan (baca : diskusi) dan saling beradu argumen pasti akan selalu ada, asal disampaikan dengan santun.

Dunia yang majemuk adalah tempat kita berpijak, tempat kita dikirim untuk menjadi seseorang yang punya makna. Dunia majemuk, dunia yang penuh warna, pemandangan juga bisa dinikmati dengan orang yang berbeda dan tetap jadi sahabat.

selamat berakhir pekan…