Sharing Pengalaman Mengikuti Seleksi Terbuka JPTP di BKN

Seleksi Terbuka  Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) adalah proses pengisian JPT yang dilakukan melalui kompetisi secara terbuka. Disebutkan secara terbuka karena dipublikasikan di sosial media dan website resmi instansi.

Secara umum, proses seleksi dibagi dalam empat tahap, yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi (Teknis, Manajerial, Sosio Kultural) dan Wawancara Akhir serta Test Kesehatan. Namun disesuaikan dengan kebijakan manajemen dan panitia seleksi di setiap instansi.

Kali ini aku mengikuti JPT Pratama, untuk jabatan setara Eselon II di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Tahapan dalam Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di BKN Tahun 2021 adalah

  • Penilaian Seleksi Administrasi berupa penilaian terhadap kelengkapan dokumen administrasi, diantaranya Rekam jejak dan integritas yang ditandatangani Pimpinan Instansi Pengusul, pengalaman kerja, kualifikasi pendidikan dan prestasi kerja serta Daftar Riwayat Hidup bermeterai
  • Seleksi Kompetensi Teknis Manajemen Kepegawaian dan bidang lainnya dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT),
  • Psikotest, Tes Bahasa Inggris dan Seleksi Manajerial dan Sosio Kultural (yang diawali dengan Pembuatan Makalah dan Materi Presentasi) dengan metode Assessment Center,
  • Penulisan Makalah dan Presentasi Makalah untuk Wawancara Akhir di depan Panitia Seleksi
  • Test Kesehatan  yang terdiri dari Medical Check Up, Test Kejiwaan dan Bebas Narkoba

Jadi, ada dua kali penulisan makalah dan materi presentasi. Yang pertama untuk Seleksi Kompetensi Manajerial dan yang kedua untuk Wawancara Akhir.

Dalam setiap tahapan seleksi, juga ada sistem gugur. Kebetulan untuk Jabatan yang aku lamar cukup banyak peminatnya. Bertahap dari 24 menjadi 12. Lalu 12 menjadi 6 dan terakhir tahap 6 menjadi 3 calon.

jadwal2

Sebuah rangkaian panjang dan melelahkan, yang Puji Tuhan sudah aku lalui semua test diatas sampai dengan masuk dalam kelompok Enam Besar atau Enam Terbaik untuk posisi jabatan yang aku lamar, yaitu Direktur Jabatan Aparatur SIpil Negara, Jabatan setingkat Eselon II di BKN.

Bersyukur berkat dukungan para Pimpinan di BPPT (Kepala BPPT, Sestama, Ka Biro SDMO dan Ka Balai Teknologi Polimer) beserta para sekretaris dan Staf unit terkait, yang sudah aku sibukkan dengan penyiapan dokumen administrasi. Juga dukungan sahabat dan keluargaku khususnya suami, anak-anak dan adikku, sehingga aku bisa melalui rangkaian panjang ini. Terutama rangkaian di tahap akhir ini (dari 6 besar menuju 3 besar). Panjang periode kegiatan ini dari 5 Mei 2021 sampai dengan 25 Juni 2021. Wow hampir dua bulan yang menegangkan. Terima kasih Tuhan aku diberi kuat dan sehat dalam masa pandemi ini. Seluruh rangkaian test diselenggarakan secara offline dan dilaksanakan di BKN Pusat.

Selama menjalani tiap tahap ini, aku terus berdoa agar dimampukan mengikuti dan menyelesaikan semua test ini sampai di tahap akhir. Ternyata aku bisa, walau pada akhirnya, aku tidak lolos masuk kedalam tiga besar. Mungkin belum waktu NYA. Mungkin juga bukan di sini tempat yang Tuhan tunjukkan untuk aku. Aku melakukan yang terbaik untuk Tuhan dan Keluargaku. Kuatkan aku dan tunjukkan jalan Nya.

Aku memang mencoba untuk mengikuti Seleksi Terbuka ini, tapi bukan “coba-coba” Aku berusaha mempersiapkan dengan baik, dengan modal pengalamanku berada di Unit SDM dan latar belakang pendidikan di bidang SDM. Sebagai Analis Kepegawaian Madya IV/c, ini sebuah peluang buat aku lakukan, mengingat sejak tahun 2001 aku menduduki Jabatan Fungsional, baru kali ini atau pertama kalinya, aku mengikuti seleksi terbuka Jabatan Struktural atau tepatnya Jabatan Pimpinan Tinggi di Instansi Luar. Sekali lagi, Puji Tuhan, memperoleh pengalaman berharga penuh makna ini.

Apapun yang menjadi keputusan Panitia Seleksi kuterima dengan lapang hati dan berupaya melakukan evaluasi perbaikan agar lebih bersiap dalam menghadapi seleksi sejenis. Terutama dari segi teknis kegiatan di instansi yang memang belum diketahui persis seluk beluknya, bagi pelamar dari luar.

Yang gagal adalah usahaku, bukan hidupku
Yang berubah adalah rencanaku, bukan masa depanku
Karena hidup dan masa depanku ada di tangan Tuhan

Berikut adalah beberapa fotoku melalui tahapan seleksi ini

Pertama kalinya, setelah 22 tahun (sejak Bapak meninggal), aku kembali ke BKN (dulu, disebut BAKN – Badan Administrasi Kepegawaian Negara) untuk mengikuti CAT, 21 Mei 2021

SAVE_20210628_160855

20210628_155125_0000

Psikotest, Pembuatan Makalah dan Materi Presentasi, Wawancara dalam Bahasa Inggris dengan konsultan Assessment Center dari Sinergi, 25 Mei 2021

IMG-20210528-WA0060

Wawancara Kompetensi Manajerial dan Sosio Kultural dengan konsultan AC dari Sinergi, 27 Mei 2021

IMG-20210528-WA0061

Test Kejiwaan di Pavilion Bougenville RS Fatmawati (dalam rangkaian Medical Check Up dan Bebas Narkoba), 2 Juni 2021

SAVE_20210628_160906

Pembuatan Makalah dan Materi Presentasi untuk Wawancara Tahap Akhir, di Aula Lantai 2 Gedung I BKN, 10 Juni 2021

SAVE_20210628_161033

Tahap akhir, Presentasi dan Wawancara di depan Wakil Kepala BKN, dua assesor dari luar BKN dan satu asesor BKN serta Sekretaris Menteri dari KemenpanRB, 22 Juni 2021

IMG-20210615-WA0069

Dan pengumuman tiga besar calon terbaik diumumkan pada tanggal 25 Juni 2021. Demikian sedikit sharing pengalamanku mengikuti Seleksi Terbuka JPTP di BKN, semoga dapat menginspirasi dan memotivasi teman pembaca sekalian.

Terima kasih untuk seluruh anggota panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Teman-teman yang sibuk menyiapkan ruang, daftar hadir, konsumsi snack dan makan siang, serta teman-teman yang memfasilitasi ruang dan peralatan komputer, sehingga peserta terutama aku merasa nyaman dalam mengikuti semua tahapan test.

 

Sumber foto : Pribadi, Pan Sel dan Sinergi

 

 


Antologi bersama Belinda Gunawan : Sepenggal Kisah Kita

Terbit

Sebuku bersama penulis senior, Ibu Belinda Gunawan Belinda Gunawan dan 44 penulis lainnya. Buku yang berisi kumpulan cerita pendek mengenai realita keunikan sebuah hubungan.

Berawal dari ajakan nubar (nulis bareng) di Elfa Mediatama. Wow menarik sekali. Mengikuti kelasnya, mulai menulis dan harap-harap cemas, apakah ceritaku akan lolos dari tangan manis kurator atau editor. Dan Puji Tuhan…..

nubarbelindaAda satu tulisanku dalam buku ini berjudul Agungnya Reinkarnasi Cinta, yang menceritakan tentang….. (Hal 74)

nubarbelinda2

Ah nanti dikira spoiler ? yuk diorder, ini bukan cerita kaleng atau roman picisan. ?berbobot banget ?

Mengutip kesan Bu Belinda Gunawan dalam akun FB nya tentang buku ini, sebagai berikut :

HASIL NUBAR
Saya belum pernah ikut menulis untuk buku antologi. Tapi ketika penerbit Elfa Mediatama menawari nubar (nulis bareng), saya pikir “kenapa tidak”, dan menyarankan tema hubungan antarmanusia (relationship).
Saya memilih tema ini hampir tanpa berpikir lagi, sebab seperti juga tema cinta, tema relationship sungguh universal dan sungguh beragam. Ada hubungan sepasang kekasih, suami istri, ortu-anak, sahabat, tetangga, bos-karyawan, saingan, dan masih banyak lagi yang lain, yang selalu berpotensi mengalami konflik.
Setelah nyemplung ke nubar saya jadi berpendapat, bahwa buku antologi bisa merupakan jawaban bagi kebiasaan membaca saat ini, ketika perhatian terbagi-bagi dan rentangnya pun menjadi pendek. Menghadapi buku antologi kita bisa membaca satu cerita, kemudian tinggalkan. Besok, ada cerita lain yang menanti.
Tentu ini bukan berarti membaca novel tidak lagi digemari. Semua berpulang pada individu masing-masing. Ada yang suka membaca panjang, ada yang sebaliknya. Ada yang tergantung suasana hati: kadang suka yang panjang, lain kali lebih memilih yang selesai dibaca dalam sekali duduk.
Tidak kurang dari 45 cerita yang masuk ke meja redaksi. Tibalah saat memilih judul yang tentunya harus cocok untuk semua. Saran-saran bermunculan, yang akhirnya menghasilkan “Sepenggal Kisah Kita”, saran dari Agnes Irene Rau.
Kata sepenggal itu cocok. Sebab sesungguhnya tidak ada kata tamat (the end) dalam kisah hidup seseorang atau sekelompok orang yang menjadi tokoh-tokoh dalam sebuah kisah. Setelah bacaan diletakkan, kisah mereka berlanjut. Yang jadian, selanjutnya akan menikah atau berpisah. Yang menikah akan jadi ibu atau bapak; hubungan pun belum tentu selamanya ideal dan manis. Namanya juga dua orang dari dua latar belakang, iya nggak? Konflik sangat mungkin meletus sesekali atau berkali-kali.
Mungkin analogi ini cocok: Cinderella dan Pangeran, setelah menikah belum tentu “happily ever after”. Mungkin mereka bertengkar, atau terpaksa melarikan diri dari Inggris Raya ke California. (Eh, itu mah lain lagi, ya?)
Demikianlah, tidak ada ending alias akhir yang beneran. Yang ada, closure. Closure memang biasa disebut “ending” dalam dunia penulisan dan tentu saja saya tidak bisa protes. Ending itu bisa bahagia, bisa sedih, bisa terbuka (open) yang artinya terserah pembaca.
Kisah-kisah yang sudah saya tulis selama ini, baik berupa novel, cerita bersambung, cerpen, juga merupakan penggalan-penggalan dari perjalanan hidup manusia. Dan, hampir semuanya bertema relationship. Bisa berupa kisah cinta asmara, bisa juga kasih persaudaraan.
Nah, setelah ngoceh sepanjang ini saya pun sadar, kenapa saya langsung menawarkan tema relationship, dan kenapa saya suka judul buku ini.
Lalu, relationship seperti apa yang saya tulis di situ? Apa pula yang ditulis 44 penulis lainnya? There is only one way to find out….
10 Juni 2021 Hubungi: Imah, 0852 8154 3232

 

Terima kasih Bu Belinda, untuk kesempatan belajar bersama. Salam literasi

#delaras #belindagunawan Elfa Mediatama Elfa Mediatama Group