RIP Canon

Untuk semua mahluk yang teraniaya di muka bumi, jembatan surga terbentang untukmu.. ?

FB_IMG_1625933796979

Aku mungkin memang berlebihan tapi aku tahu bahwa setiap proses kematian ada prosedurnya. Semua mahluk pasti mati. Tapi mati di tangan mahluk lain, apalagi dengan cara yang kejam? Itu sungguh menyakitkan.

Ah kamu, Djeng, baper… di Afrika, di Amazon juga hewan mati, mati aja. Kamu juga masih makan daging kan? Sama ajaaa… kamu juga membunuh.

Oke, iya, tapi proses dari hidup menjadi tiada itu kan sudah sesuai prosedurnya, tidak seperti kejadian yang baru seperti yang dialami Canon atau hewan lain. Apa salah dia? Dia bukan hewan liar yang berpenyakit lho. Mengatasnamakan kesucian diatas darah mahluk lain? Ya Tuhan… Sebegitu stress nya kah kalian?

Aku ingat betul waktu kami masih kanak-kanak, kami punya seekor anjing kampung, namanya Bedes (Bedes padahal berarti anak monyet) Anjing kami sebenarnya jarang keluar rumah, hampir tidak pernah tapi ntah mengapa Bedes ini kena penyakit kulit yang agak parah. Sudah diobati masih belum sembuh juga. Ibu sendiri yang mengobati dan memberi salep resep dokter ke tubuh Bedes yang luka itu. Sampai akhirnya, Bedes melemah dan kami sampai pada keputusan keluarga yang “sangat sulit” yaitu “menidurkan” Bedes ?.

Prosesnya aku pribadi tidak menyaksikan karena aku sedang sekolah. Mungkin waktu ini sengaja dipilih untuk kesehatan mental kami. Tapi, adik-adik yang masih kecil dan di rumah pun, tidak menyaksikan. Proses dilakukan di rumah dan jasad dibawa dokter. Pedih buat kami. Pulang sekolah, aku bertanya pada Ibu, “Bedes dimana?” Ibu menjawab, “Sudah dibawa Dokter.” Dan aku lari masuk kamar. Sakiiit….

Tak dapat kubayangkan terbuat dari apakah hati manusia yang tega berbuat kejam pada mahluk lain, bahkan bukan hanya kejadian ini saja, tapi juga yang dialami Orang Utan beberapa tahun yang silam.

Aku sangat menghormati agama lain yang menajiskan hewan tertentu dalam kehidupan beragama yang dianut. Tapi apakah mengotori tangan dengan darah mahluk lain, membawa kita masuk sorga?

Kita ini, manusia, diberi akal dan budi pekerti, diciptakan Allah sebagai mahluk mulia di muka bumi. Aaah….. ?

#canon #delaras #ripcanon #tarqdoglovers

25 Okt 2021


Buku Persembahan Doa dan Puisi untuk Indonesia

Telah terbit Buku Doa dan Puisi untuk Indonesia, yang diprakarsai oleh Lion Clubs Indonesia Puri Cengkareng. Buku ini kuterima pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021.

SAVE_20211023_160818

Awal mula bergabung dalam penulisan buku ini, dari flyer yang disebarkan melalui WAG Penulis. Tergerak untuk mengikutinya sekaligus menaikkan larik kata dalam doa.

IMG-20210715-WA0298

Mengirimkan biaya pendaftaran sebesar Rp 200.000,- yang juga digunakan sebagai tambahan donasi ke beberapa tempat seperti berikut dibawah inia yang terkumpul dalam Buku Doa dan Puisi untu Indonesia ini dipakai untuk tambahan keperluan Bakti Sosial, diantaranya pada 10 anak penderita Cancer leukemia jakarta, 23 anak Yatim piatu di Bandung dan Rumah Ruth penampungan bayi bayi terlantar

SAVE_20211023_155852

Puji Tuhan, semoga yang tidak seberapa aku lakukan ini, dapat menjadi keberkahan bagi sesama, Amin

 


Buku Antologi Puisi Indonesia – Argentina dengan Tema Kebudayaan

GRACIAS !! Puisi kedua yang diterjemahkan kedalam Bahasa Spanyol, kali ini bertema Budaya Indonesia, masuk dalam Buku Antologi Penulis Indonesia dan Argentina. Sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke manca negara.
costa1 costa2
Mau tahu judul puisiku? “Casa Bolon, Casa Eterna” berkisah tentang Rumah Bolon di Samosir, Sumatera Utara.
Berminat? Harga buku Rp 80.000,- belum termasuk ongkir. Japri ya… atau hubungi langsung ke mbak Rini Valentina