Bedah Buku dan Talk Show Novel Keagungan Manah karya de Laras

Puji syukur, Puji Tuhan, Alhamdulillah, untuk terlaksananya kegiatan Bedah Buku dan Talk Show Novel Keagungan Manah, Menepis Denting Nurani, pada Sabtu, 18.12.2021 di Museum Nasional Indonesia. Ini semua terjadi karena kebaikan Allah yang bekerja melalui teman dan keluargaku.

Novel Keagungan Manah, Menepis Denting Nurani adalah novel perdana ku, yang berproses mulai dari 2017. Selengkapnya, aku tuliskan pada postingan berikutnya.

buku

Talkshow_1

Ini merupakan bentuk pengabdian karya, setelah kembali serius menulis pada 10 tahun terakhir.

Ada hal yang harus disampaikan dan dibagikan untuk diteruskan pada perempuan lain, di sekitar kita dan di lingkungan kita, berawal dari novel ini.

Narsum_1Terima kasih untuk para narasumber, pak Kurnia Effendi (Sastrawan Indonesia), kak Julia Napitupulu S. Psi, Psi dan bu Dra. Sri Rahayu (Pemerhati Sosial), yang dimoderatori kak Retty Hakim, seorang Edukator.

Puisi_1

Juga acara ini bertambah syahdu dengan lantunan puisi dari Teh Nunung Siti Nurbayani.

All_1

Terima kasih untuk keluarga, teman-teman yang sudah hadir daring, luring atau yang memberikan respon positif serta sponsor dari @fibijewelry @riadwk @mpus_nulis @rumah_tanjung @serai.katering

Bu Tri Door PrizeAku bahagia karena yang hadir, pulang dengan membawa kekuatan baru sebagai perempuan dan bagi kaum pria agar lebih memahami keberadaan perempuan serta bagi para penulis untuk lebih berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam berkarya.
Salam kebajikan dan salam literasi

poto zoom bedah buku delaras

Selamat menyambut Hari Ibu, menjadi perempuan berdaya yang tetap kodrati
#keagunganmanah #delarasnovel
Foto : Pribadi dan berbagai sumber


Novel Perdana de Laras “Keagungan Manah”

Terbit Novel – Puji Syukur (setelah berproses selama dua tahun lebih). Semoga dapat  menjadi berkah, dapat memberi manfaat pada kaum perempuan, menghibur dan meramaikan dunia sastra Indonesia

2110KMDL BASE MO 1 FINAL

Sastrawan Indonesia, Bapak Kurnia Effendi, dalam pengantar pada novel ini, yang diberi judul Manah : Palung Sebuah Hati, menuliskan, “Cinta yang tak harus saling memiliki dalam pengertian fisik dan administratif, tetapi justru memiliki nilai-nilai yang tak mudah ditemukan atau dibeli (seandainya bisa) di mana pun. Cinta yang mungkin terlambat, tetapi penyesalan atau penerimaan takdir yang telah dilalui dibayar dengan mahal dalam sisa usia dua tahun terakhir. Saya sebut mahal karena kebahagiaan itu dipertahankan dalam sebuah ironi tanpa sampai ke sebuah mahligai”

Selain Sastrawan Indonesia, Bapak Kurnia Effendi memberi kata pengantar, seorang Penulis Senior dan Editor Dwi Bahasa, Ibu Belinda Gunawan, juga menyampaikan Sekilas Kesan, tentang Novel ini,

“Inilah cinta yang tidak perlu diimbuhi gairah asmara melainkan berkembang sebagai relasi penuh kasih, kepedulian, dan kesetiaan antara dua anak manusia.  “

Diadjeng Laras telah berhasil menulis sebuah novel yang enak dibaca, plotnya mengalir lancar, namun tetap mengandung konflik-konflik yang tak jauh dari kenyataan hidup. Ia juga telah menampilkan sosok Btari selaku perempuan Timur, tepatnya Jawa, secara realistis apa adanya”

Novel perdana karangan de Laras, setebal 474 halaman, diterbitkan Ellunar Publisher, dengan harga Rp 85.000,- (belum termasuk ongkir) siap dipesan,

dengan menghubungi : WA ini 0896-8530-9651 atau Line @ellunar atau klik link berikut bit.ly/WA-Ellunar

Ellunar Publisher #delaras #keagunganmanah #novelperempuan


Novel Sejarah Sang Patriot Karya Irma Devita

SANG PATRIOT Hadiah Buku memang selalu tidak pernah salah diberikan pada siapa pun. Karena buku adalah jendela hati dan jendela dunia. Selebihnya penerima hadiah tersebut mau membaca atau tidak itu kembali pada minat masing-masing. Tapi buat aku pribadi, buku mengandung sesuatu dan segala sesuatu, bisa yang sudah kita ketahui dan bisa juga belum pernah kita pahami.

Hatiku sangat senang dan terharu sekali (ingat… aku memang begini) aku menerima kiriman buku langsung dari pengarang buku novel berjudul Sang Patriot, mbak Irma Devita. Aku sudah diberitahu akan dikirimi buku ini, tapi begitu menerimanya, membuka dan membaca paragraf pertama Sekapur Sirih buku ini, hatiku sudah gemetar. Rasa yang bercampur aduk.

rez_patriot

Buku ini sudah ada dalam dekapanku pada bulan Agustus 2019. Waktu itu buku ini dipamerkan di lobi Gedung Perpustakaan Nasional. Buku boleh dibaca tapi tidak boleh dibawa pulang. Waktuku tidak lama waktu itu. Kebetulan baru selesai launching 5 buku antologi bersama Penulis Perempuan Indonesia. Jadi aku hanya melihat-lihat Daftar Isi nya dan terkagum. Hebat sekali bisa detil menuliskan novel sejarah seperti ini, yang ternyata membutuhkan waktu lima tahun, untuk observasi. Wow…. Saat itu sudah punya keinginan bagaimana cara memiliki buku itu tapi karena antrian baca buku yang lain juga ada, jadi terlupa.

Hari ini, buku ini sudah ada dalam genggaman, akan aku nikmati baris demi barisnya, sambil mengingat sejarah perjuangan masa lalu yang tak pernah kualami. Kisah dalam buku ini diangkat dari kisah perjuangan Bapak Letnan Kolonel M. Sroedji, Komandan Brigadir III Damarwulan, yang adalah kakek dari Penulis.

Mari membaca buku.

Sekali lagi terima kasih Mbak Irma. Ini hadiah yang luar biasa di HUT Kemerdekaan Indonesia ke-76 buat aku