Bunga Rampai Puisi Para Penyair Indonesia “Pertanyaan Tentang Tanggal Lahir”

Aku turut bangga berada didalamnya. Buku berjudul Pertanyaan tentang Tanggal Lahir, merupakan bunga rampai puisi dari para penyair di Indonesia. Buku ini disusun dalam rangka memperingati hari ulang tahun Prof Tengsoe Tjahjono yang ke-65 pada tanggal 3 Oktober 2023 yang akan datang.

Dalam buku ini, aku mengirimkan sebuah puisi berjudul Di Ambang Senja, bergabung bersama 165 penyair dan 6 pelukis, turut merasakan bahagia mengungkap syukur atas penyertaan Tuhan pada Prof Tengsoe, terutama kontribusinya pada literasi dan sastra di Indonesia.

Berikut ungkapan Prof Tengsoe di medsos akun Facebook nya hal buku ini

PERTANYAAN TENTANG TANGGAL LAHIR


Pada 3 Oktober 2023 saya genap berusia 65 tahun. Sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat usia yang saya terima, saya mengundang teman-teman penyair se-Indonesia untuk ikut mendoakan saya lewat karya puisi dalam tema “Usia dan Waktu”.


Alhamdulillah, Bunga Rampai Puisi “Pertanyaan tentang Tanggal Lahir” terbit dengan menampilkan puisi dari 165 penyair, 6 pelukis, dan beberapa tulisan esai.

  1. Abi Utomo
  2. Abi Widjanarko
  3. Acep Zamzam Noor
  4. Achmad Sochib
  5. Adrian Diarto
  6. Adri Darmadji Woko
  7. AF Tuasikal
  8. Ag Andoyo Sulyantoro
  9. Agnes Bemoe
  10. Agus Buchori
  11. Agus R. Sarjono
  12. Agustina Pujiastuti
  13. Agustinus Indradi
  14. Ahmadun Yosi Herfanda
  15. Akhmad Fatoni
  16. Akhmad Tabrani
  17. Alang Khoiruddin
  18. Alek Subairi
  19. Alfred B. Jogo Ena
  20. Amang Mawardi
  21. Aming Aminoedhin
  22. A.M. Lilik Agung
  23. Amyn Chusen
  24. Angelin K. Tahir
  25. Andang Bachtiar
  26. Aprinus Salam
  27. Ardi Wina Saputra
  28. Arif Bagus Prasetyo
  29. Aris Rahman Yusuf
  30. Baban Banita
  31. Bagus Putu Parto
  32. Bambang Kempling
  33. Bambang Widiatmoko
  34. Barbara Eni
  35. Benazir Nafilah
  36. Budhi Setyawan
  37. Budi Wiryawan
  38. Bunyamin Fasya
  39. Cak Sariban
  40. Charles Djalu
  41. Cunong Nunuk Suraja
  42. Daroe Iswatiningsih
  43. Dedeh Suoantini
  44. de Laras
  45. Demitria Budiningrum
  46. Denny Ketip
  47. Dharmadi
  48. Diah Puspitosari
  49. Djoko Saryono
  50. Djuli Djatiprambudi
  51. Dody Kx
  52. D. Zawawi Imron
  53. Eddie MNS Soemanto
  54. Effendi Kadarisman
  55. Eliviya Kusumawati
  56. Ellis Pudjawaty H.
  57. Emi Suy
  58. Endro Wahyudi
  59. Exnasius Jaka Purnama
  60. Fanny J. Poyk
  61. Fatah Yasin Noor
  62. Fidelis R. Situmorang
  63. Foeza Hutabarat
  64. Eka Budianta
  65. Gampang Prawoto
  66. Gatot Sarmidi
  67. Handrawan Nadesul
  68. Hardho Sayoko SPB
  69. Hasan Bisri
  70. Hendro Siswanggono
  71. Heru Marwata
  72. Heru Mugiarso
  73. Herry Abdi Gusti
  74. Herry Lamongan
  75. Heryus Saputro Samhudi
  76. Hetty Purnamasari
  77. Hidayat Raharja
  78. HU Mardi Luhung
  79. Iqbal Baraas
  80. Isbedy Stiawan ZS
  81. Iskandar Noe
  82. J.F.X. Hoery
  83. Jil Kalaran
  84. Joshua Igho
  85. Julia Utami
  86. Khalid Alrasyid
  87. Kurnia Effendi
  88. Kurniawan Junaedhie
  89. Leo Wahyudi S
  90. Leo Zainy
  91. Lilik Soebari
  92. Linda Djalil
  93. Lindung Ratwiawan
  94. Mahwi Air Tawar
  95. Marlin Dinamikanto
  96. Mashuri
  97. M. Budi Sardjono
  98. Mohd. Harun al Rasyid
  99. Moh. Syarif Hidayat
  100. M. Shoim Anwar
  101. M.S. Nugroho
  102. Muhammad Lefand
  103. Muhammad Zarqoni
  104. Nanang Suryadi
  105. Nia Samsihono
  106. Nikolaus Loy
  107. N. Lia Marliana
  108. Oka Rusmini
  109. Ons Untoro
  110. Parange Anaranggana
  111. Paulus Muliadi
  112. Puput Amiranti
  113. Rahmi Rahmayati
  114. Refdinal Muzan
  115. Rena Kharisma
  116. Renee Sari Wulan
  117. Ribut Basuki
  118. Rini Intama
  119. Rinny Soegiyoharto
  120. Ririe Rengganis
  121. Riri Satria
  122. Risman Saman
  123. Roymon Lemosol
  124. Royyan Julian
  125. Rusdi-Zaki
  126. Sakina Nisa
  127. Samsudin Adlawi
  128. Sang Senjakala
  129. Sapta Arif
  130. S. A. W. Notodihardjo
  131. Siwi Dwi Saputro
  132. Sofyan RH. Zaid
  133. Sosiawan Leak
  134. Stebby Julionatan
  135. Suci Lestari
  136. Sudibyo
  137. Suharmono K.
  138. Suhartatik
  139. Suminto A. Sayuti
  140. Sutejo
  141. Sutriyono Robert
  142. Tan Lioe Ie
  143. Tantrini Andang
  144. Tjahjono Widarmanto
  145. Tri Astoto Kodarie
  146. Umar Fauzi Ballah
  147. Wahyu Kris
  148. Warsono Abi Azzam
  149. Waty Sumiati Halim
  150. W Haryanto
  151. Widodo Basuki
  152. Wina Bojonegoro
  153. Windhihati Kurnia
  154. Yahya Andi Saputra
  155. Yanie Wuryandari
  156. Yanusa Nugroho
  157. Yayuk Sulistiyowati MV
  158. Yonas Suharyono
  159. Yudhistira ANM Massardi
  160. Yuliani Kumudaswari
  161. Yulius Nugroho Putra
  162. Yustinus Harris
  163. Yusuf Susilo Hartono
  164. Yusup Priyasudiarja
  165. Tengsoe Tjahjono
    Sketsa:
  166. Agus Koecink
  167. Alek Subairi
  168. Goweng
  169. Maruto Septriono
  170. Yon Wahyuono
  171. Yulius Nugroho Putra
    Ulasan:
  172. Masuki M. Astro
  173. Tjahjono Widijanto

PUTIBA “Renung Pemetik Kopi”

Berawal dari kelas pelatihan yang diselenggarakan SIP, maka lahirlah kumpulan karya puisi tiga bait (putiba) yang terbagi dalam beberapa buku. Pelatihan ini langsung disampaikan oleh Prof Tengsoe.

Dari 384 naskah puisi yang masuk, Prof Tengsoe Tjahjono telah menilai ada 261 naskah yang lolos kurasi dan layak diterbitkan. Naskah yang lolos diterbitkan dalam tiga buku, sesuai urutan abjad nama penulis.

Dua putibaku lolos kurasi, berjudul Akhir Derita Si Ranum dan Dinding Saksi Derita. Keduanya masuk dalam buku kedua dengan cover buku ini. Walau tidak lolos jadi pemenang tapi proses penulisan ini sangat menambah wawasan dan melatih kepekaan.

Jika berminat, bisa menghubungi aku atau japri ke FB SIP Publishing. Salam literasi


Kisah Cerita Tiga Kalimat “SUWUNG”

Puji syukur dalam buku ini, ada 3 kisahku yang lolos kurasi dari 6 kisah yang aku kirimkan. Tidak banyak orang yang tahu, apa itu cerita tiga kalimat, yang biasa disebut dengan istilah TaTiKa. TaTiKa adalah cerita tiga kalimat, tiga kalimat utuh yang dirangkai menjadi satu cerita. Mudah? Ya mudah jika sudah terbiasa berlatih dengan diksi dan penggunaan kalimat efektif tapi sulit bagi aku, yang masih belajar.

Kemampuan menyimpan rahasia selalu diperlukan bagi yang ingin berhasil menulis tatika. Inti permasalahannya harus jelas. Tujuannya bisa mengharukan, menjengkelkan, menimbulkan rasa marah, tapi tetap menjunjung kearifan dan kebijaksanaan.

(Eka Budianta – sastrawan nasional dan penulis biografi)

Menulis tatika memang tidak mudah sebab hanya dalam tiga kalimat kita harus mampu bercerita secara utuh. Seorang penatika ditantang untuk kreatif berkalimat, kreatif pula bercerita. Jika kita berhasil menulis tatika dengan baik, kita akan mampu menulis, pentigraf, cerpen, bahkan novel. Mengapa demikian? Sebab kita sudah memiliki bekal mendayakan dan menggayakan kalimat.

(Tengsoe Tjahjono – penggagas dan penemu genre sastra tiga)

Mengenai pemilihan judul buku kumpulan Tatika ini, berikut penjelasan dari Prof Tengsoe Tjahjono

Suwung”, yang bermakna ‘kosong’, adalah realitas terdalam kehidupan, sumber penciptaan, yang tenteram-damai sepenuhnya, melampaui suka-duka, sunyi dari gejolak emosi, dan seterusnya.

Orang Jawa memahami “Suwung” sebagai ‘Kemahasadaran dan Kemahakuasaan’ dalam bentuk kekosongan yang memangku dan meliputi seluruh keberadaan (suwung hamengku ana).

Dengan menyelami dan menghayati Suwung, orang Jawa percaya akan membantu dirinya mampu: membebaskan diri dari ilusi kehidupan yang membuat hidup penuh tekanan, menyadari keagungan manusia dengan segenap potensinya untuk merasakan kebahagiaan, dan pada akhirnya dapat mentransormasi diri pada tataran energi murni untuk hidup berkelimpahan dalam penyatuan dengan Sang Maha Pencipta.

Sedangkan judul-judul tulisan yang lolos kurasi dalam buku ini, diantaranya adalah

TATIKA LOLOS KURASI “CERITA DI SEKITAR KITA”

Selamat bagi para sahabat penatika yang berhasil lolos karya tatikanya. Bagi yang belum berhasil, masih ada kesempatan untuk mengikuti proyek-proyek berikutnya. Salam 3 Jari.

  1. Adhita Didiet
    YAKIN KAMU BISA, KUSEMATKAN DI SINI, MEMUJI-MU. ATAS NAMA PERBENDAAN
    KEPALA SEKOLAH BARU
  2. Agustinus Indradi
    MOHON DOA, BUKAN TAKHAYUL, PEMBERIAN YANG TERAKHIR
    ADAKAH SEBUAH KEBETULAN, KURANG CERDIK, BEDA PERSEPSI
  3. AH Hasmidi
    ABU JENAZAH, LULUS
  4. Angelin K. Tahir
    TONTON, BUNGA ISTIMEWA, KERETA TERAKHIR
    NASI GORENG MERAH, DAHLIA UNGU PERTAMA
  5. Cak Inin Mukminin
    ANAK KEEMPAT, SEPATU LOAK, TERKEJUT 1000 KALI
  6. Cicilia Evie S.Rahardjo
    BAPAK PULANG, LOVE BOMBING, TEGA, SUWUNG, BADAI PHK
  7. de Laras
    KLINIK, TREMOR, TANPA SYARAT
  8. Denny Ketip
    KURIR PUISI, SUNYI, SEPEDA BALON, SARAPAN ANEH, KOLEKTOR PENA
  9. Dwi Hartati
    GENGGAMAN, BANDARA, LAGU FAVORIT

Nah penasaran kah dengan isi buku ini, bisa japri aku untuk memesan buku ini ya. Salam literasi


Membaca Raden Saleh “Pangeran Dari Timur” Episode ke-13

Membaca Raden Saleh melalui novel Pangeran Dari Timur bersama duo penulisnya pak Kurnia Effendi dan pak Iksaka Banu diselenggarakan di Balai Kota Bogor, 17 Juni 2023, pk 10 sd selesai.

Kami akan bersama membaca bab Eropa Lagi, yuk nikmati keseruan kami di Bogor.

MRS hari ini sungguh spesial karena diadakan bersamaan dengan HUT ke-1 Komunitas MRS dan HUT Kota Bogor ke-541. Ada kue dan tiup lilin dong? Tentu.

Puji syukur untuk acara yang sudah berlangsung dan sempat dihadiri Pak Walikota Bogor di tengah kesibukannya.

Bersama Wali Kota Bogor

Terima kasih Pak Kurnia dan Pak Iksaka Banu yang terus berbagi kisah buat kami.

Terima kasih Mbak Endah Sulwesi, MC dan Panitia untuk acara yang berlangsung OK dan konsumsi yang enak2 smp tdk berhenti mengunyah

Terima kasih bu Ietje Guntur untuk cerita perjalanan pagi ini, Mbak Yanki Hartijasti untuk foto2nya, Mbak Natasha, Renata Anggraeni, kak Danny, pak Peter, kak Ita Siregar, kak Maria dan teman2 semua untuk kebersamaannya.

Salam sehat selalu dan sampai jumpa di MRS berikutnya. Semoga semua tiba di rumah dengan selamat. Aamiin…

#DeLaras