Selamat Hari Puisi Indonesia

Jari jemari menari
Di atas tombol mesin tik
Tak ingin menangis lagi
Walau jarak terbentang
Di balik kaca kamar isoman
Lembar kertas puisi bertebaran
Di antara sesap kopi tanpa gula

WhatsApp Image 2021-07-26 at 08.18.58

Catatan :
Hari Puisi Indonesia dari hari lahir Chairil Anwar, 26 Juli 1922
Hari Puisi Nasional dari hari wafat Chairil Anwar, 28 April 1949


Antologi Gogyoshi I : Hatosongu

Terbit buku Antologi Gogyoshi pertamaku “Hatosongu” bersama penulis dari Komunitas Elfa Mediatama dan PJ Mbak Genoveva Dian.

Gogyoshi adalah gaya puisi Jepang yang terdiri dari satu judul dan lima baris. Bentuk asli diterbitkan Tekkan Yosano pada tahun 1910 dengan jumlah suku kata tertentu setiap baris.

Pada tahun 2000 an, beberapa penyair Jepang menulis gogyoshi modern tanpa batasan. Mariko Sumikura menggunakan gogyoshi dengan kata dalam Bahasa Inggris pada tahun 2009. Dan semakin populer di negara lain termasuk Indonesia karena sangat simpel formulanya.

Gogyoshi adalah puisi 5 baris, sedangkan Hatasongu berarti Nyanyian Hati. Buku hasil belajar bersama dengan 25 penulis dalam Kelas Absolute Writing di awal tahun. Tentu menjadi sesuatu banget kan.

Dalam buku ini, aku mencoba menulis lima buah puisi gogyoshi bertema bebas. Bukan hal yang mudah bagiku untuk membuat puisi, terlebih lagi dalam lima baris setiap baitnya. Tapi inilah hasil belajarku. Bagaimana ketentuan penulisan gogyoshi ini, simak ya

  1. Tiap puisi diberi judul
  2. Judul ditulis dalam huruf kapital
  3. Tiap puisi terdiri dari lima baris
  4. Tiap baris dimulai dengan huruf kapital.
  5. Di akhir baris bisa diberi tanda titik (.), boleh juga tidak
  6. Di akhir puisi wajib dituliskan keterangan tempat dan tanggal

IMG-20210725-WA0116

Terima kasih pada para mentor di kelas Absolute Writing dan sudah mengkoordinir pembuatan buku ini. Buku ini imut cantik (kayak aku ?) berukuran A6 namun padat berisi. Minat? Yuk japri aku..

#delaras #gogyoshi

Sumber : Wikipedia