Pembukaan Rakernas BPPT 2021 dan Hari Perempuan Internasional

Hari ini, 8 Maret 2021, Rakernas BPPT 2021 dibuka langsung oleh Presiden RI di Istana Negara. Sebagai abdi negara yang telah mengabdi di BPPT hampir 24 tahun, rasanya bangga sekali bisa hadir sebagai peserta Rakernas dan juga dibuka Presiden.

rakernas_istana_0803Dalam arahannya, ada tiga hal penting yang disampaikan Bapak Presiden, yaitu

pem1

IMG-20210308-WA0023

I am proud to be a (small) part of them…

IMG-20210308-WA0011

Sebagai pejabat fungsional yang berkecimpung di unit pendukung, persisnya di unit Sumber Daya Manusia, kadang aku merasa hanya sebagai remahan rengginang diantara orang-orang hebat ini, mereka bicara inovasi teknologi kelas dunia era sekian yang berdampak pada masyarakat..tapi mendengar semua paparan, ada lho peran kecilku di sana. Bangga berada di antara orang-orang hebat ini.

Bertepatan dengan International Women Day 2021, aku mengingat diri dari pesan perempuan hebat yang kupanggil Ibu, yaitu ;

Jadilah perempuan mandiri, yang tetap kodrati dan menapak di bumi

Mari terus berkarya, terutama sebagai perempuan, dimanapun kita berada, di bidang apa pun. Kehadiran orang-orang hebat itu tidak terlepas dari peran kaum perempuan.

 


Rakernas BPPT 2021 Bidang Kesehatan dan Pangan

Kamis, 4 Maret 2021, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi. Seperti yang sudah disampaikan dalam postingan sebelumnya, ada 8 bidang dan P3DN, yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Dan karena keterbatasan waktu dan peminatan, aku memilih salah satu bidang yaitu Bidang Kesehatan dan Pangan.

rak3

Pelaksanaan daringnya, tepat setelah pembukaan Rakernas, pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.30, live langsung dari Ruang SMART BPPT. Acara ini dimoderatori oleh Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Dr. Soni Solistia Wirawan dengan dua orang penyaji Bapak Agung Eru Wibowo dan Bapak Arief Arianto, dengan  tiga orang penanggap.

Penyaji pertama, Bapak Agung Eru Wibowo dari Pusat Teknologi Farmasi Medika, mengawali paparannya dengan menyampaikan mengenai Arah Inovasi Teknologi Kesehatan yang dilakukan BPPT

tab1

WhatsApp Image 2021-03-06 at 23.06.55

Sementara penyaji kedua, Bapak Arief Arianto, MAgr dari Pusat Teknologi Agroindustri (PTA) membahas Teknologi bidang Pangan yaitu, PRN : Ketahanan Pangan dan Gizi untuk Pencegahan Stunting.

tab7

Adapun peran BPPT dalam penurunan stunting :
1. Pengembangan ingredient (prototipe)
2. Pengembangan produk pangan (prototipe)
3. Pengujian efikasi
4. Pengembangan produk skala industri
5. Sosialisasi, pendampingan, dan uji pasar
6. Komersialisasi
7. Ketersediaan bahan baku

Teknologi Pengolahan Pangan untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Gizi yaitu :
1. Diversifikasi Pangan
2. Fortifikasi Pangan
3. Pengembangan bahan eksipien pati
4. Modifikasi pati ubi kayu

Paparan dari para penyaji dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, juga ditanggapi oleh beberapa narasumber, diantaranya dari Ibu Reri dari BPOM, Bapak Raymond dari Industri, Ibu Susan dari Balitbangdatan dan Dekan FKUI serta para penanya dari internal BPPT

tab8

selengkapnya kegiatan Rakernas BPPT 2021 Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi Bidang Kesehatan dan Pangan, dapat disimak melalui channel Youtube di sini

Sumber : Bahan Paparan Rakernas BPPT 2021

 


Webinar Road to Rakernas Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi 2021

Rangkaian kegiatan Webinar Road to Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi BPPT tahun 2021 resmi dibuka oleh Kepala BPPT, Hammam Riza, di Jakarta (04/03). Rapat Kerja Nasional yang disiarkan juga secara daring mengangkat tema “Peningkatan Peran Pengkajian dan Penerapan Teknologi dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional”.

rak2

Dalam perjalanannya, BPPT semakin memantapkan kegiatan pengkajian dan penerapan dengan melakukan penguasaan teknologi dan bertanggung jawab atas keberhasilan penerapannya terutama dalam menghasilkan inovasi teknologi sebagai penghela pertumbuhan ekonomi nasional.

ham1 ham2 ham3

Tujuan tersebut bisa dicapai jika dilakukan dalam sebuah ekosistem inovasi dengan melibatkan seluruh stakeholder dari Kementerian/Lembaga, BUMN, industri, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) menurut Hammam, memiliki peran penting sebagai ‘denyut nadi’ dalam penguatan pembangunan nasional. Pemerintah pun telah menempatkan Iptek secara istimewa melalui Undang-undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) yang diyakini memiliki posisi kuat sebagai tulang punggung pembangunan nasional dan menjadi langkah awal dalam menciptakan lompatan kemajuan bagi Indonesia.

Terdapat delapan bidang fokus penguatan ekosistem inovasi teknologi yang menjadi perhatian BPPT dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang juga menjadi pembahasan dalam Rakernas BPPT 2021 ini.

Semoga upaya BPPT berperan dalam penguatan pembangunan nasional ini, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sampai pelosok negeri.

Sumber : Paparan Bahan Rakernas BPPT 2021

 

Baca selanjutnya : Rakernas Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi Bidang Kesehatan dan Pangan

 

 

 

 


Pengalaman (Pertama) Uji Kompetensi Inpassing/Penyesuaian JFK

Pada hari Kamis, tanggal 4 Februari 2021, aku mengikuti Uji Kompetensi. Berdebar untuk mengikutinya karena ini baru pertama kali aku ikuti dan kedua juga karena dilaksanakan dengan daring (melalui zoom meeting) sehingga berdebar karena khawatir pada kendala teknis.

Baru pertama kali aku ikuti karena Jabatan Fungsional (JF) sebelumnya, belum mempersyaratkan Uji Kompetensi baik untuk Inpassing maupun untuk kenaikan jenjang. Aku memilih jalur Jabatan Fungsional sejak tahun 2001. Level Jabatan Fungsional-ku yang terakhir adalah Perekayasa Madya IV/c tmt 1 April 2015 sd 2020.

Mengapa aku mengikuti Uji Kompetensi? dan apa itu Uji Kompetensi? Di sini penjelasannya.

Berdasarkan UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, PP No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan PermenpanRB No 13 Tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan dan Pembinaan Jabatan Fungsional PNS, maka Uji Kompetensi dipersyaratkan sebagai salah satu syarat dalam kenaikan jenjang dan atau inpassing/penyesuaian dalam JF PNS.

Prinsip utama Inpassing ini ada pada tahap Uji Kompetensi untuk memastikan pegawai yang diusulkan benar-benar kompeten di bidang JF Kepegawaian (JFK)

Aku mengikuti Uji Kompetensi karena bermaksud mengikuti kegiatan penyesuaian/inpassing ke JFK Analis Kepegawaian Ahli Madya

Uji Kompetensi adalah proses pengukuran dan penilaian terhadap kompetensi teknis, manajerial dan/atau sosial kultural dari seorang ASN dalam melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatan ( dalam PermenpanRB No 13 Tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan dan Pembinaan Jabatan Fungsional PNS)

Pelaksanaan Uji Kompetensi ini diawali dengan Surat Usulan dari Pejabat Pembina Kepegawaian ke Instansi Pembina JF. Lalu Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku Instansi Pembina JF Analis Kepegawaian, melakukan verifikasi dan validasi.

Pada hari Selasa, tanggal 2 Februari 2021, hasil verifikasi dan validasi diumumkan. Nama-nama peserta yang lolos Uji Kompetensi untuk Penyesuaian/Inpassing JF Analis Kepegawaian dan Asesor SDM Aparatur, diumumkan melalui website BKN.

Dalam pengumuman tersebut, disampaikan petunjuk yang jelas untuk prosedur pelaksanaan Uji Kompetensi yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2021, Materi Uji dan Persyaratan Daftar Ulang.

Uji Kompetensi sendiri terdiri dari dua macam Uji yaitu

  • Computer Based Test
  • Wawancara Tertulis berupa pengisian Lembar Peak Experience, yang mencakup Kompetensi Teknis, Manajerial dan Sosial Kultural.

Pada Hari H, Uji Kompetensi diawali dengan Laporan Pelaksanaan oleh Dr. Herman, M.Si selaku KaPusbin JF Kepegawaian. Lalu Arahan dan Pembukaan oleh Drs. Haryomo Putranto, M.Hum selaku Deputi Pembinaan Manajemen Kepegawaian.

ukom2

ukom1

ukom4

 

Sesuai arahan, pelaksanaan CBT ini diselenggarakan di kantor masing-masing, dengan mengenakan dress code Batik. Demikian aku mengikutinya di Ruang Serba Guna seorang diri, dengan bantuan dari Tim SMMI, untuk menjamin jaringan/koneksi baik dan aman. CBT dilaksanakan kurang lebih 90 menit untuk 100 soal pilihan ganda.

Sedangkan Wawancara Tertulis, sudah aku kirimkan (submit) dalam 24 halaman pada tanggal 3 Februari 2021, dengan link yang juga sudah disediakan.

ukom5

ukom3

Peserta juga mengisi Daftar Hadir sesuai link yang diberikan.

2021-02-23 11.33.51

Pengumuman Hasil Uji Kompetensi diumumkan pada hari Sabtu, tanggal 21 Februari 2021 melalui website. Dengan standar kelulusan pada angka 70, dengan bobot 40% untuk CBT dan 60% untuk Wawancara Tertulis, melalui Pengisian Form Peak Experience. Puji Tuhan, aku dinyatakan lulus.

Demikian sekilas cerita pengalamanku mengikuti Uji Kompetensi untuk pertama kalinya. Langkah dan proses administrasi selanjutnya, adalah menunuggu Surat Rekomendasi dari BKN dan Penetapan Angka Kredit. Semoga semuanya berjalan lancar. Amin.

Tak lupa terima kasih untuk semua pihak yang membantu dalam proses Ujian ini, baik dari Biro SDMO BPPT, Manajer Unit SDM BTP dan Manajer Unit SMMI BTP beserta tim nya. Dan doa dari keluargaku tentunya dan teman yang selalu mendukungku. Semoga ini menjadi keberkahan buat kita semua. Amin.