Icip-icip Rujak Buah Di Natsepa

Menyambung postingan yang lalu, bukan hanya pantai Liang yang dimiliki Ambon, tapi ada juga pantai yang spektakuler, yang kabarnya selalu dirindukan anak-anak Ambon yang telah melanglang buana ke luar negeri, pantai apa itu ? tak lain adalah Pantai Natsepa.

Apa yang membuat mereka rindu ? Pantai nya kah ? Itu sudah pasti, tapi ada yang lain, yang bisa dibilang menjadi salah satu ikon pariwisata di Ambon yaitu Rujak Natsepa. Saat saya sedang berada di Ambon, ada teman yang bertanya, “Sudah makan rujak Natsepa ?” beruntung saya bisa menjawab, “Sudah dong” karena memang hari pertama berada di Ambon, kami langsung pergi kesana.

Pantai Natsepa terletak di Desa Suli, Maluku Tengah, kalau dari Kota Ambon, kita akan lebih dahulu menemukan pantai ini daripada Pantai Liang. Di sepanjang jalan menuju obyek wisata Pantai Natsepa sudah banyak deretan warung semi permanen terbuka yang menjual Rujak dan Kelapa Muda. Saya mencicipi rujak dari kedua tempat ini, baik yang didalam maupun di luar. Deretan warung yang didalam sangat warna warni dengan dominasi warna kuning, yang cantik berada di antara tepian pantai berpasir putih.

rujak3Rujak Natsepa berbeda dengan rujak di Jawa, terutama bumbunya, di Natsepa tidak menggunakan air asam (catatan : asam Jawa matang dimasak dengan air) tapi langsung diambil dari air buah lobi-lobi atau belimbing yang digerus bersama cabe rawit. Oma penjual sudah mempunyai gerusan kacang halus dan tinggal menambah dengan gerusan kacang kasar dan gula merah. Proses ini membuat bumbu rujak Natsepa kental dan khas. Namun ada juga yang tidak terbiasa dengan gerusan kacang kasar ini sehingga bisa minta agar kacang digerus lebih halus. Campuran buahnya beraneka ragam dan diiris kasar. Dengan harga Rp 12.000,- (Dua belas ribu rupiah) per porsi, kesegaran buah dengan asam manis pedas dan gurihnya kacang sudah bisa dinikmati dengan semilir sepoi-sepoi angin Pantai Natsepa.

rujak2Bagi yang menyukai kacang seperti saya, bumbu rujak ini memang paling cocok karena sebanyak apapun kita mengambil bumbu, bumbu kental ini tidak akan menetes, hm puas makan kacang atau puas makan rujak buah ? Tentu dua-duanya dong

rujakrj1

Bumbu kacang ini juga bisa dibawa sebagai oleh-oleh lho, seporsinya diberi harga Rp 75.000,- bisa mengobati lidah yang rindu pada rasa bumbu khas Natsepa ini 🙂

Pantai NatsepaKeindahan Pantai Natsepa dan Rujaknya yang mendunia, ada disini. Selamat berkunjung dan Selamat Menikmati Rujak Natsepa dengan bumbu kacang yang menggiurkan 😉


Indahnya Pantai Hunimua Di Liang

Di Ambon, ada banyak pantai yang indah, mungkin ini disebabkan karena letak geografisnya, dimana Ambon yang terletak di Teluk Ambon mempunyai bentuk menyerupai huruf U terbalik sehingga hampir sebagian besar daratannya bertepian dengan pantai yang cantik. Salah satunya adalah Pantai Hunimua.

Pantai Hunimua terletak di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku. Pantai yang letaknya kurang lebih 40 km dari kota Ambon ini, lebih dikenal dengan sebutan Pantai Liang. Pantainya bersih dan sepi, memang saat aku datang kesana menjadi ramai dengan datangnya rombongan kontingen Pesparawi dari beberapa provinsi.

Saat kendaraan memasuki pelataran parker di tepi Pantai Liang, tak sabar rasanya untuk segera berlari menuju ke pantai. Airnya jernih sehingga aku bisa melihat dengan jelas batu-batuan di dasar tepi pantai.

Beberapa orang dari rombongan mulai menceburkan diri berenang di laut atau menyusuri tepian pantai dengan perahu. Berkunjung pada saat ini atau sekitar September sampai dengan Nopember adalah saat yang tepat karena laut tidak berombak dan aman didatangi saat berlibur.

l1Air pantai yang jernih dan bening tidak disia-siakan, beberapa orang mulai menyelam kedalam air dan berekplorasi disana.

l2Bisa berenang ? Mengapa tidak mencoba atraksi bebas seperti ini  ? Berbaris di dermaga kayu, bergantian mereka melompat dengan berbagai gaya untuk merasakan sejuknya air di pantai yang cantik ini. Yuuk….lompat !!!

l3Mau sekedar bersantai berkeliling, menikmati sejuknya angin semilir dan indahnya pantai serta luasnya mata memandang keagungan ciptaan Tuhan, siap berkeliling dengan perahu yang ditawarkan pemilik perahu.

l4Atau mau sekedar duduk-duduk santai di dermaga kayu, berfoto dan berjemur sendiri atau bersama teman-teman ?

l5Menikmati deburan air yang menerpa batu di bawah dermaga kayu dan menyaksikan anak-anak yang bermainan mencari kerang disini.

Pantai biru tak berbatas langit biru, walau mendung tak mengurangi semangat pengunjung untuk menikmati Pantai Liang

l6dan ….

Screenshot_2015-10-14-09-11-33Foto selengkapnya ada disini

Pantai ini tak salah jika pernah dinobatkan sebagai Pantai Terindah di Indonesia oleh PBB pada tahun 1990, perpaduan antara pasir putih sepanjang 1 kilometer, air laut yang sangat jernih sehingga kita bisa melihat keindahan dasar laut dan juga ketenangan suasananya membuat pengunjung akan datang kembali dan mengakui keindahannya.

Pantai ini memang masih minim dengan fasilitas dan perlu penanganan yang lebih serius dari Pemerintah setempat agar optimal pengembangan pantai ini sebagai obyek pariwisata di Ambon, apalagi telah dinobatkan sebagai salah satu pantai terindah, seperti Bali.

Pengembangan Pantai sebagai obyek wisata yang dapat menjadi daya tarik bisa berupa penyelenggaraan atraksi wisata budaya (dengan menghadirkan tari-tarian tradisional daerah Maluku seperti pertunjukan Bambu Gila yang sempat aku saksikan disana), promosi hasil industri kecil dan menengah seperti pembuatan kain tenun atau makanan khas Maluku, olahraga air yang dapat diselenggarakan di pantai, kemudahan akses menuju Pantai dari Bandara atau pusat kota, promosi dan kerjasama antara agen pariwisata dengan Pemerintah setempat dengan pihak luar.

Pengembangan pariwisata tentu diikuti dengan pembangunan prasarana dan sarana penunjang seperti, pembangunan jalan raya, jaringan listrik, air, pembangunan penginapan, rumah makan, toko cendera mata dan lain-lain, akan jelas mengakibatkan perubahan pada lingkungan fisik di wilayah ini. Dampak dari pengembangan wilayah pantai yang berkembang pesat tentu akan mempengaruhi perekonomian dan sosial budaya masyarakat setempat, yang tentu mesti diantisipasi Pemerintah juga.

Aktifitas apa yang ingin anda nikmati disana saat ini sekarang ? Apapun bisa, mau hanya sekedar duduk dan bermalasan sepanjang hari, bisa…. 🙂
Foto adalah koleksi pribadi yang diabadikan berkat NIKON. Tulisan ini diikutsertakan dalam #travelingwitherigo dan #blogcompetitionerigo2016