Sidang Promosi Doktor Dr. Ir. Arief Arianto, M.Sc.Agr. dengan Disertasi berjudul “Jejaring Kebijakan Publik dalam Penyelenggaraan Science Techno Park (STP) Universitas Padjadjaran”

Selasa, 13 Februari 2024.

Ini pengalaman pertama saya hadir menyaksikan secara langsung prosesi sidang promosi Doktor, sedikit saya berbagi, semoga memberi manfaat bagi pembaca.

Satu hari menjelang Sidang, Bapak Ir. Arief Arianto, M.Sc.Agr. menyampaikan informasi hal Undangan untuk menghadiri sidang promosi Doktor ini. Tentu sangat saya sambut gembira karena ini merupakan event pencapaian gelar bergengsi dan jenjang tertinggi bagi seseorang dan apalagi Undangan disampaikan langsung oleh sang promovendus, Bapak Ir. Arief Arianto, M.Sc.Agr.

Sidang Promosi Doktor diselenggarakan pada hari Selasa, 13 Februari 2024, dimulai dari pukul 15.30, bertempat di Gedung A Lantai 2 Ruang Sidang Pasca Sarjana FISIP Universitas Padjadjaran, yang terletak di Jalan Bukit Dago Utara, Bandung, Jawa Barat.

Sidang yang saya hadiri ini adalah Sidang Terbuka. Ada dua macam sidang promovendus doktor yaitu Sidang Tertutup dan Sidang Terbuka. Sidang Tertutup hanya diikuti oleh promovenda atau promovendus (istilah untuk calon doktor, yang dipromotori), promotor (semacam pembimbing), serta para penguji. Pada jenjang S3, Sidang Tertutup bisa terjadi beberapa kali dan isinya bisa saja berupa debat tentang disertasi promovendus doktor. Namun ini tergantung dari kebijakan setiap Universitas.

Untuk Sidang Tertutup, mengutip penjelasan dari Bapak Ir. Arief Arianto, M.Sc.Agr. telah dilaksanakan pada hari Senin,  tanggal 4 Desember 2023, sesudah itu dilanjutkan dengan Penelaahan Naskah Disertasi dan terakhir Sidang Terbuka atau disebut juga Sidang Promosi Doktor pada tanggal 13 Februari 2024. Sidang terbuka hanya digelar sekali saja setelah dinyatakan lolos dari tahap sidang tertutup.

Sidang Promosi Doktor tentu berbeda dengan sidang pada jenjang dibawahnya (misal S1 dan S2).  Beberapa hal yang tampak pada pengamatan saya antara lain adalah pertama, kepatutan berpakaian. Promovendus mengenakan kemeja putih berdasi biru dengan jas lengkap dan sepatu tertutup warna hitam. Tamu yang hadir juga nampak berpakaian bebas dan rapi. Sedangkan para penguji, mulai dari Ketua Sidang. Guru Besar dan Promotor mengenakan toga lengkap berwarna hitam.

Kedua, ada tata tertib yang dibacakan oleh Ketua Sidang, seperti aturan untuk mengatur nada dering telpon genggam, tertib dan menjaga sikap didalam ruang sidang dan dilarang untuk makan minum selama sidang berlangsung. Sayang sekali, walau sudah disampaikan untuk tertib, ada saja yang berbicara atau mengobrol saat sidang berlangsung, padahal kita berada di tengah kalangan terhormat dan dalam acara yang penting.

Tamu Undangan yang hadir pada Sidang Promosi Doktor Pak Ir. Arief Arianto, M.Sc.Agr . adalah tentu yang pertama, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan beliau, diantaranya ada ayahanda tercinta, Prof. Bambang Hidayat, Om Warsoedhi, rekan sekerja di Kelompok Riset Sistem Produksi dan Manajemen Agroindustri, Pusat Riset Agroindustri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), beberapa rekan sealmamater di Universitas Padjadjaran dan kerabat dari Promovendus. Saya sendiri hadir bersama Ibu Sunartri Boedjonagoro, yang adalah kerabat dari Prof. Bambang Hidayat. Kami tiba pukul 14.15 di tempat, untuk mengantisipasi kemacetan dan cuaca yang kurang baik, yang mungkin terjadi.

Ketiga, ada Goody Bag yang berisi buku ringkasan disertasi, cinderamata, snack box dan box makan malam. Kebetulan Sidang Promosi Doktor dari Promovendus adalah sidang terakhir pada hari itu (selesai menjelang malam), maka untuk pertimbangan praktis, makan malam disajikan dalam kotak.

Sidang dimulai pukul 15.30 setelah Promovendus, Tamu Undangan dan Komisi Sidang memasuki ruangan.

Sidang dipimpin oleh ketua sidang yang membuka, memoderatori tanya jawab, dan menutup sidang. Di barisan paling depan ada para profesor dan doktor yang merupakan promotor serta penguji disertasi Promovendus. Setelah promovendus mempresentasikan rangkuman disertasinya yang berjudul “Jejaring Kebijakan Publik dalam Penyelenggaraan Science Techno Park (STP) Universitas Padjadjaran” selama 10 menit.

Selanjutnya, ketua sidang mempersilakan para profesor dan doktor selaku penguji untuk menyampaikan pertanyaan, sanggahan, atau tanggapan. Setiap satu pertanyaan langsung dijawab oleh promovendus,  dan begitu seterusnya tanpa ada pertanyaan lanjutan oleh profesor atau doktor tadi. Dalam sidang terbuka, tidak ada lagi debat. Debat, sanggahan atau diskusi panjang sudah terjadi dalam sidang tertutup.

Sidang Promosi Doktor ini dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Ramadhan Pancasilawan, M.Si., Ketua Promotor. Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, MS. Anggota Tim Promotor. Prof. Dr. Drs. Arry Bainus,MADr. Dra. Hj. Sinta Ningrum, MT  dan Dr. Ir. Dudi Iskandar, M.Sc For, IPU serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. R. Widya Setiabudi SumadinataProf. Dr. H. Didin Muhafidin, M.SiDr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A Representasi Guru Besar Prof. Dr. Mohammad Benny Alexandri, S.E., M.M.

Penyampaian rangkuman disertasi dan tanya jawab, memakan waktu hampir dua jam. Selesai acara tanya jawab, waktu sudah menunjukkan pukul 17.30. Ketua sidang menskors sidang selama 30 menit untuk memberi kesempatan komisi sidang, yang terdiri dari ketua dan para profesor atau doktor penguji untuk menyusun berita acara persidangan. Promovendus dan para tamu undangan menunggu dengan berdebar

Setelah sidang dibuka kembali, promovendus dipersilakan berdiri di depan. Ketua Sidang membacakan berita acara dengan seksama. Hasil rapat komisi sidang menyatakan bahwa promovendus telah berhasil menyajikan dan mempertahankan disertasinya dengan baik serta berhak menyandang gelar doktor dengan yudisium “Sangat Memuaskan“. Promovendus tentu sangat bersyukur, demikian pula para tamu undangan yang hadir, turut merasakan kelegaan dan kebahagiaan itu dengan mengucapkan, “Alhamdulillah dan Puji Syukur”

Sidang ditutup dengan ketukan palu ketua sidang. Ketua Sidang menyerahkan selempang Doktor dan Tanda Kelulusan Sementara.

Selanjutnya Promovendus diberi kesempatan untuk memberikan Kata Penutup. Promovendus menyampaikan terimakasih pada Ketua Sidang, Guru Besar dan Promotor, juga kepada kedua orangtua, rekan yang hadir dan keluarga tercinta, rekan kerja, pihak BRIN, yang telah mendukung beliau selama ini. Acara ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan foto bersama.

Mengingat Pak Arief Arianto adalah seorang pejabat fungsional Perekayasa ahli Madya, dengan pangkat golongan Pembina Utama Madya – IV/d yang memiliki latar belakang S1 dan S2 bidang pertanian, saya tergelitik untuk bertanya apa yang melatarbelakangi Pak Ir. Arief Arianto, M.Sc. Agr mengambil S3 Administrasi Publik dengan peminatan Kebijakan Publik.

Secara singkat, Pak Arief Arianto menjawab, pemilihan peminatan ini adalah untuk mendukung pekerjaan di kantor, karena dengan memahami penyusunan kebijakan khususnya dalam aktifitas inovasi teknologi, proses, rantai pasok maupun penyediaan bahan baku agroindustri, maka kita dapat membangun ekosistem kebijakan rantai produksi agroindustri yang sesuai dan berkesinambungan, sehingga produk -produk agroindustri dapat dihilirisasi dengan baik kepada masyarakat, bermanfaat dan berkelanjutan.

Lebih komprehensif, jawaban Pak Arief Arianto mengenai peminatan ini adalah dengan mempelajari ilmu kebijakan publik kita dapat memberikan masukan untuk membangun ekosistem kegiatan agroindustri di Indonesia yang kondusif, sesuai dan berkelanjutan seperti :

  1. Pengaturan dan Kebijakan Pertanian: Ilmu kebijakan publik memungkinkan pemahaman mendalam terhadap regulasi dan kebijakan yang mempengaruhi sektor pertanian dan agroindustri. Dengan memahami kerangka kebijakan, pemangku kepentingan dapat menavigasi lingkungan hukum dengan lebih baik.

2.Dukungan Keberlanjutan: Kebijakan publik dapat menjadi alat untuk mendorong praktek-praktek agroindustri yang berkelanjutan. Pembuat kebijakan dapat merancang insentif atau regulasi untuk mendukung praktik-praktik ramah lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

3.Pengelolaan Sumber Daya: Kebijakan publik membantu dalam pengelolaan sumber daya alam, seperti lahan dan air, yang sangat penting untuk keberlanjutan agroindustri. Hal ini mencakup penetapan batas-batas penggunaan lahan, kontrol irigasi, dan praktek-praktek konservasi.

4.Pengembangan Infrastruktur: Ilmu kebijakan dapat digunakan untuk merancang kebijakan yang mendukung pengembangan infrastruktur terkait agroindustri, seperti jaringan transportasi dan distribusi yang efisien.

5.Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan: Kebijakan publik dapat diarahkan untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah-wilayah pedesaan dengan menciptakan lapangan pekerjaan melalui agroindustri, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

6.Pasar dan Perdagangan: Mempelajari kebijakan publik membantu dalam memahami peraturan dan kebijakan perdagangan yang dapat mempengaruhi pasar agroindustri, baik di tingkat nasional maupun internasional.

7.Inovasi dan Riset: Kebijakan publik dapat merangsang investasi dalam inovasi dan penelitian dalam sektor agroindustri, menciptakan iklim yang mendukung pengembangan teknologi terbaru dan praktik-praktik terbaik.

8.Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim: Dengan pemahaman tentang kebijakan publik, dapat dirancang kebijakan yang mendukung agroindustri dalam menghadapi dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, seperti pola curah hujan yang berubah dan suhu yang meningkat.

Mengintegrasikan ilmu kebijakan publik dalam pengembangan agroindustri dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung, efisien, dan berkelanjutan bagi sektor ini, serta mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Alhamdulillah, Puji Tuhan, Selamat dan Sukses kepada Bapak Arief Arianto, saya dan kami semua turut bangga atas proses pencapaian Bapak dalam memperoleh gelar Doktor ini. Pencapaian akademis tertinggi seperti itu jelas semakin mendorong kita, khususnya rekan muda untuk juga mencapainya suatu saat nanti. Tentu butuh perjuangan keras untuk menempuh pendidikan S3.  Dalam jenjang S3, seorang promovendus harus menemukan hal baru sebagai bahan disertasinya. Semoga gelar dan ilmu yang diperoleh memberi keberkahan, menjadikan Dr. Ir. Arief Arianto, M.Sc.Agr. sebagai pribadi yang terus mengabdi, berkontribusi, dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, BRIN dan masyarakat. Aamiin

Ramah Tamah, kami lanjutkan di kediaman Prof Bambang Hidayat yang asri dan ngangeni, bersama keluarga yang selalu ramah dan guyub. Terima kasih Bapak, sudah mengajak kami mampir, mengingat kalau perjalanan pulang kami masih panjang dan sudah larut malam. Semoga Bapak Bambang juga selalu diberi kesehatan dan limpah berkah. Aamiin.

Sumber foto dari pribadi, teman2 dan FISIP UnPad


#latepost Webinar Agroindustri Series 4 : Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendukung Agroindustri 4.0 dan Ketahanan Pangan Nasional

Kelompok Riset Sistem Produksi dan Manajemen Agroindustri Pusat Riset Agroindustri, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, BRIN, kembali menyelenggarakan WEBINAR AGROINDUSTRI SERIES #4, yang kali ini mengangkat tema Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendukung Agroindustri 4.0 dan Ketahanan Pangan Nasional

IMG-20221208-WA0049

Webinar diselenggarakan pada hari Jumat, 09 Desember 2022, pukul 13.00 – 15.30 WIB melalui Zoom Virtual Meeting

IMG_20230126_120027

Webinar ini menghadirkan para Narasumber baik dari dalam BRIN maupun dari luar, yaitu :

  • Dr. Agung Hendriadi, M.Eng, Peneliti Ahli Utama, Pusat Riset Agroindustri-BRIN
    dengan paparan berjudul “Agroindustri 4.0 dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional”
  • Dr. Gadang Ramantoko, Dosen Telkom University, dengan paparan berjudul
    “Pemanfaatan Machine Learning dalam Agroindustri 4.0”
  • Hikmatullah Insan Pratama, Head of Vertical Digital Agriculture Ecosystem, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk dengan paparan berjudul “Implementasi Aplikasi AGREE-PT. Telkom untuk Mendukung Agroindustri 4.0 dan Ketahanan Pangan Nasional”
  • Dr. Anto Satriyo Nugroho, Kepala Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber-BRIN, dengan paparan berjudul “Peranan Kecerdasan Artifisial untuk Mendukung Agroindustri dan Ketahanan Pangan Nasional”

IMG_20230126_121029 IMG_20230126_121000 IMG_20230126_120915 IMG_20230126_120842

Acara ini dipandu oleh Moderator: Bapak  Ir. Arief Arianto, MSc. Agr, selaku Kepala Kelompok Riset Sistem Produksi dan Manajemen Agroindustri, Pusat Riset Agroindustri dan pembawa acara Sari Intan Kailaku, STP, MSi, Peneliti Kelompok Riset Sistem Produksi dan Manajemen Agroindustri, Pusat Riset Agroindustri,  dengan rangkuman hasil diskusi yang disampaikan sebagai berikut :

IMG_20230126_115837 IMG_20230126_115916

Semoga hasil webinar ini dapat bermanfaat bagi pengembangan agroindustri di setiap pelosok wilayah Indonesia. Webinar ini bisa juga diikuti kembali melalui kanal Youtube BRIN, pada link berikut https://youtu.be/w482F5Zetb8

#latepost Webinar Agroindustri Series 1 : Peluang dan Tantangan Pengembangan Agroindustri 4.0 untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.

Kelompok Riset Sistem Produksi dan Manajemen Agroindustri, Pusat Riset Agroindustri, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, BRIN menyelenggarakan WEBINAR AGROINDUSTRI SERIES #1 dengan mengangkat tema
Peluang dan Tantangan Pengembangan Agroindustri 4.0 untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.

IMG-20220920-WA0013

Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 21 September 2022, pukul 09.00 – 11.30 WIB melalui Zoom Virtual Meeting. Sambutan disampaikan oleh Dr. Puji Lestari, SP, MSi selaku Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, BRIN dan Dr. Mulyana Hadipernata, STP, MSi selaku Kepala Pusat Riset Agroindustri

Narasumber yang hadir adalah tentu para pakar yang kompeten di bidangnya, yaitu

  • Prof. Dr. Yandra Arkeman, M.Eng, Guru Besar Teknologi Industri Pertanian dan Peneliti Blockchain, Robotic, and Artificial Intelligence Networks (BRAIN) IPB University, dengan paparan berjudul “Implementasi Artificial Intelligence dan Blockchain pada Manajemen Rantai Pasok Pertanian”
  • Prof. Dr. S Joni Munarso, MS, Profesor Riset Bidang Teknologi Pascapanen, Pusat Riset Agroindustri, dengan paparan berjudul “Kebutuhan Dukungan Manajemen Rantai Pasok dalam Pengembangan Agroindustri”

IMG-20220921-WA0062

IMG-20220921-WA0050

Acara ini dipandu Moderator:, Ir. Arief Arianto, MSc. Agr selaku Kepala Kelompok Riset Sistem Produksi dan Manajemen Agroindustri, Pusat Riset Agroindustri dan pembawa acara  Noveria Sjafrina, STP, MSi, Peneliti Kelris Sistem Produksi dan Manajemen Agroindustri, Pusat Riset Agroindustri.

Dari tema Peluang dan Tantangan Pengembangan Agroindustri 4.0 untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional dan paparan yang disampaikan para pakar, Bapak Ir Arief Arianto, M.Agr selaku moderator, menyampaikan beberapa rangkuman hasil webinar ini

IMG-20220921-WA0063

Semoga sharing singkat ini dapat bermanfaat. Bagi yang memerlukan materi presentasinya, silakan tulis di kolom komentar. Webinar ini bisa juga didengarkan kembali melalui kanal Youtube BRIN.

 

Sugeng Ambal Warsa ke-88

18.09.2022 adalah HUT Bapak Prof Bambang Hidayat yang ke-88. Buat aku, Bapak sudah seperti orangtuaku sendiri. Aku mengenal beliau sejak penyusunan buku antologi cerita anak yang berjudul Aku dan Alam Semesta, pada akhir Desember 2018. Beliau banyak memotivasiku untuk banyak membaca dan menulis serta berbudipekerti.

IMG-20220918-WA0032

Puji syukur, Bapak masih diberi sehat dan semangat yang luar biasa sampai dengan saat ini. Walau belum bisa hadir pada hari ini, aku berterimakasih pada mbak @dyahdey untuk buket bunganya, kak Betty dari @bettys.kitchenbandung untuk apple pie nya, yang menambah sukacita Bapak. Terima kasih juga mbak @arianiwulandari untuk foto bunganya.

Slide ke-5 adalah foto bersama di HUT Bapak tahun lalu (2021) bersama bu Sunartri dan keluarga yang penuh kehangatan.

Mengenal Keluarga Bapak Bambang, aku jadi ingat tulisan, yang mengatakan bahwa family isn’t always blood. As we go through life, we meet people who inevitably become so close to our hearts that they might as well be real family.

Family isn’t always blood. It’s the people in your life who want you in theirs. The ones who accept you for who you are. The ones who would do anything to see you smile, and who love you no matter what.

I’m starting to realize that family isn’t always blood…it’s the people who are there for you when no one else is. – Ashley Jade

Sugeng ambal warsa Bapak Prof Bambang Hidayat

Webinar #5 PTA “Rancang Bangun Mesin Sangrai KOPI Model FLUIDISASI”

Pada hari Rabu, 12 Januari 2022, Pusat Teknologi Agroindustri (PTA) Organisasi Riset PPT BRIN menyelenggarakan Serial Webinar ke-5. Serial Webinar kali ini mengangkat topik “Riset Pascapanen Tanaman Bahan Baku Industri”

SAVE_20220115_215712

Dari ketiga materi ini, materi kedua sangat menarik.

1. Prof. Dr. Ir. Lamhot P. Manalu, MSi (Peneliti Ahli Utama – BRIN) dengan materi : “Teknologi Smart Drying Pada Pasca Panen TANAMAN OBAT“

2. Ir. Gigih Atmaji (Perekayasa Ahli Madya – BRIN) dengan materi : “Rancang Bangun Mesin Sangrai KOPI Model FLUIDISASI ”

3. Ir. Harianto, MSi. (Perekayasa Ahli Utama – BRIN) dengan materi : ”Teknologi Pasca Panen Pada Agribisnis Buah MANGGA”

Materi kedua sangat menarik perhatian, walau sudah mulai diuji dan dikembangkan cukup lama di PTA, sejak tahun 2016, yaitu mengenai mesin sangrai kopi model fluidisasi.

Secara umum terdapat dua tipe utama sangrai kopi yaitu silinder berputar dan fluidisasi. Sangrai kopi tipe fluidisasi menggunakan udara panas bertekanan untuk mengaduk dan menyangrai kopi, perpindahan panas dominan secara konveksi, sedangkan silinder berputar dominan konduksi.

Proses sangrai kopi bertujuan untuk mengembangkan aroma dan rasa kopi dengan karakteristik tertentu dan memudahkan proses grinding dan ekstraksi, tetapi dengan proses sangrai yang benar akan diperoleh kopi sangrai yang mempunyai aktivitas antioksidan.

Untuk memperoleh cita rasa kopi, seperti kita ketahui, ada banyak faktor yang mempengaruhi yaitu diantaranya jenis, lokasi tumbuh, iklim, proses panen dan pasca panen, proses sangrai, grinding dan cara seduhan.

kop1 kop2 kop3 kop4 kop5 kop6 kop7

Tampak hadir dalam Webinar #5 ini adalah dari Bappeda Klaten, Bapelitbang Lebak, Dinas Pertanian Pagar Alam, Dinas Tanaman Pangan dan Horti, Disperta dan Ketahanan Pangan, Balitbang Sumbar, DPKP Palembang, Dinkes Prov Jatim, Politani Pangkep, Dinkes Prov, Distan KH, UPTD WKJ, Unand, UPTD BPSJ Pekalongan dan banyak lagi.

Semoga sharing ini dapat memberikan manfaat bagi para petani dan pengolah biji kopi, untuk meningkatkan kualitas hasil sangrai kopi, dengan menghemat waktu dan biaya. Terbuka kerjasama PTA dengan berbagai pihak, untuk meningkatkan kualitas pasca panen baik kopi, mangga dan rempah-rempah atau tanaman bahan baku industri yang banyak terdapat di Indonesia.

 

Webinar Teknologi Agroindustri #4 Riset Diversifikasi Produk Turunan Sagu

Pada hari ini, Rabu, 5 Januari 2022, Pusat Teknologi Agroindustri (PTA) yang berada dibawah Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengadakan Webinar dengan tajuk Riset Diversifikasi Produk Turunan Sagu.

pta4

Kegiatan Webinar pada hari ini adalah kegiatan ke-4 dalam serial Webinar Teknologi Agroindustri. Sebelumnya telah dilaksanakan sharing riset diversifikasi produk Turunan Sawit (8 Desember 2021), Produk Minyak Atsiri (15 Desember 2021) dan Produk Rumput Laut (22 Desember 2021). Rangkaian kegiatan Webinar ini sebagai bentuk  sharing hasil riset, mengenai beberapa produk yang berasal dari salah satu bahan baku agroindustri yang potensial dan merupakan bagian dari kekayaan alam hayati Indonesia.

Dalam pertemuan sebelumnya, Bapak Ir. Arief Arianto, M.Agr (Kepala PTA) menyampaikan bahwa tidak semua negara diberi anugerah tanaman sagu. Lebih dari 95% tanaman sagu dunia hanya dapat ditemui di Indonesia, Papua Nugini dan Malaysia. Lebih dari 50% atau tepatnya 55% tanaman sagu dunia, terdapat tumbuh di Indonesia dengan luas sekitar 1,5 Juta Ha.

IMG_20220105_215520

Dimulai pada pukul 09.00, acara ini diawali dengan Kata Sambutan dari Kepala PTA, Bapak Ir. Arief Arianto, M.Agr. Dipandu oleh Moderator, Ir. Hengky Henanto, MSc. APU, Perakayasa Ahli Utama (BRIN), menghadirkan narasumber dari PTA, yaitu :

1. Ir. Purwo Tri Cahyana, MSi (Perekayasa Madya – BRIN) dengan materi : “Inovasi Produk Turunan Sagu”

2. Drs. Agus Triputranto MM (Perekayasa Madya – BRIN) dengan materi : “Pengolahan Pasca Panen Sagu ”

3. Alit Pangestu, STP, MSc. (Perekayasa Muda – BRIN) dengan materi : ”Hilirisasi Inovasi Mie Sagu Instant”

Dalam paparannya, Bapak Purwo menyampaikan

p1

p2

Dilanjutkan dengan pemateri kedua, Bapak Agus menyampaikan

p3 p4

Sedangkan pemateri ketiga, Bapak Alit Pangestu, seorang perekayasa muda, menyampaikan

p5 p6

Webinar yang diikuti sekitar 100 orang secara daring melalui link zoom dan juga Youtube ini, diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab yang menarik antara peserta, pemateri dan juga Ka Pusat, Bapak Arief Arianto. Tak terasa, waktu melewati dari jadwal yang ditetapkan karena antusiasme peserta yang begitu besar. Bapak Arief Arianto dan Tim, bersedia menyediakan waktu untuk diskusi lebih lanjut diluar kegiatan webinar ini, dengan mencantumkan nomer telpon yang bisa dihubungi pada kolom chat, pada akhir webinar.

Peserta kegiatan Webinar ini berasal dari kalangan periset di BRIN, industri dan periset dari Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Halmahera dan Fakfak.

Bagi pembaca, yang tertarik mengenai hasil riset diversifikasi produk Agroindustri, yang dikembangkan oleh Tim PTA OR PPT, BRIN, dapat menyimak kembali tayangan kegiatan serial webinar ini melalui Youtube PTA.

Semoga inovasi yang telah dilakukan ini dapat memberi manfaat baik bagi masyarakat maupun industri, serta memberi semangat pada para periset untuk berinovasi dengan diversifikasi produk tanpa henti agar semakin mengena pada kebutuhan masyarakat.

 

 

Repost : Kurnia Effendi, MENGURAI (PE)RASA(AN) MELALUI KOPI

Di dunia ini, lebih-lebih kini, banyak sekali penggemar kopi.Ajakan bertemu dua orang kawan atau lebih, sudah terbiasa dengan “yuk, ngopi”. Sementara urang Sunda, apa pun minumannya, istilah yang digunakan: “bade ngupi heula”.

KEF

Pabila penggemar kopi itu adalah juga seorang penulis, tidak mungkin tidak, diksi terkait kopi akan masuk ke dalam baris puisi atau paragraf prosanya. Jangan ditanya kepada Fikar W Eda , penyair asli Takengon yang sudah sejak lama mengamalkan mantra (menanam, merawat, memanen, dan) meminum kopi. Setiap tahun, sekali atau dua diadakan olehnya event berkonten kopi. Lebih sepuluh tahun yang lalu Dewi Lestari menulis cerpen yang menjadi judul kumpulannya: “Filosofi Kopi”. Setelah diangkat menjadi film, kemudian judul cerpen itu dijadikan nama kedai kopi di bilangan Melawai-Blok M, Jakarta Selatan, oleh dua temannya (Handoko dan rekan, Rio Dewanto menjadi CEO). Dalam praktiknya, sejak 2015, kedai Filosofi Kopi dibentuk bukan semata-mata sebagai warung jualan tetapi ada sisi moralitas dengan menjaga ekosistem kopi, bekerja sama dengan para petani kopi untuk secara mutualisma memberi benefit semua pihak.

Maka kopi, sebagai minuman yang telah populer menjadi teman segala suasana dan situasi, merupakan public domain. Jangan sampai ada seseorang yang bertabiat aneh kemudian mematenkan nama “kopi” sebagai milik pribadi. Di Yogya ada kedai kopi dengan edukasi terhadap pelanggannya—sempat dipetik adegannya ke dalam film AADC 2. Di Yogya pula saya pernah dalam sehari mampir dan menikmati prosesi 3 warung kopi bersama Tia Lesmana (Tanamera, Kopi Pitutur, dan Kopi Nogo). Tumbuh suburnya warung kopi sejak kelas jalanan hingga hotelan dan mal-malan awal tahun 2000-an (saya baru mengenal Starbucks justru di Tokyo pada 2001, yang saat itu hendak membuka kafe “hanya” di Mal Pondok Indah, Kelapa Gading, dan Taman Anggrek. Ya, masih “sombong”, hehe) menunjukkan bahwa kopi sudah menjadi gaya hidup semua kalangan. Perbedaan kelas dibuat—salah satunya—berdasarkan lokasi. Padahal dengan jenis kopi yang sama kualitasnya—baik robusta, arabika, maupun liberika—diseduh di rumah atau saat kemping, akan memberikan rasa mewah yang sama di mulut penggemarnya.

Pengantar di atas terlalu panjang untuk mengupas buku fiksi berjudul “Halusinasi Kopi” karya de Laras (Diadjeng Laraswati H Hanindyani). Ia yang mengaku menyukai kopi apa adanya, dalam himpunan ini menuliskan puisi, cerita (sangat) pendek, sebentuk percakapan, dan semacam quote/caption atas foto-foto yang seolah-olah ikut bicara, seluruhnya 68 judul. Ayu Utami, novelis “Saman” dan “Larung” memberikan pengantar buku ini. Se-adict apa atau sefanatik apa de Laras menyukai kopi? Ternyata tidak akan mati bila tidak minum kopi, bahkan dalam menikmatinya masih menambahkan sedikit gula. Ia cukup moderat “hanya” menjadikan kopi sebagai teman sangat dekat. Kopi, sebagaimana tersirat di banyak tulisannya itu, merupakan inspirasi, perlambang, motivasi, booster, medium, juga sahabat yang akan dirasakan hilang (atau malah rindu) bila absen dalam kegiatannya.

Sebagian besar tulisan de Laras pada buku mungil ukuran 11 x 15 cm itu bagi saya pribadi menjadi pemantik untuk kemudian menghubungkan pikiran dan perasaan dengan sesuatu yang lebih luas. Bagaimana kalau suatu saat kelak saya menjadi barista di kedai kopi milik sendiri? Mungkinkah saya bakal berperan sebagai pencicip kopi dari berbagai tempat di dunia? Apakah perlu setiap tiga bulan digelar festival kopi secara bergiliran di wilayah penghasil kopi terbaik Indonesia? Sebut saja Gayo, Mandailing, Puntang, Sidikalang, Lampung, Toraja, Ciwidey, Garut, Temanggung, Bromo, Kintamani, Flores, Wamena …

Benar kata de Laras yang saya pastikan mengalami seluruh isi tulisannya (dengan POV yang berbeda-beda) bahwa kopi menjadi bahasa yang intim untuk pertemuan, perbincangan, rapat, bekerja, dan rekreasi. Dalam satu pengalamannya, misalnya, rehat di kedai kopi (murah) di tengah perjalanan panjang. Fragmen lain cukup menyentuh ketika sang ayah mengingatkannya agar segera membuatkan kopi untuk ibu di pagi hari, padahal sang ibu sudah almarhum beberapa waktu lalu. Bahkan, ketika bekerja lembur, di tengah kebosanan mendapatkan seorang teman online mengirim gambar cangkir kopi, seolah-olah benar ada secangkir kopi di hadapannya yang membuat semangatnya bangkit untuk melanjutkan pekerjaan. Aroma kopi nyata yang mampu dihidu lambat laun menjelma halusinasi ketika hadir dalam bentuk aksara atau simbol. “Saya hanya ingin mengurai rasa.” Maksud de Laras adalah rasa batin bukan sekadar rasa di lidah.

Kopi menjadi bahasa universal untuk hubungan sosial dan budaya antarmanusia, tak dapat dimungkiri. Saya setuju dengan semua yang ditulis ringkas—semacam sketsa bila itu lukisan—sebagaimana penggemar kopi sekaligus penulis yang lain, misalnya Titik Kartitiani, Ratna Ayu Budhiarti, dan Iksaka Banu. Maka jangan heran bila saya kerap sengaja meluangkan waktu untuk ngopi bareng Banu. Kopi pada akhirnya bagian dari rindu (teman atau kekasih) yang memang berhasil menciptakan halusinasi.

Seperti juga sejumlah penyair lain penggemar kopi, misalnya Joko Pinurbo yang pernah menerbitkan kumpulan puisi “Surat Kopi”, saya pun tidak luput dari keterikatan pada “dunia kopi” sebagai tema puisi. Puisi-puisi dalam “Hujan Kopi dan Ciuman” (BasaBasi, 2017) dan “Setelah Lima Belas Kabisat” (NAD Publishing, 2021), bahkan di “Mencari Raden Saleh” (Diva Press, 2019) ada puisi “Kopi untuk Ngeri”; benar-benar membicarakan kopi dalam sebuah peristiwa, perenungan, ritual, atau situasi. Akan tetapi karena kumpulan puisi itu bukan melulu bicara kopi, yang terhimpun adalah puisi-puisi yang “lolos” seleksi (pribadi atau redaksi). Salah satu puisi, “Meditasi Kopi” saya dedikasikan untuk penggemar kopi Yayuk Arifin.

Ibarat album rekaman, tidak semua lagu memiliki komposisi yang terpuji. Mumpung dalam bentuk himpunan tematik, naskah yang sekadar melengkapi tema kopi boleh menjadi bagian buku ini. Bisa jadi peran dari tulisan yang tidak cukup kuat adalah untuk menonjolkan tulisan yang mendalam. Mungkin pula demi varian atau semacam alunan naik turun irama meskipun sesungguhnya—seperti sikap atau “ketergantungan sang pengarang” terhadap kopi—ini merupakan himpunan tulisan ringan. Seperti halnya musik, jenis easy listening.

Di akhir tahun sebelum pandemi, saya membaca buku pengalaman seseorang mengenal perihal kedai-kedai kopi di Jakarta. Sejak yang lekat dengan tradisi seperti Tanah Tinggi hingga tempat nongkrong anak muda semacam Amomali. Suatu saat boleh diperbarui, mengajak de Laras dan Ecka Pramita supaya langsung disiarkan melalau IG Tivi atau podcast.

Buku ini mudah dicangking sebagai bacaan di berbagai tempat. Dalam perjalanan, saat rehat dari suntuknya pekerjaan, atau sembari menunggu bus tiba di halte. Ya, mirip kopi itu sendiri. Seteguk berkesan, mungkin meningkatkan mood. Bisa dibaca cepat sekali libas, boleh juga dihemat-hemat dan menjadi bagian perbincangan para pengopi untuk menghangatkan suasana setelah kepala penuh dengan pelbagai aksioma atau beban laporan di kantor.

Halaaauw, kapan kalian mampir ke Kopi Nugi? Ingat cara mengaduknya, kan? [kef]

DATA BUKU

Judul: Haslusinasi Kopi
Penulis: de Laras
Kover: Arief Arianto
Kata pengantar: Ayu Utami
Penerbit: Stiletto Indie Book
Tebal: 120 hal;aman
Ukuran: 11 x 15 cm
Cetakan pertama: September 2020
ISBN: 978-623-7656-64-7

Sharing Dasar Penulisan Berita dan Opini

Pada hari ini, Kamis, 14 Oktober 2021, aku turut berbagi pengalamanku mengenai Dasar Penulisan Berita dan Opini, secara daring, atas undangan Kepala Pusat Teknologi Agroindustri (PTA) OR PPT BRIN, Bapak Arief Arianto, M.Sc Agr.

IMG-20211013-WA0075

5

Sharing ini dihadiri oleh pegawai di lingkungan PTA, Tim Majalah BTP dan dari luar yang berminat. Jumlah terbanyak peserta adalah 60 orang.

Acara dibuka dan ditutup langsung oleh Kepala PTA, Bapak Arief, yang di tengah kesibukan beliau menyempatkan untuk hadir.

1

3

Pemaparan diawali dengan pembukaan berupa quote dari para penulis dunia, dilanjutkan dengan penjelasan mengenai induk dari materi hari ini yaitu Jurnalistik, Unsur Penulisan Berita dan Penulisan Opini serta beberapa tips untuk tayangan berita pada Social Media.

Acara yang berlangsung selama dua jam ini, berjalan dengan baik, terdapat interaksi dari para peserta baik melalui kolom chat ataupun pertanyaan dan tanggapan langsung.

15

Di bagian akhir, terdapat empat latihan yang diberikan pada peserta yaitu Apakah Menulis itu Mudah atau Sukar, Gambar Batu, Berita tentang Sago Mee dan Opini tentang Pemindahan Ibu Kota Baru.

Akhir kata, mohon maaf jika ada salah kata, aku mengucapkan terima kasih pada Bapak Kepala Pusat dan Panitia yang telah memfasilitasi kegiatan ini juga pada kehadiran seluruh peserta, semoga sharing ini dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi para peserta untuk mulai menulis.