Published : Mother, Poetry Anthology Volume 2

Thank GOD, I am so glad to be part of this international poetry anthology book. Thank ypu OG, Sofie, all poets and Team.

Repost form Orbindu Ganga : VOLUME TWO OF “MOTHER – AN ETERNAL SOUL” PUBLISHED BY CYNFYNENLIVEN PUBLISHERS

Dear Beautiful Souls,

We are delighted to inform you that ‘MOTHER – An Eternal Soul’ (Volume 2) has been published. We are sharing the cover page of the book with you. The first batch of copies will be dispatched after May 6th to those who have already ordered. Today, we will email all paid contributors to confirm their final postal addresses for us to dispatch after May 6th. For those interested in purchasing copies, please wait until May 6th for our next post, which will contain the link to order.

We are enchanted and honoured to have thirty-nine contributors, without whom this project would not have come to fruition.

Hope you all like our cover page of our poetry anthology.

Warm Regards, Sofia George, Editor MOTHER – An Eternal Soul (Vol. 2), On behalf of Orbindu Ganga Chief Editor MOTHER – An Eternal Soul (Vol. 2)

Consultant | Publisher | Author | Editor | Life Coach

********************************************

THE TEAM :-

DIRECTOR OF CONTENT Sofia George (UK)

EDITORIAL BOARD Sofia George (UK) Hana Hernandez (Spain) Gia Leone (Italy)

CREATIVE DESIGN Kacper Brzezinski (Poland) Panagiotis Agathangelou (Greece)

DIGITAL OPERATIONS Karl Biermann (Germany) Laurent Escoffier (France)


Peringatan Hari Kartini Laras Kanita di Galeri Bodro Sewu

Pada hari Minggu, 21.04.24 bertepatan dengan kelahiran Ibu Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh emansipasi perempuan di Indonesia, Laras Kanita menyelenggarakan kebersamaan (nyinden, nabuh gamelan, cicitcuit, fotoan dan rekaman) di Galeri Komunitas Budaya Bodro Sewu.

Datang lebih awal di lokasi acara, memberi kesempatan aku untuk mengeksplorasi galeri yang unik, cantik, adem asri dan njawani alias aku banget. Maksudnya, aku suka banget. Mengingatkan pada rumah masa kecil dan rumah Eyang di Jawa. Selain ada perangkat gamelan, galeri yang didominasi dengan perabotan kayu jati itu juga adem banget di hari yang panas, karena banyak tanaman hijau baik di dalam mau pun di luar galeri. Selain perabot dan gamelan, juga ada pojok yang memajang kebaya Jawa.

Seperti yang sudah LK persiapkan beberapa minggu terakhir, kehadiran kami di Bodro Sewu adalah untuk tampil latihan bersama dan sekaligus membuat rekaman dokumentasi LK. Kami membawa tiga set lagu, dengan masing-masing set terdiri dari 3 lagu, jadi total lagu yang kami bawakan ada 9 lagu, yaitu 1) Medley Pelog 6 : Sido Mulyo, Srepeg, Menthok, Kupu Kuwi, Si Kucing (2) Medley Pelog 5 : Nuswantoro, Jamu Jowo, Perahu Layar (3) Medley Pelog Barang : Sumyar, Bersih Desa, Klinci Ucul. Latihan LK ini dilatih langsung oleh Pak Sul dan dibawah koordinasi Mbak Kiki.

Diliput oleh Meiza, sepupu dari Mbak Dyah, kami melakukan perekaman penampilan medley kami itu dengan serius tapi tetap santai diseling gelak tawa kami.

Menurut Mutiara Gayatri, pendiri dan pemilik Bodro Sewu, Bodro Sewu Gallery adalah sebuah wadah atau tempat untuk nguri-nguri (melestarikan), ngurup-urup (menyalakan), dan ngurip-urip (menghidupkan) kebudayaan Jawa.

Nama Bodro Sewu diambil dari nama Gamelannya, yaitu Kyai Bodro Sewu. Bodro artinya keberuntungan dan Sewu artinya Seribu sehingga diharapkan semua yang terlibat di dalamnya mendapatkan seribu keberuntungan. Hal ini ditandai dengan hiasan dinding di teras galeri berupa seperangkat salah satu alat.

Mbak Gayatri dan kami para pecinta seni budaya, tentunya juga percaya bahwa “Ajining Bongso dumunung soko luhuring Budoyo” alias harga diri sebuah bangsa juga didasari pada keluhuran budayanya. Peran kami sejatinya sebagai wanita Indonesia, untuk melestarikan dan membawa kecintaan budaya asli Indonesia ini ke tengah lingkungan dan orang terdekat kami. Memang betul, seni tidak dapat dipaksakan untuk bisa disukai oleh setiap orang, butuh kepekaan rasa, tanggungjawab dan komitmen untuk melestarikan dan meneruskannya pada generasi selanjutnya.

Sebelum pulang, kami menikmati suguhan berupa bubur sagu mutiara, tahu bakso dan sambal kecap serta minuman segar teh sereh dengan gula yang dipisah.

Matur nuwun mbakyu2 sista kadiks LK untuk kebersamaan hari ini. Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan, mari tetap waras jaga hati dan pikiran, selaras antara emansipasi, kodrat dan hati nurani kita.

Foto : Pribadi dan LK


Antologi Cerpen “Terjebak” dan 27 Cerita Lainnya

Akhirnya terbit juga buku Antologi Cerpen ini, yang berproses sejak tahun 2023 lalu, setelah melalui proses kurasi, pada tanggal 26 Oktober 2023 para penulis, yang sebagian adalah penulis muda bertalenta, diundang untuk hadir ke PDS HB Jassin dan di sana diulaslah Cerpen Terpilih yang lolos kurasi. Simak ulasannya di postingan berikut ini.

Kumpulan cerpen itu dibukukan dengan judul buku ” Terjebak” melalui Penerbit IRFANI.

Judul: Terjebak dan sejumlah cerita lainnya

Penulis: de Laras, Natasha Anindita, Chandra Bientang, Afifah Khan, Melati Magdalena, Ietje S. Guntur, Nur Ramadhani Abdillah, Firda Putri Astuti, Andy Larasati, Titon Rahmawan, Hira Riga, Boiman Manik, Baguer Al Ikhsan, Windy Marthinda, Ruwi Meita, Bagus Sulistio, Myuji, DJ Sulichah, Umi Hikmawati, Yulia, Ahmad Najid Rasikhullah, Deviantoro, Linggar Rimbawati, Rumadi, Ratih Mandalawangi, Tannia Margaret, Ayu Alfiah Jonas, Rahartati Bambang, Santi Amelia, Fadhillah Hayati

Kurator: Kurnia Effendi
Penata letak: Ahmad Soleh
Cetakan I: Januari 2024
Ukuran: 14 x 20 cm
Tebal: iv + 197

Sebagai kurator, Pak Kurnia Effendi menyampaikan,

“Saya menaruh harapan besar kepada nama-nama seperti Tannia Margaret, Chandra Bientang, Ratih Mandalawangi, Baguer Al Ikhsan, dan Afifah Khan di masa depan sebagai penulis keren. Mereka menawarkan gagasan dan cara bertutur yang segar dengan penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.”

Kurnia Effendi – sastrawan Indonesia


Tetaplah Menulis

Tetap Menulis…

Minggu, 3 Maret 2024, postingan ini kusampaikan khususnya pada penulis pemula seperti aku, untuk terus bersamangat menulis untuk berbagi.

Aku suka menulis sejak aku masih di bangku SD, mulai dari mencatat pengeluaran selama perjalanan keluar kota bersama keluarga atau mencatat daftar belanja Ibu sampai dengan cerita perjalanan sebagai tugas sekolah saat liburan.

Aku mengawali minat menulisku pada tahun 2009 melalui blog. Lalu buku pertamaku berupa buku antologi terbit pada tahun 2012 bersama 125 penulis, buku antologi pertama dan terbanyak jumlah penulisnya.

Aku belum sungguh2 menjadikannya sebagai profesi atau mencari penghasilan melalui menulis. Keuntungan atau royalti dari menulis memang tidak bisa dikatakan besar, karena dari buku novel setebal 300 halaman, yang seharga Rp 80.000,- saja, royalti penulis hanya sebesar 10%. Bayangkan betapa jerih payah penulisnya, menulis dan melakukan observasi.

Namun aku selalu menyakini bahwa pertama, Tuhan tidak akan pernah salah memberi rejeki pada kita, mahluk ciptaanNya dan kedua, setiap penulis pasti punya penggemar atau pembaca. Beberapa teman sempat mengatakan buntu dalam menulis dan kehilangan semangat karena menganggap menulis tidak memberi benefit apa2. Selain merasa buntu menulis, juga merasa bukunya tidak ada yang membeli.

Sedikit berbagi, seperti yang aku alami, seorang pembacaku menghubungiku dan memesan beberapa buku antologi dan buku soloku, dengan total 10 buku pada “waktu yang tepat” Aku sungguh tidak mengira. Pembacaku ini juga seorang penulis dan ternyata puji syukur “ngefans berat” sama tulisanku. Ia memborong sebanyak ini. Bahkan salah satunya adalah buku soloku yang terbit tahun 2019, buku cerita anak “Aku dan Alam Semesta”

Jadi, temanku, marilah kita tetap penulis dengan sepenuh hati dan niat yang baik, bagikan tulisan yang bisa “membangun” orang lain, jangan asal menulis juga dan hanya memikirkan cuan-cuan. Buku kita pasti akan dicari pembacanya dan setidaknya bisa menjadi kenangan untuk anak cucu, teman dan sahabat atau kerabat baru kita.

Tetap menulis yaa….


Kitab Puisi Tiga Bait : Kota, Mimpi dan Kardus Bekas

Ini adalah cover yang terpilih untuk buku antologi Putiba (Puisi Tiga Bait) bersama sastrawan Prof Tengsoe Tjahjono bersama 70 penulis lainnya, tentang Aku, Alam dan Kota.

Ada dua putibaku dalam buku antologi ini, berjudul Rindu Rengkuhan dan Aku dan Kotaku. Puji syukur lolos kurasi bersama 70 penulis lainnya.

Setelah membaca judul cover buku ini, aku jadi terinspirasi untuk menuliskan sebuah puisi lagi, berikut ini

Kotaku dalam Kertas Kardus

Kota dihiasi malam sunyi,

Dalam selembar kardus, rindu tergenggam erat.

Jejak langkah kecil di jalanan sempit,

Cerita hidup terlipat dalam goresan kelam

*

Rona kisah tergambar bersama,

Dalam kardus usang dunia terpahat.

Titik-titik embun kuukir kenangan,

Diatas kardus, hati merajut rindu.

*

Di tengah hiruk-pikuk kota,

Hidupku tertulis dalam berjuta puisi

Gelombang manusia, riuh suara langkah kaki,

Selembar kertas, catatan perjalanan hidup abadi.

*

BeEsDe, 7 Des 2023, de Laras


Happy Blessed 20th Birthday

Dear Siampudan, Daniel,

Happy Blessed 20th Birthday

In youth, you spread your bodies so wide,
Two decades now, with strength and pride.
A trip from a child to a man,
Happy 20th, my dearest son, my biggest addict.

The world is yours, with dreams so grandly,
With every time, you touch the sky.
In your heart, may love and wisdom grow,
As the winds of time continue to blow.

You’ve faced challenges, both big and small,
Yet, you’ve risen, standing altitudinous.
May your future be a stupendous sight,
Filled with joy, love, and endless light.

So then is to you, my son so dear,
On this corner of your 20th time.
With a heart full of stopgap, and dreams so grand,
Happy birthday, as you continue to understand.

You are the treasure of my life, my pride and joy,
ever my little boy, my man, my boy.

Love,
Mama and best greetings from Pa, Kak Dita n Kak Arum

19.10.2023


Antologi Sastra Tiga

Dalam event Antologi Sastra Tiga ini, aku mengirimkan tiga putiba yang berjudul Musim yang Tak Biasa di Oktober, Renungan Jelang Fajar dan Kopi Joss di Angkringan. Tiga putiba ini aku kirimkan pada tanggal 15 Oktober 2023. Sedangkan tiga tatika yang berjudul Ikrar Janji Tulus, Foto Keluarga dan Secangkir Cinta dari Dia, aku kirimkan pada tanggal 18 Oktober 2023.

Semua yang kulakukan ini, tentu dengan harapan bisa turut meramaikan event ini dan sekaligus melatih meningkatkan kemampuan literasiku. Semoga bisa lolos kurasi. Amin

Salam literasi