Buku Leguty Media : 47 Resep MPASI yang Mudah dan Sehat

Terbit, buku yang bermanfaat untuk orangtua dalam mempersiapkan MPASI bagi buah hatinya. Makanan Pendamping ASI (MPASI) diberikan pada anak mulai usia 6 sd 24 bulan.
Seperti diketahui ASI sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan zat gizi pada anak untuk pertumbuhan dan perkembangannya, sehingga perlu ada MPASI saat bayi berusia 6 bulan.
MPASI dianjurkan untuk diberikan mengikuti prinsip berikut :
  • tepat waktu
  • cukup
  • aman dan higienis
  • diberikan dengan cara yang tepat

Pentingnya MPASI untuk tumbuh kembang bayi adalah

  • Meningkatkan kemampuan kognitif
  • Mencegah stunting
  • Mengurangi resiko anemia
  • Mengurangi resiko diare dan infeksi
  • Meningkatkan kesehatan mental
IMG_20210724_190324_662
Ditulis dalam 47 resep yang sehat dan mudah. Buku ini hasil karya para penulis yang tergabung dalam komunitas penulis Leguty Media.
Buku ini akan membantu orangtua dalam memilih dan memilah makanan pendamping yang sehat, mudah dan alami untuk bayi. Jenis makanan MPASI yang paling baik adalah :
  • Sayuran Tumbuk seperti wortel, labu, kentang dan ubi
  • Buah Tumbuk seperti apel, pir, pisang, pepaya
  • Bubur susu atau biskuit yang dihaluskan
 Dalam buku ini, aku menuliskan resep Bubur Jagung Ceker Ayam. Ada informasi kecukupan gizi yang terkandung dalam 100 gram ceker ayam. Tahapan dan bagaimana mengolahnya ada dalam tulisan ini. Menumbuk/memblender bahan bisa disesuaikan dengan usia bayi, dari lembek/lunak sampai sedikit kasar, untuk merangsang pertumbuhan giginya.
IMG_20210724_190324_792
Ada satu naskah tulisanku di sana. Berminat? Bisa japri aku ya ??????
Sumber tulisan : Pribadi dan Leguty Media

Selamat Hari Puisi Indonesia

Jari jemari menari
Di atas tombol mesin tik
Tak ingin menangis lagi
Walau jarak terbentang
Di balik kaca kamar isoman
Lembar kertas puisi bertebaran
Di antara sesap kopi tanpa gula

WhatsApp Image 2021-07-26 at 08.18.58

Catatan :
Hari Puisi Indonesia dari hari lahir Chairil Anwar, 26 Juli 1922
Hari Puisi Nasional dari hari wafat Chairil Anwar, 28 April 1949


Idul Adha 1442 H dan Kepergian Sahabat Blogger

Pagi ini bercampur aduk perasaanku. Di satu sisi, sejak semalam, aku berdiam diri untuk menghayati apa yang diimani kerabat dan saudara Muslim mengenai Hari Raya Idul Adha. Idul Adha diperingati pada tanggal 10 Dzulhijjah kalender Islam, yang tahun ini 1442 H dan jatuh pada tanggal 20 Juli 2021.

Peringatan Idul Adha tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Perbedaannya, tahun ini berada di rentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga jika masyarakat sungguh patuh pada himbauan Pemerintah, maka kegiatan pemotongan hewan kurban ditiadakan di tempat ibadah atau dalam kerumunan.

Bagi Umat Muslim, Idul Adha adalah sebuah hari raya dalam agama Islam. Hari ini memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya Isma’il sebagai wujud kepatuhan terhadap Allah. Sebelum Ibrahim mengorbankan putranya, Allah menggantikan Ismail dengan domba.

Di masa kini, peristiwa ini dimaknai dan diperingati sebagai bentuk kerelaan dan keikhlasan untuk melepaskan sesuatu yang kita sayangi dan miliki. Itu bisa apa saja. Kita adalah Ïbrahim”itu dan yang kita miliki dan sayangi adalah Ïsmail”. Apa yang bisa kita miliki dan sayangi, bisa saja pasangan, orangtua atau keluarga. Bisa juga berupa harta benda atau jabatan. Semua itu tidak ada yang abadi. Sejatinya, semua milik Allah.
IMG_20210719_232140_066

Bagi Saudara dan Teman yang merayakan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Mohon maaf lahir batin. Berkurban adalah bentuk tanda kasih manusia pada Allah dan sesama.

Kiranya damai dan sukacita, berkah dan rahmat NYA melimpah atas kita. Menguatkan tubuh dan hati yang sakit, terluka dan rapuh di masa pandemi ini. Aamiin.

Seperti biasa, mengikuti tradisi keluarga, aku juga memesan ketupat lebaran. Tombo kangen ngumpul bersama keluarga Bapak Ibu. Namun karena hanya bertiga, aku tidak memesan banyak menu. Hanya ketupat, sayur labu dan rendang. Kebetulan sudah ada sop daging juga. Kami menikmati dengan penuh rasa syukur, sambil memohon kasih tangan Tuhan untuk melalukan pandemi ini dari muka bumi.

20210720_091303

Di sisi yang lain, di hari yang baik ini, kala aku sedang mengirim pesan dan membalas postingan teman di FB, aku mendapat kabar dukacita, kalau salah seorang sahabat bloggerku, mbak Dina Begum, berpulang. Padahal bulan Juni 2021 lalu, kami masih saling membalas pesan. Aku mengenalnya pada tahun 2013 kala sama-sama menjadi Finalis Srikandi Blogger 2013. Setelah itu kami banyak bertemu melalui media sosial. Mbak Dina adalah seorang penerjemah ratusan buku. Orang yang ramah, unik dan tentu manis. Selamat jalan Mbak Dina, aku mengenangmu sebagai sosok yang baik. Kiranya keluarga diberi kuat, sabar dan ikhlas. Terlalu cepat sesungguhnya. Namun semua adalah rahasia Ilahi. Semoga kita semua diberi hati dan tubuh yang siap menghadapi ini semua. Amin


Pulihlah Indonesia

Beri kami (Indonesia) kuat dan ikhlas… Di waktu saat teduh kami, suara azan subuh juga turut berkumandang. Lalu pengumuman berita duka cita terdengar melalui pengeras suara di ujung kubah. Suara sirine ambulans bersahutan dari kejauhan dan terdengar mendekat.

blog_obi

Berita duka melalui WAG keluarga, baik keluarga Bapak dan Ibu juga keluarga besar kami. Bukan itu saja WAG teman dan sahabat, baik kantor mau pun komunitas dan lingkungan Gereja. Semua berita datang bergantian dan mengusik hati pikiran kami, mewarnai waktu kami di minggu-minggu ini. Semua berturut-turut tanpa menyisakan jeda…

Kemarin dalam satu hari, menerima berita berpulangnya sepupu Ibu, keponakan suami, istri sepupu aku dan orang terdekat dari orang kantor dan juga orang kantor. Ada yang terlewat, iya sepupu aku tadi pagi.

Beri kami kuat dan ikhlas ya Tuhan, kami tunduk bertelut berlutut di hadapanMu. Kami tak mampu lagi mengeluarkan air mata…. Pulihlah Indonesia

#fightforcovid19 #indonesiafightforcovid