Campak, kok muncul lagee?

ditameaslesSi sulungku kena campak beberapa  waktu yang lalu, padahal dia sudah berusia hampir 13 tahun. Mengherankan memang karena seingatku dia sudah pernah mengalami ini saat masih kecil dulu. Wajah, punggung, tangan dan kakinya keluar  bintik merah seperti ruam keringat dan terasa sangat gatal dirasakan. Campak merupakan nama yang tidak asing lagi bagi para ibu yang mempunyai bayi berusia 9 bulan. Ya, karena pada umur 9 bulan atau tepatnya 8 sampai 9 bulan, bayi akan mendapatkan imunisasi campak yang merupakan salah satu imunisasi wajib pada bayi untuk mencegah bayi terkena penyakit campak.

Campak merupakan penyakit yang sangat menular terutama menyerang anak anak, walaupun pada beberapa kasus juga dapat menyerang orang dewasa. Pada anak anak dengan keadaan gizi buruk ditemukan kejadian campak dengan komplikasi yang fatal atau berpotensi menyebabkan kematian. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Penyebab dari penyakit ini adalah infeksi virus Rubella, oleh karena itu campak juga sering disebut Demam Rubella. Virus ini sangat menular terutama pada anak anak dengan daya tahan tubuh yang buruk. Virus masuk ke dalam tubuh melalui perantara udara yang berasal dari batuk, bersin atau kotoran tangan penderita campak. Penderita dapat menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada.

Membedakan penyakit campak dengan penyakit demam yang lain tidaklah terlalu sulit. Pada penderita campak akan ditemuka demam yang tinggi (paling tinggi dicapai setelah 4 hari), bintik putih pada bagian dalam pipi di sebelah depan gigi geraham, mata merah dan berair, tenggorokan sakit, pilek, batuk yang khas kering dan keras. Pada beberapa anak terdapat muntah-muntah dan diare, bintik yang khas ini muncul di belakang telinga, menyebar ke muka kemudian ke seluruh badan.

Komplikasi yang timbul pada penyakit ini merupakan penyebab kematian utama pada campak. Komplikasi itu antara lain : Infeksi telinga bagian tengah, Bronkhitis (infeksi saluran pernafasan bagian bawah), Pneumonia (infeksi paru-paru), Encephalitis (radang otak).

Mengerikan bukan? Seperti penyakit penyakit lainnya, pada penyakit campak pun ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebelum ke dokter. Tindakan tindakan itu antara lain : tinggal dirumah sampai penyakit tidak menular lagi, istirahat dan minum banyak cairan, minum obat anti demam, minum obat batuk. Bila menderita sakit telinga, keluar cairan dari telinga, demam terus-menerus, kejang-kejang atau mengantuk segera ke dokter.

Saat tiba di tempat dokter, penderita campak akan diberikan beberapa tindakan medis guna mencegah komplikasi tetapi bila sudah terdapat komplikasi maka akan dilakukan upaya upaya untuk mengobati komplikasi yang ada. Bila dokter merasa bahwa penderita memerlukan perawatan lebih lanjut maka dokter dapat merujuk pasien ke rumah sakit terdekat.

Semoga tulisan ini bermanfaat…


Ichi Crepes

Pada suatu kesempatan, aku dan Arum, anakku yang nomer dua berjalan-jalan ke Megamall Pluit dan karena waktu sudah sore, Arum mulai lapar, mencari cemilan. Sementara kita berputar-putar, tampaklah gerai Crepes, Crepes apa saja memang jadi kegemarannya. Kamipun mampir dan memesan menu kesukaannya “Choco cheese” dan satu dus minuman susu MILO. Gerai ini lengkap dengan aneka menu Crepes, ada yang pakai es krim, ada yang tidak, ada yang pakai daging (ayam, tuna, atau daging asap). Hm dengan hanya sekitar sepuluh ribu rupiah, lidah kita boleh digoyangkan dengan rasa manis dan gurih dari Ichi Crepes ini…sedaap….

Banyak sekali makanan di seluruh dunia yang menyerupai Crepes dan dengan berbagai nama sebutan. Ada “Crespella” di Italia, “Crepe” di Perancis, “Tortilla” di Mexico, “Canai” di India, dan “Kue Dadar” di Indonesia, serta masih banyak lagi sebutan lainnya. Di Perancis, crepe biasa disebut “pannequet”, yang mungkin menjadi asal dari kata pancake. Pannequet (pancake) yang sangat tipis dan menyerupai lembaran kain tenun inilah yang dikenal sebagai “crepe” hingga saat ini. Crepe yang terbuat dari tepung terigu, susu, telur, gula, mentega ini digunakan sebagai bahan “pembungkus” makanan lainnya. Adalah negeri matahari terbit Jepang yang mempopulerkan crepes sebagai suatu konsep makanan ringan yang sangat disukai seperti yang dikenal saat ini di Indonesia.

Ichiban Crepes, berdiri sejak awal tahun 2004, merupakan konsep produk crepes yang diadopsi dari Jepang dan disesuaikan dengan kondisi pasar Indonesia. Konsep Crepes ini mengusung  perpaduan antara nuansa Jepang & Perancis, A Perfect Balance between The Two Worlds, East & West, dan dipandang sebagai Crepes Jepang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Saat ini, Ichiban Crepes memfokuskan pengembangan gerainya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, serta berlokasi di pusat-pusat perbelanjaan ternama. Dan secara bertahap, Ichiban Crepes mencoba mengembangkan diri di kota–kota besar lainnya di Indonesia. Hingga saat ini, Ichiban Crepes telah memiliki beberapa gerai di Jogjakarta dan Solo.

Ichiban Crepes berupaya membangun suasana elegan dan nyaman di setiap gerainya, melalui design dan model gerai yang menarik, termasuk penggunaan replica crepes yang digunakan sebagai display menu, sebagai suatu keunikan tersendiri. Ichiban Crepes mengupayakan gerai nya sebagai suatu tempat yang menyajikan keceriaan & kegembiraan bagi pengunjungnya (the place where fun wrapped into roll). Gerai Ichiban Crepes merupakan tempat persinggahan yang menarik bagi para remaja, anak sekolah, mahasiswa, serta para professional muda maupun pengunjung mall lainnya dalam mencari kudapan berkualitas dan sehat, variasi menu, serta dengan harga terjangkau.

Dengan pelayanan yang dilandasi sikap professional, staff lapangan Ichiban Crepes berupaya memberikan service yang terbaik dari awal hingga crepes sampai di tangan konsumen untuk dinikmati, baik sebagai sarapan, camilan, maupun makanan utama karena cukup mengenyangkan dan bergizi.

 Produk-produk Ichiban Crepes terbuat dari ramuan terpilih yang didasari oleh resep rahasia yang telah berusia lebih dari 25 tahun dalam pengembangannya. Dipersiapkan secara segar dangan bahan-bahan terbaik dan disajikan langsung di depan konsumen. Dengan motto “Wrap ‘N Roll With Us”, Ichiban Crepes disajikan langsung di depan konsumen dengan berbagai pilihan menu. Mulai dari kategori “Cold Crepes” dan “Hot Crepes” dengan dominasi rasa manis yang lezat disajikan dengan pilihan buah-buahan yang disertai es krim ataupun tanpa es krim, serta “Savory Crepes” yang bernuansa gurih yang memikat dengan topping yang berbahan dasar daging. “Special Crepes” kami disajikan dengan topping khusus seperti Cheese Cake, Tiramisu, Strawberry Pudding, dan sebagainya.


Pangeran berwajah Biru

“Daniel tidak boleh masuk sekolah”, begitu pesan yang kuterima dari om yang biasa antar jemput Daniel ke sekolah setiap hari. Haa..kenapa lagee? Tadi pagi baik-baik aja kok. Hm ternyata dia kena gondongan. Teman-teman di kantor yang mendengar berita ini, memberitahuku untuk segera membawa ke dokter dan jangan menyepelekan penyakit ini. Walau kedengarannya agak penyakit ‘kampungan’ gitu tapi bisa berakibat fatal, jika tidak ditandatangani dengan baik. Aku juga langsung mencari informasi mengenai penyakit ini melalui internet.

DanielmumpsHari Jumat sore, 22 Mei 09, Daniel kubawa ke dokter dan diberi obat, dengan berbagai pesan, seperti tidak boleh kena angin atau main di luar. Pembantu yang bekerja di rumahku, juga memberi tahu agar mengolesi pipi Daniel dengan blau. Blau, pada masa lalu, sering digunakan sebagai pencuci baju. Bengkak yang terjadi tidak terlalu besar dan hanya di sebelah kanan saja, mungkin karena pada masa kecil, Daniel telah menerima imunisasi MMR. Pada hari Rabu, tanggal 27 Mei 09, Daniel kuijinkan masuk sekolah karena aku sedang sibuk mengurusi suamiku yang sakit. Namun ternyata pihak sekolah belum mengijinkan Daniel untuk bertemu dengan teman-temannya, jadi Daniel dikarantina di ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Hm…kasian, ia sedih sekali, Daniel sudah ngotot bilang ke ibu guru, ‘aku kan sudah sembuh, pipiku sudah kempes’ Liburnya diperpanjang sampai dengan hari Senin, 1 Juni 09.

Ini informasi yang berhasil kuperoleh dari teman dan internet. Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya. Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh.

• Penularan Penyakit Gondongan Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar. Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.

• Tanda dan Gejala Penyakit Gondongan Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut. Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari.

Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sdebagai berikut :

1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).

2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.

3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.

4. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.

• Diagnosis Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing (urin) dan darah.

• Pemeriksaan Laboratorium

Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu. Jika penderita tidak menampakkan pembengkakan kelenjar dibawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan order untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).

• Komplikasi Akibat Penyakit Gondongan Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini :

1. Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.

2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telur. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.

3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.

4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total. 5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak

6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.

• Pengobatan Penyakit Gondongan Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya, Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye (Pengaruh aspirin pada anak-anak).

Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.

Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya. Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.

Jika pada jaman dahulu penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.

 • Pencegahan Penyakit Gondongan (Mumps/Parotitis) Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak, yaitu imunisasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan. Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong. Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek apanas atau gejala lainnya. Cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar Iodium, dapat mengurangi resiko terkena serangan penyakit gondongan.

(Informasi dikumpulkan dari berbagai sumber)


Cantengan….uuuh sakit !!!

Si sulung, Andita, cantengan sudah 2 minggu, hari pertama dia mengeluh cantengan dan sakit kakinya, aku sudah memberi obat pengurang rasa sakit dan mencucinya dengan Rivanol. Aku juga menanyakan obat apa yang sebaiknya dia minum kepada dokter keluarga kami, melalui telpon. Namun setelah minum obat itu, walaupun rasa sakit sudah berkurang, darah dan nanah masih keluar juga hingga hari ini. Akhirnya, pagi ini, Andita kubawa ke poliklinik di kantor karena kebetulan dia sedang libur sekolah. Dr. Rengganis membersihkan darah dan lukanya, tentu saja dia amat kesakitan, tapi yaa mumpung sedang ke kantor mama dan bisa mampir ke poliklinik.

Cantengan, atau bahasa medisnya adalah paronychia, merupakan infeksi superfisial (dangkal) pada kulit di sekitar kuku, biasanya disebabkan oleh kuman Staphylococcus atau jamur. Cantengan merupakan kasus yang cukup sering, biasanya diakibatkan oleh adanya luka karena kebiasaan menggigit kuku atau menarik kuku.

Cantengan disebabkan oleh pertumbuhan kuku baik pada jari jempol atau pun jari lainnya yang kurang baik sehingga menusuk kulit halus di samping kuku tersebut sehingga menimbulkan luka. Luka tersebut biasanya akan membengkak karena terinteksi oleh kotoran dan kuman-kuman di sekitarnya. Lambat laun luka tersebut akan terasa sangat sakit yang dapat merusak konsentrasi bahkan kepercayaan diri kita dapat terganggu.

Cara mengatasi dan mengobati cantengan adalah melenyapkan bagian kuku yang menancap baik pada jempol maupun jari lain di kaki dan tangan kita. Cara menghilangkan kuku yang menusuk kulit bisa kita lakukan sendiri maupun dengan bantuan orang lain seperti dokter atau kerabat kita. Pastikan alat yang kita gunakan steril dan aman digunakan seperti silet, duntung kuku, jarum, antiseptik, kapas, tisu, dan sebagainya sesuai kebutuhan kita. Setelah memotong bagian kuku yang menancap kita bisa obati luka yang ada seperti biasa.

Sebelum memulai kita harus siap secara mental dahulu karena akan terasa sangat sakit sekali yang mungkin bisa berhari-hari serta mengeluarkan sedikit darah dan nanah. Namun rasa sakit itu akan terbayar dengan jari kita menjadi normal kembali. Pikirkanlah dahulu teknik yang kita akan gunakan. Dalam proses tersebut mungkin akan memakan waktu lama, karena mungkin kuku yang menancap terdapat pada lokasi yang dalam dan kita harus berusaha ekstra keras dengan tambahan rasa sakit. Jadi biasakanlah dengan rasa sakit yang ada dengan sambil memikirkan masa depan yang cerah menanti kita.

Setelah kuku yang menusuk kulit berhasil kita angkat dan singkirkan, selanjutnya obati luka yang membengkak seta luka baru yang mungkin kita buat ketika membuka jalan. Beri obat luka luar yang aman dan bebas merkuri dan biarkan tetap terbuka hingga sembuh. Mungkin pada awalnya menimbulkan rasa sakit yang tidak jauh berbeda dari awal sebelum membuang bagian kuku yang menancap, namun dalam beberaa hari ketika bengkak mulai menghilang maka rasa sakit pun akan berkurang dan akhirnya akan menghilang.

Untuk pencegahan pastikan kita memotong kuku kita dengan baik dengan tidak meinggalkan pola potongan yang tajam dan berpotensi menimbulkan cantengan pada jari tangan maupun kaki yang baru. Bila sakit berlanjut saya sangat sarankan hubungi dokter. Jika tidak mampu datanglah ke puskesmas karena jauh lebih murah daripada dokter umum.

Semoga cepat sembuh ya, nak, lain kali jangan sembarang potong kuku yaa…


Arum dan Kolintang

arumkoltg3

Hari ini, Jumat, 24 April 2009, anakku si tengah, Arum, akan pentas di BSD Junction bersama teman-temannya dari Stella Maris School. Sudah hampir satu bulan ini, Arum dan teman-temannya berlatih rutin setiap hari Rabu, melalui kegiatan ekstrakurikuler kolintang. Ditambah lagi dengan latihan intensif melalui Gladi Kotor dan Gladi Bersih yang dilakukan dalam minggu terakhir menjelang pertunjukan. Berbagai kegiatan seni tari dan musik saling berkolaborasi dan melibatkan sebanyak 250 anak, sehingga berhasil menggelar pertunjukan Pentas Seni yang mengambil judul ”Pengalaman Ranti”. Dalam pertunjukan ini, diceritakan sosok Ranti yang terbang dari satu pulau ke pulau lain di bumi nusantara Indonesia ini. Perpindahan dari pulau ke pulau ini, diselingi dengan lagu yang menjadi ciri khas daerah tersebut, diantaranya Suwe Ora Jamu, Surabaya, Sarinande, Waktu Hujan Sore-sore, Mande-mande dan Soleram, yang diiringi oleh musik kolintang, angklung, pianika, gitar dan suling, yang dimainkan Arum dan kawan-kawannya, dibawah pimpinan Bp Markus.

Arum tampil luar biasa, menurut aku, meskipun ia sempat sakit pada hari Senin akibat kelelahan. Ia sangat bersungguh-sungguh berlatih mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk pertunjukan ini. Ia memperoleh apa yang diinginkan untuk dapat berperan sebagai Melody dalam kelompok ini (penjelasan dapat dilihat dibawah). Melody memegang kunci utama dalam permainan, bukan sebagai pengiring. Dalam pertunjukan sebelumnya, Arum tidak dapat memerankan ini, jadi dia sangat bersemangat lagi memperoleh kepercayaan sebagai pemegang melodi. Pemain dalam kelompok kolintang, didandani dengan cantik oleh guru pembina ekstrakurikuler ini, mereka memakai kebaya berwarna putih dengan kain panjang, wajah dimake-up manis walaupun menurut aku, agak menor dengan alis mata yang terlalu menukik (hehe).

Walaupun lelah, mereka bermain dari awal sampai dengan akhir, mengiringi pertunjukan drama ”Pengalaman Ranti”. Terimakasih, Arum, kamu sangat membanggakan mama. Dan yang lebih luar biasa lagi, setelah pertunjukan ini, Arum masih berlari-lari kami antar ke gereja untuk menyusul latihan nyanyi di Paduan Suara Anak Eklesia. Luar biasa, nak, semoga Tuhan memberi kekuatan padamu untuk dapat berkarya dimanapun kamu berada.

Apa sih musik kolintang ini sehingga Arum memilih mengikuti ekstrakurikuler ini?

Kolintang (Dari Budaya Indonesia)

SEJARAH & PERKEMBANGANNYA

Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa (Sulawesi Utara) yang mempunyai bahan dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar).

Kata Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Dahulu Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang: “Mari kita ber Tong Ting Tang” dengan ungkapan “Maimo Kumolintang” dan dari kebiasaan itulah muncul nama “KOLINTANG” untuk alat yang digunakan bermain.

Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Dengan berjalannya waktu kedua kaki pemain diganti dengan dua batang pisang, atau kadang-kadang diganti dengan tali seperti arumba dari Jawa Barat. Sedangkan penggunaan peti sesonator dimulai sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa (th.1830). Pada saat itu, konon peralatan gamelan dan gambang ikut dibawa oleh rombongannya. Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang sama sekali selama ± 100th.

Sesudah Perang Dunia II, barulah kolintang muncul kembali yang dipelopori oleh Nelwan Katuuk (seorang yang menyusun nada kolintang menurut susunan nada musik universal). Pada mulanya hanya terdiri dari satu Melody dengan susunan nada diatonis, dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai pengiring dipakai alat-alat “string” seperti gitar, ukulele dan stringbas.

Tahun 1954 kolintang sudah dibuat 2 ½ oktaf (masih diatonis). Pada tahun 1960 sudah mencapai 3 ½ oktaf dengan nada 1 kruis, naturel, dan 1 mol. Dasar nada masih terbatas pada tiga kunci (Naturel, 1 mol, dan 1 kruis) dengan jarak nada 4 ½ oktaf dari F s./d. C. Dan pengembangan musik kolintang tetap berlangsung baik kualitas alat, perluasan jarak nada, bentuk peti resonator (untuk memperbaiki suara), maupun penampilan. Saat ini Kolintang yang dibuat sudah mencapai 6 (enam) oktaf dengan chromatisch penuh.


PERALATAN & CARA MEMAINKAN Setiap alat memiliki nama yang lazim dikenal. Nama atau istilah peralatan Musik kolintang selain menggunakan bahasa tersebut diatas juga memiliki nama dengan menggunakan bahasa Minahasa, dan untuk disebut lengkap alat alat tersebut berjumlah 9 buah. Tetapi untuk kalangan professional, cukup 6 buah alat sudah dapat memainkan secara lengkap. Kelengkapan alat tersebut sebagai berikut:

B – Bas = Loway C – Cello = Cella T – Tenor 1 = Karua – Tenor 2 = Karua rua A – Alto 1 = Uner – Alto 2 = Uner rua U – Ukulele = Katelu M – Melody 1 = Ina esa – Melody 2 = Ina rua – Melody 3 = Ina taweng


MELODY Fungsi pembawa lagu, dapat disamakan dengan melody gitar, biola, xylophone, atau vibraphone. Hanya saja dikarenakan suaranya kurang panjang, maka pada nada yang dinginkan; harus ditahan dengan cara menggetarkan pemukulnya( rall). Biasanya menggunakan dua pemukul, maka salah satu melody pokok yang lain kombinasinya sama dengan orang menyanyi duet atau trio (jika memakai tiga pemukul). Bila ada dua melody, maka dapat digunakan bersama agar suaranya lebih kuat. Dengan begitu dapat mengimbangi pengiring (terutama untuk Set Lengkap) atau bisa juga dimainkan dengan cara memukul nada yang sama tetapi dengan oktaf yang berbeda. Atau salah satu melody memainkan pokok lagu, yang satunya lagi improvisasi.

CELLO Bersama melody dapat disamakan dengan piano, yaitu; tangan kanan pada piano diganti dengan melody, tangan kiki pada piano diganti dengan cello. Tangan kiri pada cello memegang pemukul no.1 berfungsi sebagai bas, sedangkan tangan kanan berfungsi pengiring (pemukul no.2 dan no.3). Maka dari itu alat ini sering disebut dengan Contra Bas. Jika dimainkan pada fungsi cello pada orkes keroncong, akan lebih mudah bila memakai dua pemukul saja. Sebab fungsi pemukul no.2 dan no.3 sudah ada pada tenor maupun alto.

TENOR I & ALTO I Keenam buah pemukul dapat disamakan dengan enam senar gitar.

ALTO II & BANJO Sebagai ukulele dan “cuk” pada orkes keroncong.

ALTO III (UKULELE) Pada kolintang, alat ini sebagai ‘cimbal’, karena bernada tinggi. Maka pemukul alto III akan lebih baik jika tidak berkaret asal dimainkan dengan halus agar tidak menutupi suara melody (lihat petunjuk pemakaian bass dan melody contra).

TENOR II (GITAR) Sama dengan tenor I, untuk memperkuat pengiring bernada rendah.

BASS Alat ini berukuran paling besar dan menghasilkan suara yang paling rendah.

SUSUNAN ALAT Lengkap (9 pemain) : Melody – Depan tengah Bass – Belakang kiri Cello – Belakang kanan Alat yang lain tergantung lebar panggung (2 atau 3 baris) dengan memperhatikan fungsi alat (Tenor & Alto).

NADA NADA DASAR Nada nada dalam alat kolintang sebagai berikut:

C = 1 3 5 Cm = 1 2 5 D = 2 4 6 Dm = 2 4 6 E = 3 5 7 Em = 3 5 7 F = 4 6 1 Fm = 4 5 1 G = 5 7 2 Gm = 5 6 2 A = 6 1 3 Am = 6 1 3 B = 7 2 4 Bm = 7 2 4

Sedangkan chord lain, yang merupakan pengembangan dari chord tersebut diatas, seperti C7 = 1 3 5 6, artinya nada do diturunkan 1 nada maka menjadi le . Sehingga saat membunyikan 3 bilah dan terdengar unsur bunyi nada ke 7 dalam chord C, maka chord tersebut menjadi chord C7. Demikian pula dengan chord yang lain.

CARA MEMEGANG PEMUKUL/ STICK KOLINTANG

Memegang Pemukul Kolintang, memang tidak memiliki ketentuan yang baku, tergantung dari kebiasaan dan kenyamanan tangan terhadap stik. Tetapi umumnya memegang stick kolintang dilakukan dengan cara : No. 1 Selalu di tangan kiri No. 2 Di tangan kanan (antara ibu jari dengan telunjuk) No. 3 Di tangan kanan (antara jari tengah dengan jari manis) – agar pemukul no.2 dapat digerakkan dengan bebas mendekat dan menjauh dari no.3, sesuai dengan accord yang diinginkan. Dan cara memukul dan disesuaikan dengan ketukan dan irama yang diinginkan, dan setiap alat memiliki, ciri tertentu sesuai fungsi didalam mengiringi suatu lagu. Pada alat Bass dan alat Melody umumnya hanya menggunakan 2 stick, sehingga lebih mudah dan nyaman pada tangan. ( Nomor nomor tersebut diatas telah tertera disetiap pangkal pemukul stick masing masing alat kolintang)

Teknik Dasar memainkan stick pada bilah kolintang sesuai alat dan jenis irama

Dari sekian banyak irama dan juga lagu yang ada, beberapa lagu sebagai panduan untuk memainkan alat musik kolintang disertakan dalam materi ini. Seperti: • Sarinande • Lapapaja • Halo halo Bandung • Besame Mucho Lagu lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda baik chord dan irama. Lagu lagu tersebut telah dilengkapi dengan partitur serta chord/ accord untuk memudahkan memahami alat musik kolintang.

Demikian pula dengan teknik memukulkan stick pada bilah kolintang. Karena sesuai irama yang beraneka ragam, maka untuk menghasilkan irama tertentu maka teknik memukulkan stik pada tiap alat pun berbeda beda. Pada materi ini, diberikan teknik teknik dasar cara memukulkan stick pada kolintang. Untuk dapat memahami teknik, dibutuhkan pengetahuan akan harga dan jumlah ketukan dalam setiap bar nada. Dan berbekal pengetahuan dasar dasar bermain kolintang ini saja, ditambah dengan bakat individu, maka grup/ kelompok musik kolintang telah dapat memainkan berbagai jenis lagu dengan tingkat kesulitan yang variatif secara spontan

Diperoleh dari “http://budaya-indonesia.org/iaci/Kolintang


"Stripe and Yellow"

resize-of-dsc04006 Sore ini, Selasa, 31 Maret 2009, Daniel harus tiba di sekolah pukul 16.00. hatiku harap-harap cemas, mengingat kondisi Daniel yang baru saja membaik. Aku sudah merencanakan akan berangkat naik ojek ke sekolah Daniel karena jaraknya yang cukup dekat dari rumah. Segala sesuatu, mulai dari pakaian, sepatu dan juga makan minum Daniel sudah kupersiapkan dengan baik. Namun apa yang terjadi semenjak siang, hujan turun dengan derasnya. Awan menutupi seluruh langit di atas BSD jika kulihat dari tempat jemur pakaian di lantai dua. Aku berdoa, ya Tuhan, semoga hujan berhenti menjelang keberangkatan kami ke sekolah.

Pukul 15.15, Daniel kubangunkan untuk mandi dan bersiap-siap, badannya kugosok dengan minyak kayu putih seluruh badan dan kaki tangannya. Aku kenakan baju kaus berlengan panjang dan sepatu dengan kaus kaki. Daniel cukup hangat. Hujan masih belum berhenti. Aku siapkan jas hujan dan jaket. Supir ojek telpon menanyakan apakah aku akan tetap berangkat karena hujan masih turun. Aku berpikir, ya, apa boleh buat, kami tidak boleh terlambat, maklum sekolah Daniel sangat ketat dalam hal waktu dan kedisiplinan. Kami berangkat naik ojek, dengan berbekal jas hujan dan payung. Aku hanya berdoa dan pasrah, semoga hujan tidak mempengaruhi penampilan Daniel dan juga kesehatannya. Kami tiba tepat pukul 15.55, aku antar Daniel ke lantai bawah Auditorium, tempat para guru mempersiapkan para murid yang akan pentas. Setelah itu, aku menunggu dengan para orangtua murid lain yang juga sudah menyerahkan anak-anaknya untuk dirias atau berganti kostum.

Pentas masih akan dimulai 2 jam lagi, namun karena cuaca yang kurang bersahabat dan mungkin juga jarak dari rumah ke sekolah yang cukup jauh, membuat orangtua murid tetap menunggu di teras sekolah sampai pertunjukan dimulai. Aku juga menunggu kedatangan kedua kakak Daniel, Dita dan Arum, yang sedang mengikuti les Kumon. Oh ya, kali ini, suamiku tidak bisa ikut menyaksikan penampilan Daniel karena tanggal pertunjukan bertepatan dengan kegiatan akhir bulan yang diadakan di kantornya.

Pukul 17.45, pintu ruang Auditorium telah dibuka, kami masuk ke ruangan untuk mencari tempat duduk yang paling strategis. Hujan gerimis masih turun di sekitar gedung pertemuan, ini juga yang mungkin menyebabkan gedung belum terisi penuh pada menit-menit terakhir menjelang pertunjukan. Namun, akhirnya penuh juga, malah ada beberapa orangtua yang terpaksa berdiri karena tidak kebagian tempat atau tempat yang kosong hanya di sisi atas ruangan.


Pementasan ”Stripe and Yellow” ini diambil dari karya asli yang berjudul ”Hope for The Flowers”, melalui tangan kreatif dari Trina Paulus dan arahan gaya dari sutradara Ria Himawan, pentas ini berhasil berkat dukungan dari kurang lebih 270 anak yang berasal dari siswa siswi Taman Bermain dan Taman Kanak-Kanak Santa Ursula BSD. Adapun ringkasan ceritanya sebagai berikut, seekor ulat belang menetas dari telurnya. Ia merasa lapar setelah tidur panjang maka ia mencari daun-daunan untuk dimakan. Sambil berjalan, ia terus makan dan makan sampai badannya bertumbuh besar. Ulat belang itu bernama Stripe. Stripe bosan hanya makan dan minum, ia berjalan-jalan dan dalam perjalanannya, ia melihat ulat-ulat yang sedang berusaha menaiki sebuah tiang gumpalan. Ulat-ulat itu berdesakan untuk mencapai puncak teratas. Di tiang gumpalan inilah, Stripe bertemu dengan ulat kuning (Yellow), yang kemudian mengajaknya untuk melakukan perubahan menjadi seekor kupu-kupu.

zebraku Pertunjukan ini diawali dengan suasana hutan yang dipenuhi dengan pepohonan, ditarikan oleh kakak-kakak dari SMA Santa Ursula BSD, dan hewan-hewan besar dan kecil seperti harimau, zebra (diperankan oleh Daniel), jerapah, kumbang, ulat dan semut. Pentas yang dikemas sedemikian unik, ditampilkan secara maksimal oleh anak-anak yang masih kecil, namun mampu bekerja sama dengan baik. Daniel sangat menikmati perannya. Puji Tuhan, ia sangat lincah berperan sebagai zebra, ia lari kesana kemari dengan gembira. Terimakasih atas kekuatan dan kesehatan yang Kau berikan.

Pementasan ini diakhiri dengan penampilan seluruh pendukung acara dan para guru dengan menyanyikan sebuah lagu ”Saatnya Berbagi”

Continue reading