LPP Garden Hotel, Jalan Adisucipto

Gathering dan Pembinaan MUK kali ini, yang dimulai dari tanggal 7 hingga 9 April 2011. Panitia dari Biro SDMO, sebagai Pembina MUK menetapkan Yogyakarta untuk tempat kami mendapatkan Pembinaan. Dan Panitia memilih hotel LPP Garden di Jalan Adisupcito sebagai tempat kami menginap. Berangkat dengan penerbangan paling pagi dengan Air Asia, mendaratkan kami di Yogyakarta tepat pukul 7.00 pagi dan tanpa menunggu lama karena sebagian besar peserta tidak menggunakan bagasi, kami menuju tempat penjemputan, dimana penjemput dari hotel telah siap dengan 2 armadanya, yaitu mobil APV dan Mitsubishi L300. Sebagian dari kami segera diangkut menuju hotel, yang terletak tidak jauh dari Bandara.

Tiba di hotel, kami disambut dengan Welcome Drink, yaitu Jus Buah, yang dingin dan segar rasanya, sambil menunggu Bu Hindra, selaku EO kegiatan kami kali ini, membagikan kunci kamar kepada seluruh peserta. Selanjutnya kami masuk kedalam kamar kami, untuk memasukkan barang dan segera mempersiapkan diri mengikuti acara pembukaan yang akan dimulai pukul 09.00 pagi.

LPP Garden Hotel terdiri dari 2 bangunan kamar hotel berlantai dua. Areal hotel tidak terlalu luas, tapi hotel, taman dan lingkungan sekitarnya ditata bersih dan sangat menyegarkan. Banyak pohon disana, sehingga suasananya menjadi teduh. Ada restoran dan kolam renang, diantara 2 bangunan kamar hotel. Kamarku terletak di bangunan paling belakang hotel, di lantai 2, tepatnya di kamar 4202. Kamar standar dengan 2 tempat tidur yang cukup besar. Dinding bangunan bercat putih itu tampak baik, aku memperkirakan bangunan itu direnovasi belum terlalu lama. Ada televisi berukuran 29 inch dengan beberapa program TV local dan luar negeri. Kamar mandi dengan shower dan air panas. Buat aku, hotel ini mendapat nilai 8 dari standar 10.

Kami makan di hotel, dengan 3 kali makan yaitu pagi, siang dan malam dan 2 kali snack, yaitu pagi dan sore. Menu makanan sangat bervariasi, selalu ada makanan pembuka, berupa sup dan salad, lauk sayur, 3 macam lauk daging, yaitu ikan, ayam dan sapi. Hidangan penutup, ada buah, pudding dan es cocktail atau es cendol. Untuk sarapan, semua pilihan ada, nasi putih, nasi goring, bubur, roti, cereal, dengan lauk mie goring, ayam goring, sosis, kentang, omelet yang dibuat langsung. Untuk minuman pada saat sarapan, ada dua jenis pilihan jus, jamu beras kencur dan kunyit asam, susu putih, the dan kopi. Pada sarapan hari ke-2 disajikan menu gudeg komplit, yaitu gudeg kering, sambal goring krecek dan opor ayam.

Ruang meeting di-setting dengan model letter U dan meja snack disiapkan di salah satu pojok ruang meeting. Air mineral serta permen bagi semua peserta selalu disediakan pada setiap pergantian sesi acara. Hari pertama kami dilaksanakan full didalam ruang meeting, sejak kami datang sampai dengan akhir hari itu. Dan kami semua puas dengan fasilitas ruang meeting yang disiapkan oleh LPP Garden, sehingga acara berlangsung dengan baik dan nyaman.


Yogyakarta

Kota Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Pulau Jawa yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekaligus tempat kedudukan bagi Sultan Yogyakarta dan Adipati Pakualam.

Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara 15751640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Karaton Ngayogyakarta dan Puro Pakualaman, yang merupakan pecahan dari Mataram.

Jumlah penduduk kota Yogyakarta, berdasar Sensus Penduduk 2010, berjumlah 388.088 jiwa, dengan proporsi laki-laki dan perempuan yang hampir setara.

Islam merupakan agama mayoritas yang dianut masyarakat Yogyakarta, dengan jumlah penganut Kristen dan Katolik yang relatif signifikan. Seperti kebanyakan dari Islam kebanyakan di kota-kota pedalaman Jawa, mayoritas masih mempertahankan tradisi Kejawen yang cukup kuat.

Yogyakarta juga menjadi tempat lahirnya salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta. Hingga saat ini, Pengurus Pusat Muhammadiyah masih tetap berkantor pusat di Yogyakarta.

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Kota ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perguruan tinggi yang dimiliki oleh pemerintah adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

 

Sumber : Wikipedia, Google


Kla Project – Yogyakarta

 

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
(untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)
Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…

Sumber : Lirik Kla Project, Foto dari Kompasiana


Yang Tercatat di Kapal BJ II

Pembekalan bagi MUK, yang dikemas dalam bentuk apapun, selalu membuat keriaan bagi kami para MUK, khususnya aku sendiri, yang baru menjadi MUK sejak bulan Mei 2010 di Sentra Teknologi Polimer.

Rasanya setiap Gathering MUK diadakan, kami selalu bisa saling curhat atas segala apa yang terjadi selama kami mengurusi karyawan di unit kerja, tentu dengan segala suka dukanya.

Acara Pembekalan ini dibuka oleh Kepala Biro SDMO yang memberi pengarahan diantaranya bahwa tugas MUK adalah mengatur semua urusan administrasi karyawan di unit kerja yang menjadi tanggungjawab MUK tersebut. Oleh karena itu penting bagi MUK, selaku Pemikir Star untuk mengetahui fasilitas-fasilitas penting lainnya yang dimiliki BPPT.

Sedangkan Presentasi tentang Kapal Baruna Jaya disampaikan oleh Bapak Pandu dari Balai Teknologi Survei Kelautan.


Kapal Riset Baruna Jaya II

Pada Pembekalan MUK yang dilaksanakan pada tanggal 25 Nopember 2011, kami berkesempatan untuk berkeliling kedalam Kapal Riset Baruna Jaya. Ada ruang mesin, ruang komputer, ruang kemudi, ruang navigasi, ruang data dan lain-lain.

Ini hasil kami berkeliling didalam kapal



Pembekalan MUK di Kapal Riset Baruna Jaya II

Mestinya postingan ini sudah dipublikasikan di akhir tahun lalu, tapi ntah kenapa kok terselip, jadi ya baru bisa muncul saat ini. Pada tanggal 25 Nopember 2010, kami, para Mitra Unit Kerja diundang oleh Biro SDMO untuk mengikuti Pembekalan bertema Communication Skill. Uniknya, kali ini pembekalan dilaksanakan diatas Kapal Riset BPPT Baruna Jaya II. Suatu pengalaman yang unik, karena selama 12 tahun bekerja di BPPT baru kali ini aku mengunjungi kapal yang berada dibawah pengawasan Balai Teknologi Survei Kelautan di Kedeputian Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam.

Di awal pertemuan, kami diberi wawasan mengenai Kapal Baruna Jaya dan diperkenalkan dengan Kapten Kapal dan awak kapal yang bertugas pada hari itu. Kami juga diajak berkeliling ke dalam ruangan di dalam kapal.

Baruna Jaya II (KAL-IV-03) merupakan kapal tentera laut Indonesia jenis kapal pemetaan/penyelidik yang bertugas bagi pemetaan wilayah-wilayah di Indonesia. Ia dibina pada tahun 1989. Kapal Baruna Jaya II milik Indonesia merupakan kapal pemetaan/penyelidik. Baruna Jaya II memenuhi keperluan pemetaan Indonesia bagi tujuan ketenteraan dan pengawasan wilayah-wilayah Indonesia. Baruna Jaya II dibina oleh CMN, Cherbourg, Perancis.

Saat ini Baruna Jaya II mempunyai 120 orang, yang bertugas sebagai awak kapal dan pekerja riset. Baruna Jaya II dilengkapi untuk misi pengawasan, pemetaan dan penyelidikan. Kapal Baruna Jaya II sepanjang 60.03 m; 11.61 meter * 5.31 meter ( 197 kaki panjang * 38 kaki * 17.4 kaki) mempunyai kelajuan pada 14 batu nautikal. Baruna Jaya II mempunyai seseran 1,350 tan penuh. Baruna Jaya II mempunyai kemudahan pengawasan dan penyelidikan hidrografik dan oceanografik.

Setelah makan siang, materi dilanjutkan dengan pemaparan yang disampaikan oleh Bp Tri Broto, M. Ed dari Biro SDMO mengenai Communication Skill.

Sumber : Wikipedia, BPPT, Pribadi


Outbound dalam MUK Gathering

Dalam kegiatan MUK Gathering tanggal 23-25 Juni 2010 di Bandung ini, disisipkan pula kegiatan Outbound dalam materi acara, yang terdiri dari permainan team building, kerekayasaan dan kompetisi, dengan tujuan untuk mengeratkan rasa dan kekompakan diantara para MUK juga melatih para peserta untuk mampu menyesuaikan diri (adaptasi) dengan perubahan yang ada dengan membentuk sikap professionalisme para peserta yang didasarkan pada perubahan dan perkembangan traits (sifat mendasar) dari individu yang meliputi aspek trus, belief, dan komitmen serta kinerja yang diharapkan akan semakin lebih baik. Keseluruhan permainan ini dikomandani oleh pak Sriyono, dibantu p Joni Iskandar dan b Nina Diana, serta fotografer p Siswanto….MUK yess…BPPT oke


Sesi ke – 3 : Kontemplasi

Kita ketahui bahwa tugas utama dari seorang Mitra Unit Kerja, yang disingkat sebagai MUK adalah memberikan pelayanan kepada pegawai dalam bidang kepegawaian. Maka sudah dapat dipastikan bahwa hal-hal yang bersifat pelayanan biasanya menyangkut urusan manusia, akan menuntut pelayanan terbaik dari MUK dan jika mereka merasa tidak puas, maka biasanya pegawai akan marah, mengomel, membentak atau membicarakan MUK di belakang.

Hal-hal seperti itu dalam suasana hati MUK yang sedang buruk atau tidak siap menerima, akan membuat MUK menjadi lemah dan dapat mengurangi semangat kerja.

Dengan berdasar pada buku karangan Richard Carlson yang berjudul Don’t Sweat the Small Stuff, Fasilitator, Ibu Anita Yustisia, SE, MM,  mengajak peserta, para MUK untuk coba merenungkan hal-hal yang kadang luput dari kehidupan kita, sebagai berikut

Mari kita mulai renungan ini :
Mari kita duduk bersila ……menutup mata dan mengendukan semua otot-otot se rileks mungkin………..
Ambil nafas……………….hembuskan……….sambil mengucapkan satu……….
Ambil nafas………….hembuskan……sambil mengucapkan dua……………..
Ambil nafas………….hembuskan……sambil mengucapkan tiga……………..
Ambil nafas………….hembuskan……sambil mengucapkan empat ……………..
Ambil nafas………….hembuskan……sambil mengucapkan lima……………..
Ambil nafas………….hembuskan……sambil mengucapkan enam……………..
Ambil nafas………….hembuskan……sambil mengucapkan tujuh……………..
Ambil nafas………..hembuskan……sambil mengucapkan delapan……………..
Ambil nafas………hembuskan……sambil mengucapkan sembilan……………..
Ambil nafas………hembuskan……sambil mengucapkan sepuluh ……………..
Semua otot-otot dibuat rileks,,,,pikiran kita juga coba dibuat rileks ..
Coba kita renungkan ………….bagaimana para pegawai atau pejabat struktural yang merasa tidak puas dan marah pada kita……….kita rasakan……………bagaimana reaksi kita, apakah ikut menjadi…………marah………….atau bertahan bahwa kita benar …………atau mencari kambing hitam………….Setelah reaksi kita ………apa yang kita rasakan……….lelah…….letih…….tidak nyaman……
Sekarang coba kita bayangkan kalau reaksi kita ……dengarkan kemarahan tersebut sampai pegawai tersebut selesai berbicara……….tangkap permasalahannya…………posisikan sekitainya kita yang mengalami permasalahan seperti pegawai tersebut……….tarik nafas panjang dalam hitungan detik ………….. kemudian dengan suara yang perlahan kita menjawab permasalahan pegawai tersebut………..apa yang kita rasakan………………….ketenangan……….rasa syukur karena tidak terbawa marah………….dan dapat membantu pegawai tersebut.
Coba kita renungkan ………pada saat kita sedang membuat pekerjaan yang sudah memasuki deadline…….tiba-tiba ada telephone dari anak kita yang menanyakan hal hal sepele……maka kita akan kehilangan kesabaran kita …………..dalam dunia nyata banyak sekali hal hal yang menghilangkan kesabaran kita……..
sekarang…………coba kita renungkan …..kalau kita mencoba membuat janji pada diri sendiri bahwa dalam lima menit ke depan saya akan bersabar terhadap gangguan apapun ……….dan kita berhasil….apa yang kita rasakan……………..kemudian waktu lima menit tersebut sedikit demi sedikit bertambah……apa yang kita rasakan……..dan dengan kesabaran yang kita miliki tersebut ………apa yang kita rasakan…………
Pernahkan kita membayangkan bahwa bagaimanapun keadaan yang kita hadapi tak akan terjadi saat ini tapi setahun dari sekarang. Lalu tanyakan kepada diri kita ”apakah situasi ini sedemikian pentingnya sehingga aku harus menyelesaikannya sekarang juga?.
Kemudian tanyakan kepada diri kita apakah peristiwa peristiwa yang kita anggap menyakitkan……………..saat ini …..masih akan kita ingat setahun kemudian………..atau menjadi peristiwa yang tidak penting lagi……………………………
Dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang yang bekerja…….apa yang kita rasakan…………apakah keadaannya selalau gawat darurat………….apakah kita seperti selalu merasa kekurangan waktu……..coba kita renungkan ….betapa simpang siurnya kehidupan kita……..cobalah untuk menyediakan waktu untuk diri sendiri barang sekejap……..coba kita bayangkan …kita bangun lebih pagi dari biasanya…..kemudian hirup udara segar disekeliling kita………nikmati air mandi yang menyirami tubuh kita……nikmati kesunyian rumah kita sebelum anggota keluarga lain bangun………apa yang kita rasakan……..rasakan……dan bersyukurlah kita masih bisa menikmatinya……
Coba kita renungkan pertanyaan ini…..jika kita punya waktu satu jam untuk hidup dan hanya dapat menelepon satu kali …….siapa yang akan kita telepon…….apa yang akan kita katakan…..dan mengapa kita menunda melakukannya………..siapakah yang tahu umur kita………..atau kita kurang mampu mengekspresikannya….unkapan cinta(kasih sayang) merupakan hal yang membahagiakan bagi yang menerimanya……coba bayangkan sekitainya kita yang menerima ungkapan tersebut……
Dalam pergaulan…….bila kita bertemu dengan seseorang……..apa yang kita lihat……..kebaikan…………………..ataukah…..kelemahannya atau kesalahannya………cobalah kita renungkan ……..semakin jarang mencari-cari kesalahan pasangan atau teman kita,………..semakin sering kita menemukan ………..betapa sangat indahnya hidup ini…………
Pernahkah kita ingin mengetahui seberapa keras kepalakah kita………………cobalah kita bayangkan ….kita membuat lima pendapat yang akan kita bela mati matian ……kemudian cobalah untuk mencari car mengurangi membela matia-matian …..maka kita akan merasakan ………dengan menjadi orang yang lebih lemah lembut ….maka kita akan merasa jauh lebih mudah melihat kekeras kepalaan kita………
Dalam suatu pertemuan…………..pernahkah kita memotong pembicaraan orang lain…….pernahkan kita mendengarkan dengan hikmat orang yang sedang bicara ……….kalau ya……cobalah untuk berlatih menunggu giliran berbicara………maka kita akan mendapatkan rasa lega……yang berasal dari orang lain…..dan rasa tenang dalam diri kita…….
Dalam melaksanakan kehidupan banyak rencana yang kita buat…………banyak rencana yang berhasil kita jalankan ……….namun ada juga rencana yang gagal………..dalam menghadapi rencana yang gagal ,……..apa yang kita rasakan ……kecewa…………….sebel……..bahkan putus asa…….akan sangat membantu jika kitalebih tenang…… dan sudah mengantisipasi bahwa beberapa persen dari rencana kita pasti akan berubah……..cobalah direnungkan apabila kita menjadi lebih fleksibel dan tetap tidak kehilangan produktivitas…..kita akan lebih rileks dalam menghadapi hidup.
Pernahkah kita merasa………..bila ada barang yang hilang……kita berasumsi…….pasti ada yang memindahkan barang tersebut…………..atau…….pasti ada yang mengambil……..Bila rumah kita berantakan……berarti hanya kita yang mengerjakan pekerjaan di rumah ……jika pekerjaan terlambat diselesaikan……rekan kerja yang bekerjanya kurang cepat………coba kita renungkan………..kalau hal ini menjadi kebiasaan apa yang terjadi dengan kita………..jangan-jangan …….kita akan menyalahkan orang lain…….atas rasa marah, frustasi, depresi dan tidak bahagia kita………
Cobalah kita renungkan ……..menyalahkan orang lain………membuat kita tak punya kekuatan atas diri kita sendiri….dan kebahagiaan kita tergantung kepada orang lain………..pada saat kita tidak bahagia……..ingatkan diri kita bahwa kitalah satu-satunya orang yang dapat membuat kita bahagia……bangkitlah…..dan buatlah diri kita bahagia…….
Kapankah kita akan meninggal …………renungkanlah………..seandainya kita mati besok ….dan bayangkan upacara pemakaman kita sendiri……..apa yang kita rasakan…………selama kita hidup ……..sudah berapa kalikah kita menyatakan sayang kepada orang-orang yang kita cintai……….berapa banyak senyum yang kita tebarkan kepada orang lain………….berapa banyak kebaikan yang kita berikan……..kapan anda mendengarkan orang lain dengan penuh empaty …..seberapa sering kita mengucapkan terima kasih……kapan terakhir kita memberikan pujian kepada orang lain……..sudah berfikir positifkah kita selama ini dalam menghadapi permasalahan……..berapakah cinta yang kita berikan kepada orang lain tanpa syarat…………….
Pada dasarnya tidak ada orang yang tahu berapa lama lagi akan hidup……..berapa banyak hal yang kita tunda dalam hati…….kita tahu kita menginginkannya……menyatakan kepada orang-orang betapa kita memperhatikan mereka………menghabiskan waktu untuk diri sendiri,…..mengunjungi teman baik…….mengungkapkan kasih sayang kepada yang kita cintai…..bermain bersama keluarga……menjadi pendengar yang baik………..coba kita renungkan sekitainya kita menjalan hidup ini setiap hari seolah-olah setiap hari adalah hari terakhir kita hidup di dunia ini………maka kita akan lebih menghargai hidup ini
Saya akhiri renungan ini dengan mengucapkan hidup ini indah……..semoga kita semua bahagia………….Amin

Demikian kontemplasi berakhir, dengan penuh rasa syukur dan ketenangan batin dalam diri setiap MUK, paling tidak itu yang aku rasakan malam itu.