G Force, Kekuatan untuk melawan Kejahatan

Sejak awal diajak menonton film ini, aku sudah menolak, pertama karena aku geli dengan marmot, hamster ataupun sejenisnya, yang kedua ada kata-kata ‘Force”, yang rasanya rada-rada akan ada kekerasan atau tekanan. Namun karena hari Jumat, 18 September 2009 adalah hari terakhir anak-anak libur sekolah, akhirnya kuturuti keinginan mereka untuk menonton di XXI BSD Plasa, yang ternyata filmnya lumayanlah..penuh dengan tembak-tembakan dan kejar-kejaran, yang lumayan seru untuk ukuran anak-anak

Dipersenjatai dengan peralatan teknologi tercanggih, sekelompok marmut terlatih menyadari bahwa nasib bumi ada di tangan mereka. Direkrut untuk G-Force, marmut Darwin, pemimpin kelompok yang penuh ambisi mencapai segala hal dengan berbagai cara; Blaster (Tracy Morgan), ahli senjata dengan sejuta tingkah laku dan mencintai hal-hal ekstrim; dan Juarez (Penelope Cruz), ahli bela diri yang seksi; ada pula ahli pengintai Mooch (Dee Bradley Baker), dan Speckles (Nicholas Cage), spesialis komputer dan informasi

Jenis Film : Animation

Produser : Jerry Bruckheimer

Produksi : Walt Disney Pictures

Homepage : http://disney.go.com/disneypictures/gforce/

Pemain : Nicholas Cage, Penelope Cruz, Steve Buscemi, Sam Rockwell, Tracy Morgan, Will Arnett, Bill Nighy, Zach Galifianakis

Sutradara : Hoyt Yeatman

Penulis : Cormac

G is for Guinea Pigs in G-Force. Sebuah film dengan tokoh utama tiga guinea pig yang memiliki kemampuan seperti layaknya agen khusus. Ditambah seekor mole yang menguasai alat-alat teknologi tinggi, mereka mendapat sebuah misi untuk menyelamatkan dunia. Sayang, misi itu tak berjalan lancar dan mereka dianggap menyia-nyiakan uang pemerintah. Saat hendak ditangkap, mereka melarikan diri dan berakhir di sebuah toko binatang.

Lalu dimulailah perjuangan mereka untuk kembali sekaligus membuktikan diri bahwa mereka memang pantas menjadi agen rahasia. Perjuangan ini juga bukannya mudah. Mereka awalnya terpisah-pisah, bahkan si mole masuk ke truk penghancur sampah dan dikira tewas, tapi akhirnya bisa bersatu kembali untuk melawan sebuah ancaman bagi dunia, yaitu sebuah perusahaan besar yang memproduksi elektronik di seluruh penjuru dunia. Pada tiap benda elektronik tersimpan sebuah chip yang bisa mengubah perangkat tersebut menjadi robot dan menyerang manusia pada waktu yang telah ditentukan.

Dan kekacauan pun terjadi di seluruh kota. Terutama di toko-toko yang menjual elektronik. Puluhan elektronik menggabungkan diri menjadi satu robot raksasa. Saat dilihat siapa yang mengendalikan robot tersebut, ternyata adalah si mole atau si Speckles yang ternyata masih hidup. Ia-lah dalang dibalik semua kekacauan ini dan yang menciptakan chip tersebut. Rupanya ia dendam pada manusia karena keluarganya dulu dihabisi dengan semprotan pembunuh hama. Tapi kemudian teman-temannya menyadarkan bahwa merekalah keluarganya. Tersadar, ia segera mematikan robot-robot tersebut. Pada akhirnya, dengan segala upaya, pasukan G-Force berhasil mendapat kepercayaan pemerintah dan menjadi the secret agent yang sesungguhnya. Sementara si mole menghabiskan waktunya dengan mencabuti chip-chip yang tersimpan di barang-barang elektronik ciptaannya.

Secara keseluruhan tak ada yang istimewa dari film ini. Apalagi setelah menonton 3D dalam film The Final Destination, film G-Force sungguh tak memberikan kesan dari segi visualnya. Ditambah dengan jalan cerita yang (lagi-lagi) terlalu cepat, istilah-istilah yang asing di telinga, dan pengucapan yang (rasanya) kurang jelas, membuat topik permasalahan film ini agak susah dimengerti. Bagian yang menarik dan tak terduga hanyalah saat terkuaknya tokoh tikus tanah (Yansu) yang ternyata menjadi biang keladinya. Disamping itu, peran Blaster yang membukakan hati dan pikiran Speckles, juga patut diacungi jempol karena memberi pesan moral yang jelas bahwa kejahatan tidak selalu harus dibalas dengan kejahatan, kejahatan dapat dibalas dengan kebaikan, apalagi bila kebaikan ini memberikan dampak kepada mahluk lain di sekitarnya. Dendam tidak ada gunanya tetap tinggal didalam hati, jika kita ingin hidup kita bahagia.

(Sumber : gambar, search from Google)


Pelayanan PSAE (C) di Pos Jemaat Cikoleang

GKI Serpong memiliki Pos Jemaat di wilayah Cikoleang, yang dengan bertambahnya jumlah jemaat disana, sejak Juli 2004 secara rutin melakukan kebaktian hari Minggu setiap pukul 09.00 pagi. Hari ini, Minggu, 19 September 2009, tepat jatuh pada hari Raya Idul Fitri 1430 H, anak-anak kelompok C PSA Eclesia memperoleh kesempatan untuk melakukan pelayanan di Pos Jemaat Cikoleang. Pembawa Firman adalah Pendeta EM Soemartono Patriabara, yang merupakan ayah dari Pendeta GKI Serpong, Addi Patriabara. Dengan mengambil tema ‘Mengapa Bertengkar’, Pendeta menyampaikan firmannya yang diambil dari kitab Markus. Sedangkan anak-anak kelompok C PSA Eclesia, selain bertugas sebagai Kantoria, mereka juga menyampaikan pujian berjudul ‘Worthy’, dibawah pimpinan kak Nina Aipassa.

Pos Jemaat yang sederhana ini, berada di wilayah Cikoleang, di tengah perkebunan dengan hawa udara yang masih sangat sejuk di pagi hari. Sesuai dengan karakternya, pos jemaat ini didatangi oleh jemaat dengan wajah dan pribadi yang juga sangat sederhana. Kami seperti berada di pedesaan, dengan wajah polos mereka datang menyalami kami yang hadir disana, tidak seperti jemaat di gereja besar umumnya yang datang dengan wajah bermakeup tebal, datang dengan tergopoh-gopoh, hampir terlambat atau karena sudah panik tidak dapat tempat parkir mobil. Wajah-wajah seperti itu tidak nampak disana, mereka ramah sekali.

Di akhir kebaktian, mereka menjual hasil kebun mereka, sayuran organik dan bunga, dengan harga yang sangat murah sekali. Terimakasih Tuhan untuk kesempatan yang Kau berikan sehingga kami boleh berbakti di tengah-tengah mereka, biarkan mereka tetap memiliki hati yang murni untuk mengenal Engkau dan ajarilah kami untuk selalu bisa berbagi kasih dengan siapapun. ‘Mengapa Bertengkar’ seperti tema hari ini, mengapa bertengkar kalau tidak harus bertengkar?


Pesta Amal 20 Tahun Santa Ursula BSD

Pada tanggal 8 dan 9 Agustus 2009 yang lalu, Santa Ursula Bumi Serpong Damai (Sanur BSD) mengadakan kegiatan Pasar Amal 20 tahun Santa Ursula BSD, dengan mengambil tema Hijau Sekolahku. Sesuai dengan tema yang diusung, kegiatan benar-benar menunjukkan Sanur yang selama ini dikenal dengan seragamnya yang kotak-kotak hijau putih, menjadi semakin hijau.

Kami datang beramai-ramai, aku, adikku, anakku, keponakanku dan 2 teman si sulung. Kami tiba pukul 10 pagi, saat itu cerah cenderung panas buat kami, tapi anak-anak tampak enjoy dan menikmati sekali kegiatan disana, terutama si bungsu, Daniel, yang juga merupakan siswa Sanur BSD. Kami langsung menuju pintu masuk gedung SMP, yang merupakan pusat bazaar dan penjualan makanan. Tangan kanan diberi stempel, sebagai tanda bahwa kami sudah membayar tiket masuk per orang sebesar Rp 5.000,-. Kami berjalan mengitari arena bazar dan berjalan melihat-lihat kedalam, wuih penuh dengan penjualan aneka barang, dari alat tulis sampai dengan kebutuhan rumah tangga, yang paling seru, aneka stand makanan, yang menjual segala macam makanan, ada masakan manado, padang, jawa, cina dan aneka jajanan. Kakak-kakak SMP juga menjajakan makanan ringan buatan mereka, yang dimasak di dapur sekolah..hm kelihatan yummy. Hebat mereka memang sudah diajari untuk mandiri sejak dini.

Puas berputar di lingkungan SMP, kami keluar dan menuju ke aneka arena permainan, yang ada di gedung SD. Setelah melewati penjaga pemeriksa tiket kami masuk. Waduh ramai sekali, Daniel sudah tidak sabar untuk bermain. Eit tunggu dulu..ternyata harus beli tiket dulu. Satu tiket permainan harganya Rp 5.000,- juga. Tidak terasa, satu kali bermain Rp 5.000,-..untungnya, baik menang atau kalah, adik-adik kecil ini tetap diberi hadiah berupa buku atau alat tulis. Penjaga stand permainan adalah para siswa Sanur BSD sendiri dan disertai oleh seorang guru.

Daniel memulai permainan langsung ke arena memancing ikan di kolam, hihihi..dengan tangan kidalnya ia mulai memancing, aku yang ga sabaran, ikut-ikutan membantu, eh ia tidak mau…berhasil, Daniel boleh memilih hadiah. Kebetulan yang menjaga stand permainan ini adalah Ibu Anastasia, guru Daniel saat masih di TK A. Selanjutnya ke stand hadiah, Daniel memilih hadiah yang ada didalam boks. Asik ia mengaduk-aduk hadiah dan mendapat 1 buah hadiah berbungkus koran, dibuka..yap isinya tas ransel dari kain. Selanjutnya ke stand Menendang Bola, Menembak Lilin dengan pistol air. Puas berjalan dan melihat-lihat, anak-anak mampir melihat pembuatan gulali. Sebelum pulang, kami membeli crepes untuk anak-anak dan aku membeli lauk di stand masakan manado, ikan tongkol balado, ikan cakalang suwir dan sayur tumis bunga pepaya.

Kak Dita, Juni dan Azhary, menikmati gulaliHari sudah bertambah siang, kami memutuskan untuk kembali pulang. Satu tempat yang tidak kami datangi adalah gedung SD, dimana berlangsung kegiatan karnaval dan peragaan busana buat anak-anak. Seluruh rangkaian kegiatan ini juga untuk memperingati kehadiran Sanur di BSD yang telah menginjak usia ke-20, luar biasa, terus berjaya, mengabdi kepada nusa dan bangsa dan menghasilkan anak-anak yang berbudi pekerti, bertumbuh sehat jasmani dan rohani dan berguna  bagi sesama dan bangsa.


I'd be a Veterinarian

My name is Leona Aditia Arum. I used to be called Arum. I am a veterinarian. I like my job because I really loved animals. For me, animals can not treat themselves when they are sick. So I want to help them, and also hope that they grow into the healthy animals. In my house, there are 2 dogs (Golden Retriever and Shitzu), 1 chicken, 4 birds and some fish. I want to dog breeding and want to have a famous kennel.

I would like to thank to my father because he allowed me to have dogs at home, but especially to my mother because she did not only allow me, but she also helped me take care of all my pets. She fed my pets if I was busy with my homework. She and I also take the dogs to the doctor for vaccination. Every Saturday, my mother and I took dogs bathing.

 

(Leona Aditia Arum Silalahi, SD Stella Maris, VI B)


Seribu Satu Nusantara di Farmer Market, SMS

Sejak bulan Juli 2007, Summarecon Mal Serpong, sebagai mal terbaik di kawasan Serpong,  memiliki tenant unggulan Farmers Market, yang merupakan bagian dari Grup Ranch Market, yang hadir pertama di Indonesia dengan konsep supermarket Fresh is Coming Directly from the Farm. Di tempat itu, pengunjung dapat membeli sayur, buah ikan, daging segar yang higienis.

Farmers Market di bawah naungan Management Ranch Market asal Amerika Serikat (AS) hadir sebagai tempat belanja untuk keluarga. Berada di lantai dasar SMS, Farmers Market memiliki luas lahan 2000 meter. Farmers Market dengan tagline-nya fresh and friendly akan selalu menyediakan produk segar, alami dan berkualitas. Sehingga pelanggannya bisa menemukan kepuasan seperti yang diinginkan.

Pada akhir Juli 2009 ini, Farmer Market merayakan ulang tahunnya yang ke-2 dan menggelar pertunjukan “Seribu Satu Nusantara” yang diisi oleh 250 orang anak dari SD Stella Maris Bumi Serpong Damai. Sesuai dengan tema acara, pertunjukan ini menampilkan aneka tarian dan penampilan dari seluruh penjuru nusantara, diantaranya tari daerah dari Kupang, Bali, Irian dan pertunjukan seni dengan alat musik kolintang dari Minahasa, alat musik angklung dan suling dari Jawa Barat, yang membawakan aneka lagu daerah.

 

Anakku, Arum, sesuai dengan ketrampilannya memainkan alat musik kolintang, juga kembali berpartisipasi dalam acara ini. Ibuku, ikut hadir, melihat cucunya bermain kolintang. Walaupun lelah, karena persiapan dan pertunjukan berlangsung cukup lama, tapi kami semua ikut senang dengan perayaan ulang tahun Farmer Market di Sumarecon Mall Serpong ini. Selamat Ulang Tahun…semoga semakin jaya dan mampu memenuhi keinginan pelanggan yang berkunjung ke SMS.


Open House TB/TKK Santa Ursula, Bumi Serpong Damai

Setiap tahun ajaran baru, TB/TKK Santa Ursula Bumi Serpong Damai (Sanur BSD) menyelenggarakan Open House untuk memperkenalkan TB/TKK Sanur BSD baik dari sisi intra dan ekstrakurikuler sekolah, maupun juga sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut, kepada para orangtua siswa baru. Untuk tahun ini, giliran Daniel berpartisipasi menjadi petugas yang harus in charge sesuai dengan tugasnya.

Open House tahun ini diadakan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2009, pukul 08.00 – 10.00 pagi. Daniel mendapat tugas untuk berada di kebun TB/TKK Sanur BSD. Daniel bersama 2 temannya membantu Ibu Bernadette membereskan kebun, menanam, merapikan, membersihkan dan menyiram tanaman di area kebun.

 

Untuk kegiatan lain yang ada di TB/TKK Sanur BSD diantaranya, Permainan Angklung, Sains. Memasak, Bersepeda dan juga Berenang. TB/TKK Sanur BSD juga memiliki arena bermain outdoor dan indoor yang luas dan menyenangkan buat anak-anak. Sejak kecil, anak-anak juga diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah sudah menyiapkan tempat sampah sesuai dengan jenisnya, basah dan kering, untuk memudahkan pengolahan atau daur ulang sampah tersebut.

 

Pada saat menjadi Petugas Open House, Daniel tidak boleh ditemani. Kami mengantar dia sampai di pintu gerbang, tepat pukul 07.30. Dan kami menjemputnya pukul 10.00 kurang. Sedang bagi para orang tua siswa baru, setelah puas melihat-lihat sarana dan prasarana yang ada di TB/TKK Sanur BSD serta mengenali kegiatan yang ada, dipersilakan untuk menikmati hidangan di aula TB/TKK Sanur BSD.


Pelayanan PSA Eclesia di GKI Pasir Koja, Bandung

Berangkat hari Minggu, 19 Juli 2009, menuju GKI Pasir Koja, di Jalan Terusan Pasir Koja 57, Bandung. Sebelumnya, aku sudah bangun jam 3.30, masak air, mandi, menyiapkan sarapan untuk ibuku, yang kebetulan sedang menginap di rumahku. Jam 4.30, aku membangunkan Daniel, untuk gosok gigi dan ganti baju, langsung angkut dia kedalam mobil. Kami berangkat pagi-pagi jam 5.00 untuk menghindari kemacetan yang mungkin terjadi di pintu keluar memasuki kota Bandung. Maklum long weekend, hari Senin 20 Juli 2009, tanggalan merah, ada Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Sehari sebelumnya, Dita dan Arum sudah berangkat bersama rombongan Paduan Suara Anak Eclesia (PSAE) dan pengurus. Anakku menyampaikan kalau perjalanan ke Bandung mereka tempuh selama kurang lebih 4 jam, berangkat jam 9 pagi, tiba di Wisma GKI Pasir Kaliki hampir mendekati pukul 13.00. Jadi untuk mengantisipasi hal ini, aku dan suami memilih berangkat lebih pagi. Sebetulnya PSAE melayani di dua tempat, pertama di GKI Pasir Kaliki jam 6.30 dan kedua di GKI Pasir Koja jam 9.00. Namun, karena waktu tidak akan terkejar buat kami, maka kami langsung menuju ke GKI Pasir Kaliki.

Memasuki tol, tampak kendaraan mulai ramai, mungkin semua mempunyai tujuan yang sama, berlibur. Aku mengharapkan Daniel bisa melanjutkan tidurnya, tapi ternyata tidak, dia malah ‘on’ sekali, cerita kesana kemari.

Kami keluar dari pintu tol Pasir Koja, tepat pukul 07.00 pagi…waduh kami kepagian tiba di tempat tujuan, tapi tak apalah kami bisa istirahat dan sarapan pagi dulu di depan gerbang gereja. Kami hampir tidak dapat tempat parkir, karena memang tempat parkir sudah dipenuhi kendaraan jemaat yang sedang kebaktian pagi. Tapi syukurlah masih ada sedikit ruang didepan sebuah toko, namun juru parkir bilang kalau kami bisa parkir disana sampai jam 09.00 sebelum toko buka. Oke, suamiku memarkir kendaraan dan kami mulai bergerilya mencari sarapan pagi. Aku memesan somay bandung, yang pedagangnya berasal dari Gunung Kidul, Yogyakarta. Seporsi seharga Rp 7.000,- terdiri dari 4 potong, 2 somai, 1 tahu dan 1 kentang. Enak, enak, enak..sambal kacangnya pas, terasa tumbukan kacangnya ditambah lagi dengan wangi perasan jeruk limaunya, wah sedap bener..sayang aku tidak sempat memfotonya, hanya foto gerobaknya saja. Sedangkan suamiku memesan nasi campur bb panggang, yang mantep sekali rasanya, bb panggangnya garing, walau nasi hainamnya agak keras menurut aku. Sementara kami sarapan, Daniel cemal cemil makanan yang kami bawa dan juga minum susu kotak.

Lanjut ke tujuan inti, rombongan PSAE tiba bersama bis dan iringan mobil pendamping sekitar pukul 08.30. Puluhan anak berpakaian kemeja putih dan bercelana jeans turun dari bis, menyebrangi jalan karena bis diparkir di seberang gereja dan masuk kedalam gereja. Mereka langsung duduk di baris depan dan berlatih sebentar. Sebagian besar anak tampak lelah dan kurang sehat, mereka ada yang berpakaian lapis baju hangat. Diantara anak-anak, malah ada dua orang yang akhirnya tidak dapat tampil maju bernyanyi karena badannya panas. Kelelahan dan ’tumbang’ nya anak-anak ini kemungkinan disebabkan mereka kurang tidur karena tidur terlalu malam, banyak mengobrol atau main kartu. Ditambah lagi udara dingin dan mereka harus bangun pagi dan mandi air dingin di pagi hari.

Puji Tuhan, setelah penyampaian firman Tuhan oleh Pendeta Sahetapy, anak-anak PSAE dibawah pimpinan kak Nina Aipassa dan seluruh pengurus, bernyanyi dengan penuh sukacita dua buah lagu berturut-turut ”Dona Nobis Pacem” dan ”As a Little Child”. Di akhir kebaktian, anak-anak juga menyampaikan 1 buah lagu pujian lagi ”Jubilatedeo”. Penampilan mereka didukung selain suara ketukan dari piano, juga genderang bertalu dari alat pukul cabasa dan kemrincing alat barchamp, dan tok-tok baso yang belum ditemukan namanya.

Jemaat bertepuk tangan setelah mendengarkan pujian yang mereka pujikan dengan indah itu. Tepuk tangan demi kemuliaan nama Tuhan.


Daniel dan Smartklamp

Pada hari Selasa Wage, tanggal 30 Juni 2009, Daniel, anak bungsuku, satu-satunya laki-laki diantara 3 anakku, melakukan sunatan (khitanan). Aku dan suami memutuskan ia melakukan ini untuk alasan kesehatan. Tidak ada alasan lain, misal alasan agama atau istiadat Jawa. Walaupun sebagai orang Jawa, sunatan/khitanan merupakan salah satu bagian dari adat yang berurutan dari lahir, tingkepan, tedak siten, selapanan, sunatan/khitanan, haid pertama (bagi anak perempuan) dan pernikahan. Seperti juga di Jawa Timur, masyarakat di desa memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan, antara lain: tingkepan babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran (upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatan, dan pacangan. (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama). Sunat bagi orang Jawa, merupakan bagian dari adat dan biasanya dirayakan secara besar-besaran.

Sedangkan menurut ayat Alkitab berikut ini perlu kita cermati, bahwa sunat tidak berarti apa-apa dan tidak dianjurkan untuk dilakukan bagi umat Kristen., Galatia 5:2-6 berbunyi demikian ” Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.”

Pagi itu, kami berangkat berempat, aku dan Daniel serta adikku, Ananda dengan anaknya, Petroza. Anak-anak tampak bersemangat, karena mereka hanya tahu bahwa alat kelaminnya (maaf, kami biasa menyebutnya ’noni”) akan dibersihkan. Selain itu 3 orang sepupu mereka (Jonathan, Rivaldo dan mas Panji) sudah lebih dahulu disunat dengan metoda smartklamp ini. Tiba di Rumah Sunatan, yang terletak di Jalan Puter, dekat Gerbang Menteng Bintaro, anak-anak langsung tertarik dengan Rumah yang cocok sekali dengan jiwa anak-anak, Rumah dicat warna warni cerah sesuai dengan kesukaan anak-anak. Masuk kedalam Rumah tersebut, langsung disambut dengan ruang tamu yang sekaligus juga seperti tempat bermain anak-anak, dengan karpet warna-warni dan tembok-tembok yang dihiasi lukisan gambar Superman dan Spiderman, yang mengajak para jagoan kecil kita untuk tidak takut disunat. Hm..betul-betul gambar yang menguatkan hati mereka.

Sementara anak-anak mulai sibuk dengan mainan mereka, kami, orangtua mulai mengisi form pendaftaran yang menuliskan data-data anak dan orangtua serta surat persetujuan tindakan sunat itu sendiri. Setelah itu, sambil menunggu persiapan tindakan, kami duduk sambil melihat anak-anak yang asyik bermain. Ruang tindakan ada di lantai dua dengan ruangan full musik, full gambar dan anak bisa menonton film kartun kesukaannya sementara tindakan dilakukan. Kupikir, pemisahan ruangan ini juga dimaksudkan agar jerit dan tangis di lantai dua, tidak terdengar oleh anak-anak yang bermain di lantai satu.

Tiba giliran Daniel (Daniel dapat nomer antrian dua), dia langsung berdiri bersemangat, meninggalkan mainannya, dan melambaikan tangannya pada Petroza yang masih bermain. Dalam hati aku terus berdoa, semoga engkau kuat ya, nak. Memasuki ruang tindakan, Daniel langsung naik keatas tempat tidur, kami disambut seorang dokter/mantri dan perawat yang ramah dan mengajak Daniel berbincang-bincang, menanyakan film apa yang akan ditonton Daniel sementara noni dibersihkan. Tahap pertama yang dilakukan adalah pembiusan untuk menghilangkan rasa sakit di sekitar kemaluan. Saat disuntik, Daniel menangis dan berteriak kencang sekali, mungkin karena kaget dan sakit. Setelah mulai kebal, tindakan berupa pembuangan ujung kulit kelamin dan pembersihan dilakukan. Selanjutnya smartklamp dipasang. Penjelasan lebih lanjut bisa dibaca dibawah ini.

Setelah tindakan, Daniel dapat beraktifitas seperti biasa, kami menunggu sekitar 30 menit di Rumah Sunatan sambil Daniel makan roti dan minum susu. Setelah kami pikir, anak-anak siap untuk pulang, kamipun pulang. Sejauh pengamatan kami, bagi anak-anak yang menjalani sunatan dengan smartklamp ini walaupun menurut informasi mereka bisa beraktifitas biasa, tapi sebaiknya mereka banyak istirahat, berbaring atau membaca buku pada hari pertama, karena ini akan mempercepat penyembuhan.

Smartklamp adalah salah satu inovasi terbaru dunia kedokteran khususnya di bidang sirkumsisi (khitanan) dan saat ini sangat banyak dipakai di dunia internasional. Sejak diluncurkan pertama kali di pameran alat kesehatan dunia di Dusseldorf Germany tahun 2001 alat ini langsung melejit memasuki pusat pelayanan kesehatan di Eropa, Amerika dan Asia tenggara dan sangat diminati para dokter. Hal tersebut disebabkan alat ini sangat praktis dan aman dibandingkan alat lain yang saat ini ada.

Smartklamp memang dirancang untuk menghasilkan cara yang aman,cepat,canggih dan sekali pakai. Alat ini diciptakan dengan menggunakan teknologi plastic terkini dan diproduksi dengan standard mutu berkualitas tinggi.

Prosedur sunat yang hampir tanpa pendarahan juga membantu mengurangi resiko penyebaran infeksi dan dengan cara kerjanya menyamai klem tali pusar bayi.Karena itu sangat cocok dilakukan pada bayi,anak2 maupun orang dewasa.

Metode ini sangat aman bagi penderita Diabetes,Hemofilia,anak2 Autis,atau anak2 Hiperaktif. Beberapa kelebihan alat ini adalah dari sisi praktisnya alat ini sangat mudah digunakan bagi para dokter, tanpa jahitan dan tanpa perdarahan sehingga waktu yang diperlukan untuk melakukan proses khitanan menjadi lebih singkat.

Dari sisi keamanan alat ini mampu mencegah terjadinya cedera pada saat proses sunatan, menghindari terjadinya infeksi seperti HIV/AIDS dan hepatitis. Bentuknya yang ergonomis dan ringan membuat alat ini sama sekali tidak mengganggu aktivitas anak. Metode kerjanya dengan sistem klamp memeberikan perlindungan dan keamanan pasca khitanan sehingga anak dapat beraktifitas bebas seperti biasa dan bisa langsung sekolah keesokan harinya bahkan bisa langsung dipakai untuk berenang.

Bagi anak yang hiperaktif, alat ini adalah pilihan yang paling tepat karena tingkat keamanannya yang sangat tinggi. Demikian juga untuk anak bayi maupun yang masih mengompol alat ini sangat cocok karena tahan terhadap basah juga kencing. Alat ini dibuat terdiri dari beberapa ukuran sehingga dapat digunakan untuk segala usia mulai dari bayi sampai usia dewasa.

Cara kerja penyunatan smartklamp adalah: setelah pemati rasa bekerja, dokter akan menarik ke belakang kulup dan menempatkan tabung smartklamp di bagian atas ujung penis kemudian dokter akan menarik kulup keatas tabung, ring klamp akan diletakan diatas tabung dan pada saat dokter sudah puas dengan letak dan bagian yang akan dipotong, ring akan dikunci. Sekarang kulup akan dipotong dengan pisau bedah, tepat diatas ring klamp.
Penyunatan selesai tanpa memerlukan jahitan. Smartklamp akan menempal di penis sampai lukanya sembuh. Si anak bisa langsung pulang dan melakukan aktifitas secara normal.
Alat smartklamp ini sangat ringan dan tabungnya tidak menghalangi pengeluaran air seni. Setelah lima hari smartklamp akan dilepas oleh dokter / perawat dengan teknik yang sangat mudah dan hanya dengan waktu beberapa detik.

Sampai saat ini Rumah Sunatan telah menggunakan alat ini kepada lebih dari 400 anak sejak tahun 2005. Hasil yang diperoleh sangat memuaskan dan mulai menggantikan metode lain yang saat ini dipakai.

Silakan menghubungi www.rumahsunatan.com, yang beralamat di Jalan Puter, Menteng Bintaro, Bintaro Jaya, dengan nomer telpon 021-7358639