Berkebaya dan Peringatan Hari R.A. Kartini

21.04.2025. Berkebaya pada hari ini, identik dengan memperingati hari kelahiran Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi wanita Indonesia. Tapi apakah cukup dengan berbusana kebaya atau mengenakan pakaian daerah saja? Tentu tidak.

Wanita masa kini tidak cukup hanya bisa menyediakan sarapan, tapi juga multi peran nyata. Membuat sarapan, menyampaikan paparan dan menuntaskan laporan tentunya. Wanita bekerja harus memiliki nilai tambah, tidak hanya cukup berangkat kerja datang dan pulang tepat waktu tapi harus menghasilkan sesuatu. Tidak cukup hanya hadir rapat sana sini tanpa mencatat dan membuat rencana tindak lanjut.

Demikian juga bagi para Ibu Rumah Tangga, yang punya peran sama besar dengan semua ibu, yang akan melahirkan dan membesarkan penerus bangsa, membentuk pribadi yang tangguh dan berakhlak. Selain menjalankan kodrat sebagai ibu, istri dan juga anak, setiap wanita harus memiliki jati diri dan punya kesempatan yang sama berkarya dan berperan di segala bidang.

Dalam amanah Apel Pagi 21 April 2025, Sekretaris Utama BRIN juga menyampaikan bahwa peringatan hari lahir RA Kartini adalah momen penting untuk mengenang perjuangan Kartini dan wanita Indonesia. Kartini, simbol keberanian di zamannya.

Semangat Kartini. Semangat wanita Indonesia


17.04.2025

17.04.2025 Thank God. Thank you for today. Thank you for love, prayers, greetings, kindness and so many blessings all the years of my life, especially today, from my family and friends. God bless us. Amen


“Pembaca Buku, Bukan Pencuri Buku”

“Mereka yang tidak membaca, tidak akan mencuri buku, dan mereka yang merupakan pembaca buku, bukanlah pencuri,” adalah jawaban sederhana dari Mohamed Aziz, ketika ditanya mengapa ia membiarkan buku-bukunya berada di luar tanpa diawasi (karena begitu banyaknya jumlah buku di toko Aziz, sampai melimpah ke luar).

Jawaban sederhana dan mengena dari Mohamed Aziz, 72 tahun, seorang pedagang buku di kota Rabat, Maroko. Ia adalah satu dari sekian banyak pedagang buku yang paling banyak difoto di dunia.

Di negara yang 26% penduduknya masih buta huruf itu, dedikasi Aziz dalam berniaga buku merupakan tindakan cinta bukan saja bagi kotanya, namun terlebih untuk kepentingan literatur serta demi tegaknya ilmu pengetahuan.

Postingan ini dikutip dari postingan bu Ewith Bahar Terima kasih bu. Salam literasi


Berbagai Sifat Manusia Masa Kini

Dulu, kita hanya mengenal 2 jenis orang yaitu orang baik dan orang jahat. Bagaimana dengan sekarang, ada berapa jenis orang yang bisa kita jumpai dalam kehidupan ini?

Sekarang, kategori orang dalam kehidupan ini jauh lebih kompleks dibandingkan hanya “baik” dan “jahat.” Kehidupan sosial, pengalaman, dan perspektif manusia semakin beragam, sehingga kita bisa mengelompokkan orang ke dalam banyak jenis, misalnya:

Sumber : AI
  1. Orang Baik – Mereka yang tulus, membantu tanpa pamrih, dan memiliki empati tinggi.
  2. Orang Jahat – Mereka yang dengan sengaja menyakiti atau merugikan orang lain demi kepentingan sendiri.
  3. Orang Abu-Abu – Kadang baik, kadang jahat, tergantung situasi dan kepentingan.
  4. Orang Oportunis – Selalu mencari keuntungan dalam setiap situasi, tanpa terlalu memedulikan moralitas.
  5. Orang Sok Tahu – Sering berkomentar atau bertindak tanpa pemahaman yang benar, tapi tetap merasa benar.
  6. Orang Palsu – Bersikap manis di depan, tapi menikam di belakang.
  7. Orang Pasif – Tidak ingin terlibat dalam konflik atau masalah, lebih memilih menghindar.
  8. Orang Bijak – Menggunakan pengalaman dan ilmunya untuk menilai sesuatu dengan adil.
  9. Orang Visioner – Punya mimpi besar dan terus berusaha mewujudkannya.
  10. Orang Negatif – Selalu pesimis, suka mengeluh, dan melihat segala sesuatu dari sisi buruk.
  11. Orang Positif – Selalu optimis dan berusaha melihat sisi baik dari segala situasi.
  12. Orang Manipulatif – Menggunakan orang lain untuk kepentingannya sendiri tanpa merasa bersalah.
  13. Orang Egois – Hanya peduli pada dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain.
  14. Orang Setia – Selalu bisa diandalkan dalam berbagai keadaan.
  15. Orang Kreatif – Selalu punya ide baru dan inovatif dalam menghadapi masalah.
  16. Orang Pemalas – Tidak mau berusaha lebih dari yang diperlukan.
  17. Orang Pekerja Keras – Tidak mudah menyerah dan selalu berusaha mencapai hasil terbaik.

Pada akhirnya, manusia tidak bisa dikotakkan secara kaku. Seseorang bisa menunjukkan berbagai sifat tergantung situasi dan pengalaman hidupnya. Bagaimana menurutmu? Kamu, masuk kelompok yang mana? Ada kategori lain yang ingin kamu tambahkan?

Tetap semangat di tengah gelombang dunia yang makin mencekam, lakukan yang terbaik sesuai hati nuranimu dan semoga bisa bermanfaat bagi sesama. Aamiin


Webinar Peran Pemimpin diantara AI dan Kecerdasan Emosional

22.02.2025 bergabung bersama Transformation Leaders Forum dalam Webinar pagi ini. Di era transformasi digital, kepemimpinan tak hanya soal data dan algoritma. Peran pemimpin terletak di antara AI (Artificial Intelligence) dan EI (Emotional Intelligence).

EQ – Pillars of Leadership that cannot be replaced by AI.  Manusia (orang atau karyawan) memang mahluk istimewa ciptaan Allah, yang tidak bisa disamakan dengan mahluk hidup yang lain. Tidak bisa sepenuhnya dikendalikan dengan AI, untuk memimpin manusia yang berakal budi.

Kegiatan ini diselenggarakan Kubik Coaching dengan dua orang narasumber yaitu Bapak Farhan dan Bu Rosalina Sirait dari Pegadaian. Terima kasih para narasumber untuk sharingnya, sangat bermanfaat.

#kubikcoaching #transformationleadersforum


Buku Antologi PAPI : dan Selalu Terindah

Buku Antologi ini adalah buku antologi ke-6 yang diterbitkan Pondok Antologi Penulis Indonesia (PAPI), namun ini merupakan buku ke-4 yang aku ikuti di PAPI. Satu judul yang aku kirim dalam buku ini, berjudul “Kenangan Masa Kecil, Saat Dunia Terasa Sederhana”

Ketika mendapatkan tema ini dari founder Pondok Antologi Penulis Indonesia (PAPI), yang terbayang oleh saya adalah masa kecil yang sederhana, masa yang tidak rumit dan yang tidak perlu pusing memikirkan ini dan itu seperti saat ini, masa saat sudah menjadi dewasa. Masa kecil adalah masa yang terindah, masa bahagia. Namun, semakin saya menghayati tema tulisan ini, hati saya bergejolak, betulkah demikian? Apakah betul masa kecil adalah masa terindah buat saya di masa itu? Bagaimana dengan orang lain, anak seumur saya dengan masa kecilnya, apakah juga mereka sebahagia dan menjadikan itu sebagai masa terindah dalam hidupnya?

Saat ini, buku dalam proses terbit (sedang antri ISBN) buku antologi pertama di 2025 dan merupakan buku antologi artikel ke-6 dari Pondok Antologi Penulis Indonesia. Ada sekitar 15 penulis berkontribusi di sini, tentu dengan tulisan dan kisah menarik lainnya.


Buku Baca – Baca Buku 2025 : Negeri di Bawah Naungan Sayap Malaikat

2025 Buku Negeri di Bawah Naungan Sayap Malaikat karangan Maya Surono, adalah buku pertama yang saya baca di tahun 2025 ini.

Buku ini berisi 40 kisah perjalanan Mbak Maya dengan Ibunda tercinta ke negeri-negeri yang pernah dikunjungi dan ditinggali para Utusan Allah, seperti Masjidil Aqsa, Kairo Mesir, Gunung Sinai dan Sungai Nil.

Sebuah buku yang menarik, memberi banyak sudut pandang dan kedamaian hati bagi aku dan pembaca tentunya.

Aku mengenal Mbak Maya, saat Mbak Maya menghadiri acara Bedah Buku dan Talkshow Novel pertamaku yang berjudul Keagungan Manah, Menepis Denting Nurani, pada tahun 2021. Saat itu Mbak Maya hadir menggantikan Mbak Rini, kakak dari Mbak Maya, yang aku undang dan adalah teman sealmamaterku di kelas Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

Setelah itu beberapa kali kami bergabung dalam buku antologi, terutama buku antologi dari Pondok Antologi Penulis Indonesia. Akhirnya kami berjumpa lagi saat Launching Komunitas PAPI pada awal tahun ini. Senangnya bisa bertemu dan berfoto langsung dengan pemilik buku ini. Terima kasih banyak Mbak Maya, terus semangat berkarya