#latepost
Reportase Peluncuran dan Bedah Buku “Aku dan Alam Semesta” pada surat kabar Pikiran Rakyat, Bandung, edisi 12 Desember 2019
Sabtu, 7 Maret 2020, Bincang Buku “Aku dan Alam Semesta” dengan penulis de Laras dan ilustrator @nengtantiamelia.
Acara diselenggarakan di Radio Pelita Kasih @963rpkfm yang bertempat di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, dari pukul 10.00 – 11.00, bersama para penyiar Mbak Ayu, Mas Jun dan Mbak Merry, serta operator Kak Angel.
Acara non komersial ini terselenggara bersama komunitas Goodreads Indonesia, sebuah komunitas pembaca buku (ter) besar di Indonesia dengan jumlah pembaca sekitar 5.000 orang.


Bincang buku selama 1 jam ini dibagi dalam 4 segmen, juga mengundang interaksi bersama pendengar dengan kuis berhadiah buku “Aku dan Alam Semesta”. Terima kasih pada bang Jimmy Simanungkalit yang sudah mengundang kami untuk hadir.
.
Bagi yang tidak sempat mendengar langsung, live streaming kami dapat didengarkan di channel Youtube.
#delaras
#delarassemesta
@klubsiarangri
#klubsiaranGRI
#goodreadsindonesia
#bacaituseru
#akudanalamsemesta
I love being by myself, love being outdoors, love taking a long walk with my dogs and looking at the trees (from their leaves up to the roots), flowers and the sky.
I hope some day, I could do this, look up the sky, under the starry night, lying on the grass, with or without someone beside me (it doesn’t matter for me)… and a cup of coffee, of course.
I am as I am, I am an introvert
#delarassemesta
Link sharing dari para blogger pada Acara Peluncuran Buku Aku dan Alam Semesta, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 30 November 2019, di Ruang Serba Guna Perpustakaan ITB.
Terima kasih buat para blogger yang sudah berbagi dan menyampaikan review nya. Kiranya tali silaturahmi ini akan terus berkelanjutan, saling memberi semangat dan menjadi bermanfaat bagi dunia literasi Indonesia pada umumnya, dan dunia literasi buat anak-anak khususnya.
Blogger dapat menumbuhkan minat baca dan kecintaan anak terhadap buku, sehingga anak tidak hanya melek huruf tapi menjadi berilmu.
Salam literasi 😉
Foto dari Mas Dani MQTV dan Mbak Shanti KEB Bdg
Rafting bukan hanya soal mencapai tujuan titik finish pertama kali, namun juga mencapai tujuan dengan boat nya dan penumpang lengkap, selamat sampai tujuan.
Percuma kan boat sampai hanya dengan dua tiga orang dan nahkoda tidak tahu awak nya tertinggal dalam arus jeram.

I love rafting, kita belajar banyak hal, menikmati alam, bercanda bersama teman, namun harus tetap waspada karena ada titik-titik seperti pusat arus dan batu besar serta arus yang deras yamg mesti kita lalui.Sebelum rafting pun, banyak hal yang mesti kita persiapkan, seperti pemanasan dan memahami prosedur keselamatan.
Foto : Pribadi dan BTP
Jumat, 29 Nov 2019
Puji Tuhan, sujud syukur, alhamdulillah untuk kebaikan Tuhan. Pada hari ini Sabtu, 30 November 2019, di Ruang Serba Guna Perpustakaan Nasional ITB, Jalan Ganesha 10, Bandung, telah diselenggarakan Peluncuran Buku dan Bedah Buku “Aku dan Alam Semesta”. Buku ini merupakan buku solo yang ke-8 (atau buku ke-25).
Kegiatan ini menjadi spesial karena merupakan kegiatan peluncuran buku solo yang pertama kali kuadakan. Angka 8 memang selalu menjadi spesial buatku.
Acara ini didukung oleh Red Doorz Hotel, ITB Press, Harris Hotel, Musafir Guest House Solo, Dunkin Donuts, Tiara Book Store, MQTV dan Faber Castle.
Sukacita penulis juga dibagikan kepada tamu yang hadir, dengan kuis berhadiah dua buah buku “Aku dan Alam Semesta” versi berwarna dan door prize kepada 5 pemenang serta cindera mata pada para nara sumber.
Dua orang pemenang kuis berhadiah adalah Siti Halimah Sadiah dari Forum Lingkar Pena dan Ima Rochimah dari Kumpulan Emak Blogger Bandung. Sedangkan lima orang pemenang voucher menginap adalah Ibu Ely dari Boscha dan Ibu Maria G Soemitro untuk menginap satu malam di Musafir Guest House di Solo, Nurul Wachdiyyah untuk menginap satu malam di Hotel Harris Ciumbuleuit Bandung dan Nathalia DP dan Alaika Abdullah untuk menginap satu malam di Hotel Red Doorz.
Apresiasi juga akan penulis berikan kepada tamu yang hadir paling awal (kepagian) eh ga pagi-pagi amat sih, tapi dua jam lebih awal, berupa buku “Aku dan Alam Semesta”, buku akan dikirimkan ya mbak Ida Tahmidah, maaf kemarin terlewat.
Sebelum menikmati makanan ringan dan kopi teh yang disediakan Dial Catering Bandung dan donat dari Dunkin Donuts, kami menyempatkan diri untuk foto bersama,
Jumpa penulis dengan pembaca sambil membubuhkan tanda tangan. Foto dibawah ini dengan sepupu aku, mbak Diana Tjatur, sebagai pembeli buku terbanyak di event ini, terima kasih ya mbak sudah hadir, apresiasi kutampilkan di postingan ini ya.
Faber Castle sebagai salah satu sponsor untuk pengisian kantong goodie bag, yang produknya 100% digunakan oleh ilustratorku, mbak Tanti Amelia dalam menghasilkan lebih dari 41 gambar dalam buku “Aku dan Alam Semesta”
Foto pribadi dan kontribusi dari teman-teman yang hadir, terima kasih
Akhir kata, terima kasih buat Mak Elisa Koraag, Mbak Tanti Amelia untuk dukungannya selalu, juga keluargaku, suami dan ketiga buah hatiku (DAD – Dita Arum Daniel) serta pak Ekki dari ITB Press, yang telah mengatur persiapan kegiatan ini.
Salam literasi 😉
Duduk bersama tak melakukan apa pun
Keluh-kesah ‘kan perjuangan dan masa sulit
Seduhan teh dan persahabatan melunturkan lelah
Jam dinding tak berjarum
Sudah larut, kaki enggan melangkahDuduk bersama tak melakukan apa pun
Menuang secangkir cerita tangis dan tawa
Tak berjanji tapi selalu ada dalam masa kelam
Terima kasih, teman
Untukmu kunyanyikan sebuah laguSebuah lagu tentang cinta tentang luka
Tentang hidup tentang segalanya
Sebuah lagu tentang jarak tentang rindu
Tentang harap tentang segalanya
(Untuk teman, terima kasih sudah bersedia mendengarkan dan menjawab semua pertanyaan, 10 Juli 2019)
Life Is Like Climbing a Mountain. Just as if we have to quench to climb the top of a mountain, we always have a strong desire somewhere in our heart to reach the height of success.
Each stopping point serves as a goal we have set for ourselves in our lives and each climb is like a journey to achieve the high point.
Life may be challenging and frustrating at first. Nevertheless, there is a feeling of achievement after each successful climb.
In the end, we are awarded a panoramic and tranquil view of the world. It is your ultimate achievement
~ Unknown
Quote yang selalu memberikan semangat untuk hidup dan terus merayap ke atas. Hidup tak mungkin tanpa masalah, pasti ada hal baru yang akan kita hadapi di depan kita, yang tak pernah kita tahu itu apa. Sama seperti mendaki gunung, walau kita tahu puncak itu yang kita tuju. Kita sudah tahu arah tujuan kita apa dalam hidup ini tapi kita ga tahu apa saja yang akan kita hadapi di depan. Prediksi tentu ada. Sama seperti naik gunung, kita tahu jalan akan berbatu, terjal, licin, ada tebing di kiri kanan, akan turun kabut, ada lintah, nyamuk, belum lagi kejadian dari dalam diri, seperti kram otot, kebelet (ups….), lapar, dingin dan banyak hal lagi, karena itu melangkah dalam hidup (~ naik gunung) perlu persiapan matang. Kalau naik gunung, ya mesti pemanasan, yang aman jogging minimal dua minggu sebelum naik, selama 30 menit setiap hari. Bawa persiapan ini itu. Demikian juga untuk hidup ini. Matang atau ga matang pun, kita harus melangkah, selangkah sekali pun ya harus mulai naik.
Hm jadi panjang ya ceritanya. Kalau naik gunung, yang pasti aku kangenin ya lihat edelweis yang kalau disentuh, lembut-lembut gimana gitu, gabes-gabes kata orang Jawa, soft banget kayak spon, tapi dia luar biasa tangguh, tahan badai dan tahan uji, ingat ya kalau kamu cinta lingkungan, jangan sekali-kali kamu petik, cukup difoto aja dan foto bareng bunga edelweis, petik sekuntum buat tanda cinta kasihmu boleh juga kok, hehe…..eits jangaan….kalau ribuan pendaki masing-masing ambil sekuntum, wah ya bahaya. Oh ya aku suka sedih kalau lihat bunga edelweis dijualin di bawah, lalu dicat warna warni, kayak gimana gitu rasanya.
Edelweis pertamaku adalah dari Gunung Gede (tahun 1986), masih ada sampai sekarang. Kapan-kapan aku ceritakan di postingan yang lain ya. Naik gunung pertama tanpa persiapan matang, Puji Tuhan aku selamat dan ga tepar.
Nah kalau hidup, apa yang ingin kita raih, ya target-target yang sudah dibuat di awal. Ga mudah. Tapi kita pasti bisa. Mungkin ada sedikit penyesuaian-penyesuaian, misalnya target semula A, jadi target A minus. Atau tetap mencapai target A tapi lewat jalan Y, bukan jalan X.
Yuk semangat ya, apa pun yang kita akan hadapi, tetap kuat, serahkan semuanya pada Allah semata. Usaha dan Berdoa. 🙂