Selamat Dies Natalis AIS/STIS/PolStat STIS ke-66

11.08.2024

Dies Natalis ke-66 Akademi Ilmu Statistik/Sekolah Tinggi Ilmu Statistik/Politeknik Statistika STIS, kuucapkan Selamat pada Almamaterku, Bangga menjadi bagian dalam perjalanannya, Semoga semakin berkibar dan menyala mencetak Sarjana Statistika untuk masa depan bangsa Indonesia.

STIS, dulu bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS) didirikan pada 11 Agustus 1958, merupakan sebuah sekolah kedinasan dibawah naungan Biro Pusat Statistik (sekarang disebut Badan Pusat Statistik).

Saat lulus SMA pada tahun 1986, selain mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, aku mencoba mencari beasiswa ke Luar Negeri juga, dulu namanya Overseas Fellowship Program (OFP) yang dikoordinir Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Selain itu atas saran orangtuaku, aku mendaftar dan mengikuti test masuk di AIS. Puji syukur, selain diterima di Universitas Padjajaran Fakultas Ekonomi Pembangunan, aku juga diterima di AIS ini.

Buat aku yang suka berhitung dan matematika, pada awalnya sekolah ini tidak semenakutkan yang kubayangkan dan pikiranku waktu itu hanya tentang statistika seperti yang kupelajari di SMA. Jadi ketika disarankan untuk ikut test, ya aku ikut saja, apa salahnya mencoba, toh yang diujikan “hanya” berhitung dan matematika. Tapi ternyata bayangan itu berbeda setelah aku masuk, diterima dan mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah yang mempunyai nama-nama menakjubkan seperti Inferensia Statistics, Mathematical Statistics, Linear Programming, Parametric Non Parametric Statistic, Experimental Design dan banyak lagi.

Pada tingkat I (Semester 1 dan Semester 2) diberlakukan Sistem Drop Out. Mahasiswa yang tidak memenuhi syarat penilaian untuk naik tingkat, akan di DO setelah semester ke-2 ini. Untuk itu setelah kami menjalani masa persiapan mahasiswa baru, kami diharapkan untuk langsung gas pol, mengikuti perkuliahan dan beradaptasi, yang tentu tidak mudah bagi teman-teman yang berasal dari daerah atau berstatus Tugas Belajar, yang kemungkinan sebagian sudah berumahtangga dan harus hidup LDR untuk kuliah demi kenaikan jenjang pendidikan di Jakarta.

Banyak suka duka yang aku jalani selama mengikuti perkuliahan di kampus tercinta ini, Sukanya karena kami sama-sama berjuang, Yang mampu, dalam arti punya pemahaman lebih, hampir selalu bersedia membantu yang kurang. Kami sering membuat kelompok-kelompok kecil untuk belajar bersama, di bidang-bidang mata kuliah yang kami jeblok. Tujuan kami semua sama, masuk bersama dan lulus bersama.

Oh ya, setiap bulannya, kami mendapat uang Ikatan Dinas sebesar Rp 35.000,- sebulan. Sebagai pembanding harga di zaman itu (1986) ongkos naik bis kota Mayasari Bakti Jurusan Blok M ke Kampung Melayu adalah Rp 100,- dan beli makan di warteg dengan nasi ayam dan sayur, masih di harga Rp 1.000,- sampai Rp 1.500,- Jumlah yang lumayan untuk menambah ongkos dan makan siang kami di kantin atau warteg dekat kampus.

Angkatan kami, adalah angkatan ke-28 di AIS, hanya terdiri dari dua kelas, kelas A dan kelas B. Dari setiap kelas, ada dua jenis status mahasiswa kedinasan, yaitu yang berasal dari Tugas Belajar (sudah PNS) dan dari Ikatan Dinas (lulusan SMA). Perbedaan status ini tidak membuat kami jadi berbeda, tapi justru kami saling tolong menolong. Sebagian dari teman status Tugas Belajar, jelas sudah lama meninggalkan bangku SMA dan mereka lebih banyak melakukan pekerjaan di lapangan sebelumnya. Belajar bersama mereka, jelas melatih kesabaran kami yang dari status Ikatan Dinas -ID, namun juga justru makin memperkuat pondasi kami memahami materi dengan mengulang-ulang hal yang sama.

Saat teman yang lain sedang mengajar, kami ikut mendengarkan dan semakin jadi paham. Tapi jangan salah, kami punya teman dari status TB yang luar biasa pintar dan ulet, kadang pengulangan materi yang diberikan, melebihi yang diajarkan dosen, haha. Beliau bernama Pak Soesiono (almarhum). Untuk membuat kami paham, kadang beliau menguji kami. Ujiannya membuat kami “menyerah”. Yang diajarkan dosen saja sudah membuat isi kepala kami berasap, eh ini masih ditambah lagi.

Duka yang kami hadapi adalah jika kami tidak bisa memahami materi kuliah, walau ini tidak sering, karena kuncinya hanya satu, tidak malu bertanya dan ulet berlatih. Kami punya banyak kakak kelas yang siap membantu kami, karena mereka juga punya prinsip yang sama, ingin semua angkatan lulus.

Pernah aku menangis di Semester III karena pertama kalinya seumur hidupku, aku mendapat nilai 27 dan itu aku terima dari mata kuliah Statistik Matematika (Stat Mat) dengan nama dosen pengajar, Bapak Wynandin, dosen cool yang ga banyak bicara, cara mengajar yang penuh simpatik tapi mematikan saat memberi nilai. Salah kami juga mungkin, terlalu terpesona pada beliau, haha. Saat menerima lembaran hasil ujian itu, aku schok, sempat aku meremas-remas kertas itu dan tidak berani menengok kiri kanan. Tapi entah apakah aku harus bersyukur atau bersedih karena ternyata, kalau tidak salah, tidak ada seorangpun yang mendapat nilai diatas 50. Dan sebagian dari kami, tampak bahagia…OMG

Selain jadwal kuliah yang padat dan juga tugas yang amat banyak, aku membalancing kan hidupku di kampus, dengan mengikuti kegiatan di Senat Mahasiswa, Paduan Suara dan Persekutuan Doa. Selain itu, ada juga kegiatan Olah Raga dan Pecinta Alam. Sekali aku ikut kegiatan naik gunung ke Pangrango (Gunung Gede). Selain itu kegiatan kepanitiaan lain yang tidak kalah serunya, yaitu Penerimaan Mahasiswa Baru.

Seperti kegiatan kemahasiswaan di kampus lainnya, kami juga ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Saat itu angkatanku melaksanakan KKN di Desa Citali, Sumedang, Jawa Barat. Kami dibagi dalam beberapa kelompok kecil dan tinggal di rumah penduduk. Kelompok KKN ku saat itu ada Babah Syahruni, Bambang Tri Budi, Muktamar Amal, Dhiko Wiweko dan sahabatku, Iwien Marciana Setijawati. Kami melakukan survei dengan membawa kuesioner, ke rumah penduduk, sore kami melakukan verifikasi data di rumah dan selanjutnya pengolahan dilakukan setelah kami selesai KKN.

Beberapa dosen favoritku masa itu, ntah karena kebaikan atau kekillerannya, ada Bapak Idaman, Bu Kartini, Bapak Syamsuar, Bapak Pask Suartha, Bapak Jopie Bambang, Bu Gita Oktavia, Bapak Sridodo, Bapak Tumpal Sitorus, Bapak WP Riwu, Bu Lusi, Bapak Bagus Sumargo, Bapak Didik Kusbianto, dan masih ada beberapa nama lagi yang maaf sedang berusaha kuingat-ingat.

Seperti umumnya mahasiswa di Akhir Masa Kuliah, selain KKN, kami juga ada membuat Skripsi Kelompok. Anggota kelompokku ada Bapak Rodin, Mas Sumarlan, Mbak Rumini dan Jafar Nawawi. Kami berempat membuat tulisan yang berjudul Aspek Perundang-Undangan tentang Kepegawaian dalam Penyajian Data PNS, dibawah bimbingan, Bapak Sahat Manalu, S.E, lulusan AIS yang saat itu dipekerjakan di Badan Administrasi Kepegawaian Negara.

Puji syukur pada Tuhan, angkatan kami, angkatan 28 lulus pada bulan September 1989 dan diwisuda pada bulan Oktober 1989 bertempat di Balai Sarbini, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Semua pengetahuan, pengalaman dan kehidupan kampus yang kami terima, tidak seluruhnya dapat kami terapkan di tempat kerja, namun semua itu menjadi bekal buat kami memasuki hari-hari kerja setelah kami dinyatakan resmi lulus dan menjadi pegawai Biro Pusat Statistik. Terima kasih untuk anugerah ini.

Sekali lagi Selamat Ulang Tahun, Dies Natalis ke-66 untuk AIS/STIS/Polstat STIS dengan sejenak mengheningkan cipta untuk para dosen dan teman yang sudah lebih dahulu pergi meninggalkan kami.

#badanpusatstatistik #akademiilmustatistik #diesnatalis66


Puisi : Tatapan dan Senyuman Perempuan Itu

sorot mata  tajam menghunjam,
simpan hasrat  misteri berambisi,
mata perempuan bagai  pedang,
sentuh jiwa dengan kilatan tajam.
berkerling seperti bayang malam

bibir merah tipis tersenyum sinis,
suara perlahan berujar dingin,
merah merekah ranum beracun,
sisakan luka di setiap hembusan.
ciptakan gelombang di lautan hati

tatapan mata dan bibir berpadu,
tembus dinding jiwa terdalam
sembunyikan aura  menusuk kalbu
di balik rahasia cantik menawan,
kelabu kegusaran dalam meronta


Gathering Tim BinDis, Satu Malam Saja

27.07.2024 my dear 2024 Team – Tim BinDis, no laptop/BAP/LHP/court schedule but still discussing about them, hehe…

Postingan ini sebenarnya lanjutan dari postingan sebelumnya di IG, hal aku dirotasi (belum sempat aku tuliskan di blog). Setelah 2 tahun berada di BRIN dalam tim MU, aku dirotasi ke Tim BinDis tmt 1 Jan 2024.

Dan seperti pada umumnya, jalannya roda kehidupan, di saat ada yang masuk, pasti ada yang juga dirotasi ataupun keluar karena pensiun atau berhenti. Bersyukur, sudah 6 bulan bersama, semoga segala sesuatunya semakin baik dari hari ini. Aamiin

Aku bersyukur atas rencana Tuhan dalam hidupku, sesulit apapun dan kerap tak aku mengerti maksud NYA, namun kupercaya, segala sesuatunya didatangkan untuk kebaikanku. Bersyukur dengan tim yang baru ini, walau pekerjaan kami tidak terlepas dari BAP, LHP dan jadwal sidang.

Terima kasih kebersamaan di akhir pekan ini, mensyukuri tambah usia bu Any, bu Anik dan bu Sri, yang juga akan memasuki masa purna bakti. Dua hari satu malam, dimulai dari titik kumpul menuju D Castillo, makan siang gudeg bu Anik Purwo di Vila Kebun, ngopi sore, persiapan barbeque di Vila Esperenza, barbeque dan tiup lilin HUT, diakhiri dengan karaoke sampai pukul 23.30. Esok pagi, berangkat berendam air panas di Sari Ater, sarapan pagi menjelang siang, sebelum check out, beberes oleh-oleh jamur, nanas dan singkong, puji syukur, ditutup dengan manis di Rumah Makan Mang Yeye.

Terima kasih juga buat kakak-kakak baik hati, yang sudah sibuk menyiapkan ini dan itu. Semoga menjadi keberkahan buat kita semua. Aamiin.


Poem : Kebaya, Kekuatan Jiwa Wanita Berbudaya

Kebaya tak hanya sekadar kain,
Selimuti tubuh limpah anggun,
Dalam tiap jahitan tersirat kekuatan,
Jiwa wanita berbudaya.

Setiap untai benang tersulam
Kisahkan sejarah, warisan abadi,
Tak sekadar busana, tapi simbol,
Kelembutan, keteguhan, kebijaksanaan

Dalam setiap lipatan dan hiasan renda,
Terhampar cerita perjuangan dan cinta
Raga terbalut sempurna, muliakan jiwa.

Wanita berkebaya, tegak berdiri,
Bermartabat, berani hadapi dunia,
Usung nilai luhur, tradisi tak terganti,
Penjaga budaya, sepanjang masa.

Kebaya, lambang keanggunan nyata,
Hiasi hari penuh pesona,
Ajarkan tentang cinta dan kesetiaan,
Pada akar budaya tak lekang waktu.

Junjung kebaya, lebih dari penutup raga
Manifestasi kekuatan jiwa,
Wanita berbudaya, dalam kelembutannya,
Tersimpan tegar, cerdas, dan cinta berkarisma
Sejatinya berkain juga berjiwa wanita berbudaya

24.07.24 Selamat Hari Kebaya Nasional


Branding Organisasi melalui Pas Foto Formal

Pas foto formal adalah foto yang diambil dari arah depan, berlatar belakang polos, memperlihatkan wajah dengan utuh, dan biasanya hanya setengah badan. Dalam foto formal harus memakai pakaian yang rapi, sedangkan jika untuk kepentingan organisasi, tentu sesuai dengan ketetapan atau persyaratan yang diminta. Ada institusi seperti perbankan biasanya, mensyaratkan level tertentu mengenakan jas dan level pelaksana mengenakan pakaian harian warna polos institusi.

Pembuatan pas foto formal pada umumnya adalah untuk personal branding, misal untuk melamar pekerjaan dan apabila untuk keperluan organisasi tentu ini untuk organizational branding, perusahaan atau organisasi akan tampak memiliki anggota yang profesional dengan tampilan yang formal atau seragam, walau kerap terkesan kaku tapi baik adanya.

Selain untuk branding, ada beberapa manfaat lain yaitu diantaranya,

  1. Konsistensi dan Profesionalisme: Pas foto formal yang seragam memberikan kesan konsisten dan profesional. Ini penting untuk membangun citra organisasi yang rapi dan teratur.

2. Identifikasi Mudah: Foto yang seragam memudahkan identifikasi pegawai Ini berguna dalam kartu identitas, direktori organisasi, sistem kepegawaian dan sistem keamanan.

3. Dokumentasi Resmi: Banyak dokumen resmi, seperti izin kerja, paspor, dan visa, memerlukan pas foto formal. Dengan menyeragamkan foto, organisasi memastikan bahwa setiap pegawai memiliki foto yang sesuai dengan standar yang diperlukan.

4. Keadilan dan Kesetaraan: Dengan menyeragamkan pas foto, organisasi menghindari diskriminasi dan memastikan bahwa semuapegawai diperlakukan sama, tanpa memandang penampilan pribadi, termasuk diatur didalamnya untuk membatasi penggunaan aksesoris.

5. Penggunaan pada Media Internal dan Eksternal: Foto pegawai sering digunakan dalam laporan tahunan, situs web perusahaan, dan media promosi lainnya. Foto yang seragam memberikan tampilan yang lebih profesional dan menarik.

6. Memperkuat Komitmen: Dengan menyeragamkan pas foto, organisasi atau institusi menunjukkan komitmen terhadap standar dan prosedur yang diterapkan, yang dapat meningkatkan rasa memiliki dan disiplin di antara pegawai

Pengaturan pembuatan pas foto formal yang baru diterapkan di institusi ku beberapa waktu ini, bertujuan meningkatkan image dan citra positif bagi aku pribadi dan tentunya juga bagi pegawai dan manajemen, saat membuka database, data kepegawaian di SIMPEG (SIM Kepegawaian). Pegawai diwajibkan mengenakan kemeja putih berlogo institusi atau dengan pin institusi, menghadap ke depan, setengah badan dan bagi yang berhijab mengenakan warna polos hitam atau biru, selain itu dengan latar belakang background yang seragam yaitu warna merah.

Berbeda tampilan saat pembuatan pas foto dibebaskan pada pegawai atau karyawan karena pertama, mereka menggunakan pakaian yang tidak seragam, ada yang mengenakan jas atau blazer tapi ada pula yang mengenakan kemeja atau baju bunga-bunga ala ala berlibur ke pantai. Demikian juga dengan yang mengenakan hijab, terkesan tidak formal dengan hijab berwarna warni dan bermotif.

Kesan yang aku dapat, tentu formal, rapi, bersih, profesional dan seragam, saat membuka SIMPEG, bagaimana menurut teman-teman? suka pas foto gaya apa?


Webinar Agroinfuture #7 : Silika Biogenik dari Limbah Agroindustri : From Ash to Cash,

Silika atau silikon dioksida (SiO2), adalah senyawa kimia yang terdiri dari 1 atom silikon dan 2 atom oksigen. Silika adalah salah satu bahan paling melimpah di kerak bumi dan dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk mineral kristalin seperti kuarsa, dan bentuk amorf seperti silika gel. Silika memainkan peran penting dalam berbagai aplikasi industri dan ilmiah.

Lalu, apa yang dimaksud dengan Silika Biogenik? Silika biogenik adalah bentuk silika (SiO2) yang dihasilkan oleh organisme hidup melalui proses biologis. Silika ini terbentuk dalam struktur biologis dan ditemukan di berbagai organisme, termasuk diatom, radiolaria, spons, dan beberapa jenis tumbuhan.

Semakin paham? Semakin penasaran? Lalu apa yang dimaksud dengan Silika Biogenik dari Limbah Agroindustri, seperti judul Webinar dibawah ini? Silika biogenik dari limbah agroindustri merujuk pada silika yang diekstraksi dari limbah atau produk samping yang dihasilkan oleh industri pertanian dan pengolahan hasil pertanian.

Limbah ini umumnya mengandung silika dalam jumlah yang signifikan dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi industri setelah melalui proses ekstraksi dan pemurnian. Memanfaatkan limbah agroindustri sebagai sumber silika biogenik tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menyediakan sumber bahan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan

Memenuhi Undangan yang disampaikan Kepala Pusat Riset Agroindustri, Bapak Dr. Ir. Arief Arianto, M.Sc.Agr, untuk hadir dalam Webinar Agroinfuture #7 yang diselenggarakan pada hari Jumat, 19 Juli 2024 dengan tema Silika Biogenik dari Limbah Agroindustri : From Ash to Cash, jelas membuat saya penasaran dan ingin tahu bagaimana teknologi dapat begitu berperan memberikan nilai tambah pada silika biogenik yang diperoleh dari limbah agroindustri setelah melalui proses ekstrasi dapat bermanfaat dan menghasilkan, memberi pendapatan atau menjadi uang.

Webinar Agroinfuture ini secara berkala diselenggarakan oleh Pusat Riset Agroindustri (PRA) seperti yang disampaikan Bapak Dr. Ir. Arief Arianto, dalam sambutannya, webinar pada pagi hari ini merupakan webinar yang diselenggarakan oleh Kelompok Riset 5 yaitu Kelompok Riset Pemanfaatan dan Peningkatan Nilai Tambah Produk Agroindustri, yang dipimpin Bapak Dr. Aton Yulianto.

Beliau menyampaikan bahwa webinar ini merupakan ajang untuk menyebarluaskan hasil riset dan media komunikasi antara periset, akademisi, pemerintah, pembisnis dan pihak yang terlibat didalamnya. Webinar seri ke-7 ini mengangkat hasil riset yang diadakan kegiatan internal PRA dan eksternal yaitu instansi pemerintah atau swasta.

Pusat Riset Agroindustri, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN telah mengembangkan riset produksi dan aplikasi silika biogenik (biosilika) dari sejumlah limbah agroindustri, seperti sekam padi dan abu boiler kelapa sawit. Kerja sama pun telah dijalin dengan Kementerian Pertanian dan Industri/Swasta untuk pengembangan produk agrokimia (pupuk cair) dan sol karet ramah lingkungan berbahan biosilika dari limbah sekam padi dan abu boiler kelapa sawit.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ibu Puji Lestari, Ph.D, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, BRIN

Dalam sambutannya, Ibu Puji Lestari, Ph.D menyampaikan bahwa produksi limbah abu boiler dari pabrik pengolahan kelapa sawit di Indonesia diperkirakan mencapai 2 juta ton per tahun. Produksi limbah agroindustri yang sangat besar tersebut harus dikelola dengan baik, sehingga tidak menyebabkan masalah lingkungan dan sosial. Bahkan melalui pengelolaan yang tepat, limbah agroindustri yang umumnya tidak atau kurang bernilai dapat memberikan nilai tambah ekonomi. 

Sekam padi dan abu boiler kelapa sawit diketahui memiliki kandungan silika (SiO2) yang cukup tinggi, berturut-turut mencapai 15-20% dan 50-60%. Silika memiliki banyak kegunaan di berbagai industri, seperti pertanian dan pangan, barang jadi karet, kesehatan, tekstil serta cat.

Pengelolaan limbah agroindustri membutuhkan dukungan teknologi maju. Pengelolaan limbah agroindustri yang tepat dapat diwujudkan apabila adanya sinergi antara pemerintah dengan industriawan serta masyarakat luas untuk mencapai keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.

ORPP-BRIN melalui Pusat Riset Agroindustri telah mengembangkan riset produksi dan aplikasi silika biogenik dari berbagai jenis limbah agroindustri, termasuk sekam padi dan abu boiler kelapa sawit, menjadi produk bernilai ekonomi.

Menutup kata sambutannya, Ibu Puji Lestari, Ph.D menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Pusat Riset Agroindustri – ORPP BRIN yang telah menyelenggarakan webinar ini, Juga pada Kementerian Pertanian, PT Petrosida Gresik, PT Karya Adyatma Sejahtera, dan PT Condong Garut yang telah bersedia bermitra untuk mengembangkan riset dan inovasi produk bernilai ekonomi berbahan silika biogenik dari sekam padi dan abu boiler kelapa sawit, juga kepada Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang telah bersedia melakukan liputan visual webinar ini.  

Webinar hari ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mentransfer informasi berupa hasil riset dan kerjasama yang telah dilakukan, yang akan disampaikan sesuai paparan dari para narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Narasumber :

  1. Hoerudin, S.P., M.Food.St., Ph.D. (Peneliti Ahli Madya, Pusat Riset Agroindustri – ORPP BRIN), dengan tema “Potensi, Produksi, dan Karakterisasi Silika Biogenik dari Limbah Agroindustri”.
  2. Heri Hendro Satriyo, S.P. (Staf Departemen Riset dan Pengembangan, PT Petrosida Gresik), dengan tema “Inovasi Pengembangan Produk Pupuk Nano Silika Berbahan Baku Silika Biogenik dari Sekam Padi”.
  3. David Chrisnaldi Setiawan Ilot, S.T., M.Ds. (Direktur PT Karya Adyatma Sejahtera), dengan tema “Pengembangan Rubber Foam dan Solid Soles Berbahan Silika Biogenik dari Sekam Padi dan Abu Boiler Kelapa Sawit”.

Moderator : Dr. Aton Yulianto, S.Si., M.Eng. (Perekayasa Ahli Utama, Pusat Riset Agroindustri, BRIN) dipandu MC : Dr. Ir. Siti Agustina, M.Si. (Peneliti Ahli Madya, Pusat Riset Agroindustri, BRIN)

Peserta webinar adalah para peneliti, akademisi, mahasiswa, industriawan dan pemangku kepentingan lainnya yang relevan dengan topik pada webinar ini.

Dari paparan yang disampaikan oleh para narasumber, saya ingin berbagi mengenai beberapa hal sebagai berikut :

  1. Sumber-sumber Silika Biogenik dari Limbah Agroindustri, diantaranya adalah dari 1) Sekam padi adalah lapisan luar keras dari biji padi yang dihasilkan sebagai limbah dalam proses penggilingan padi 2) Ampas Tebu adalah residu berserat yang tersisa setelah ekstraksi jus dari tebu dalam produksi gula. 3) Kelapa Sawit adalah produk samping dari pembakaran tandan kosong kelapa sawit di industri kelapa sawit dan 4) Sekam dan Jerami Gandum adalah bagian yang tersisa setelah biji gandum dipisahkan dalam proses penggilingan.
  2. Bapak Hoerudin dan Bapak Heri Hendro Satriyo menyampaikan hal produk riset silika biogenik dari limbah agroindustri Sekam Padi. Proses riset secara menyeluruh ada dalam paparan para narasumber. Catatan : Namun sebagai orang awam, tentu akan bertanya bagaimana sekam padi dapat menjadi silika, dapat dijelaskan ada beberapa tahapan berikut ini yaitu 1) Pengumpulan: Sekam padi dikumpulkan dari penggilingan padi.Pencucian: Sekam padi dicuci untuk menghilangkan kotoran. 2) Pengeringan: Sekam padi dikeringkan untuk mengurangi kadar air. 3) Kalsinasi: Sekam padi dibakar pada suhu tinggi (500-800°C) untuk menghasilkan abu sekam padi yang kaya silika.4) Pemurnian: Abu sekam padi dicuci dengan asam (misalnya, asam klorida) untuk menghilangkan pengotor dan kemudian dibilas dengan air deionisasi.
  3. Bapak Heri Hendro Satriyo lebih lanjut menyampaikan mengenai Pengembangan Produk Nano Silika berupa pupuk, seperti yang dikembangkan di Petrokimia Gresik Group. Catatan : Sementara yang dimaksud dengan Nano biosilika adalah bentuk silika dengan ukuran partikel nano (umumnya kurang dari 100 nanometer) yang dihasilkan dari sumber biogenik, seperti organisme hidup (misalnya diatom atau tumbuhan) atau limbah agroindustri (misalnya sekam padi). Nano biosilika memiliki sifat unik yang berbeda dari silika dalam skala mikrometer atau lebih besar, karena peningkatan luas permukaan, sifat optik, dan reaktivitas yang lebih tinggi pada skala nano. Proses ekstrasi nya kurang lebih sama dengan yang dijelaskan di poin 2 karena juga menggunakan limbah yang sama yaitu sekam padi. Namun perbedaannya adalah setelah kalsinasi, ada proses 1) Penggilingan dan Penyaringan: Abu sekam padi digiling dan disaring untuk mendapatkan partikel silika dengan ukuran yang lebih kecil. 2) Sonikasi dan Pengendapan: Silika diproses lebih lanjut melalui sonikasi untuk menghancurkan partikel menjadi ukuran nano, diikuti oleh pengendapan untuk memisahkan partikel nano.
  4. David Chrisnaldi Setiawan Ilot, S.T., M.Ds. (Direktur PT Karya Adyatma Sejahtera), dalam paparannya menyampaikan pemanfaatan Silika Biogenik dari Sekam Padi dan Abu Boiler Kelapa Sawit yang digunakan sebagai Rubber Foam dan Solid Soles. Dari hasil pengembangannya, Bapak David menyimpulkan bahwa dengan menghasilkan 4 juta sepatu menggunakan rubber foam dan solid soles, maka akan ada pemanfaatan 250 ton limbah abu biomassa dicegah dari pembuangan yang akan mencemari tanah sekitar dan 4 juta pohon akan dapat mengalami reforestasi. Jumlah yang sangat fantastik untuk menyelamatkan bumi tentunya.

Menggunakan silika biogenik dari limbah agroindustri adalah pendekatan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk memanfaatkan limbah, mengurangi dampak lingkungan, dan menyediakan bahan berkualitas tinggi untuk berbagai aplikasi industri

Dalam penjelasannya, Kepala PRA menyampaikan bahwa pada dasarnya riset ini bertujuan untuk : 1) Memberikan nilai tambah pada limbah abu boiler sebagai produk samping agroindustri sawit; 2) Mengurangi masalah lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh limbah; 3) memberikan alternatif bahan baku lokal silika yang terbarukan; 4) memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tantangannya, adalah bagaimana masyarakat dapat menghargai dan memberikan apresiasi terhadap bahan-bahan yang ramah lingkungan sehingga mau menggunakannya.

Mengikuti Webinar ini membuat saya mempelajari, membaca dan mencari tahu jawaban dari istilah maupun proses yang disampaikan oleh para narasumber. Semakin membuat saya memahami bahwa kemajuan teknologi tidak selalu berdampak pada kepunahan, namun dari webinar ini justru saya jadi mengerti bahwa pemanfaatan teknologi dengan memanfaatkan limbah agroindustri bisa menjadi ramah lingkungan dan memberi keuntungan.

Tertarik untuk memperoleh materi dari para narasumber, bisa menghubungi saya atau langsung ke Pusat Riset Agroindustri BRIN. Tertarik untuk mengikuti Webinar dari Agroinfuture yang diselenggarakan PRA? Bisa mengikuti informasinya dari notifikasi di Youtube BRIN Indonesia.

Untuk mengikuti ulang Webinar Agroinfuture #7 bisa melalui Kanal Youtube di link berikut ini

Via Youtube BRIN Indonesia : https://s.brin.go.id/l/YouTube_AgroinFuture7-PRABRIN19072024

Apresiasi saya sampaikan pada Pusat Riset Agroindustri, Para Periset, Para Narasumber dan Panitia, yang telah menyelenggarakan Webinar dan berbagi ilmu yang bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi masyarakat. Semoga kebermanfaatan ilmu ini dapat semakin dirasakan dan terimplementasikan keseharian dengan baik. Aamiin.


“Brave Girl” from Audrey Hepburn

Brave Girl,


“The beauty of a woman is not in the clothes she wears, the figure that she carries, or the way she combs her hair.

The beauty of a woman is seen in her eyes, because that is the doorway to her heart, the place where love resides.

True beauty in a woman is reflected in her soul. It’s the caring that she lovingly gives, the passion that she shows & the beauty of a woman only grows with passing years.”


Audrey Hepburn