Hari Buku Nasional 2024 dan The Path of The Soul karya Srihadi Soedarsono

Selamat Hari Buku Nasional, 17 Mei 2024, dari aku, penulis yang terus mau membaca dan mau belajar untuk berkarya agar buku kami mampu menjadikan hidup aku dan kamu lebih baik…

Sedikit berkisah tentang buku The Path of The Soul ya. Buku ini jujur belum selesai aku “nikmati” karena tidak sengaja kutemukan diantara sekian banyak tumpukan koleksi buku di kediaman Prof Bambang Hidayat, saat aku berkunjung ke rumah beliau pada bulan November 2023. Tepatnya, ada di tumpukan bawah, rak atas di sebelahku ini, karena memang ukurannya cukup besar. Sebagai pecinta buku dan seni, jelas buku ini menarik perhatianku. Selain isinya yang luar biasa, juga harganya lumayan. Sayangnya, Prof Bambang punya prinsip untuk tidak meminjamkan buku tapi  silakan membaca sepuasnya. Waktulah yang memisahkan aku dari buku ini. Semoga ada kesempatan untuk membacanya lagi, atau menabung untuk bisa memilikinya suatu saat. Aamiin…

Apa sih isi buku ini sehingga aku begitu tertarik? Simak ya, hasil browsinganku ini.

“The Path of The Soul” karya Srihadi Soedarsono, dengan teks oleh Jean Couteau, merupakan buku komprehensif dua jilid yang mengeksplorasi kehidupan dan karya pelukis kenamaan Indonesia Srihadi Soedarsono. Jilid pertama bertajuk “Retrospektif” memberikan gambaran- melihat secara mendalam kehidupan dan perjalanan seni Srihadi, menelusuri perkembangannya mulai dari revolusi Indonesia hingga era Orde Baru, menyoroti bagaimana karyanya mencerminkan evolusi sosial, politik, dan budaya Indonesia. Jilid kedua, “Galeri”, menampilkan koleksi yang luas lukisannya, disusun secara tematis untuk melengkapi pembahasan pada jilid pertama? (Jendela Poestaka)(Perpustakaan Nasional Australia)

Keren kan? Bangeeet…. Covernya aja kayak gini,  matching sama bajuku saat bertamu ke sana, rumah adem asri ngangeni nya Prof Bambang Hidayat karena tentu, banyak buku dan tanaman.


Antologi Cerpen “Terjebak” dan 27 Cerita Lainnya

Akhirnya terbit juga buku Antologi Cerpen ini, yang berproses sejak tahun 2023 lalu, setelah melalui proses kurasi, pada tanggal 26 Oktober 2023 para penulis, yang sebagian adalah penulis muda bertalenta, diundang untuk hadir ke PDS HB Jassin dan di sana diulaslah Cerpen Terpilih yang lolos kurasi. Simak ulasannya di postingan berikut ini.

Kumpulan cerpen itu dibukukan dengan judul buku ” Terjebak” melalui Penerbit IRFANI.

Judul: Terjebak dan sejumlah cerita lainnya

Penulis: de Laras, Natasha Anindita, Chandra Bientang, Afifah Khan, Melati Magdalena, Ietje S. Guntur, Nur Ramadhani Abdillah, Firda Putri Astuti, Andy Larasati, Titon Rahmawan, Hira Riga, Boiman Manik, Baguer Al Ikhsan, Windy Marthinda, Ruwi Meita, Bagus Sulistio, Myuji, DJ Sulichah, Umi Hikmawati, Yulia, Ahmad Najid Rasikhullah, Deviantoro, Linggar Rimbawati, Rumadi, Ratih Mandalawangi, Tannia Margaret, Ayu Alfiah Jonas, Rahartati Bambang, Santi Amelia, Fadhillah Hayati

Kurator: Kurnia Effendi
Penata letak: Ahmad Soleh
Cetakan I: Januari 2024
Ukuran: 14 x 20 cm
Tebal: iv + 197

Sebagai kurator, Pak Kurnia Effendi menyampaikan,

“Saya menaruh harapan besar kepada nama-nama seperti Tannia Margaret, Chandra Bientang, Ratih Mandalawangi, Baguer Al Ikhsan, dan Afifah Khan di masa depan sebagai penulis keren. Mereka menawarkan gagasan dan cara bertutur yang segar dengan penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.”

Kurnia Effendi – sastrawan Indonesia


Kitab Puisi Tiga Bait : Kota, Mimpi dan Kardus Bekas

Ini adalah cover yang terpilih untuk buku antologi Putiba (Puisi Tiga Bait) bersama sastrawan Prof Tengsoe Tjahjono bersama 70 penulis lainnya, tentang Aku, Alam dan Kota.

Ada dua putibaku dalam buku antologi ini, berjudul Rindu Rengkuhan dan Aku dan Kotaku. Puji syukur lolos kurasi bersama 70 penulis lainnya.

Setelah membaca judul cover buku ini, aku jadi terinspirasi untuk menuliskan sebuah puisi lagi, berikut ini

Kotaku dalam Kertas Kardus

Kota dihiasi malam sunyi,

Dalam selembar kardus, rindu tergenggam erat.

Jejak langkah kecil di jalanan sempit,

Cerita hidup terlipat dalam goresan kelam

*

Rona kisah tergambar bersama,

Dalam kardus usang dunia terpahat.

Titik-titik embun kuukir kenangan,

Diatas kardus, hati merajut rindu.

*

Di tengah hiruk-pikuk kota,

Hidupku tertulis dalam berjuta puisi

Gelombang manusia, riuh suara langkah kaki,

Selembar kertas, catatan perjalanan hidup abadi.

*

BeEsDe, 7 Des 2023, de Laras


“Lahiran” Minggu Ke-3 Oktober

Hari Minggu, Senin dan Selasa malam, berturut-turut “anak-anakku” tiba di rumah, Puji Syukur, ada ungkapan hati dan kisah kutitipkan di sini, kala ide yang muncul di benak itu seperti benih yang tinggal, sehingga karya yang lahir, pasti dinanti yang empunya dan dibanggakan, setidaknya oleh diri sendiri. Berlipat syukur jika bisa menginspirasi banyak orang ????

Buku Jelajah Kuliner Nusantara, bersama Pondok Antologi nya Mbak Annie Nugraha dan 10 penulis lain ada mbak Indah Wibowodkk, aku menulis artikel berjudul Dekke Na Niarsik, bukan hanya mengulas tentang ikan arsik tapi juga peristiwa adat yang aku lalui dengan menghadirkan sajian ini ????

Buku Antologi Puisi dan Cermin Kapucino, bersama 173 penulis Ellunar Publisher aku menulis cermin yang diakhiri dengan 1 bait puisi, berjudul Kapucino di Meja Kayu ?, aku bersama El-Peace El-PeaceIlda Viviana Siregar Lina Martina yang multi talenta

Buku Bunga Rampai Puisi Pertanyaan Tentang Tanggal Lahir, setebal 440 halaman ini terbit dalam rangka HUT Prof Tengsoe Tjahjono yang ke-65, tersanjung berada didalamnya bersama sederetan penyair kawakan rekan-rekan Prof. Puisiku berjudul Memutih Di Ambang Senja, terkesan mendalam buatku saat menuliskannya, mensyukuri kasih setia Tuhan bukan untuk Prof saja tapi untuk diriku, yang mulai menua, memutih dan menipis, siapa yang akan menjaga mahkotaku kelak? Kamu kah, kekasih hatiku? ????

Salam literasi, terima kasih untuk ajakan menulis dan tema-tema menarik sehingga aku bisa terus berkarya dan berbagi ????

Yuk ngopi dulu… ?#delaras