Pre Order – Buku Misteri Sosok Berjubah (Dar!Mizan)

Berpetualang adalah sebuah pengalaman yang selalu menyenangkan buat anak-anak, apalagi dilakukan pada saat liburan bersama teman-teman sebaya. Berpetualang tanpa misteri sepertinya bukan cerita yang seru atau punya tantangan. Oleh karena itu Buku Kecil-Kecil Jadi Detektif yang berjudul Misteri Sosok Berjubah adalah buku yang pas buat anak-anak dari usia pra remaja sampai usia remaja. Buku ini menceritakan mengenai petualangan dari empat anak remaja yang sangat penasaran dengan lampu mercusuar yang selalu mulai berkedip secara teratur sejak pukul 23.00 padahal semua orang tahu bahwa penjaga mercu suar sudah tidak bertugas di sana sejak 10 tahun yang lalu. Cerita ini menjadi seru dan tegang tanpa melupakan sisi kuliner, dimana makan dan makanan selalu menjadi hal yang penting bagi anak remaja.

Buku KKJD berjudul Misteri Sosok Berjubah merupakan buku pertama anak-anak yang aku susun, karena itu aku mengucapkan Terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terbitnya buku ini menjadi sebuah komik yang seru, menarik dan menegangkan dengan sang illustrator, yaitu Penerbit DAR MIZAN.

Penulisan buku ini berawal dari keikutsertaanku dalam event Kecil-Kecil Jadi Detektif HUNT, yang naskahnya diterima panitia lomba pada bulan Maret 2015 dan rencananya akan selesai cetak pada bulan September 2017.

KKJD

Buku ini dipersembahkan untuk suami terkasih, Papa Edward HS dan tiga buah hati tercinta, Andita, Arum dan Daniel, keluarga serta para sahabat yang selalu mendukung dan memberi semangat untuk melahirkan Buku Komik pertama serial KKJD  setebal 100 halaman ini.

Dibuka Pre Order Buku Komik Misteri Sosok Berjubah dari tanggal 31 Agustus 2017 sampai dengan 30 September 2017. Harga pre order Rp 35.000,– (harga belum termasuk ongkos kirim)

21149922_10155741671587422_7438351852420908879_n

 

Judul Buku : Misteri Sosok Berjubah Cover dan Ilustrator : Mas Kasmyanto (Gino) Editor : Dadan Ramadhan dan Huda Wahid ISBN : 978-602-420-494-5 Penerbit : DAR!MIZAN Jumlah halaman : 100 halaman Harga buku (Pre Order) : Rp 35.000,-

Pemesanan bisa dilakukan melalui :

  1. Private message di FB Diadjeng Laraswati H
  2. pesan melalui SMS/WA ke: 0856-185-9022
  3. pesan melalui email: d_laraswati_h@yahoo.co.id
  4. atau tinggalkan pesan di kolom komen di blog laraswati.com

Cara pemesanan : tuliskan nama, alamat, email dan no HP, jumlah buku yang dipesan. Contoh format pemesanan : De Laras, Jalan Tanjung 2 Serpong, d_laraswati_h@yahoo.co.id, 08561859022, 5 buku.

Setelah itu kami akan balas dengan ketentuan transfer pembayaran. Transfer pembayaran dilakukan setelah buku selesai cetak. Akan tersedia cindera mata bagi 100 pemesan pre order pertama. Sepuluh persen penjualan buku pre order melalui aku, akan disumbangkan ke Taman Bacaan yang membutuhkan dana untuk menambah koleksi buku mereka. Yuk buruan dipesan, sebelum kehabisan mendapat buku dengan harga khusus dan hadiah menarik 😉

 

 

 


Buku Baru : 101 Travel Tips and Stories Indonesia, Claudia Kaunang Dkk

Puji Tuhan, akhirnya buku ini terbit dan berada dalam deretan buku BEST SELLER di Toko Buku Gramedia. Walaupun ini bukan buku solo ku tapi tentunya aku sangat gembira karena ada tulisanku di dalam kedua buku ini.

bs1

bs2

101 Travel Tips & Stories Indonesia adalah perpaduan antara “Travel Guidebook” dan “Travelogue”, buku ini terdiri dari dua buku. Keduanya merupakan buku  antologi traveling dengan destinasi daerah-daerah di Nusantara. Awal penulisannya sejak pembukaan penawaran menjadi kontributor pada bulan Februari 2015 dan dalam proses panjang, buku yang diprakarsai penulis kondang Claudia Kaunang ini akhirnya terbit di pertengahan Agustus 2017.

ck1

Dalam buku pertama, kita  bisa menemukan tips dan cerita wisata di Banda Aceh, Bengkulu, Lampung, Cirebon, Semarang, Demak, Karimun Jawa, Sambas, Pontianak, Bali, Kupang, Makassar, dan Wakatobi.

Sedangkan dalam buku kedua, kita  bisa menemukan tips dan cerita wisata di Medan, Padang, Palembang, Belitung, Magelang, Solo, Bawean, Malang, Singkawang, Samarinda, Lombok, Kendari, dan Buton.

Ada beberapa bagian dalam setiap buku, yaitu First Timer Guide, Travel Better, Eat Cheaper, Shop Smarter dan Stories and Sharing.

  • Pemula di dunia perjalanan? Bagian “First-Timer Guide” dibuat khusus untukmu.
  • Sering jalan-jalan dan mau tahu tips dan trik traveling supaya perjalanan berikutnya lebih baik? Silakan baca bagian “Travel Better”.
  • Suka wisata kuliner dan belanja? Coba baca bagian “Eat Cheaper” dan “Shop Smarter” yang berisi banyak rekomendasi pilihan.
  • Dan entah kamu traveler pemula atau ahli, belum pernah atau sudah terlalu sering jalan-jalan, bagian “Stories & Sharing” bisa menghibur serta memberimu inspirasi bahwa selalu ada cerita di balik setiap perjalanan.

Total ada 23 traveler bergabung dengan Claudia Kaunang untuk menulis antologi ini. Dalam buku pertama, mereka ada sebelas traveler yaitu  Ferhat Muchtar (Banda Aceh), Dian Maharani (Bengkulu), Anjar Anastasia (Lampung), Donna Widjajanto (Cirebon), Mita Vacariani (Semarang), Dian Nafi (Demak), Bondny (Karimun Jawa,Wakatobi), Ana Westy (Sambas), Yeni Harmastuti (Pontianak), Mariana Ikun Pareira (Kupang), dan Diadjeng Laraswati (Makassar).

teks cover 101 Travel Tips & Stories Indonesia Buku 1_100317.indd

Sedangkan dalam buku kedua, ada dua belas traveler bergabung dengan Claudia Kaunang yaitu Maya Malahayati (Medan), Indrawati Rahardjo (Padang), Rosmayanti Mutiara (Palembang), Donna Widjajanto (Belitung), Hendra Fu (Solo), Denny Sugardo (Bawean), Dwi Astuti (Malang), Ana Westy (Singkawang), Theresia Mening (Samarinda), Herma Suhaini (Lombok), Diadjeng Laraswati (Kendari), dan Bondny (Buton).

teks cover 101 Travel Tips & Stories Indonesia Buku 1_100317.indd

Aku, mereka dan kita semua membuktikan bahwa Indonesia terlalu indah untuk dilewatkan. Jadi, tunggu apa lagi, yuk siapkan ransel dan mari kita jalan-jalan menjelajah negeri Indonesia tercinta, dengan membawa buku ini sesuai dengan destinasi yang kita tuju. Buku sudah tersedia di Toko Buku Gramedia.

  • Author Claudia Kaunang Dkk No GM  617217008 ISBN 978-602-03-3165-2 Price  Rp 78.000 Size 13.5x20cm Total Pages  288 pages Date Publsihed 14 Aug, 2017 Category Reference and Dictionary
  • Author  Claudia Kaunang Dkk No GM 617217009 ISBN 978-602-03-3159-1 Price  Rp 78.000 Size  13.5x20cm Total Pages  288 pages Date Publsihed 14 Aug,2017 Category Reference and Dictionary

Sumber : Gramedia Pustaka Utama


“Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” ~ Tere Liye

Di usia yang sudah ga remaja alias semakin menua ini, aku memang semakin selektif memilih buku. Walau kadang sudah selektif pun masih terjebak dalam kesalahan yang sama. Novel memang tergantung pada selera pembaca. Bukan pilih-pilih karena novel itu ga bagus atau aku yang udah jago nulis, engga, bukan karena itu, tapi memang lebih pada selera pembaca dan gaya bahasa penulis nya saja, yang dulu aku suka dengan gaya romantis macam Shidney Sheldon dan Danielle Steel atau yang misteri detektif macam Agatha Christie, sekarang aku lebih memilih novel yang ringan tapi maknanya dalam, sehingga sepadan antara waktu yang digunakan untuk membaca dengan inspirasi yang aku dapat setelah membaca buku.

tere2

Singkat cerita, aku sedang sengaja mencari beberapa novel pada suatu siang di Gramedia World BSD dan takjub dengan toko buku yang penuh dengan buku-buku baru dan keren-keren, tapi pilihan akhirnya jatuh pada sebuah buku berjudul asli menggunakan bahasa Indonesia yang berjudul “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” di antara sekian banyak buku keren pengarang Indonesia yang judulnya bercampur baur antara Bahasa Indonesia dan bahasa asing. Dari judulnya saja sudah Indonesia banget dan juga pilihan katanya yang unik. Info saja, hari itu aku memang juga memilih buku dari pengarang Ika Natassa, yang sudah aku review di postingan sebelumnya. Itu juga buku pertama Ika yang aku baca sampai tuntas, demikian juga ini buku pertama Tere Liye yang aku baca dan bersyukur banget kalau aku ga salah pilih.

Ceritanya sederhana, membumi, kejadian yang bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Bukan cinta yang tiba-tiba tapi cinta dari rasa kagum, yang tumbuh sejak masa kanak-kanak sampai dewasa. Cinta pada sang malaikat, yang juga manusia biasa. Daun yang jatuh memang tak pernah akan bisa membenci angin karena angin juga bertiup bukan karena keinginannya tapi karena kejadian alam, yang mana di sana tangan Sang Pencipta yang bekerja.

Buku ini keren banget menurutku, walau alur ceritanya menggunakan alur balik (flash back) tapi mudah diikuti karena tokohnya tidak banyak, kata-katanya sederhana dengan pemilihan tempat kejadian yang bisa terbayang oleh siapa saja yang membaca. Namun mampu mengaduk-aduk isi hati pembaca, dimulai dari kepedulian seorang karyawan pada anak-anak jalanan karena ia sendiri juga anak yang tumbuh sebagai anak yatim piatu.

Waktu yang aku gunakan tak berakhir sia-sia, kembali pada tulisan di awal, waktu memang terbatas untuk membaca novel, ini pun aku membaca dalam beberapa babak karena satu dan lain hal. Buku ini sarat kata dan makna yang dalam, yang bisa saja terjadi pada kita.

Hal 232 ~ Dedaunan yang kering dan jatuh dari tangkainya mengombak di rumput taman. Siluet bentuk “hati-hati” yang kecokelatan memenuhi sepanjang kakiku menjejak. Mengering. Getas. Berbunyi saat terinjak

Dilihat dari rating details dalam Goodreads.com, novel ini mendapat nilai rata-rata 3.96, sementara aku sebagai bagian dari 38% pembaca memberi nilai 5 alias sempurna.

91% of people liked it

All editions: 3.96 average rating, 9638 ratings, 846 reviews, added by 33136 people, 18525 to-reads
This edition: 3.96 average rating, 9616 ratings, 839 reviews, added by 33086 people

Beberapa quote dalam buku ini,

“Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.”

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”

“Kebaikan itu memang tak selalu harus berbentuk sesuatu yang terlihat.”

“Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”

“Sebenarnya penjelasan yang lebih baik adalah karena aku sering kali berubah pikiran. Semuanya menjadi absurd. Bukan ragu-ragu atau plintat-plintut, tetapi karena memang itulah tabiat burukku sekarang, berbagai paradoks itu. Bilang iya tetapi tidak. Bilang tidak, tetapi iya. Terkadang iya dan tidak sudah tidak jelas lagi perbedaannya.”

“Kau membunuh setiap pucuk perasaan itu. Tumbuh satu langsung kau pangkas. Bersemi satu langsung kau injak? Menyeruak satu langsung kau cabut tanpa ampun? Kau tak pernah memberi kesempatan. Karena itu tak mungkin bagimu? Kau malu mengakuinya walau sedang sendiri..Kau lupa, aku tumbuh menjadi dewasa seperti yang kau harapkan. Dan tunas-tunas perasaanmu tak bisa kaupangkas lagi. Semakin kau tikam, dia tumbuh dua kali lipatnya. Semakin kau injak, helai daun barunya semakin banyak.”

“Cinta tak harus memiliki. Tak ada yang sempurna dalam kehidupan ini. Dia memang sangat sempurna. Tabiatnya, kebaikannya, semuanya. Tetapi dia tidak sempurna. Hanya cinta yang sempurna.”

“Benci? Entahlah. Tak mungkin membenci tapi masih rajin bertanya. Atau memang ada benci jenis baru?”

Dan salah satu yang terasa jleb di hati, adalah perkataan Danar sang malaikat kepada Tania,

“Tania, kehidupan harus berlanjut. Ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kata-kataku dulu. Kehidupan ini seperti daun yang jatuh. Biarkanlah angin yang menerbangkannya.”

 

Paperback, 264 pages
Published June 21st 2016 by Gramedia Pustaka Utama (first published June 2010)
Original Title Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
ISBN13 9786020331607
Edition Language Indonesian
Selamat membaca :-)