Online – Cangkir Kopi

Menetapkan jadwal menulis setiap hari adalah hal yang wajib buat penulis. Apalagi jika ada target yang harus diselesaikan tepat waktu. Biasanya proyek menulis bersama atau tenggat waktu lomba, yang tidak bisa ditunda. Aku sendiri punya waktu mulai pukul 22, jika badan tidak sedang rentek dan rontok di hari kerja.

Jadwal menulis hari Sabtu bisa berbeda lagi, bisa dari sore sampai malam, jika tidak ada kegiatan kemana-mana. Bisa juga dari pagi, diseling waktu-waktu masak atau pesan food delivery 😉

2020-04-26 22.53.53

Menulis sampai malam atau sampai pagi, itu adalah hal yang biasa buat penulis. Ditemani nulis itu pasti seneng banget. Terus disuguhi secangkir kopi atau susu coklat panas. Wah itu rasanya bahagia banget ya… tapi siapa yang mau bikinin 😀 (ngayal dot com – impossible banget)

Sekarang sih cukup seneng, kalau setelah sekian jam ngetik, lalu cek HP dan ternyata ada yang HP nya “online” Lalu baper aja, ah ada yang nemenin aku berjuang, padahal ga tau juga, emang dia online buat aku? dia ya online buat urusannya tho, emang buat aku? emang aku siapa? 😀 tapi itu sudah cukup membuat aku senang kok (ngayal dot com part II). Rasanya senang ada yang bersama-sama mengerjakan sesuatu.

Lalu… lalu…. apalagi yang membuat tambah semangat (baca : seneng banget), dia tiba-tiba “typing” dan bikin aku jadi deg-degan….. lalu dia ngirim gambar secangkir kopi ya ampun, dasar aku, dikirimi gambar aja udah seneng banget…… ga perlu banyak kata dari dia, semangat nulisku lalu berlipat-lipat, walau cuma gambar cangkir kopi, itu membuat aku terus ngetik (dengan kecepatan tinggi – lebai) sambil ditemani suara jangkrik dan kodok ngorek di pinggir kolam…. ?

26.04.2020

#delarasfiksi #delarasngopi #delarassemesta #dirumahaja


Puisi “Kupu Senja dan Kamu” dalam Buku Antologi #Terisolasi Puisi

Hatiku senang, dalam kondisi #workfromhome atau #dirumahaja dalam masa karantina ini, salah satu puisiku yang berjudul “Kupu Senja dan Kamu” lolos.
pus3

Karyaku yang di-submit pada tanggal 7 April 2020 dalam lomba menulis puisi bebas dari program #TunasPuspus ‘Satu Naskah untuk Puspus’ berhasil dibukukan ke dalam buku kumpulan puisi berjudul “Terisolasi Puisi”.

pus2 pus1

Buku berisi 218 karya puisi ini akan diproses edit, layout, cover, ISBN, serta publikasi di web/medsos Ellunar dan Puspus. Beberapa hal yang telah diinformasikan adalah sebagai berikut:

  • Sesuai informasi sebelumnya, pengumuman 3 Juara Utama akan dipublikasi di Instagram Puspus pada 15 April 2020.
  • Saat ini cover buku masih dalam tahap pembuatan oleh Tim Puspus dan dijadwalkan akan selesai bersamaan dengan pengumuman 3 Juara Utama pada 15 April 2020.
  • Proses redaksi lainnya (edit, layout, ISBN) diserahkan kepada tim Ellunar yang mendukung sepenuhnya kegiatan ini sehingga jadwal terbit buku ini mengikuti jadwal Ellunar, yaitu naik cetak pada 20 April 2020 dan jika tidak ada kendala akan selesai cetak pada 11 Mei 2020.
  • Berikut ini detail buku yang dapat kami sampaikan:
  1. Judul buku: #TerisolasiPuisi
  2. Jenis buku: Kumpulan puisi
  3. Jumlah halaman: 225 hlm
  4. Ukuran: 148 x 210 mm
  5. Berat buku: 200 gr (1 kg muat 5 buku)
  6. Harga buku: Rp55.000
  7. Preorder buku ini melalui: www.ellunar.shop (menerima pembayaran via transfer/kredit/ovo/minimarket)

Silakan bagi yang akan Pre Order dengan mengklik link di atas. Tunggu tanggal terbitnya buku yang pastinya manis dengan puisi indah, terbitan Puspamala Pustaka (Pus Pus). Tetap berkreasi di masa karantina 😉