Buku Antologi : ASTROPHILE, Ketika Langit Bercerita

Membaca judul buku ini, pasti orang bertanya, apa sih astrophile itu?

Astrophile adalah istilah bagi seorang yang menyukai tentang astronomi atau benda-benda langit, seperti bintang, planet, komet dan lain-lain

astrophile_sep20

Berangkat dari pengertian ini, sepuluh penulis yang tergabung dalam Collabowriters mencoba menuliskan kisah menarik tentang hal tersebut.

Buku setebal 159 halaman ini berisi sepuluh tulisan, dengan judul

  1. My Lifesaver (Sri Rahayu)
  2. Jingga – A Twilight Angel (Hassanah)
  3. Skyland (Clara B Silaban)
  4. Langit Senja di Dermaga (de Laras)
  5. Stranded Apsara (Karami)
  6. Diorama Langit (Shafaa Ra)
  7. Kisah di atas Langit (Cendrawasih)
  8. Sky Talk (Feya Muhammad)
  9. Meteor (Desheea Medina)
  10. My Idiot Sister (Jyo Alieva)

Kutipan dari kisah yang kutulis, mengambil setting lokasi di Seoul, Korea Selatan. Sedikit mengambil pengalamanku saat berkunjung ke sana tahun 2001.

…..Beberapa kali aku menikmati sore di dermaga. Mulai dari terang benderang, hingga kelam malam tiba. Pernah suatu hari, bintang datang lebih awal. Ntah kenapa. Mungkin karena langit sedang bersih-bersihnya dan bulan sembunyikan wajahnya, sehingga bintang berkuasa sebagai penghuni langit malam…..Seoul, 2019
.
(Langit Senja di Dermaga ~ de Laras) hal 49

Hassanah dalam tulisannya yang berjudul Jingga – A Twilight Angel, mengawalinya dengan quote yang manis

Cinta tak selamanya abadi. Akan ada masa yang memisahkan. Jangan pernah mencintai dengan begitu dalam jika kau tak ingin merasa mati dalam raga yang tak tau kapan akan menghilang – Jingga, hal 15

Banyak cerita fantasi yang menarik diceritakan di buku ini. Seperti kisah Puteri Arova yang bersama Ichigo bertarung melawan Pasukan Marov agar dapat memimpin Skyland, dalam cerita ke-3.

Yuk simak keseruan selanjutnya dalam buku ini. Buku yang wajib dimiliki oleh para pencinta semesta.

ASTROPHILE Ketika Langit Bercerita

  • Penulis : JyoAlivea, Ka.jollapark, dkk
  • Layout : @marudesign
  • Design Sampul : Agnes Wiranda
  • Cetakan pertama : September 2020
  • Dimensi buku : iv + 159 halaman, 14 x 20 cm
  • Penerbit : Collabowriters Publisher, Yogyakarta
  • HP/WA : 0895-34320-2002

#KamiPatuh

Hashtag di atas memang paling pas buat aku, yang memang pekerja. Kami patuh, terutamanya pada Pemerintah. Apalagi kalau sudah ada embel-embel “ini penugasan”. Duh.

Singkat cerita, besok, aku akan memasuki masa transisi menuju new normal life. Setelah 70 sekian hari dalam kondisi upnormal. Harus bersiap. Suka ga suka. Meninggalkan semua ke-upnormal-an yang telah coba dinikmati itu.

kb

Salah satunya dengan menikmati kegiatan positif untuk keseimbangan jiwa raga, dengan berkebun ala-ala aku. Berkebun yang murah meriah, dengan tanaman yang ada, yang sudah penuh dan terlalu banyak rumpi dengan teman2nya, dipisah2 ke pot baru supaya lebih subur. Ada sempat beli tanaman yang agak mahal, menurut aku, karena suka sama warna bunganya yang merah mengkilap. Ada juga diberi sama ibu sepuh di ujung jalan karena aku kerajinan jalan pagi dan ngintip2 tanamannya (hari ini diberi lagi lho satu pot).

Semua keasikan ini harus ditinggalkan, karena akan kembali bersiap, jalan pagi (lebih pagi seperti biasa) dan berangkat kerja. Kami patuh, semoga kegiatan positif lain selama masa upnormal, dapat diselip di antara waktu kerja new normal.

Dan…mari kita nikmati hasil kebun ini nanti sepulang kerja yang sesungguhnya di minggu new normal. Salam sehat. Semoga sehat dalam bekerja dengan mematuhi protokol kesehatan. Tetap (berusaha) bahagia


Tradisi di Masa Pandemi

Tradisi di Masa Pandemi
Silaturahmi dibatasi
Tali kasih tetap di hati
Bunga cinta di hari yang fitri

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H
Mohon maaf lahir batin. Puji syukur bulan Ramadhan di masa pandemi ini bisa dilalui, walau pasti sulit dan terasa berbeda buat teman dan saudara yang menjalankan Ibadah Puasa.

Ibadah di rumah saja. Pembatasan tradisi mudik demi keselamatan dan kesehatan orangtua atau keluarga yang dikunjungi. Ini berat pastinya tapi ini juga bentuk pengendalian diri dan kepatuhan kita. Hanya doa bisa dipanjatkan untuk kesehatan orang tua dan saudara-saudara kita.

Lebaran dan Ketupat adalah tradisi. Tradisi dengan banyak kenangan. Menyimpan sejuta rindu pada rumah masa kecil. Pada Bapak. Pada Ibu, yang selalu memasak hidangan Lebaran komplit sehari sebelum Idul Fitri. Rindu gulai kambing, opor ayam dan sambal goreng kentang ati plus kerupuk udang. Bersyukur pagi ini dapat menikmati ketupat itu dengan kenangan yang tersimpan.

WhatsApp Image 2020-05-24 at 09.53.59

WhatsApp Image 2020-05-23 at 15.17.29

Pagi ini kami juga tidak bisa nyekar ke makam, namun Lebaran dan Tradisi, Bapak Ibu dan kenangan di rumah masa kecil, akan selalu tersimpan manis….


Pasrah Berserah

Ketika harus menerima keadaan, tanpa bisa protes. Tanpa argumentasi. Tanpa debat.

kun2

Sedang semangat kuliah. Mendadak kuliah dibekukan. Dianggap cuti 1 semester. Kuliah online, sekolah online. Mendadak pelajar dipaksa paham teknologi. Bersyukur bagi yang punya sarana mendukung di rumah, bagaimana yang tidak.

Tiket sudah di tangan, semangat untuk kembali, berjumpa keluarga, mendadak tidak ada penerbangan. Bukan hanya harga ratusan ribu rupiah, tapi mencapai puluhan juta karena dari luar negeri. Mengurus refund tak semudah membalik tangan. Tiket diganti voucher, padahal momen sudah berlalu.

Sedang punya proyek besar, mendadak semua berhenti, pegawai dirumahkan, roda bisnis tidak dapat berputar.

Famili sedang sakit, rindu ingin jumpa, tak ada akses menuju rumah sakit. Bahkan ibadah pemakaman pun melalui zoom meeting.

Tradisi mudik, silaturahmi keluarga, rindu orang tua, rindu kampung halaman, ditunda demi kebaikan orang di kampung.

Berbicara pun tak bisa. Apa yang bisa dilakukan selain memanjatkan doa? Pasrah berserah…..kehendak Tuhan yang jadi dengan terus berusaha, melakukan yang terbaik, yang kita bias pada keadaan ini. Percaya Tuhan ada menyertai kita. Amin.

#delaras
#delarassemesta