Belajar Memancing

Aku dan anak-anak belajar memancing dari suamiku dan langsung praktek di lapangan, maksudnya langsung di kolam pancing Panjang Jiwo pada liburan kemarin….tapi ternyata ada teorinya, hehe, seperti berikut dibawah ini, yang aku dapat dari hasil searching di internet.

Tips dan Trik Belajar Mancing
A. Mengenal alat Memancing
B. Umpan
C. Mengukur Kedalaman Air
D. Cara Melempar
E. Indikasi Pancingan Dimakan Ikan
F. Cara Menhentak Pancingan
G. Cara Menarik Ikan.


A. Mengenal alat Memancing
Sebelum pergi memancing ada baiknya kita mengenal dulu alat-alat yang perlu disediakan untuk kita memancing, dalam satu rangkaian pancingan yang siap digunakan untuk memancing terdiri dari, Joran, Reel beserta benangnya, Pelampung, Stopper Pelampung, Mata kail. Sedangkan aksesoris tambahan berupa standard, serokan, wadah umpan, dan sebagainya.

Joran :

Alat ini adalah alat yang paling penting dalam memancing, fungsinya sebagai pelontar pancingan ke kolam. Jenis joran yang biasa digunakan terdiri dari 2 macam yaitu joran antenna dan joran sambung. Pemilihan kelenturan dan kakuknya joran itu disesuakan dengan keinginan masing-masing pemancing, ada baiknya sewaktu kita membeli joran kita coba-coba dulu mana yang enak menurut kita.

* Reel : Alat ini merupakan inovasi dari alat penggulung manual dan bagiannya terdiri dari:

  • Pemutar : bagian ini merupakan gagang pemutar untuk menggulung benang terdapat dibagian samping, tempatnya bisa disesuaikan disamping kanan atau samping kiri.
  • Kunci : Fungsi dari bagian ini untuk mengunci agar benang terkunci atau sebaliknya, biasanya ini terdapat di bagian belakang atau di beberapa merk reel terdapat dibagian bawah.
  • Kawat pembuka : ini berfunsi untuk mengatur gulungan benang dan mengeluarkan benang dari gulungan pada saat melontar pancingan.

Benang/Senar

Untuk memilih benang/senar yang bagus usahakan yang lentur dan kuat juga tidak terlalu banyak mengandung lilin agar benang tidak mengambang diatas air.

Pelampung

Pelampung ini berpungsi untuk mendeteksi bahwa pancingan di makan ikan, banyak sekali bentuk dan warna pelampung ini bisa kita pilih sesuai dengan keinginan pemancing, biasanya warna pelapung ini berwarna cerah agar lebih mudah kita mendeteksi bahwa pelampung dimakan ikan.

Stopper Pelampung

Stopper pelapung berbentuk karet yang dipasang pada benang, biasanya dalam satu rangkaian pancingan dipasang 2 stopper mengapit pelampung. Fungsi dari stopper atas yaitu untuk mengukur kedalaman air sedangkan stopper bawah untuk mengganjal pelampung agar tidak terlalu turun. Semakin tinggi stopper atas ini menandakan kedalaman air semakin dalam dan begitupun sebaliknya.

Mata Kail

Meskipun kecil tentunya bagian ini adalah bagian yang paling penting dari semua alat yang ada dalam satu rangkaian pancingan, karena dengan mata kail inilah kita bisa menangkap ikan. Dalam satu rangkaian pancingan biasanya terdiri dari 2 mata kail, 3 mata kail bahkan lebih.

B. Umpan
Sepertinya kita belum bisa disebut memancing kalau kita memancing tanpa umpan, dan umpan itu sendiri berupa makanan yang biasa dimakan ikan yang ditempatkan pada mata kail. Banyak sekali ramuan umpan yang bisa kita gunakan untuk memancing baik itu umpan jadi yang sudah diolah dan dapat kita beli ditoko pancing atau toko kue ataupun kita meramu sendiri.

C. Mengukur Kedalaman air
Sebelum kita turunkan pancing ada baiknya kita ukur kedalam air dengan menggunakan pancingan kita untuk menyesuaikan ketinggian stopper pelampung

· Lepaskan pancingan kita kedalam air dengan membuka kawat pembuka di bagian reel.

· Jika pelampung tenggelam berarti stopper atas kita terlalu pendek geser stopper atas kita lebih keatas, kemudian coba lagi sampai pelampungnya mengambang dan berdiri lurus.

D. Cara Melontar/Melempar Pancingan
Untuk melempar pancingan yang telah siap kebagian tengah kolam ataupun suatu tempat yang kita tuju berikut langkah-langkahnya.

  • Pastikan Umpan sudah terpasang baik di mata kail.
  • Pastikan pula dibelakang kita tidak ada orang, karena ini berbahaya sekali.
  • Tentukan satu titik tujuan kemana kita akan melemparkan umpan kita.
  • Pegang joran bagian bawah (pegangan), tempatkan telunjuk kanan kita di bagian pangkal (bagian T) antara joran dan reel.
  • Perkirakan jarak antara ujung joran atas dengan pelampung antara 1 sampai 1,5 meter, tergantung dengan panjang atau pendeknya joran.
  • Selipkan Benang diantar telunjuk dan joran.
  • Buka kawat penutup pada reel
  • Ayun pancingan kita kearah belakang kemudian sesaat langsung hentakan kedepan.
  • Pada saat menghentak ke depan telunjuk kanan kita dibuka agar benang terlontar ke depan.
  • Tutup kembali kawan penutup reel dan usahakan agar benang tenggelam ke dalam air.


E. Indikasi Pancingan dimakan Ikan
Pada bagian ini pemancing diuji kesabarannya, pemancing dituntuk untuk melihat pelampung apakah pancingan kita dimakan atau tidak. Terkadang faktor angin dan hujan menentukan juga. Pada saat cuaca cerah pemancing dengan mudah melihat getaran yang ada dipelampung. Namun pada saat ada angin atau hujan pemancing perlu lebih teliti.

Untuk membedakannya biasanya kalau getaran yang disebabkan oleh angin, gelombang air ataupun hujan getaran yang terjadi dipelampung teratur, namun kalau getaran yang disebabkan oleh ikan biasanya getarannya datang secara mendadak atau spontan, kadang-kadang ikan akan membawa kail kedalam air sehingga pelampung tidak terlihat dipermukaan air.

F. Menghentak Pancingan
Pada saat kita melihat indikasi bahwa pancingan kita dimakan ikan, sesegera mungkin pancingan/joran kita hentakan kebelakang dan usahakan dengan memakai sedikit tenaga agar mata kail menempel pada mulut ikan. Cara melecutkan joran tersebut seperti halnya kita melempar kedepan namun ke arah yang berlawanan.

G. Menarik Ikan
Seni dalam memancing mungkin ada pada tahap ini, apalagi pada saat pemancing menarik ikan yang ukurannya lebih dari 1kg disini dibutuhkan keterampilan dalam menaklukan ikan tersebut. Adapun proses ini terjadi pada saat setelah ikan menghentak pancingan dan kita rasa ikan mengena pada kail kita, kita mulai menarik ikan tersebut, putar terus reel kita, ayunkan joran ke arah berlawanan ikan bergerak agar pancingan kita tidak kusut dengan pancingan yang lain, usahakan agar tali pancing tidak kendor yang memungkinkan ikan terlepas dari pancingan. Setelah ikan sampai dipinggi dengan jarak antar ikan dan ujung joran kira-kira 1 meter angkat ikan tersebut keatas, sedangkan untuk ikan yang lebih dari 1 kg kita bisa menggunakan bantuan serokan

sumber : http://curhatnova.blogspot.com/2009/12/tips-dan-trik-belajar-mancing.html Selasa, 15 Desember 2009


Voice of Banten

Voice of Banten adalah kelompok Paduan Suara anak-anak dari jenjang pendidikan SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Awal dari terbentuknya kelompok ini adalah dari kelompok Paduan Suara yang dibentuk LPPD (Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah) yang beberapa kali mengikuti Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) di beberapa propinsi, di Medan, Sumatera Utara, tahun 2006 dan di Samarinda, Kalimantan Timur, tahun 2009. untuk kategori Paduan Suara Anak. Namun karena Pesparawi diadakan hanya 3 (tiga) tahun sekali, maka kali ini kelompok ini mencoba kemampuan, bakat dan talenta mereka di ajang nasional yang lain, diantaranya dalam Festival Paduan Suara ITB XXII di Bandung, yang diadakan pada tanggal 25 Juli sampai dengan 1 Agustus 2010. Selain itu kegiatan utama dari kelompok ini adalah pelayanan kepada Tuhan Yesus Kristus dan kepada sesama, melalui kesaksian pujian dalam lagu-lagu yang mereka nyanyikan.

Saat ini, Voice of Banten terdiri dari 50 anak, yang merupakan jemaat yang berasal dari 16 gereja di Propinsi Banten yaitu BNKP Tangerang, GBI Betesda, GBI Kia, GBI Kunir, GBI Pray, GBI Putra, GBI WTC, GKI Pamulang, GKI Serpong, GKI Serang, GKI Sutopo, GKKD, GPIB Bahtera Iman, GPIB Kurnia, GPIB Samaria, dan GPN Yudea. Anak-anak ini berusia dari umur 11 tahun keatas. Untuk setiap lomba yang mereka ikuti, pengurus sesuaikan umur dan kategorinya.

Kelompok Voice of Banten ini dibantu oleh seorang pelatih merangkap dirigen, yaitu ibu Saar Sahusilawane dan dua orang pianis, Anggraini Kania Dewi dan Kristin. Pelaksanaan kegiatan tentu saja tak terlepas dari bantuan para bapak ibu orangtua anak-anak peserta Paduan Suara, yang kepengurusannya diketuai ibu Ruth Indah Hutabarat. Tampak pada foto diatas adalah Diadjeng Laraswati H dan Ratna Kristiani, yang bertugas mendampingi anak-anak menjelang pelaksanaan eksekusi lomba.

Kegiatan terakhir yang baru saja diikuti oleh Kelompok Voice of Banten, dengan 38 peserta, adalah Festival Paduan Suara ITB XXII di Bandung, yang memberikan mereka sebuah penghargaan Medali Emas. Mari, Voice of Banten, tetap bersemangat mengumandangkan pujian dari Banten ke seluruh pelosok negeri ini dan ke seluruh dunia, jadilah anak-anak yang mampu menggetarkan dunia….Tuhan berkati…


Liburan Kenaikan Kelas 2010

Liburan kenaikan kelas, liburan akhir tahun ajaran baru, liburan bersama buat mama papa, hahaha…apapun namanya, pasti akan sangat disambut oleh anak-anak dan tentu mama dan papa…sayangnya liburan kali ini, kami tidak bisa berlama-lama libur bersama-sama. Pertama, suamiku, papanya DAD (Dita Arum Daniel), sudah mengambil cuti di pertengahan Mei yang lalu (waktu itu kami pergi ke arah Setiabudi, Lembang, Bandung). Kedua, aku masih dalam masa orientasi di kantor yang baru, jadi tidak bisa ijin atau cuti (mungkin bisa, tapi aku yang tidak mau). Ketiga, anak-anak, Dita dan Arum sudah pergi pelayanan dan Bible Camp dengan rombongan Paduan Suara Anak ke Jogja dari tanggal 25 sampai dengan 30 Juni 2010 dan Arum juga sudah mengikuti retret dengan Anak Sekolah Minggu dari tanggal 2 sampai dengan 4 Juli 2010. Jadi, waktu yang memungkinkan buat kami, untuk pergi bersama-sama, ya tinggal tanggal 10 sampai dengan 11 Juli 2010, yang berarti 1 hari sebelum masuk sekolah tahun ajaran baru….berarti ga bisa jauh-jauh, karena kami semua bisa kelelahan kan.

Beberapa pilihan lokasi mulai kami rancangkan, aku dan adikku, Dinda, mencari beberapa tempat, diantaranya masuk dalam pilihan kami, Bogor, Anyer atau Sentul. Sentul pun ada 2 pilihan, antara Desa Gumati dan Panjang Jiwo Resort, yang letaknya berhadapan. Kami searching, mencari informasi, juga membaca review komentar dari orang-orang yang pernah berkunjung kesana, akhirnya kami memutuskan untuk berlibur di Panjang Jiwo Resort, yang bener-bener asik ternyata (buat kami, tentunya).

Panjang Jiwo Resort terletak di Desa Cimahpar Bogor, lokasinya tidak jauh dari BSD, hanya kurang lebih 45 menit, menuju kesana melewati jalan yang sempit, Tempat ini cocok untuk acara keluarga, family gathering, pesta pernikahan, arisan, dan lain-lain. Disana juga ada arena outbond, seperti  jalan diatas tali, flying fox, motor ATV, kolam renang dan tempat penginapan dengan suasana pedesaan, kalo yang bosen sama suasana kota dateng aja deh kesini pasti bakal merasa di-recharge dan fresh. Panjang Jiwo juga menyediakan fasilitas outbond dengan fasilitatornya.

Dan satu hal lain, yang membuat kami senang adalah kami belajar memancing, dari papanya DAD, luar biasa, kami semua belajar memancing dan itu betul-betul suatu pelajaran baru yang menyenangkan, selain itu area pemancingan dipenuhi banyak ikan, ini yang membuat kami, terutama anak-anak bersemangat belajar memancing dan menunggu ikan mencapai umpannya. Tentang memancing, akan kuceritakan kemudian. Satu yang pasti, kami ga menyesal datang ke Panjang Jiwo Resort.

Masukan buat manajer Panjang Jiwo Resort, untuk menambahkan fasilitas permainan, seperti lapangan basket, lapangan tenis atau badminton, fasilitas untuk bermain ping pong, karena mungkin tidak semua orang suka memancing dan perlu fasilitas lain untuk mengisi liburan.

Kapan anda berkunjung kesini? Yuuk…mari kesana, ikannya banyaaak sekali….


The Karate Kid

Hari Sabtu, 26 Juni 2010, janji pergi keluar sama si bungsu, Daniel, karena kakak-kakaknya sedang pelayanan ke Yogyakarta, maka supaya dia ga bosen liburan hanya di rumah saja, aku dan suami mengajak dia nonton Karate Kid, yang dibintangi Jackie Chan dan Jaden Smith. Kami berangkat sekitar jam limaan, rencana nonton film yang jam 19. Sampai sana, langsung ke lantai 3, pesan tiket dulu, antrian sudah melingkar-lingkar, maklum malam minggu dan liburan pula. Dapat tiket sudah di kursi F13 sampai dengan F15. Papa ngajak makan, kita turun lagi ke Solaria, pesan nasi capcay, mie ayam bakso dan baso kuah plus nasi putih buat Daniel.

Filmnya keren dan asik banget, walau terasa “agak keras” buat aku dan Daniel, tapi sebenarnya film ini mengajarkan bahwa janganlah kita lari dari sesuatu yang membuat kita menjadi takut. Kita mesti menghadapi itu, dengan cara-cara yang baik.

Film ini menceritakan kisah pindahnya seorang ibu bekerja, Ms Parker, dari Detroit ke Beijing karena tugas, beserta anak lakinya, Dre Parker. Adaptasi dengan lingkungan tentu bukan hal yang mudah bagi seorang anak, namun tidak bagi seorang dewasa. Bagi orang dewasa, yang mungkin telah bertahun-tahun bekerja di tempat yang sama, akan sangat menyenangkan sekali, dipindahtugaskan ke tempat baru, dengan tantangan baru. Disini sebuah pelajaran baru lagi, perhatikanlah perasaan anak-anak kita, terutama anak laki yang kadang tidak berani dan tidak mau mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya.

Kehadiran pertama Dre tidak disambut baik oleh anak-anak di lingkungannya, walau Dre juga disenangi oleh tetangga di apartemennya. Perjuangan Dre mengalahkan rasa takutnya, dibantu dengan baik oleh Mr Han, teknisi apartemen, yang melihat Dre diperlakukan dengan kasar oleh teman-temannya, yang mengaku belajar Kung Fu, padahal Kung Fu yang sesungguhnya tidak mengajarkan Kung Fu dengan kekerasan. Film ini mampu menghibur kita dan mengobati kerinduan kita kepada Jackie Chan, melalui tingkah polah Jaden Smith yang jenaka.

Dibawah ini, sedikit ulasan dari Tempo Interaktif mengenai film Karate Kid

TEMPO Interaktif, Beijing – Aktor Jackie Chan menyatakan bahwa perannya dalam The Karate Kid adalah sebuah jeda yang santai dan menyenangkan di tengah peran biasanya dalam film-film aksi-komedi. Film itu merupakan pembuatan ulang dari film terkenal era 1980-an yang berjudul sama dan dibintangai Ralph Macchio dan Pat Morita.

Di film itu Chan berperan sebagai Mr. Hun yang keras dan memperoleh banyak pujian dari para peresensi film, termasuk The Associated Press. Dalam film aslinya sosok itu adalah Miyagi, yang dibintangi Morita.

Pada Rabu lalu di Beijing dia menyampaikan bahwa peran semacam itu jarang ditawarkan kepadanya di Amerika Serikat, tempat para penonton lebih biasa melihatnya dalam peran-peran ringan dan jenaka dalam film semacam Rush Hour.

“Aku sangat senang mendapat peran yang berbeda ini. Ini tak cuma komedi, tapi sebuah peran yang serius,” kata Chan.

Film produksi Sony ini diperkirakan telah meraup US$ 56 juta pada akhir pekan pertama pemutarannya. Padahal, biaya produksinya cuma US$ 40 juta.

Will Smith, yang putranya Jaden membintangi film itu, berharap keberhasilan ini akan meluas ke Cina, tempat film itu baru diputar pertama kali pada Selasa lalu. Smith terbang ke Cina untuk mempromosikan film ini bersama Chan dan menilai produksi bersama Cina-Amerika Serikat yang pengambilan gambarnya dilakukan di Beijing ini akan membuka jalan bagi kerja sama lebih jauh.

“Kolaborasi ini akan bergema. Ini benar-benar kolaborasi dua bangsa yang berbeda,” kata Smith.

Iwank | AP

Foto dari Mr Google yaa



Sausage Cheezy Pizza n Tanjung Favourite Pizza.

Mama…udah lama ga bikin pizza nih,” kata bungsuku. Iya ya dah lama juga ga ngublek-ngublek di dapur dengan oven kesayanganku. Ok lah, mulai cicil beli bahan dulu, nanti hari Sabtu ya kita bikin sama-sama.

Jadilah hari Sabtu siang, kita membuat adonan dasar roti pizza, tapi ternyata Sabtu tanggal 22 Mei ini, BSD mati lampu dari jam 10 an sampai jam 15 an, wadoh…adonanku sudah mengembang kemana-mana nih.

Ini nih adonan dasar buat pizza, resep aku

500 gr terigu
1 sdm ragi instan
1 btr telur
2 sdt gula pasir
30 ml olive oil (minyak zaitun, aku pakai minyak sayur aja)
250 ml air
garam secukupnya

Saus:
1-2 sdm minyak zaitun
1/2 bh bawang bombay,cincang kotak2
1 siung bawang putih, cincang halus
250 gr tomat kaleng/pasta tomat(bisa diganti tomat 5-7 buah, direbus trus diparut)
1 sdt garam
1/2 sdt gula
1/2 sdt basil
1 sdt oregano
(tapi kalau tidak mau repot, seperti aku kali ini, saus bisa dari saus tomat botolan saja)

Topping:
50 gr daging cincang/smoked beef
sosis sapi goreng

1/4 bh bawang bombay, iris bulat tipis
1 bh paprika hijau potong kotak bulat tipis
1 bh keju mozarella, parut

1 bh keju Kraft, parut

Cara Membuat:
Roti:

  1. ayak tepung, lalu campurkan garam dan ragi instan.
  2. masukkan air hangat dan minyak zaitun sambil diuleni selama -/+ 10 menit(sampai kalis). lalu bulatkan adonan.
  3. diamkan adonan selama -/+ 15 menit.
  4. taburi talenan dan adonan dgn sedikit tepung, lalu giling adonan sesuai bentuk loyang,
  5. oles loyang dgn minyak zaitun.
  6. taruh adonan yg sudah dibentuk ke dalam loyang.

Saus :

  1. panaskan minyak zaitun. tumis bwg bombay dan bwg putih sampai layu.
  2. masukkan pasta tomat. masak sampai kental dan meletup2(sambil diaduk).
  3. masukkan garam, gula, oregano dan basil.
  4. masukkan daging cincang/ daging ayam/ ikan tuna. masak sampai matang, lalu diangkat.

Tapi, kalau tidak mau repot, panaskan minyak, tumis bawang, masukkan daging atau sosis, setelah setengah matang, masukkan saus tomat, masak sampai matang, lalu diangkat.

Penyelesaian:

  1. taruh saus-nya diatas adonan roti pizza, yg sebelumnya telah diolesi minyak zaitun pada permukaannya.
  2. taburkan bawang bombay, paprika, daing cincang/ayam/tuna, jamur dan keju mozarella.
  3. oven selama 20 menit dlm suhu 200 derajat celcius.

Kali ini kami membuat dua loyang pizza, pizza yang pertama ditaburi keju, sosis dan daging asap saja, yang kami sebut Sausage Cheezy Pizza. Sedangkan loyang kedua ditaburi keju, sosis, daging asap, paprika dan bawang bombai, yang kami beri nama Tanjung Favourite Pizza.

Tips :

  • Jika terlalu basah adonannya, maka tambahkan tepung(sedikit2) dan bila terlalu kering kaku, tambahkan air(sedikit2).
  • resep ini akan menghasilkan roti pizza dgn ketebalan sempurna, bila menggunakan ukuran loyang bundar diameter 24-26cm.
  • bila ingin membuat 2 loyang pizza, dgn ukuran loyang lebih kecil dari 24-26cm, tambahkan bahan2 diatas, sesuai perbandingan besar loyangnya.
  • ketika menaruh saus, jangan sampai ke tepi adonan roti pizza. sisakan sekitar 1cm. untuk menghindari saus keluar dari adonan(krn roti pizza akan mengembang ketika di oven) yang menyebabkan proses pematangan pizza lebih lama lagi.
  • taburan keju digunakan pada topping paling akhir, yang gunanya selain untuk penambah rasa juga utk merekatkan semua topping.
  • untuk mengecek apakah pizza sudah matang atau belum, tusuk adonan pizza dgn tusuk gigi/garpu/ujung pisau. tusuk pada bagian tepi luar (yang tidak terkena saus), lalu lihat apakah roti sudah mengembang sempurna ato belum. kalo masih lembek berarti belum matang.

Three Magic Words

Ada tiga kata yang bila disatukan akan menjadi sesuatu yang ajaib, tentu saja bila diucapkan secara tulus dari dalam hati. Apakah kata itu? Kata itu adalah kata Tolong, Maaf dan Terimakasih. Betulkah begitu? Betulkah jika ketiganya diucapkan akan menghasilkan sesuatu yang ajaib? Betul. Mari kita lihat.

Ketiga kata yang bermakna dalam dan menghasilkan sesuatu yang ajaib itu, sudah bisa kita pastikan bermakna santun dan memperhatikan perasaan dan kepedulian pada orang lain yang kita ajak bicara. Dengan demikian, tentu, sebagai orangtua dan terutama sebagai seorang Ibu, kita tentu menginginkan anak-anak kita mengerti, memahami dan dapat mempraktekkannya dalam bertuturkata dan bergaul dengan orang lain. Anak-anak dapat mengucapkan kata “tolong”, bila mereka memerlukan bantuan orang lain, misal kepada mama, papa, nenek, kakek, teman atau pembantu sekalipun. Alangkah indahnya, jika kita mendengar anak kita berbicara seperti ini “Mbak, tolong ambilkan bukuku di kamar atas dong”, pilihan kata yang diucapkan dengan intonasi dan tempo sedang. Daripada si anak berbicara dengan nada memerintah, “Mbak, ambil bukuku, bawa kesini !”, tentu kita akan sedih dan malu mendengarnya. Dan yang disuruh atau diajak berbicara pun akan merasa sedih atau terluka hatinya, sudah diperintah, dibentak pula.

Kata “maaf” ini juga lebih sukar lagi diungkapkan, apabila memang tidak pernah diajarkan atau dibiasakan. Misal, anak jelas melakukan kesalahan, bermain bola sehingga menjatuhkan gelas atau piring, seharusnya anak diberi penjelasan bahwa jatuhnya gelas akibat ia bermain bola di dalam rumah, yang sudah menyalahi aturan yang berlaku, maka ia wajib meminta maaf. Demikian pula, jika ia bermain dan mendorong teman sehingga jatuh dan menangis. Anak harus diajarkan untuk menolong temannya yang terjatuh, sambil meminta maaf atas ketidaksengajaan itu, “Maaf ya, aku ga sengaja”. Namun, apa sih sekarang yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini? Jangankan minta maaf, sudah melakukan kesalahan, malah balik memaki dan menyalahkan orang lain.

Satu kata yang terakhir, yang mesti kita ajarkan pada anak-anak sejak dini adalah kata-kata “terimakasih”. Kata “terimakasih” tidak hanya selalu diucapkan pada saat kita menerima sesuatu yang kita sukai dari sesorang. Pesan yang mau disampaikan, pertama “tidak selalu berupa sesuatu barang”, jadi bisa dalam bentuk bantuan, perhatian ataupun ucapan. Misal teman membantu membawa tas makan anak kita, maka anak sebaiknya mengucapkan “terimakasih ya, kamu sudah bantu aku”. Pesan yang kedua, kata-kata ini tidak selalu hanya diucapkan jika kita menerima “sesuatu yang kita sukai saja”, tapi apapun yang kita terima dari orang lain, wajiblah kita berterimakasih. Misal, suatu hari, keluarga kami dikirimi makanan dari kampung, anak saya bilang, “apa tuh ma, aku ga suka”, apapun itu kita wajib menghargai pemberian orang lain, karena untuk membawakan itu, pasti orang tersebut sudah membelinya, seandainya ia tidak membelinya, kita perlu menghargai usahanya dalam membuat makanan itu dan membawakannya sampai ke rumah kami.

Ketiga kata ini tidak hanya sebaiknya diajarkan sejak dini kepada anak-anak, tapi buat kita, orang dewasa yang sudah pernah belajar kata-kata ini waktu kita kecil dulu, juga mempraktekkannya dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini, dimanapun kita berada, ntah kita sebagai ibu rumahtangga, pekerja di kantor, atasan, pesuruh, tukang sapu, komisaris, hamba Tuhan, ataupun apapun profesi kita saat ini. Kadang hal kecil yang dianggap remeh ini, sering kita lupakan, padahal memberi dampak yang sangat luar biasa. Apa sulitnya bagi kita untuk mengucapkan ketiga kata itu kepada bawahan kita, kepada satpam yang membukakan kita pintu, kepada pesuruh yang mengantarkan kita minum setiap hari, pada supir angkot yang kita tumpangi angkotnya. Cobalah, lakukanlah, ucapkan ketiga kata itu, jika itu tidak langsung berdampak pada kita, pasti berdampak pada orang lain, orang yang ada di hadapan kita, yang kita ajak bicara.

Aku, sebagai seorang ibu dari tiga anak, selalu mengajarkan kepada anakku untuk menempatkan diri sebagai orang lain. Maksudku begini, kalau mereka berkata tidak sopan pada orang lain, aku selalu bertanya, “mau ga kamu dikatain seperti itu?” atau, “mau ga kamu diperlakukan seperti itu?”. Kalau kita tidak mau, jangan berbuat semaunya kepada orang lain. Secara positif, bisa dikatakan, kalau kamu ingin orang lain berbuat baik kepada kamu, tentu kamu juga harus berbuat baik kepada orang lain. Tentu enak bukan, kalau ada yang bilang pada mu, “tolong dong ambilkan saya buku itu” daripada kalimat perintah lain, tanpa kata “tolong”.

Gambar dari Mr Google

(bersambung)


Belahan Jiwaku…

 

 

Belahan Jiwaku

Kutatap wajahmu

Kubelai rambutmu

Kucium pipimu

Kukecup hidungmu

Kupeluk erat tubuhmu

Kaulah lentera jiwaku

Kaulah mutiara hatiku

Kaulah penerang jalanku

Kaulah energi bagi ragaku

Berat nian meninggalkan dirimu

Yang masih terlelap dalam mimpimu

Tuk menapaki jalan mencari sedikit harapan

Buat dirimu dan diriku

Ku mencintaimu di sepanjang hidupku

(D Laraswati H, 2010)

 


 


Medali Kumon Pertama buat Arum

Tanggal 22 Nopember 2009 ini, anakku, Arum memperoleh Medali pertamanya dari Kumon. Anakku sangat bersukacita sekali menerima undangan pemberian penghargaan ini, yang rencananya akan diadakan di tempat kursus Kumon di ruko Golden Viena, BSD. Arum sudah mengikuti kursus ini hampir 4 tahun yang lalu, sejak dia duduk di kelas 2 SD. Awalnya aku memasukkan dia kesana karena pelajaran Matematika nya sudah berkembang bertambah rumit dan saat itu ia mengalami kesulitan untuk memahami perkalian. Aku mendaftarkan Arum disana dan melalui tes penempatan, ia mengikuti dari level yang berada dibawah level kelasnya. Namun berkat ketekunannya, selama 2 tahun terakhir berturut-turut, ia selalu berada dalam buku kemajuan Kumon, yang menunjukkan prestasinya berada 2 level diatas tingkat kelasnya. Saat ini, Arum tidak mengalami kesulitan yang cukup berarti dalam bidang Matematika. Ia dapat menghitung dengan cepat dan memahami pelajaran Matematika dengan lebih mudah. Sekarang Arum sedang mengerjakan lembar kerja level H, yang berarti setingkat dengan pelajaran kelas II SMP, padahal Arum masih duduk di kelas 6 SD. Kakaknya, Dita, belum meraih Medali, tapi saat ini ia juga berada 2 level diatas level kelasnya, Dita sedang mengerjakan lembar kerja level J, yang berarti setingkat dengan pelajaran kelas I SMA, padahal ia masih duduk di kelas II SMP. Tekunlah anak-anakku, tidak akan sia-sia perjuangan dan pengorbanan dari ketekunanmu itu…..

Apa itu Kumon?

Metode Kumon adalah metode belajar perseorangan. Level awal untuk setiap siswa Kumon ditentukan secara perseorangan. Siswa mulai dari level yang dapat dikerjakannya sendiri dengan mudah, tanpa kesalahan. Lembar kerjanya telah didesain sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soalnya. Jika siswa terus belajar dengan kemampuannya sendiri, ia akan mengejar bahan pelajaran yang setara dengan tingkatan kelasnya dan bahkan maju melampauinya.

Kembangkan potensi individu

Sebenarnya nama Kumon adalah nama keluarga penemu metode belajar matematika, Toru Kumon. Guru matematika SMU di Jepang itu pada tahun 1954 pertama kali menyusun sendiri bahan pelajaran matematika untuk membimbing anaknya belajar matematika. Setelah terbukti memberi hasil memuaskan pada anaknya dan juga anak didik dan tetangga dekatnya, ia pun ingin menerapkan cara belajar dan bahan pelajaran ini kepada sebanyak mungkin anak. Tak heran dengan sifatnya yang universal, kini Metode Kumon telah dapat diterapkan di 40 negara, termasuk Indonesia.

Prinsip dasar metode yang disebarluaskan ke Indonesia pada Oktober 1993 ini adalah pengakuan tentang potensi dan kemampuan individual tiap siswa. Maka, seseorang yang mendaftar kursus Kumon harus mengikuti tes penempatan. Tes penempatan itu untuk mengetahui titik pangkal siswa, supaya siswa dapat mengerjakan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuannya. Tak heran bila soal itu biasanya bisa selesai dalam batas waktu tertentu, biasanya hanya dalam hitungan menit.

Keistimewaan Kumon

Karakteristik Metode Kumon

Lembar kerja Kumon telah didesain dengan cermat agar berkembang dalam small steps sehingga memungkinkan siswa maju dengan lancar sambil belajar pada tingkatan yang paling tepat baginya. Ketika memasuki topik baru diberikan contoh dan penjelasan yang mendorong siswa untuk mempelajarinya sendiri dan maju dengan kemampuannya sendiri.

Metode Kumon secara konsisten telah berkarya selama lebih dari lima puluh tahun. Tetapi, lembar kerjanya selalu direvisi untuk memastikan kemajuan siswa yang lancar sambil terus memaksimalkan potensinya

Kumon ada di 46 negara dan region, walaupun terdapat perbedaan dalam gaya hidup, sistem pendidikan dan kebudayaan.

Metode Kumon adalah metode belajar yang memfokuskan pada siswa. Dengan mengamati siswa, Pembimbing secara konstan mengevaluasi dan merevisi lembar kerja yang akan diberikan kepada siswa untuk memastikan tak ada yang menghalangi siswa untuk maju dengan lancar.

Kumon juga memberi penghargaan pada anak-anak berupa Sertifikat pada saat mereka menyelesaikan tiap level dalam Kumon. Nama-nama mereka juga dimasukkan dalam Buku Kemajuan yang diterbitkan secara nasional, jika mereka berhasil mencapai 2 level diatas tingkat kelas di sekolahnya serta Medali.  Dan juga memperoleh Piala, jika berhasil mencapai 3 level diatas tingkat kelasnya. Penghargaan itu semata untuk memberi motivasi kepada anak untuk bersemangat mengerjakan latihan dengan menggunakan lembar kerja, jika sering berlatih, tentu mereka akan menjadi terampil.